The Baby For Britney

The Baby For Britney
TBFB-20


__ADS_3

"Bucket dari siapa?" Suara serak khas bangun tidur Feraldi membuat Britney bergidik ngeri.


Britney beranjak dari kasurnya, namun dengan cekatan Feraldi menahan wanita itu.


Bucket mawar merah tersebut benar-benar membuat mood Feraldi hancur pagi hari ini.


"Aku yang membelinya."


Britney dengan berani menatap manik mata Feraldi.


"Kenapa hidung kamu? Ancang-ancang mau bersin?"


Ya, hidung Britney terlihat kembang kempis saat itu. Dan Feraldi mencubit hidung Britney dengan keras.


"Awh! Hentikan! Aku mendapatkannya dari seseorang," jawabnya cepat dan memukul lengan kekar milik Feraldi.


"Sudahku duga, siapa pria itu?"


"Tukang bunga langgananku," ujar Britney mengusap hidungnya yang memerah berkat ulah Feraldi.


Feraldi meraih bucket tersebut yang tak jauh darinya, diamati dengan jeli setiap inchi.


"Gotcha!"


Showroom Harmonika


Jl. BKR No. 138


Ristan Bramantyo (082134567373)


Sebuah kertas kecil itu langsung ia robek-robek dan membuangnya ke tempat sampah, tak lupa dengan bucketnya juga.

__ADS_1


Di ambang pintu kamar ia berhenti tanpa menoleh wanita itu, "Besok lusa aku akan melamarmu. Bersiaplah." Kemudian meninggalkan Britney sendirian.


➰➰➰➰➰


Britney berjalan menuruni anak tangga dengan handphone di telinga kiri  yang diapit oleh pundaknya dan kedua tangannya sibuk memasang anting di telinga kanan wanita itu.


Di ruang keluarga Nisrina memperhatikan Britney sambil memangku El. Sementara Mbak Ratih sedang menyapu.


"Ge, papa pulang hari ini," ujar Nisrina.


Britney seketika menghentikan pergerakannya, "Lho, ko mendadak?"


"Kamu yang mendadak, lusa itu kamu kan mau tunangan."


"Ney gak mau tunangan kayak gitu, ma!"


"Terus kamu maunya apa?" tanya Nisrina dengan nada yang tak kalah tinggi dari Britney tadi.


Nisrina menghampiri Britney yang telah berada di ambang pintu keluar rumahnya, "Hidup bebas kamu bilang? Maksiat? Minum-minum gak jelas di dunia malam? Clubbing? Gak puas kamu hidup kayak gitu, Ge?"


Britney kaget bukan main dengan perkataan mamanya, bagaimana dia bisa tahu semua kelakuan buruknya itu.


"Lihat anak kamu, dia butuh ibunya."


El yang masih berada di pangkuan Nisrina tidak bergumam sedikitpun, seolah mengerti pada situasi yang seperti ini.


Britney enggan melihat El, ia tahu jika ia melihat bayi itu pasti ia akan luluh.


"Bayi ini bukan anak Ney, ma. Ney harus kayak gimana buktiin ke mama kalo bayi ini bukan anak Ney!"


"Maksud kamu apa?"

__ADS_1


Britney menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, "Bayi ini Ney temuin di Creesana, dan Ney sama sekali gak mengenali pria itu, Feraldi. Dia hanya salah satu rekan bisnis yang sama sekali Ney gak tau orangnya. Waktu itu kebetulan kami bertemu di Creesana, dan bayi ini bersamanya. Mama tau sendiri kerjaan Ney kayak gimana," jelasnya Britney dan mengatur nafasnya kembali.


Britney benar-benar kesal.


"Kalau cari alasan itu yang masuk akal ya, Ge. Mama ga percaya!"


"Ma, sumpah demi Tuhan Ney gak bohong," getir Britney yang mulai lelah dengan perdebatan di pagi hari ini.


"Tuhan? Tuhan mana yang kamu sebut Tuhan? Kalau kamu ingat sama Tuhan, ingat juga ini bayi darah daging kamu!"


Britney tidak bisa lagi menahan amarahnya, sekilas ia melihat El yang memperhatikan dirinya dengan tatapan yang, ah sulit untuk dijelaskan.


"Bayi ini bayi yang dibuang oleh keluarganya, ma. Ney temuin di Creesana, kalau mama gak percaya bisa tanyakan semua karyawan disana."


"Gea, cukup! Jangan keterlaluan kamu! Tidak mengakui darah daging sendiri, mama kecewa. Semoga Tuhan bisa menyadarkan kamu."


➰➰➰➰➰


Di salah satu kamar apartment mewah di Bandung, Britney sengaja menyewanya. Ia butuh menyendiri dan memikirkan jalan keluar masalah yang ia hadapi kini.


Setelah perdebatan tadi pagi bersama mamanya, semakin dirinya tidak mau menerima pria itu, begitu juga dengan El.


Dua botol minuman keras telah ia habiskan sendiri, tapi masih ada dua botol wine yang tersisa.


Tidak ada sedikitpun suara yang dihasilkan di kamar itu, hening.


Britney mengambil wine dan meminumnya, terus meminumnya sampai tak tersisa.


Ia meraih ponselnya dan mengirim lokasi ia berada saat ini pada seseorang di kontaknya.


Location📍

__ADS_1


Sent


__ADS_2