
Hari ini adalah hari ke 5, di mana ayah Dayus telah tiada. karena semua acara sudah selesai, Kaizal pun haris membawa Raka bersamanya. Sebelum pergi meninggalkan rumah orang tuanya, Kaizal sudah meminta orang-orangnya untuk memantau rumah itu.
Kaizal memang diam saja, belum melakukan apa-apa mengensi kecelakaan ayahnya, tapi bukan berarti ia lepas tangan, hanya saja ia sudah mempercayakan semuanya pada Derkan.
Menempuh perjalanan 30 menit, barulah mereka sampai di rumahnya sendiri. mereka keluar dari mobil, termasuk juga Orang tua Andini. kemarin Ayah Raja dan Bu Annis juga menyusul kesana, sekarang mereka sama-sama pulang ke rumah Kaizal sendiri.
Derkan yang sudah tau kalau tuannya akan pulang, malam harinya ia pun lamgsung mendatangi rumah tuannya, karna banyak hal yang ingin ia sampai kan.
Sampai di rumah tuannya, Derkan Keluar dari mobil, ia langsung masuk kerumah tuannya.
"Maaf Tuan, apa kita bisa bicarakan sekarang?" tanya Derkan. kebetulan saat ia masu, Kaizal ada di ruang tamu bersama nyonyanya. kalau yang lain. sudah
pada tidur.
"Kita ke ruangan ku saja," balas Kaizal. ia meminta Andini masuk kekamar, sedangkan ia pergi ke rungang kerjanya, di kuti Dayus dari belakang. lalu mereka berdua pun masuk ke dalam.
"Apa saja impormasi yang sudah kau dapatkan?" tanya Kaizal, saat ini mereka sudah duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Sebelum Tuan besar berangkat ke kantor, seseorang menelponnya, mengancap akan mengincar tuan Muda Raka dan Nyonya Andini, kalau tuan besar tidak memberikannya uang senilai 1M. untuk itu tuan menuriti orang itu, makanya dia pergi ke suatu tempat. tapi setelah tuan memberikan uangnya. orang itu kembali menelpon, entah apa yang ia katakan, sehingga mbuat tuan terlihat panik, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi." jelas Derkan panjang lebar. ia menjelaskan semua yang di ketahuinya.
"Terus kalian sudah tahu siapa yang menelpon Papa? apa benar ini ada kaitannya dengan wanita ular itu?" tanya Kaizal. padahal ia sangat yakin, kalau Iren lah di balik kecalakaan Ayahnya.
"Sudah Tuan, memang Nyonya iren lah di balik ini semua, tapi dia punya teman Tuan, kita sengaja membiarkan dia bebas, agar dia membawa kita pada orang itu," jawab Derkan. Derkan pun menjelaskan semuanya pada Kaizal, membuat pria itu mengepalkan tangan karna marah, dan kewcewa pada dirinya sendiri.
Ia sudah terlu di butakan kebencian pada ayahnya, sampai tidak melihat sisi baik ayahnya itu, padahal dia tau kalau Ayahnya tidak pernah lepas tangan jika itu menyanggut ke selamatannya.
Mereka pun menyusun rencana, bagai mana caranya, agar orang yang membantu Iren itu keluar, dan mereka akan menangkap keduanya. Setekah pbicaraan mereka selesai, Derkan pamit, ia akan mulai menjalankan rencana mereka.
__ADS_1
Setelah kepergian Derkan, Kaizal pun naik ke lantai atas. karna ia tau istrinya ada di kamar. Kaizal masuk begitu saja, di dalam ia sudah mendapati istrinya yang sedang membaca buku, dengan posisi bersandar di kepala ranjang.
Andini yang mendengar suara pintu kamarnya terbuka, ia menoleh dan tersenyum pada suaminya, "Apa Derkan sudah pulang?" tanya Andini. Kaizal menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia naik keranjang.
"Bacanya besok saja, sekarang ada yang lebih penting," ujar Kaizal. mengambil buku yang di tangan Andini, lalu meletekannya di atas nakas.
