Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Pertengkaran Dayus dan Iren


__ADS_3

Siang itu mereka makan dengan tenang, kalau Bu Annis sudah biasa bertemu dengan Kaizal, tapi tidak untuk ayah Raja. Ia merasa canggung apa lagi saat Kaizal mengajaknya mengobrol, ayah Raja benar-benar merasa malu. ia merasa tidak pantas di perlakukan dengan baik oleh Kaizal dan Andini.


Selesai acara makan Kaizal pamit untuk kebali ke kantor. sekarang tinggal lah Andini dan kedua orang tuanya.


"Apa kalian hanya tinggal berdua di sini?" tanya Bu Annis. yang merasa penasaran. tadi ia takut bertanya pada Andini, saat masih ada Kaizal.


"Enggak Bu, ada beberapa pekerja lainnya," jawab Andini, padahal buktan itu maksud ibunya.


"Ibu tau Din..., maksud Ibu? orang tuanya Nak Kaizal?" balas Bu Annis, kembali bertanya.


"Oh..., ada Bu, Ayahnya Kaizal, tapi kalau ibunya sudah meninggal," jawab Andini. ia memberi tahu ibunya. Bu Annis pun mengangguk tanda mengerti.


Sedangkan Kaizal, begitu sampai di kantor, ia memanggil Derkan ke ruangannya.


"Ada apa Tuan?" tanya Derkan, begitu ia sampai ke ruangan Tuannya.


"Kamu cari tahu siapa yang membeli rumah Pak Raja, usahakan agar kita kembali membelinya!" perintah Kaizal. Derkan pun mengangguk, lalu pamit pada tuannya itu.


Sesuai perintah Tuannya, Derkan pun meminta orang untuk mengurus masalah rumah orang tua Andini. Karna ia masih harus peegi bertamu kliyeen.


Di lain tempat, Dayus kembali mendapati istrinya bersama pria lain. Membuat Dayus marah besar, ia memang membebaskan istrinya itu, tapi tidak dengan berselingkuh.


Dayus membawa pulang istrinya, dia menarik tangan wanita itu, lalu memasukannya ke dalam mobilnya.


Tojo terkejut saat melihat, Nyonyanya sudah duduk di kursi yang di samping kemudi. sedangkan Dayus mengitari mobil dan membuka pintunya.


"Tejo, biar aku yang menyetirnya! kau bawa mobil Nyonya pulang!" perintah Dayus. Ia meminta Iren memberikan kunci mobilnya pada Tejo.


Selama di perjalanan, Dayus diam, begitu pun juga dengan Iren.15 menit kemudian, Baru lah mereka sampai di kediamaman mereka


"Kenapa kau harus melakukan ini Ren?" tanya Dayus berapi-api.

__ADS_1


Aku hanya ingin menikmati waktu bersama dengan pria yang seumuran! tidak hanya pria tua bangka sepertimu." Balas Iren tak kalah marah.


Lalu kenapa dulu kau mau menikah denganku? bahkan kau yang menggodaku lebih dulu!" seru Dayus. ia menatam tajam bsda istrinya.


"Itu karna kekayaanmu? dan sekarang aku sudah puas menikmatinya, aku akan mencari yang lebih segalanya darimu!" jawab Iren, ia tidak takut sama sekali dengan tatapan suaminya.


Paaakk


Karens geram, Dayus menampar istrinya. "Kau perlu di beri pelajaran, agar bisa bicata dengan baik pada suamimu," balas Dayus. Iren memegangi pipinya, ini kali pertama ia mendapat tamparan dari suaminya.


"Kau jahat, kau sudah menamparku," balas Iren. ia menangis pergi masuk kedalam kamarnya. Setelah kepergian Iren, Dayus melihat tangannta yang menampar Iren, ia menyesal, harusnya ia menasehati istrinya dengan baik, tidak perlu menamparnya.


Di dalam kamar, Iren mengemasi barang-barangnya, lalu kembali keluar dengan menyeret kopernya. Raka yang dari tadi mengitip pertengkaran orang tuanya, keluar dan mengikuti langkah Iren.


"Ma, Mama..., Mama jangan pergi," tanngis Raka. Tapi Iren tidak memperdulikan Raka, ia terus mendorong putranya agar tidak mengikutinya.


Dayus yang mendengar putranya memanggil-manggil mamanya, ia pun segera melihat ke arah putranya, yang ternyata mengekor di belakang istrinya.


