Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Aku merasa malu


__ADS_3

Malam harinya. Saat Andra pulang, ia sudah melihat mertuanya ada di rumahnya, Andra pikir pertuanya hanya berkunjung, tapi saat ia mendengar istrinya mangatakan kalau mereka akan tinggal bersama mereka, membuat Andra kurang suka.


"Aku tidak mau tahu, ayah dan ibu tidak boleh tinggal di sini!" seru Andra menolak.


Ia sengaja pindah dari rumah orang tuanya, karna tidak suka melihat ibunya yang selalu membela Clara.


"Aku mohon Mas hanya, untuk sementara saja. sampai ayah dan ibu menemukan tempat tinggal yang baru!" bales Clara memohon.


"Baiklah, hanya untuk dua hari ini saja, setelah itu aku tidak mau tahu ayah dan ibu harus pergi dari rumah ini." ucap Andra. Setelah itu ia pergi meninggalkan istrinya.


"Apa yang harus ku lakukan? apa aku meminta bantuan kak Andini, mudah-mudahan kak Andini bisa membantuku," gumam Clara. menurutnya hanya itulah jalan satu-satunya.


Clara keluar dari kamarnya, ia kembali menemui orang tuanya yang ada di ruang tamu. sampai di ruang tamu Clara sedikit lega, ternyata suaminya mengobrol dengan kedua orang tuanya.


Clara pun duduk di samping Andra suaminya. bu Annis yang melihat kedatangan puntrinya tersenyum, "Bagaimana Nak? apa perutmu masih sakit?" tanya ibu Annis.


"Sudah mendingan Bu. ini hanya keram biasa," jawab Clara. Lalu ia melihat ke arah siaminya.


"Aku sudah sering mengatakan pada Clara, agar dia tidak melakukan apa-apa, tapi dia tetap ngeyel tidak mendengarkan perkataanku Bu," timpal Andra. dia sengaja bersikap baik di depan mertuanya.


"Tidak masalah Nak, Clara memang harus bergerak agar memudahkan proses persalinannya nanti," balad bu Annis. Ia tersenyum oada menantunya.


"Gitu ya Bu," ucap Andra. pura-pura tidak tahu.


"Iya Nak." Ibu Anis kembali menjawab. ayah Raja merasa bangga,memiliki menantu seoerti Andra. Tanpa ia ketahi seperti apa sifat asli menantunya itu.


Malam sudah semakin larut, semua orang sudah tertidur tapi tidak dengan Andini, Entah mengapa malam ini ia sangat menginginkan suaminya, tapi ia malu untuk mengatakannya.


Jadi lah Andini mencoba untuk memancingnya, dengan mengusap dada bidang Kaizal, juga meluk tubuh suaminya itu. Tapi sayang Kaizal tidak peka dia malah menarik istrinya ke dalam pelukannya mengusap rambutnya lalu mengajaknya untuk tidur, membuat Andini merasa kesal, ia mendorong kuat suaminya membalik badan lalu membelakanginya.


Andini mencoba untuk terlelap tapi sayangnya tidak bisa. Entah mengapa malam ini ia benar-benar tergoda hanya karena melihat dada bidang suaminya.


Kaizal yang merasa pergerakan di ranjang, membuka mata lalu melihat Andini yang gelisah, "Din kamu kenapa? kok belum tidur?" tanya Kak Rizal. Andini yang mendengar pertanyaan suaminya merasa krsal.


"Tidak tahu," jawab Andini. Ia memanyunkan bibirnya, padahal Kaizal tidak nelihatnya.


"Apa ada yang kau inginkan?" lagi-lagi Kaizal bertanya.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya tidak bisa tidur saja," jawabnya ketusuk. Kaizal pun tersenyum, ia tahubsa yang istrinya inginkan.


"Iya, Apa membuatmu tidak bisa tidur?" lagi-lagi Kaizal bertanya, oa ingin menggda istrinya.


Andini kembali membailk badangnya, menhhadap Kaizal, "Dasar tidak peka! masa harus ku katakan kalau aku menginginkanmu!" Andini menjawab dengan ketus.


Ingin rasanya Kaizal tertawa meliihat wajah kesal Andini, lengkap dengan wajah yang memerah karna malu.


"Memang apa salahnya? kalau kau mengatakan menginginkanku, toh ini suamimu," bales Kaizal. membuat Andini bertambah malu.


Andini yang benar-benar menginginkan suaminya, jadilah ia mengesampingkan rasa malunya. Ia lebih dulu mengecup bibir Kaizal.


Kecupan yang berujung menjadi *******, karna Kaizal menahan tengkuk Andini, ia langsung meraup bibir merah Andini merasakan manisnya bibir itu, bibir yang sudah seminggu lebih tidak bisa ia rasakan.


Andini yang awalnya menginginkan Kaizal. ia merasa kewalahan, karna pria itu menghujaminya dengan ciuman yang membuat Andini hampir ke habisan nafas, andai saja ia tidak memukul dadak suaminya itu.


