
Dan sekarang tinggal ada Gue dan Bang
Raffa di ruangan yang cukup besar ini. Saat kita tengah ngobrol tiba-tiba
datang salah satu suster untuk mengganti perban di dada Gue.
“kita ganti perbannya yah, supaya tidak
infeksi”. Ucapnya ramah Gue mengangguk
“Mas nya bisa tolong tunggu dulu
diluar”. Ucap suster itu dan Bang Raffa mengangguk dan berjalan keluar
“Kita kenalan dulu biar akrab hehe, Saya
Suster Susan”. Suster itu menyodorkan tangan kanannya
“Lala”. Jawab Gue tersenyum tipis
“Akan sedikit sakit jadi tahan ya”. Ucap
suster itu Gue mengangguk
“Parah banget Sus luka nya?”. Tanya Gue
“Lumayan, pelurunya masuk dalem banget
tapi udah Diambil waktu operasi”. Ucapnya sambil terus membersihkan luka tembak
Gue
“Sakit?”. Tanya Dia Gue menggeleng
“Lala kuat banget ya banyak Loh biasanya
orang yang punya luka kalau di bersihin pasti teriak-teriak kesakitan”. Ucap
susuter itu tersenyum kecil
“Kamu anggota Bradley yah?”. Ucap suster itu sambil membalut perban
baru di dada Gue
“Kok suster tau Bradley?”.
“Iya Saya pernah melihat mereka di koran
tapi Saya tidak melihat Kamu”.
“Ohhhh”.
“Kamu baru masuk Bradley atau gimana kok
setiap mereka masuk koran Kamu gak ada?”. Tanya suster itu
“Suster mau Aku kasih tahu rahasia
gak?”. Tanya Gue Dia memandang Gue serius dan mengangguk
“Saya Leader mereka, tapi suster
diem-diem aja yaa jangan di publikasi Saya malu”. Ucap Gue tersenyum kecil
“Pantesan aja mereka setia nungguin Kamu
tiap hari ternyata Kamu Leadernya, eh tapi kenapa harus malu buat di
publikasikan?”.
“Malu Sus, masa seorang Leader Bradley
tertembak dan koma selama 6 hari, kan malu Sus”. Ucap Gue
“Ohahaha, gak ada yang kena tembak
bakalan baik-baik aja ALala yang ter iris pisau pun akan merasa sakit”. Ucapnya
Gue hanya Diam
“Gak nyangka Saya Leader dari Bradley
seorang wanita yang baru berusia 15 tahun yang cantik”.
“Ahhh Suster bisa aja”. Ucap Gue Blushing
“Sudah selesai jangan banyak gerak ya
supaya jahitan nya gak lepas”. Gue mengangguk dan Suster itu pun meninggalkan
Gue dan Abang Gue masuk
“Mana Gue liat”. Ucap Abang mendekat
“Liat apaan?”.
“luka Lo”. Ucapnya
“Gak keliatan ketutup perban”. Ucap Gue
“Sakit gak Dek?”. Gue menggeleng
“Adek Gue satu ini memang kuat”. Ucapnya
sambil mengacak-acak rambut Gue
“Bang itu bunga sama buah dari siapa?”.
“Bunga dari Varo, kalau buah dari Kevin
temen Abang yang watu itu Lo tolongin dari preman itu”.
“Temen-temen Gue gak ngasih apa-apa?”. Dia
menggeleng
“Huh dasar anak buah tidak diuntung”.
Ucap Gue berbicara sendiri
“Iya anak buah Lo bikin tempat penuh
aja, disuruh pulang malah gak mau”.
“Tapi mereka kelilling jaga malem kan?”.
“Iya tapi habis itu mereka balik lagi
kesini”.
“Terus mereka tidur dimana?”.
“Tidur didepan”.
__ADS_1
“Kasiannn, tapi tetep aja mereka jahat
gak bawain Gue makanan atau apapun”. Ucap Gue cemberut
“Udah malem Lo istirahat ya”. Ucap Bang
Raffa Gue mengangguk
“Good Night My Little Princess jangan
bikin Gue khawatir lagi ya”. Ucapnya mencium dahi Gue lembut
“Good Night Abang tersayang”. Ucap Gue
mencium pipinya
***
Gue terbangun dari tidur Gue, Gue lihat
sekeliling Gue berusaha mencari seseorang yang Gue sayang, namun nihil Gue tidak
melihat keberadaannya, dan Gue berusaha duduk dan menahan rasa sakit didada
Gue, Gue sengaja menyembunyikan rasa sakit ini supaya orang-orang gak khawatir,
tangan Gue berusaha menggapai gelas berisi air yang ada di meja tak jauh dari
tempat tidur ini, namun tiba-tiba terdengar suara orang membuka pintu.
Cklekk…
“Ihh kalau jatuh gimana? Kenapa gak
pencet bell minta tolong Suster? Terus Abang Lo kemana?”. Ucap seseorang itu
mendekat tangannya memegang bucket bunga yang indah
“Gue mau minum, kasian Suster nya, Abang
gak tau”. Ucap Gue menatap Dia
“Nih”. Ucapnya memberikan segelas air,
Gue menerima nya dan meneguk air itu sambil melihat wajahnya
“Lo ngapain pagi-pagi kesini?”. Tanya Gue
“Sorry semalem gak nemenin Lo”. Ucap nya
memberikan bucket bunga itu
“Gak apa-apa lagian Gue udah sehat”.