Kaizal memeluk Andini. mencium pipi istrinya itu, "Aku sangat merindukanmu," ucap Kaizal. Andini tersenyum, merasa lucu dengan ucapan suaminya.
"Kita selu bersama Kai, bagai mana bisa kau merindukan ku," balas Andini. Ia menggelengkan kepalanya, karna ia tidak mengerti rindu apa yang Kaizal maksud
"Kita memamg selalu bersama, tapi kau lebih banyak menghabiskan waktumu bersama Raka," ujar Kaizal. memacunkan bibirnya pura-pura merajuk.
"Kan Raka memang lagi butuh perjatian dan sport dari kita, dia itu lagi sedih Kai," balas Andini. mengecup bibir manyun Kaizal. miat nih
"Tapi aku juga sedih Sayang, jadi aku juga harus di perhatiin, terutama si dia," cetus Kaizal. ia tersenyum tapi membawsmak gitu. membawa tangan Andini, mengenalkannya pada senjata apinya.
"Apaan Sih Kai," ucap Andini. menarik kembali tangannya. Andini mencoba brontak, saat Kaizal memasukan tangannya ke dalam segibtiga milik istrinya. Karna ia memamg sudah sangat merindukan istrinya.
"Apa kau tidak merindukan ku?" tanya Kaizal. sungguh pertanyaan yang membuat Andini bingung.
Kalau di jawab tidak, pasti suaminya marah, di jawab rindu, sudah Andini pastikan ia akan di terkam oleh suaminya, "Aku ke kamar mandi dulu," elak Andini. tapi sayang Kaizal sudah menindihinya.
"Aku tau kau hanya ingin mengelak," ujar Kaizal. sebelum Andini membalas ucapannya, ia sudah membungkam mulut istrinya, dengan ciuman yang menggebu-gebu.
Jadi lah Andini pasrah dengan apa yang suaminya lakukan, dan Kaizal pun menjalankan aksinya. Mulai dari mencumbui istrinya, perlahan Kaizal menanggalkan pakaiyan yang melekat di tubuh Andini, lalu ia berlabuh di buah dada yang sedikit membedsr, akibat kehamilannya.
Aaahhhh
__ADS_1
D*s*h Kaizal, saat ia memasukan senjata apinya. ia pun memulai sesi percintaan mereka dengan perlahan tapi pasti. tidak butuh durasi yang lama, cukup 1 jam saja sesi percintaan mereka pun sudah selesai.
Kaizal berguling di samping Andini. iya mengelus-elus perut Andini yang sudah mulai terlihat membesar. tapi tak berapa lama, Kaizal duduk dan menciumi perut buncit istrinya, "Halo jagoan! kau tidak terganggukan?" ucapnya. membust Andini tersenyun, bagai mana bisa suaminya itu bicara pada anaknya yang masih ada di dalam perutnya.
Kenapa kau tersenyum? dan kapan dia tidak bergerak? padahal yang ku lihat di google, kalau anak yang ada di kandungan itu akan bergerak, ketika kita mengajaknya bicara!" tanya Kaizal. yang terus mendekatkan telinganya di merut Andini.
"Ya belum lah Kai, kan masih tiga bulan, itu pun belum penuh, nanti kalau sudah waktunya dia akan bergerak," jawab Andini. ia menggelekan kepala saat melihat kelakuan suaminya.
"Benarkah, jadi saat ini dia belum bisa membari respon saat aku mengajaknya bicara?" tanya Kaizal. dan Andini pun mengangguk. membenarkan perkataan Kaizal.
Baik lah kalau begitu, kita tidur saja," ujar Kaizal. ia membawa istrinya kedalam pelukannya. menarik selimut mereka, dan ia mencium kening mengecup bibir istarinya, setelah itu barulah mereka tertidur dengan nyenyak.
*
*
*
*
*
*Bersambung.
Tidur yang nyenyak ya Kai, karna tenaga sudah terkiras habis. 🤭🤭😂
Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏
LOVE YU sekebon buat kalian semua yang sudah baca novel receh mak❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