Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Ayah dan ibu tinggal bersama ku ya


__ADS_3

Kaizal kembali di tertawakan oleh asistennya, karana melihat bekas ciuman yang Andini tinggalkan di lehernya, tapi kali ini Kaizal tidak ambil pusing, karna ia bahagia kalau istrinya itu posesif padanya.


Spai di kantor, Kaizal dan Derkan masuk, masuk kedalam left menekan tombol menuju ruangan Kaizal.


Ting


Begitu lift terbuka, mereka nerdua keluar. Betapa terkejutnya Kaizal saat meliha Laras sidah ada di depan ruangannya.


"Laras...! jam berapa kau datang kemari? kenapa kai sampai lebih dulu?" tanya Kaizal. Sedangkan sarah yang di tanya hanya tersenyum.


"Sepagi mungkin. Aku sengaja datang pagi, karna ingin sarapan bersamamu," jawad Laras. Ia lengsung menghimpit lengan Kaizal dengan sebelah tangannya, sebelah lagi memegang makanan yang ia bawa.


"Kau lupa, kalau aku ini sudah punya istri, jadi sudah pasti aku sudah sarapan bersamanya," balas Kaizal. Ia melepaskan tangan Laras.


Sayangnya aku tidak per_." ucapan Laras terhenti, saat ia melihat leher Kaizal.


Melihat Laras yang terdiam, sambi melihat ke arah lehernya, Kaizal tau apa yang sedang Laras perhatikan, "Kau sudah melihatnya, jangankan perutku, semuanya sudah istriku penuhi." Beritahunya bangga. Lalu tersenyam pada Laras, senyuman yang menurut Laras sebagai ejekan.


"Kau tega Kai, padahal selama ini hanya aku yang ada untukmu, tapi sekarang kau mencampakanku begitu saja, aku tidak terima ini semua!" seru Laras. Ia melparkan makanan yang di bawanya.


"Tapi aku membayar itu semua, itu bukan cuma-cuma, ingat itu!" seru Kaizal. Membuat Laras merasa kesal.


Ahirnya Laras pergi meninggalkan Kaizal, "Awas kau Kai! Aku akan membuat istrimu membencimu, dan kau akan kembali datang pada ku," dumel Laras bicara sendiri, sambil keluar dari kantor.


Kaizal pun tersenyum, "Ternyata ada untungnya Andini membuat ini," ucapnya sambil memegang lehernya. Mereka pun masuk ke ruangan masing-masing.


Sedangkan Andini. Setelah suaminya pergi ke kantor. Andini hanya menikmati paginya di taman belakang, duduk di tepian kolam, sambil memperhatikan ikan-ikan yang ada di kolan itu.


Drrrtt drrrtt drrrtt


Suara dering ponsel Andini, menandakan ada pangilan masuk, "Clara..., untuk apa dia menelpon ku?" gumam Andini. Lalu ia mengangkatnya.


"hallo, ada apa Cla?" tanya Andini.


"Kak kita bisa bertemu? ada yang ingin ku katakan."

__ADS_1


Clara mengajak kakaknya untuk bertemu. Setelah mendengar kakanya bersedia untuk bertemu, Clara segera mematikan sambungan telponnya.


Celara masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap, tadi mereka berjanji untuk bertemu pagi ini juga.


Clara menemui ibunya yang ada di ruang tamu, "Bu, Clara keluar sebentar ya, ada yang harus ku beli," ucap Clara nerbohong. Yang di balas anganggukan oleh Bu Annis.


Clara pun keluar dari rumahnya, 'Maafin Clara Bu. Clara harus berbohong sama ibuk," ucap Clara dalan hai. Ia masuk kedalam taxi yang sudah ia pesan sebelumnya.


Clara sudah sampai di restoran yang Andini katakan, Clara pun masuk, mencari keberadaan kakaknya, saat menemukannya ia pun mendekatinya, "kakak sudah sampai?" tanya Clara. Ia duduk di dekat kakaknya.


"Iya. Kakak juga baru sampai," jawab Andini. lalu ia bertanya tentang kandunan adiknya, yang di jawab baik-baik saja oleh Clara.


Clara menatap kakaknya, kemarin tekatnya sudah bulet, untuk meminta bantuan kakaknya, tapi setelah mereka bertemu ia sedikit ragu, takut akan menyusahkan sang kakak, terlebih lagi saat ia teringat akan perlakuan nereka yang sebelumnya.


"Clara! kenapa kau menatap Ku sepeti itu?" tanya Andini. Tapi Clara tetap diam.


Clara yang di tanya kakaknya merasa bingung, "Aku mau ngomong sesuatu sama kakak. Lebih tepatnya meminta bantuan." Clara memberi tahu Andini niatnya yang sebenarnya.


"Bantuan apa Cla? katakan saja," balas Andini.


