The Bradley

The Bradley
17. Suster Susan


__ADS_3

Dan sekarang tinggal ada Gue dan Bang


Raffa di ruangan yang cukup besar ini. Saat kita tengah ngobrol tiba-tiba


datang salah satu suster untuk mengganti perban di dada Gue.


“kita ganti perbannya yah, supaya tidak


infeksi”. Ucapnya ramah Gue mengangguk


“Mas nya bisa tolong tunggu dulu


diluar”. Ucap suster itu dan Bang Raffa mengangguk dan berjalan keluar


“Kita kenalan dulu biar akrab hehe, Saya


Suster Susan”. Suster itu menyodorkan tangan kanannya


“Lala”. Jawab Gue tersenyum tipis


“Akan sedikit sakit jadi tahan ya”. Ucap


suster itu Gue mengangguk


“Parah banget Sus luka nya?”. Tanya Gue


“Lumayan, pelurunya masuk dalem banget


tapi udah Diambil waktu operasi”. Ucapnya sambil terus membersihkan luka tembak


Gue


“Sakit?”. Tanya Dia Gue menggeleng


“Lala kuat banget ya banyak Loh biasanya


orang yang punya luka kalau di bersihin pasti teriak-teriak kesakitan”. Ucap


susuter itu tersenyum kecil


“Kamu anggota Bradley  yah?”. Ucap suster itu sambil membalut perban


baru di dada Gue


“Kok suster tau Bradley?”.


“Iya Saya pernah melihat mereka di koran


tapi Saya tidak melihat Kamu”.


“Ohhhh”.


“Kamu baru masuk Bradley atau gimana kok


setiap mereka masuk koran Kamu gak ada?”. Tanya suster itu


“Suster mau Aku kasih tahu rahasia


gak?”. Tanya Gue Dia memandang Gue serius dan mengangguk


“Saya Leader mereka, tapi suster


diem-diem aja yaa jangan di publikasi Saya malu”. Ucap Gue tersenyum kecil


“Pantesan aja mereka setia nungguin Kamu


tiap hari ternyata Kamu Leadernya, eh tapi kenapa harus malu buat di


publikasikan?”.


“Malu Sus, masa seorang Leader Bradley


tertembak dan koma selama 6 hari, kan malu Sus”. Ucap Gue


“Ohahaha, gak ada yang kena tembak


bakalan baik-baik aja ALala yang ter iris pisau pun akan merasa sakit”. Ucapnya


Gue hanya Diam


“Gak nyangka Saya Leader dari Bradley


seorang wanita yang baru berusia 15 tahun yang cantik”.


“Ahhh Suster bisa aja”. Ucap Gue Blushing


“Sudah selesai jangan banyak gerak ya


supaya jahitan nya gak lepas”. Gue mengangguk dan Suster itu pun meninggalkan


Gue dan Abang Gue masuk


“Mana Gue liat”. Ucap Abang mendekat


“Liat apaan?”.


“luka Lo”. Ucapnya


“Gak keliatan ketutup perban”. Ucap Gue


“Sakit gak Dek?”. Gue menggeleng


“Adek Gue satu ini memang kuat”. Ucapnya


sambil mengacak-acak rambut Gue


“Bang itu bunga sama buah dari siapa?”.


“Bunga dari Varo, kalau buah dari Kevin


temen Abang yang watu itu Lo tolongin dari preman itu”.


“Temen-temen Gue gak ngasih apa-apa?”. Dia


menggeleng


“Huh dasar anak buah tidak diuntung”.


Ucap Gue berbicara sendiri


“Iya anak buah Lo bikin tempat penuh


aja, disuruh pulang malah gak mau”.


“Tapi mereka kelilling jaga malem kan?”.


“Iya tapi habis itu mereka balik lagi


kesini”.


“Terus mereka tidur dimana?”.


“Tidur didepan”.

__ADS_1


“Kasiannn, tapi tetep aja mereka jahat


gak bawain Gue makanan atau apapun”. Ucap Gue cemberut


“Udah malem Lo istirahat ya”. Ucap Bang


Raffa Gue mengangguk


“Good Night My Little Princess jangan


bikin Gue khawatir lagi ya”. Ucapnya mencium dahi Gue lembut


“Good Night Abang tersayang”. Ucap Gue


mencium pipinya


***


Gue terbangun dari tidur Gue, Gue lihat


sekeliling Gue berusaha mencari seseorang yang Gue sayang, namun nihil Gue tidak


melihat keberadaannya, dan Gue berusaha duduk dan menahan rasa sakit didada


Gue, Gue sengaja menyembunyikan rasa sakit ini supaya orang-orang gak khawatir,


tangan Gue berusaha menggapai gelas berisi air yang ada di meja tak jauh dari


tempat tidur ini, namun tiba-tiba terdengar suara orang membuka pintu.


Cklekk…


“Ihh kalau jatuh gimana? Kenapa gak


pencet bell minta tolong Suster? Terus Abang Lo kemana?”. Ucap seseorang itu


mendekat tangannya memegang bucket bunga yang indah


“Gue mau minum, kasian Suster nya, Abang


gak tau”. Ucap Gue menatap Dia


“Nih”. Ucapnya memberikan segelas air,


Gue menerima nya dan meneguk air itu sambil melihat wajahnya


“Lo ngapain pagi-pagi kesini?”. Tanya Gue


“Sorry semalem gak nemenin Lo”. Ucap nya


memberikan bucket bunga itu


“Gak apa-apa lagian Gue udah sehat”.


