
“Awas ya kalo sampe ketangkep”. Ucap Gue
yang berusaha turun dari Kasur dan berjalan untuk menangkap Bang Raffa, namun
tiba-tiba
“Aw… sakit”. Ucap Gue memegang bekas
luka tembak di dada Gue, sontak Abang dan Varo yang mendengarnya langsung
berlari kearah Gue yang sekarang sedang duduk dilantai tak jauh dari tempat
tidur
“Lo gak apa-apa? Maafin Gue”. Ucap Bang
Raffa, Gue masih memegang dada Gue dan meringis kesakitan
“Lo sih udah tau Dia masih sakit pake Diajak
bercanda”. Ucap Varo
“Pegangan”. Ucap Raffa yang mengangkat
tubuh Gue untuk di bawa ke temapat tidur
“Masih sakit?”. Tanya Dia dengan wajah
yang sangat khawatir
“Tapi Bohongg”. Ucap Gue tertawa keras
“Ishh Lo mah bikin Gue degdegan tau
gak”. Ucap Raffa mendengus
“Hahaha Lo ketipu hahaha”. Ucap Gue yang
masih tertawa
***
Hari ini adalah hari dimana Gue bisa
keluar darri rumah sakit yang membosankan ini.
__ADS_1
“Lala jaga diri baik-baik ya, jangan sampe
balik lagi kesini”. Ucap Suster itu
“Siap Suster”. Ucap Gue kepada Suster
yang sedanga mengganti perban Gue
“Jangan kebanyakan dipegang lukanya
nanti jahitannya lepas”. Gue mengangguk
“Ayah Bunda mana Bang?”. Tanya Gue
“Lagi ngurus Administrasi”.
“Ohhh”.
“Bisa jalan gak? Atau mau digendong?”.
“Yang ketembak dada Bang bukan kaki”.
“Ya kali aja Lo masih lemes gitu”.
“Gendong gimana?”.
“Gendong belakang aja”.
“Ya udah ayo naik”. Dan Gue naik ke
punggungnya
“Bang?”.
“Hmmm”.
“Gue berat ya?”.
“Engga”.
“Bohong”.
“Iya dikit”.
“Ya udah turunin Gue aja”.
__ADS_1
“Engga”. Ucap nya masih menggedong Gue
dan berjalan ke Mobil
“Udah siap”.Tanya Ayah Gue mengangguk
“Oke kita pulang”. Lanjut Ayah menancapkan gas
“Pasti ada anak-anak ya”. Ucap Gue
melihat depan rumah Gue banyak bangget mobil yang parkir
“Iya mereka ****, katanya mau bikin
kejutan buat Lo tapi merekaparkir disini ya jelas ketahuan lah”. Ucap Bang
Raffa tertawa
“Gue mau masuk lewat dapur ah biar langsung
ke kamar, Gue mau jahilin mereka”. Ucap Gue yang berjalan mengendap-ngendap
menuju pintu belakang
“Haha bagus tuh ide Lo, sekarang mereka
pasti udah siap-siap di ruang tengah”. Bang Raffa
Gue telah sampai di kamar Gue, Gue tertawa
sendiri dengan tingkah Gue.
“Pasti
mereka bingung”. Batin Gue
Bang Raffa membuka pintu depan dan
“SURPRISE”. Teriak semua yang ada
disitu, Bang Raffa memasang muka datar
“Lah mana si Boss nya Bang?”. Tanya Vino
“Di kamar nya”. Ucap Raffa singkat
__ADS_1