
Hasil perdebatan panjang sebelum sampai di klinik milik Britney, Feraldi benar-benar menguji kesabaran wanita itu. Saat Feraldi bangun tidur sikapnya jadi berubah drastis, begitu manja dan ketergantungan dengan Britney.
Contohnya tadi, Feraldi tidak mau mandi sebelum Britney menyelesaikan make upnya, memilih warna baju yang sama dengan dirinya, untungnya Britney tidak mempunyai baju warna abu-abu, Feraldi sempat kesal dan merengek padanya.
"Lemari sebesar ini, dan kamu gak ada satupun baju warna abu? Nanti besok saya beliin selusin, oke." ucap Feraldi yang membuat Britney terkekeh geli mengingat perkataan itu.
"Kamu kenapa? Ketawa sendiri, gak bagi-bagi." ujar Feraldi yang mencolek lengan Britney dan menyadarkan wanita itu dari lamunannya.
Britney jadi salah tingkah, ia terlalu larut dalam pikirannya itu. Kembali ia memasang muka datarnya dan keluar dari mobil.
Feraldi menyusul wanita itu dan mulai memasuki klinik yang sudah ramai dengan pasien-pasien. Semua mata tertuju pada mereka berdua, lebih tepatnya pada Britney. Para karyawan memberi senyuman dan menyapa Britney sopan.
"Coba kalau kamu izinkan saya bawa El kesini, mereka gak bakalan tuh liatin kamu," bisiknya pada Britney.
Britney mengabaikan Feraldi dan terus berjalan menuju ruangannya, sempat merasa di acuhkan namun pria itu senang melihat Britney yang seperti ini.
"Selamat pagi, dok." sapa seorang karyawan berambut sebahu.
Britney hanya membalasnya dengan senyuman simpul, dan Feraldi sangat menyukai itu.
"Jumlah pasien berapa, Han?" tanyanya.
Karyawan itu melihat beberapa tumpukan map yang berada di tangannya, "Dua belas, dok." jawabnya cepat.
Britney hanya mengangguk dan berjalan kembali. Feraldi masih membuntuti wanita itu di belakang, dengan langkahnya yang santai dan senyum lebar menghiasi wajahnya.
Seorang wanita keluar dari ruangan memakai jas putih khas dokter menghampiri Britney setengah berlari, "Dokter Ney kemana aja? Sakit?" tanyanya dan memegang bahu Britney.
"Tidak, dok. Saya cuma ada urusan kecil yang gak bisa di tinggal," saut Britney.
"Dokter Erina, saya minta maaf ya dua hari gak masuk. Katanya di sini ramai banget." lanjutnya.
Dokter Erina sudah menikah dan punya anak dua tebak Feraldi dalam pikirannya, melihat penampilan wanita itu yang khas ibu-ibu.
"Gak apa-apa dong, dok. Ini kan klinik punya dokter Ney." jawab dokter Erina yang sambil tertawa itu.
"Lho, dokter Ney. Tukang sales obat dateng lagi ke sini?" tanya dokter Erina yang menatap Feraldi.
Pria itu terkejut bukan main.
Britney menahan tawanya, ia menangkup menutup bibirnya agar tak keluar suara tawanya itu.
"Saya Feraldi, dok. Calon suami dokter Britney." tangkas Feraldi dan mengulurkan tangannya.
Sekarang Britney yang terkejut dengan perkataan yang terlanjur dilontarkan Feraldi, pria ini tidak tahu bahwa dirinya menjadi buah bibir di klinik, dan dokter Erina salah satu penyumbang terbesar dalam obrolan hangat yang terkait pada dirinya.
"Waah... Saya kira kamu sales obat. Maaf ya, saya Erina rekan kerjanya dokter Ney." suara dokter Erina kini lebih tegas dan menjadi formal, sepertinya ibu ini salah tingkah.
Uluran tangan Feraldi di balas oleh dokter Erina, tapi pria itu langsung menarik tangannya kembali.
"Dok, saya permisi dulu." pamit Britney dan meninggalkan mereka berdua.
Pasti setelah ini kedua kuping Britney panas dan memerah. Dokter Erina tidak lama lagi akan mengumumkan bahwa dirinya sudah mempunyai calon suami.
__ADS_1
Britney membuang jauh-jauh pikirannya itu, ada yang lebih penting sekarang, ia harus berhadapan dengan para pasiennya.
