The Bradley

The Bradley
18. Tipu


__ADS_3

“Awas ya kalo sampe ketangkep”. Ucap Gue


yang berusaha turun dari Kasur dan berjalan untuk menangkap Bang Raffa, namun


tiba-tiba


“Aw… sakit”. Ucap Gue memegang bekas


luka tembak di dada Gue, sontak Abang dan Varo yang mendengarnya langsung


berlari kearah Gue yang sekarang sedang duduk dilantai tak jauh dari tempat


tidur


“Lo gak apa-apa? Maafin Gue”. Ucap Bang


Raffa, Gue masih memegang dada Gue dan meringis kesakitan


“Lo sih udah tau Dia masih sakit pake Diajak


bercanda”. Ucap Varo


“Pegangan”. Ucap Raffa yang mengangkat


tubuh Gue untuk di bawa ke temapat tidur


“Masih sakit?”. Tanya Dia dengan wajah


yang sangat khawatir


“Tapi Bohongg”. Ucap Gue tertawa keras


“Ishh Lo mah bikin Gue degdegan tau


gak”. Ucap Raffa mendengus


“Hahaha Lo ketipu hahaha”. Ucap Gue yang


masih tertawa


***


Hari ini adalah hari dimana Gue bisa


keluar darri rumah sakit yang membosankan ini.

__ADS_1


“Lala jaga diri baik-baik ya, jangan sampe


balik lagi kesini”. Ucap Suster itu


“Siap Suster”. Ucap Gue kepada Suster


yang sedanga mengganti perban Gue


“Jangan kebanyakan dipegang lukanya


nanti jahitannya lepas”. Gue mengangguk


“Ayah Bunda mana Bang?”. Tanya Gue


“Lagi ngurus Administrasi”.


“Ohhh”.


“Bisa jalan gak? Atau mau digendong?”.


“Yang ketembak dada Bang bukan kaki”.


“Ya kali aja Lo masih lemes gitu”.


“Gendong gimana?”.


“Gendong belakang aja”.


“Ya udah ayo naik”. Dan Gue naik ke


punggungnya


“Bang?”.


“Hmmm”.


“Gue berat ya?”.


“Engga”.


“Bohong”.


“Iya dikit”.


“Ya udah turunin Gue aja”.

__ADS_1


“Engga”. Ucap nya masih menggedong Gue


dan berjalan ke Mobil


“Udah siap”.Tanya Ayah Gue mengangguk


“Oke kita pulang”. Lanjut Ayah menancapkan gas


“Pasti ada anak-anak ya”. Ucap Gue


melihat depan rumah Gue banyak bangget mobil yang parkir


“Iya mereka ****, katanya mau bikin


kejutan buat Lo tapi merekaparkir disini ya jelas ketahuan lah”. Ucap Bang


Raffa tertawa


“Gue mau masuk lewat dapur ah biar langsung


ke kamar, Gue mau jahilin mereka”. Ucap Gue yang berjalan mengendap-ngendap


menuju pintu belakang


“Haha bagus tuh ide Lo, sekarang mereka


pasti udah siap-siap di ruang tengah”. Bang Raffa


Gue telah sampai di kamar Gue, Gue tertawa


sendiri dengan tingkah Gue.


“Pasti


mereka bingung”. Batin Gue


Bang Raffa membuka pintu depan dan


“SURPRISE”. Teriak semua yang ada


disitu, Bang Raffa memasang muka datar


“Lah mana si Boss nya Bang?”. Tanya Vino


“Di kamar nya”. Ucap Raffa singkat

__ADS_1


__ADS_2