"Mau jemana kau?" tanya Dayus, saat melihat Iren menyeret kopernya. padshal baru saja ia menyesali perbuatannya, dan ingin meminta maaf, tapi istrinya kembali berulah.


"Iren, tolong jangan pergi! kasihan Raka, dia masih sangat membutuhkanmu," ucap Dayus. mencoba untuk menahan Iren.


"Kalau itu, dia bisa ikut dengan ku, aku biasa membawanya ke rumah ibuk, biar dia yang merawat Raka," balas Iren. bukanbdia yang akan mengurus putranya tapi ibunya.


"Bukan itu yang Raka inginkan, Raka ingin Papa dan Mama yang mengurus Raka, bukan yang lain, dan bukan secara terpisah," timpal anak itu. ia mendekati ayah dan ibunya.


"Maaf Raka, Mama tidak bisa, Mama sudah tidak tahan tinggal dengan ayahmu yang sudah tua ini," balas Iren menolak. karna ia sudah menemukan pria yang lebih muda dan tidak kalah kaya di bandingkan Dayus.


"Kau tega meninggalkan kami di sini? hanya karna pria itu? memangnya apa lagi yang kau cari? di sini kau juga mendapatkan semua yang kau inginkan," ujar Dayus.ia sudah memegang Raka yang ingin mengejar Iren.


Iren kembali menghentikan langkahnya, ia berbalik dan menatap Dayus, "Tapi aku tidak lagi mendapatkan cinta darimu, jangan kau pikir aku ini bodoh tidak tahu kalau kau selalu membantu segala usaha anakmu itu, dan kau selalu mendatangi mendiang istrimu. Aku tau semuanya, di hatimu hanya ada penyesalan dan penyesalan," ucap Iren panjang lebar.

__ADS_1


Dayus diam, tidak tau lagi mau bicara apa, karna apa yang di katakan istrinya itu semuanya memang benar.


"Kenapa kau diam, aku tidak salahkan, semua yang kukatakan itu benarkan, Aku tau kau menuruti semua ke inginanku, aku berterima kasih untuk itu, tapi aku juga menginginkan kasih sayang yang sudah tidak kudapat darimu," lanjut Iren. memang itulah alasannya berubah dan berujung mengabaikan putranya.


"Untuk itu aku minta maaf, aku memang salah. Tapi sebelum kau pergi tolong pikirkan sekali lagi, setidaknya demi Raka," ujar Dayus. ai sadar ternyata ia juga salah, karna telah mengabaikan keluarganya, hanya karna rasa bersalahnya.


"Maaf aku sudah tidak biasa, karna aku sudah terlanjut mencintai pria lain. Bagai mana Raka? kau ingin tinggal bersama Mama atau Papa?" tanya Iren. Raka tidak menjawab, tapi ia memegang tangan papanya.


"Oh, oke..., Mama tau jawabannya," lanjut Iren. Setelah itu ia benar-benar keluar dari rumah suaminya, yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.


Dayus hanya bisa melihat kepergian istrinya, ini kali kedua ia gagal menjadi suami, dan ia berharap setelah ini ia tidak akan gagal menjadi seorang ayah.


"Kita bisa tinggal berdua, semuanya akan baik-baik saja," ucap Dayus pada putranya, yang selalu di sebut orang lebih cocok menjadi cucunya.


Dayus memeluk Raka, piria kecil itu mengamgguk di dalam pelukan ayahnya.


"Kenapa kita tidak tinggal di rumah kakak saja?" tanya Raka, ia masih di dalam pelukan ayahnya.


Dayus melepaskan pelukannya, "Itu tidak mungkin Raka, kau taukan dari dulu kakakmu sangat membenci Papa," jawab Dayus.


"Tapi kakak samgat baik, apa lagi kaka ipar," ujar Raka, memberi tahu ayahnya. karna ia sudah beberapa kali bertemu dengan kakak dan kakak iparnya.


"Dari mana kau tau, kalau kakak iparmu itu baik?" tanya Dayus.


"Maaf Pa, diam-diam aku bertemu dengan kakak dan kakak ipar," jawab Raka. Ia menunduk takut di marah oleh ayahnya.


"Benarkah, kakakmu mau bertemu dengan mu?" tanya Dayus memastikan.


"Iya Pa, ya walau pun dengan paksaan kakak ipar," jawab Raka lagi. mendengar jawaban dari Raka. Membuat Dayus berfikir, ia juga akan menggunakan Andini, agar Kaizal mau memaafkannya


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏


LOVE YU sekebon buat kalian semua yang sudah baca novel receh mak❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2