Feraldi menyusul Britney yang sudah memasuki ruangan, raut wajahnya yang masam begitu lucu bagi Britney. Ia kembali menahan tawa.
"Emangnya sales obat di tempat kamu ini seganteng saya?" tanya pria itu dan duduk di sofa menghadap Britney.
Britney memakai jas putihnya dan merapikan penampilannya, cantik dan sangat berwibawa pikir Feraldi. Semua kelakuan jeleknya kemarin benar-benar tertutupi dengan penampilan wanita itu sekarang.
"Jangan dipikirin, dokter Erina suka begitu kalo bercanda." jawabnya.
"Bapak yakin mau di ruangan saya?"
Feraldi menaikkan sebelah bahunya, "Tidak cukup perdebatan kita tadi pagi?" sautnya dengan muka menyebalkan.
"Saya kira bapak akan berubah pikiran." ujar Britney.
"Tidak." jawabnya cepat dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Pandangan Feraldi tertuju pada pahatan patung yang sangat menarik perhatiannya, wanita dengan ular dipangkuannya dan tulisan yang tidak bisa dibaca olehnya. Patung itu berada di atas meja kecil dekat lemari putih.
Lambang salib yang berukuran sedang berada di meja besar milik Britney, wanita itu terlihat sedang berdoa dengan khusyu. Feraldi menyukainya. Ia juga ikut berdoa dalam hati, "Wanita ini, pilihkan untuk saya." hanya itu yang Feraldi minta.
"Pasien pertama masuk, Han." ucap Britney yang menyambungkan telponnya itu.
Feraldi yang mendengar itu langsung membenarkan posisinya, "Ney, saya harus gimana?" tanyanya bingung.
Feraldi memutar bola matanya kesal, "Saya bilang juga apa, El tidak ada salahnya di sini. Jadi saya ada teman."
"El itu masih bayi. Lagian bapak gak kerja apa? Malah ngikutin saya ke sini." Britney terlihat menahan kesalnya.
Feraldi meniru ucapan Britney.
Wanita itu hendak membalas Feraldi namun ketukan pintu dan disusul Hani yang masuk ke ruangannya bersama pasien.
"Selamat pagi, saya dokter Britney. Silakan duduk." sapa Britney sangat ramah.
Perbincangan seputar kehamilan yang dibicarakan tidak menarik bagi Feraldi, ia mulai bosan padahal baru beberapa menit di ruangan ini, pekerjaannya sudah selesai maka dari itu ia mempunyai waktu luang seperti ini.
dr. Hygeia Britney C, Sp.OG
Feraldi membuka google, ia penasaran dengan nama depan Britney, terdengar aneh namun indah untuk diucapkan.
Pasien sedang diperiksa oleh Britney, tirai biru muda menutupi ranjang pemeriksaan. Feraldi melanjutkan kembali kegiatannya.
Pria itu membuka salah satu blog dan mulai membacanya.
"Dewi Hygeia adalah salah satu yang terkenal dari anak-anak Asclepius. Hygeia menjadi terkenal berkat metode penyembuhan melalui kebersihan. Menurutnya kebersihan merupakan kekuatan penyembuhan paling ampuh. Hygeia memperkenalkan ide mencuci tangan pasien dengan sabun dan air sebagai upaya menjaga kebersihan. Ia percaya bahwa dengan kebersihan dapat menyembuhkan penyakit. Karena ide inilah Hygeia dijuluki Dewi penyembuh."
Sangat menarik, Asclepius adalah anak dari Dewa Apollo, metodologi Yunani sangat kental.
"Hygeia seringkali dilambangkan dengan membawa cawan dengan ular yang melilit ditangannya seolah meminum dari mangkuk. Mangkuk yang dipegang merupakan simbol keseimbangan alam dimuka bumi. Sedangkan ular merupakan lambang dari kebijaksanaan dan kesembuhan. Hal ini disebabkan bahwa ular mampu berkomunikasi dengan alam baka dan membawa kembali jiwa yang telah mati. Lambang mangkuk dan ular Dewi Hygeia tersebut kini menjadi lambang dari kedokteran dan farmasi."