"Tapi..., kalau nggak di kasih tau, bagai mana Kakak bisa tahu Cla?" ujar Andini.


Clara menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya, ia menatap kakaknya, "Sebenarnya aku mau bilang..., kalau Ibu dan Ayah sekarang tinggal di rumah," Ucap Clara, ia memberi tahu terlebih dahulu.


"Enak dong Cla, jadi kamu gak perlu jauh-jauh datang ke reumh ayah, jika merindukan mereka," balas Andini. Ada sedikit rada iri di hatinya.


"Tapi..., ada masalah di balik itu semua Kak!" cetus Clara.


"Masalah apa lagi sih Cla? kalau ngomong itu yang jelas, jangan malah bikin bungung!" cetus Andini. Adiknya itu tidak mau bicara terus terang.


"Ayah dan ibu, tinggal di rumah, karena rumah mereka harus di jual," jawab Clara menjelaskan. Andini yang mendengarnya benar-benar terkejut.


"Kok bisa? kenapa ibu gak bilang sama Aku? apa Aku_," Andini tidak lagi melanjutkan ucapannya. ia benar-benar merasa tidak di anggap oleh ibunya.


"Mungkin ibu gak enak Kak. Aku aja kalau bukan karna datang ke rumah, sama halnya dengan Kakak, tidak tahu juga," balas Clara, dia tau kakaknya itu pasti merasa tidak di anggap.

__ADS_1


Andini hanya diam, nencoba meredam ke sedihannya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan ibunya, "Ya sudah! apa yang bisa ku bantu?" ucapnya ahirnya, setelah bisa menguasai dirinya.


Clara mengatakan pada Andini, kalau suaminya tidak setuju ibu dan ayah mereka tinggal di rumahnya. Andini memaklumi itu, karna dia tau sifat Andra seperti apa. Tapi Andini tidak berani mengambil keputusan, jadi ia lebih dulu menghubungi suaminya untuk minta ijin.


"Baiklah ..., ayah dan ibu akan tinggal bersamaku," ucap Andini. Setelah ia mendapatkan ijin dari Kaizal.


Clara merasa lega, ia tidak menyangka kalau Kaizal, yang dulu mereka anggap pria brandalan, hanya karna selalu membawa para wanita ke rumahnya, ternyata dia adalah pria yang baik, tidak seperti suaminya, yang selama ini memiliki sifat baik malah berubah setelah mereka menikah.


"Cla..., hei, kok bengong, ayo kita jeput ayah dan ibu! sisanya biar nanti Kaizal yang urus," ucap Andini. Membuat Clara sadar dari lamunannya.


"Makasih ya kak." hanya kata itu yang terucap dari mulutnya. Clara berdiri dari tempatnya duduk, lalu ia memeluk kakaknya. Setelah itu mereka pergi ke rumah Clara, untuk menjeput ayah dan ibunya.


15 melit perjalanan, sampailah mereka di rumah yang di tempati Andra dan Clara, ini kali kedua Andini mendatangi rumah yang di temati adiknya itu.


Clara membawa Andini masuk kedalam untuk menemui ayah Raja dan bu Annis. Kebetulan bu Annis dan ayah Raja masih ada di ruang tamu. Mereka berdua yakin kalau orang tua mereka itu sedang bertengkar, karna terlihat mata ibunya yang memerah seperti habis menangis.


"Ibu, Ayah," sapa Andini. Taspi ia mendekati ibunya, karna kalu ayahnya dia belum berani.


"Andini, kamu disini Nak?" tanya Bu Amnis. Di angguki kepala oleh Andini.


Bu Annis melihat ke arah Clara, "Apa kau mengatakan semuanya pada kakakmu?" tanya Bu Annis. Clara yang di tanyai pun mengangguk.


"Maaf Bu…, tapi Clara gak ada pilihan lain," balas Clara. Ia merasa bersalah.


"Sudah Bu! janagan salahin Clara, dia melakukan ini itu demi kebaikan kita semua. Dan…, Andini minta maaf, karna tidak tahu ternyata ayah dan ibu mengalami kesulitan," ucap Andini panjang lebar. Lalu ia memeluk ibunya.


Ibu Annis menangis, ia mbalas pelukan putrinya dan menggelengkan kepalanya, "Ini bukan salahmu Nak, mungkin ini sudah hukuman untuk kami, sebagai oramg tua, karna telah menghukummu dengan alasan yang tidak kau perbuat," balas ibu Annis. ia sengaja mengatakan itu, berniat untuk menyindir suaminya.


Benar saja, ayah Raja merasa tersindir, tapi bukannya bicara atau apa, ia malah berdiri dari tempatnya duduk, lalu masuk kekamar yang saat ini mereka tempati.


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏🙏


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏


LOVE YU sekebon buat kalian semua yang sudah baca novel receh mak❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2