
"Ada apa? Sejak kita pulang dari rumah orangtuaku, kamu belum mengatakan sepatah kata pun."
Arka mengemudikan mobilnya sambil menggenggam tangan Mikhaela. Dia sudah memperhatikan Mikhaela yang hanya terdiam sejak mereka masuk ke dalam mobil.
Mikhaela menoleh sejenak ke arah Arka lalu menggelengkan kepalanya.
Banyak hal yang berlarian di pikiran Mikhaela saat ini. Ketika ia melihat sosok Dewa di sana, dan mengetahui kalau Dewa adalah kakak Arka, ia merasa kalau dunia nya akan penuh dengan penderitaan.
Ia tidak berani membayangkan bagaimana nasibnya besok di tangan Dewa. Mengapa takdir sekejam ini kepadanya?
Hanya karena sebuah perjanjian yang tidak Mikhaela anggap serius, hidupnya kini menjadi lebih berantakan dari sebelumnya. Ia akan menikah dengan adik dari kekasih gelapnya selama ini.
"Apakah karena Kak Dewa?"
Mendengar nama itu disebut, Mikhaela tanpa sadar langsung kembali menatap ke arah Arka dan memalingkan wajahnya dengan cepat.
"Ternyata benar karena Kak Dewa. Apakah kamu tahu kalau sepanjang kita berada di rumah orangtuaku, aku menahan kecemburuanku?"
"A--pa maksudmu?" tanya Mikhaela yang merasa kalau Arka mengetahui sesuatu tentangnya dan Dewa.
"Kamu tidak perlu menyembunyikannya. Aku tahu hubunganmu dengan kak Dewa."
DEG
Rasanya detak jantung Mikhaela berhenti sesaat. Arka mengetahui hubungannya dengan Dewa, dan Arka tetap memaksa Mikhaela untuk menikah dengannya? Apakah Arka sengaja melakukan ini untuk mempermalukan Mikhaela karena telah menjadi kekasih gelap kakaknya?
Setelah mengatakan hal itu, Arka bahkan tetap menggenggam tangan Mikhaela, dan wajahnya tampak tidak ada perubahan sama sekali. Tetap memandang Mikhaela dengan lembut sama seperti sebelumnya di rumah kedua orangtuanya.
"Ba--bagaimana kamu bisa tahu? Dan kenapa kamu justru berusaha mendekatiku? Apakah kamu mau membalas dendam?"
"Membalas dendam?" Arka tetawa. Ia tidak mengerti bagaimana Mikhaela bisa berpikir sejauh itu.
__ADS_1
Ia pun menepikan mobilnya dan melepaskan sabuk pengaman yang ia kenakan. Arka kemudian duduk menghadap ke arah Mikhaela. "Aku sama sekali tidak terpikir untuk membalas dendam karena kamu menjadi kekasih kakakku. Aku justru ingin melepaskan mu darinya."
"Me--melepaskanku darinya?" Mikhaela hanya sanggup menatap sorot mata lembut yang mengarah kepadanya sesaat dan kemudian memalingkan kembali wajahnya. "Apakah kamu tahu kalau aku dan Dewa ...."
"Aku tahu kalau kamu sangat mencintai kakakku, sampai kamu bahkan tetap rela menjadi kekasihnya, meskipun ia mengkhianatimu dan menikah dengan wanita lain."
Sangat mencintai Dewa? Sepertinya Arka mengetahui hal yang tidak benar. Mikhaela mungkin pernah mencintai Dewa dengan seluruh hidupnya, sampai akhirnya mengetahui sisi gelap Dewa yang mengerikan.
Mikhaela tidak meninggalkan Dewa juga bukan karena ia masih mencintai Dewa, tetapi Dewa memiliki sesuatu yang ia gunakan untuk mengendalikan Mikhaela agar tidak pergi dari sisinya.
"Aku tahu saat ini kamu merasa terpaksa berada di sisiku, tetapi percayalah, aku serius denganmu. Jangan melihatku sebagai anak kecil yang tidak mengerti apa arti cinta."
"Kamu mencintaiku? Bagaimana mungkin? Kamu bahkan tidak mengenalku sebelum kamu pindah ke sekolah."
Arka hanya diam. Sekolah itu bukanlah pertama kalinya mereka bertemu. Mereka sudah bertemu jauh sebelum itu. Saat Arka masih berusia lima tahun dan Mikhaela berusia sebelas tahun.
