
“Lala Kamu gak apa-apa?”. Ucap Om Lucky
panic
“Gak apa-apa Om”. Ucap Gue senyum
“Jalan pincang, muka bedarah-darah gitu
bilang gak apa-apa?”.
“Luka kecil Om”. Ucap Gue tersenyum
Dan Om Lucky dan yang lainnya membaawa
geng TIGER ke rumah sakit sedangkan anggota Gue dibawa oleh Ambulance ke rumah
sakit yang berbeda pastinya. Gue bawa Mobil Gue mengikuti Ambulance ke Rumah Sakit.
“Violla ada apa?”. Tanya Suster Susan
yang pernah merawat Gue
“Biasa Sus”. Ucap Gue tersenyum
“Ya udah sini saya bantu”. Ucapnya
membantu Gue berjalan karena memang kaki Gue sedikit sakit sehingga Gue
berjalan pincang
“Suster boleh minta tolong”. Ucap Gue
ketika Gue sedang diperiksa oleh dokter
“Iya apa?”.
“Tolong teleponin Abang Lala ya”.
“Oh iya”.
“Nih Sus”. Ucap Gue menyerahkan Handphone
Gue
TELEPON
“Hallo
dek, gimana?”.
“Hallo
mas Raffa ya”.
“Iya
ini siapa?”.
“Saya
Suster Mas dari Rumah Sakit Immanuel”.
“Adek
saya kenapa Sus?”.Tanya Raffa panik
“Lala
masih ditangani dokter”.
“Oke
sekarang saya kesana”.
Raffa langsung memberi tahu Ayah dan
Bunda, dan Dia langsung meluncur ke Rumah Sakit dengan Mobilnya.
“Sus pasien atas nama Violla dimana?”.
Tanya Raffa yang baru saja samai dirumah sakit
“Masih di UGD mas, sama teman-teman yang
lainnya”.
“Heh dek, Lo gak apa-apa?”. Ucap Raffa
yang kini telah berada disamping Gue
“Gak apa-apa”. Ucap Gue
“Ishh Gue khawatir”. Ucapnya
“Bang Lo harus bangga punya Adek kaya Gue,
tadi geng TIGER habis sama Gue”. Ucap Gue tersenyum
“Iya iya Gue bangga sama Lo, tapi Lo gak
__ADS_1
kasian sama Gue?”.
“Ngapain Gue harus kasian?”. Tanya Gue
bingung
“Ya Lo kerjaannya bikin Gue khawatir
mulu”. Ucapnya
“Sayang Kamu gak apa-apa?”. Tanya Bunda
yang baru saja datang tergesa-gesa
“Gak apa-apa Bun”. Ucap Gue tersenyum
manis kearahnya
“Ayah bilang apa, Dia gak bakalan
kenapa-napa Bun”. Ucap Ayah
“Good job La”. Ucap Ayah mengajak high five
“Bang kita liat yang lain”. Ucap Gue
berusaha berdiri
“Lo diem dulu napa sih, masih aja
mikirin orang”.
“Gue diem aja, dimana tanggung jawab Gue”.
Ucap Gue menatapnya
“Mereka tuh udah ditangani Dokter jadi Lo
gak usah khawatir, khawatirin diri Lo sekali-kali”. Ucap Bang Raffa ceramah
“Ya elah lagian Gue gak kenapa-napa udah
sembuh juga”. Ucap Gue turun dari tempat tidur yang ada di UGD itu
“Ayo sama Ayah aja”. Ajak Ayah memegang
tangan Gue untuk membantu Gue jalan
“Jalan picang gitu, mau Ayah gendong
aja”.