"Maaf Sayang, Aku terlalu bersemangat," ucap Kaizal. Ia memgusap bibir Andini yang membengkak karna ulahnya.


Andini hanya bisa mengangguk, ia baru sadar kalau sudah membangunkan macan yang sudah tidur selama seminggu lebih.


"Bisa kita mulai lagi?" tanya Kaizal. Di angguki kepala oleh Andini.


Andini mendasah, menyebut nama Kaizal, ia menikmati permainam yang Kaizal berikan padanya , apa lagi Kaizal melakukannya dengan pelan tapi pasti. Pasti membuat istrinya merasa puas, begitupun sebaliknya.


******* dan erangan mereka yang bersahutan, membuat keduanya memggila. Karna kali ini Andini juga ikut adil mengambil kendali permainnan, ia bergerak di atas tubuh Kaizal, membuat pria itu merem melek karna keenakan. Ini kali pertama Kaizal melihat Andini yang liar, biasanya hanya ia yang memegang kendali.


Aaaahhhh


Desah panjang keduanya, Andini meletakan tubuh polosnya di atas tubuh Kaizal, entah lelah atau merasa malu Kaizal tidak tahu, yang pasti istrinya itu menybunyikan wajahnya di dada bidangnya, membuat Kaizal tersenyum.


Kaizal melepaskan penyatuan mereka, sedangkan Andini, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Hei kau kenapa? Kok di tutup gitu?" tanya Kaizal. Andini hanya menggeleng. Kaizal membuka tangan Andini yang ada di wajahnya.


"Aku merasa malu," ucapnya singkat.


"Kenapa harus malu, aku ini suamimu, semua yang ada padaku adalah milikmu," ujar Kaizal, menggoda Andini.

__ADS_1


"Apaan sih," cetus Andini. Ia mengambil tisu yang ada di atas nakas, membersihkan sisa percintaan mereka, begitu juga dengan Kaizal. Setelah itu mereka pun tidur dengan nyenyak.


Pagi harinya. Andini bangun, seperti biasa ia akan mengalami mual dan muntah, itu sudah menjadi kebiasaannya, untung saja sekarang Kaizal sudah bisa membantunya walau pun hanya memijat tengguknya saja. Pagi itu Kaizal juga membantu Andini mandi.


Kalau biasanya Andini yang mengurus keperluannya saat pagi ke kantor, sekarang sudah terbalik, ia yang membantu istrinya itu, mulai dari mandi memakai baju bahkan dengan sarapannya pun di suapi oleh Kaizal. setelah semua itu selesai barulah Kaizal pergi ke kantor.


"Siang nanti mau di bawa makan siang apa?" tanya Andini, saat ia mengantar Kaizal ke depan, untuk berangkan bekerja.


"Sudah..., tidak usah ke kantor hari ini, kamu istirahat saja," jawab Kaizal. Ia menolak, membuat Andini menatapnya dengan p


mata yang sudah berkaca-kaca.


"Hei jangan mena_."


"Kau pasti ingin berduan dengan wanita itu, makanya melaranggu datang ke jantor, iya kan?" tuduh Andini, memotong ucapan Kaizal. Membuat Kaizal menarik nafasnya panjang.


"Mulai lagi," gumamnya.


"Gak Din, Aku cuma gak mau kalau kau itu kelelahan, ingat dokter bilang apa, di usia kandingan yang masih muda itu rentan, jadi kamu tidak boleh kelelahan," ucap Kaizal menjelaskan.


"Tidak, kau pasti ingin berduan dengan wanita itu, apa lelahnya hanya duduk di mobil, setelah itu naik lift sampai di ruanganmu aku bisa istirahat." cetus Andini, kembali menuduh.


"Baiklah, kau tidak oerlu bawa makanan, nanti kita pesan di kantor." Kaizal ahirnya mengalah, kalau tidak sampai sore dia tidak akan berabgkat ke kantor.


"Tidak, aku tetap membawakanmu bekal makan siang," ujar Andini. Kaizal hanya mengamgguk, agar semuanya beres dan ia bisa berangkat.


Setelah mengecup bibi dan kening istrinya, Kaizal berangkat ke kantor, tapi Andini menahan tangannya, memintanya mensejajarkan tinggi mereka, betapa terkejutnua Kaizal, daat Andini menyesap lehernya, yang meninggalkan kemerahan.


"Andini, apa yang kau lakukan?" tanya Kaizal. susah-susah ia menutupi bekas tadi malam, dengan entengnya Andini membuatnya lagi.


"Aku hanya ingin menunjukan pada wanita itu kalai kau adalah miliku, dia tidak akan bisa merebutmu dari ku," jawab Andini enteng. Kaizal menghela nafas, ia masuk kedalam mobilnya lalu berangkat.


...****************...


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏🙏


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏

__ADS_1


LOVE YU sekebon buat kalian semua yang sudah baca novel receh mak❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2