Mikhaela pernah menyelamatkan Arka yang hampir tenggelam, dan sejak itu, Arka diam-diam memperhatikan Mikhaela yang sering membantu ibunya di toko bunga di apartemen tempat keluarga Arka tinggal.
Satu minggu itu tidak pernah terlupakan oleh Arka. Seorang anak berusia lima tahun terus mengingat sosok gadis itu sepanjang hidupnya dan tidak pernah melupakan bagaimana gadis itu selalu tersenyum di hari-harinya.
"Apakah aneh kalau aku mencintaimu pada pandangan pertama?"
"Aku tidak percaya pada pandangan pertama."
"Kalau begitu, berikan aku kesempatan untuk membuatmu mencintaiku. Aku akan selalu berada di dekatmu agar kamu lebih mengenalku dan akhirnya kamu bisa menemukan alasan untuk mencintaiku dan melupakan kak Dewa."
"Kamu tidak keberatan kalau ternyata aku adalah kekasih kakakmu?"
"Tentu saja aku keberatan. Karena itulah aku ingin segera menikahi mu dan memintamu untuk mengakhiri hubungan kalian."
"Bagaimana kalau hubungan kami berakhir, tetapi aku masih mencintainya?"
__ADS_1
"Kamu pada akhirnya akan mencintaiku. Aku sangat keras kepala untuk mendapatkan apa yang aku inginkan."
"Kamu pasti akan menyesal."
Mikhaela membuang pandangannya ke arah luar jendela mobil. Arka memang terlihat sangat keras kepala untuk bisa menikah dengan Mikhaela, bahkan rela menerima pekerjaan untuk meneruskan perusahaan keluarganya demi mendapatkan restu kedua orangtuanya.
Aneh memang. Mikhaela masih tidak menemukan jawaban alasan yang masuk akal mengapa Arka memilihnya. Bahkan Arka tahu tentang hubungan terlarangnya dengan sang kakak, tetapi Arka tidak mundur. Ia bahkan tetap bersikeras untuk menikahi Mikhaela, seorang wanita yang terpaut umur enam tahun lebih tua darinya.
Seharusnya di usia belia ini Arka menikmati kebebasannya dan meraih semua mimpi-mimpinya. Bukan justru terjebak pada sebuah hubungan yang akan mengikatnya seumur hidup.
"Kamu masih meragukan keseriusanku padamu?" tanya Arka yang bisa melihat raut penuh tanda tanya di wajah Mikhaela.
"Siapa pun yang berada di posisiku tidak akan percaya kalau kamu serius, Arka."
"Apakah cincin di jari tanganmu dan membawamu kepada keluargaku tidak cukup untuk meyakinkanmu?"
Mikhaela terdiam. Semua yang Arka lakukan seharusnya cukup untuk membuat Mikhaela yakin kalau Arka memang serius dengannya. Tetapi anak seusia Arka tentunya akan cepat berubah pikiran. Apalagi ketika ia menemukan gadis lain di luar saja yang akan terlihat jauh lebih menarik.
"Kita bisa langsung menikah besok kalau kamu mau. Aku sama sekali tidak keberatan kalau hal itu bisa membuatmu percaya."
"Bagaimana bisa anak seusia kamu bisa berpikir sejauh ini? Tidakkah kamu ingin menikmati masa muda mu? Kamu tahu kalau pernikahan adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mudah?"
"Aku ingin menikmati masa mudaku denganmu. Aku pun tahu kalau aku harus bertanggung jawab terhadapmu, karena itulah aku bersedia masuk ke dalam perusahaan keluarga agar aku bisa memberikan apa saja yang kamu inginkan."
Mikhaela menghela napas. Tidak ada cara baik untuk membuat Arka menyerah. Sebenarnya ada satu cara yang akan membuat Arka memandang rendah kepadanya dan mungkin saja akan segera meninggalkannya.
"Arka, apakah kamu yakin ingin menikah dengan wanita seperti aku? Wanita yang telah tidur berkali-kali dengan seorang pria yang telah menikah dan menjadi simpanannya selama ini?"
Mikhaela akhirnya memutuskan untuk menyadarkan Arka bahwa ia bukanlah wanita yang pantas untuk bersanding dengan Arka. Arka harus tahu kalau hubungan Mikhaela dengan kakaknya sudah sangat jauh dan Arka lebih pantas bersama dengan seorang gadis baik-baik yang tidak akan mencoreng namanya kelak.
To be continued
__ADS_1