Ucap Gue menerima bunga itu


“Thanks Varo”. Lanjut Gue tersenyum


memegang bunga


“Sama-sama”. Ucapnya tersenyum manis


“Maaf gara-gara Gue jadi Lo yang kena


tembak”. Ucapnya menunduk


“No problem, itu udah tugas Gue jagain


angota Gue”. Ucap Gue


Gue tau luka Lo itu sakit”. Ucapnya menatap Gue


“I’m fine Varo”. Ucap Gue tersenyum


“Dibalik senyum Lo, Lo nyembunyiin rasa


sakit itu Gue tau Lala”.


“Gue udah gak sakit dan Gue baik-baik


aja”.


“Lo gak bisa bohong sama Gue”. Ucapnya


menatap Gue


“Udah, Gue males kalo nantinya debat


karena masalah ini”. Ucap Gue mengahkiri pembicaraan ini


“Gue sayang Lo”. Ucapnya menggenggam


erat tangan kanan Gue


“Lo apa-apan sih”. Ucap Gue melepaskan


genggamannya


“Lo bilang Lo juga sayang Gue”.


“Kapan Gue bilang? Gak pernah deh”.


Ketus Gue


“Sebelum Lo pingsan pas Lo ditembak”.


“Ahh mungkin Lo salah denger, Gue gak


pernah bilang gitu”. Ucap Gue yang memang tak mengingatnya


“Okee tapi Gue serius Gue sayang sama Lo


Lala”. Ucapnya menatap Gue dengan tatapan tulus


“Bang dari mana Lo?”. Ucap Gue


mengalihkan pembicaraan yang kebetulan Abang Gue masuk


“Sarapan Gue, laper”. Ucapnya cengengesan


“Eh Lo udah disini aja”. Ucap Raffa ke


Varo


“Permisi”. Ucap suster yang membuka


pintu ruangan ini


“Iya Sus”. Jawab Raffa


“Ini Saya mau mengantarkan sarapan”.


Ucapnya

__ADS_1


“Oh iya biar Saya yang simpan”. Ucap Raffa


menerima nampan yang berisi sarapan pagi untuk Lala


“Makan ya”. Ucap Raffa


“Suapin”. Ucap Gue manja tidak peduli


kalau disitu ada Varo yang menyaksikan kita


“Duh iya sini Abang suapin”. Ucap Bang


Raffa memegang piring dan duduk disisi ranjang


“Buka mulut nya”. Ucapnya menyodorkan


sesendok nasi dan lauk pauknya. Sedangkan Vino Dia duduk di sofa menonton Gue


dan Bang Raffa


“Bang?”.


“Hmmm”.


“Gue mau pulang”.


“Gak boleh, Lo belum sembuh”.


“Gue udah sembuh, udah sehat nih”. Ucap


Gue


“Kata Dokter Lo 2 hari lagi disini”.


“Ah lama Gue kan pingin jaga keliling


lagi tiap malem”. Ucap Gue mengerucutkan bibir Gue


“Lo juga kalo udah keluar Rumah Sakit


Gue kunciin Lo dirumah gak boleh kemana-mana”.


“Ishhh Lo mah jahat”. Ucap Gue mencubit


pelan tangannya


“Sakit”. Ucapnya mengusap-usap tangannya


“Berantem mulu Lo adek dan kakak”. Ucap


Varo yang masih duduk di sofa sambil memegang Handphone nya


“Apa Lo?”. Ucap kita berdua kearah Varo


dan Dia tampak kaget, lalu Gue sama Abang saling tatap-tatapan dan tertawa


bersama melihat muka Varo yang kaget


“Gila Lo berdua tadi berantem terus


tiba-tiba ketawa gak jelas gitu”. Ucap Varo


“Udah makannya”. Ucap Gue


“Ya udah orang udah habis juga”. Bang


Raffa dan Gue tersenyum


“Selfie yuk”. Ajak Bang Raffa Gue


mengangguk


“Gue ikutan”. Ucap Varo


“Gak”. Gue dan Raffa dengan nada


membentak, dan Varo langsung Diam


INSTAGRAM


“Get


Well Soon My Little Sister @viollarevanista”


2.365 likes 120 comments


Comments:


@friendraffa:


“Ternyata adeknya dikira Gue pacar Lo Bang @raffarevano”


@dilafadila: “Ahhh aman deh pacar Gue kalo Dia Adeknya”


@lolisinta: “Oh ternyata Adek nya GWS caLon adek ipar @viollarevanista”


@cikaanggi: “Duhh GWS @viollarevanista”


@friendraffa: “GWS adeknya Raffa @viollarevanista”


\~\~\~


“Handphone Gue mana?”. Tanya Gue


“Nih”. Ucap Raffa mengambilnya didekat


meja


Gue lihat banyak notification yang


masuk, Gue buka aplikasi Instagram dan banyak banget yang follow Gue mungkin


gara-gara foto yang Bang Raffa upload.


“Bang Fans Lo beralih ke Gue”.


“Gak apa-apa lah yang penting Lo gak


beralih dari Gue”. Ucapnya mencubit pelan pipi Gue


“Ishh Bang sakit tau”. Ucap Gue dan


Abang Gue menjauh dari Gue


“Sini Lo”. Ucap Gue


“Lo aja yang kesini kalo berani”.


Ucapnya menjulurkan lidahnya keluar


“Awas ya kalo sampe ketangkep”. Ucap Gue


yang berusaha turun dari Kasur dan berjalan untuk menangkap Bang Raffa, namun

__ADS_1


tiba-tiba


“Aw… sakit”.


__ADS_2