Ucap Gue menerima bunga itu
“Thanks Varo”. Lanjut Gue tersenyum
memegang bunga
“Sama-sama”. Ucapnya tersenyum manis
“Maaf gara-gara Gue jadi Lo yang kena
tembak”. Ucapnya menunduk
“No problem, itu udah tugas Gue jagain
angota Gue”. Ucap Gue
Gue tau luka Lo itu sakit”. Ucapnya menatap Gue
“I’m fine Varo”. Ucap Gue tersenyum
“Dibalik senyum Lo, Lo nyembunyiin rasa
sakit itu Gue tau Lala”.
“Gue udah gak sakit dan Gue baik-baik
aja”.
“Lo gak bisa bohong sama Gue”. Ucapnya
menatap Gue
“Udah, Gue males kalo nantinya debat
karena masalah ini”. Ucap Gue mengahkiri pembicaraan ini
“Gue sayang Lo”. Ucapnya menggenggam
erat tangan kanan Gue
“Lo apa-apan sih”. Ucap Gue melepaskan
genggamannya
“Lo bilang Lo juga sayang Gue”.
“Kapan Gue bilang? Gak pernah deh”.
Ketus Gue
“Sebelum Lo pingsan pas Lo ditembak”.
“Ahh mungkin Lo salah denger, Gue gak
pernah bilang gitu”. Ucap Gue yang memang tak mengingatnya
“Okee tapi Gue serius Gue sayang sama Lo
Lala”. Ucapnya menatap Gue dengan tatapan tulus
“Bang dari mana Lo?”. Ucap Gue
mengalihkan pembicaraan yang kebetulan Abang Gue masuk
“Sarapan Gue, laper”. Ucapnya cengengesan
“Eh Lo udah disini aja”. Ucap Raffa ke
Varo
“Permisi”. Ucap suster yang membuka
pintu ruangan ini
“Iya Sus”. Jawab Raffa
“Ini Saya mau mengantarkan sarapan”.
Ucapnya
__ADS_1
“Oh iya biar Saya yang simpan”. Ucap Raffa
menerima nampan yang berisi sarapan pagi untuk Lala
“Makan ya”. Ucap Raffa
“Suapin”. Ucap Gue manja tidak peduli
kalau disitu ada Varo yang menyaksikan kita
“Duh iya sini Abang suapin”. Ucap Bang
Raffa memegang piring dan duduk disisi ranjang
“Buka mulut nya”. Ucapnya menyodorkan
sesendok nasi dan lauk pauknya. Sedangkan Vino Dia duduk di sofa menonton Gue
dan Bang Raffa
“Bang?”.
“Hmmm”.
“Gue mau pulang”.
“Gak boleh, Lo belum sembuh”.
“Gue udah sembuh, udah sehat nih”. Ucap
Gue
“Kata Dokter Lo 2 hari lagi disini”.
“Ah lama Gue kan pingin jaga keliling
lagi tiap malem”. Ucap Gue mengerucutkan bibir Gue
“Lo juga kalo udah keluar Rumah Sakit
Gue kunciin Lo dirumah gak boleh kemana-mana”.
“Ishhh Lo mah jahat”. Ucap Gue mencubit
pelan tangannya
“Sakit”. Ucapnya mengusap-usap tangannya
“Berantem mulu Lo adek dan kakak”. Ucap
Varo yang masih duduk di sofa sambil memegang Handphone nya
“Apa Lo?”. Ucap kita berdua kearah Varo
dan Dia tampak kaget, lalu Gue sama Abang saling tatap-tatapan dan tertawa
bersama melihat muka Varo yang kaget
“Gila Lo berdua tadi berantem terus
tiba-tiba ketawa gak jelas gitu”. Ucap Varo
“Udah makannya”. Ucap Gue
“Ya udah orang udah habis juga”. Bang
Raffa dan Gue tersenyum
“Selfie yuk”. Ajak Bang Raffa Gue
mengangguk
“Gue ikutan”. Ucap Varo
“Gak”. Gue dan Raffa dengan nada
membentak, dan Varo langsung Diam
“Get
Well Soon My Little Sister @viollarevanista”
2.365 likes 120 comments
Comments:
@friendraffa:
“Ternyata adeknya dikira Gue pacar Lo Bang @raffarevano”
@dilafadila: “Ahhh aman deh pacar Gue kalo Dia Adeknya”
@lolisinta: “Oh ternyata Adek nya GWS caLon adek ipar @viollarevanista”
@cikaanggi: “Duhh GWS @viollarevanista”
@friendraffa: “GWS adeknya Raffa @viollarevanista”
\~\~\~
“Handphone Gue mana?”. Tanya Gue
“Nih”. Ucap Raffa mengambilnya didekat
meja
Gue lihat banyak notification yang
masuk, Gue buka aplikasi Instagram dan banyak banget yang follow Gue mungkin
gara-gara foto yang Bang Raffa upload.
“Bang Fans Lo beralih ke Gue”.
“Gak apa-apa lah yang penting Lo gak
beralih dari Gue”. Ucapnya mencubit pelan pipi Gue
“Ishh Bang sakit tau”. Ucap Gue dan
Abang Gue menjauh dari Gue
“Sini Lo”. Ucap Gue
“Lo aja yang kesini kalo berani”.
Ucapnya menjulurkan lidahnya keluar
“Awas ya kalo sampe ketangkep”. Ucap Gue
yang berusaha turun dari Kasur dan berjalan untuk menangkap Bang Raffa, namun
__ADS_1
tiba-tiba
“Aw… sakit”.