__ADS_1
"Binggo!" ucap Feraldi selesai membaca semuanya ia mengerti sekarang, patung itu ternyata Dewi Hygeia. Semua penjelasannya benar mengarah pada patung itu. Pantas saja Britney meletakkannya di ruangan, tulisan yang tadi tidak mengerti kini Feraldi bisa membacanya.
"Hygeia." bacanya dalam hati dan mengingat nama itu di dalam hatinya.
Pencarian Feraldi tidak sampai di situ, nama Britney sekarang sasarannya.
"Setia Dan Pengertian. Lembut, Baik, Pekerja Keras. Dinamis, Penuh Kesibukan. Romantis, Sensual. Penuh Semangat, Mudah Beradaptasi. Memerlukan Banyak Kebebasan."
Dari kriteria di atas, Feraldi hanya setuju dengan kriteria yang lembut, pekerja keras, penuh kesibukan, memerlukan banyak kebebasan, dan sensual.
Kriteria yang terakhir ia lipatkan menjadi dua puluh kali lipat, karena memang benar Britney sangat sensual baginya.
"Cairan ketuban di rahim ibu sedikit." ujar Britney selesai memeriksa pasiennya yang entah urutan keberapa itu.
"Jadi, istri saya harus bagaimana dok?" tanya suami pasien tersebut.
"Kalau nunggu HPL ibu, kasian janinnya. Jadi saya sarankan ibu harus cepat ditindak. Bapak tidak perlu khawatir, usia kandungannya sudah masuk aterm."
"Tapi, dok. Apa yang seperti saya ini sering terjadi?" kali ini si ibu yang bertanya.
Britney tersenyum, "Sering. Namanya oligohidramnion. Cairan ketubannya berkurang, bisa terjadi karena pertumbuhan janin terhambat atau janin terlalu banyak menelan cairan ketuban." jawabnya dengan nada menenangkan ibu.
"Saya ingin yang terbaik untuk istri saya, dok." ucap suaminya khawatir.
"Saya buatkan dulu surat rujukan untuk tindakannya. Mau di mana persalinannya, bu Arnita?" Briteny tetap tersenyum.
"Saya mau sama dokter Britney aja ditindaknya." saut pasien yang bernama Arnita itu.
Britney mengeluarkan selembar kertas dan membacakan form informed consent di dalamnya, setelah pasangan suami istri itu mengerti dan setuju, mereka menandatanginya.
"Ibu Arnita bisa langsung masuk ke ruangan untuk di observasi, bapak boleh pulang dulu bawa perlengkapan bayi dan ibu."
"Baik, dok. Terimamasih." ucap bu Arnita dan suaminya.
"Hani, antarkan bu Arnita ke ruangannya. Hasil observasi kirimkan lewat WA saja gak apa-apa. Jam 16.00 saya tunggu." perintahnya pada Hani.
Hani mengangguk patuh dan keluar ruangan, tak terasa tadi adalah pasien yang terakhir. Britney mengambil minum di lemari, setengah botol air mineral ia teguk.
Feraldi yang memperhatikannya menyimpan banyak pertanyaan, "Ada yang bisa saya bantu, bapak Feraldi?" tanya Britney dan duduk kembali di kursinya.
Pria itu tersenyum dan memamerkan giginya yang bersih juga putih, "Kalau nanti anak kita di kandungan kamu, saya berani jamin dia gak akan terlalu banyak minum air ketuban kamu."
Untung Britney sudah selesai minum, jadi dirinya tidak akan tersedak. Ucapan Feraldi yang tiba-tiba membuat dirinya sangat malu sekaligus kesal.
"Tidak ada anak kita." jawab Britney lalu memunggungi Feraldi.
Pria itu terkekeh geli dan merebahkan tubuhnya di sofa, "Pasti El tidak sabar ingin punya adik." ujar Feraldi dan memejamkan matanya.
Botol air mineral berhasil mendarat sempurna di wajah Feraldi, siapa lagi kalau bukan ulah Britney.
Wanita itu wajahnya merah dan pastinya sangat malu, Feraldi makin menyukai wanita ini.
➰➰➰➰➰
Aterm = Usia kandungan yang cukup bulan dari 37-42 minggu
HPL = Haru Perkiraan Lahir
__ADS_1
Informed consent = Suati proses penyampaian informasi secara relevan dan eksplisit kepada pasien untuk memperoleh persetujuan medis sebelum dilakukan suatu tindakan medis/pengobatan.