tesenyum kearah Ayah
\~\~\~
“Vin Lo gak apa-apa?”. Tanya Gue melihat
Vino terbaring dikasur
“Aman Boss”. Ucapnya pelan
“Baguss”. Ucap Gue mengangkat jempol Gue
\~\~\~
“La”. Ucap Angga pelan
“Mana yang sakit Ga bilang Gue”. Ucap Gue
duduk disisi ranjang
“Gue gak apa-apa kok”. Ucapnya memegangi
perutnya
“Gue liat perut Lo”. Ucap Gue mengangkat
bajunya sedikit
“Ihhh memar Ga, Dokterr…Dokterr”. Teriak
Gue dan Dokter pun datang
“Dokter perut Angga memar Dok tolong
diperiksa”. Ucap Gue
“Ini ada luka dalam dan harus
dioperasi”. Ucap Dokter, Angga terlihat kaget dan Ibunya yang baru saja datang
langsung nangis.
“Ibu, Angga pasti baik-baik aja kok”.
Ucap Gue memeluk Ibunya Angga
“Tapi Dia harus operasi Lala”. Ucap
__ADS_1
Ibunya yang massih menangis
“Iya kan biar sembuh Bu”. Ucap Gue
tersenyum kearahnya
“Angga anak yang kuat kok Bu, jadi Dia
pasti langsung sembuh kalo udah di operasi”. Ucap Gue menatap Ibu nya. Dan
Angga langsung dibawa keruang operasi.
\~\~\~
“Tante Om, Saya minta maaf”. Ucap Gue ke
orang tua Varo
“Eh Lala ya, pacarnya Varo kan”. Ucap
mamahnya
“Iya Tante saya minta maaf atas kejadian
ini”. Ucap Gue
“Gak apa-apa La udah resiko jadi anggota
Bradley kan”. Ucap Varo lemah
“Lo gak usah ngomong lagi sakit juga”.
Sinis Gue
“Galak”. Ucapnya pelan
“Tante Om Saya bener-bener minta maaf”.
Ucap Gue menunduk
“Iya gak apa-apa Lala, Kamu gak usah
merasa bersalah gitu lagian Varo gak parah kok”. Ucap Papahnya
“Kamu ada yang sakit?”. Tanya Varo
“Udah Gue bilang gak usah ngomong, Gue
gak apa-apa, kondisi Lo lebih penting”. Ucap Gue tegas, Papah dan mamahnya Varo
hanya tersenyum melihat Gue dan Varo.
“Gak apa-apa gimana, jalan aja pincang
gitu, tuh muka luka-luka”. Ucapnya
“Dibilang Gue gak apa-apa, udah ya mau
liat yang lain dulu”. Ucap Gue meninggalkan Varo
Gue berjalan ke tempat teman-teman Gue
disana orang tua mereka pada datang dan Gue minta maaf ke satu persatu orang
tua mereka, dan mereka memaafkan dengan lapang dada tidak ada yang emosi karena
mereka sudah mengerti apa kegiatan anak-anak mereka di Bradley dan mereka pun
sudah biasa jika anak-anak mereka luka-luka ringan. Disni hanya Angga dan Varo
yang menurut Gue lukanya cukup parah apalagi Angga, diperutnya banyak sekali
lebam mungkin bekas tentangan tadi. Dan Gue di gendong Abang Gue untuk balik ke
tempat tidur Gue.
“Bang temenin Ibunya Angga kasian”.
“Ada Bunda sama Ayah”. Gue mengangguk,
sekarang Gue dan teman-teman sudah berada di ruangan bukan di UGD lagi, Gue
minta sama Ayah supaya kita semua satu ruangan.
Gue sulit jalan tapi untungnya tidak ada yang patah
sama sekali, Cuma mungkin akibat tendangan jadi sakit dan juga pergelangan kaki
Gue terkilir entah gimana ceritanya bisa terkilir gitu. Kita 3 hari dirumah
sakit ini walau ada yang sudah sembuh tapi kita tetap disini hahaha. Dan untuk
anak-anak yang lain Gue bebasin mereka gak usah ke Basecame dan gak usah
keliling malah, kata Om Lucky Basecame Gue berantakan tapi Dia dan teman-teman
anggota Polrinya membantu untuk membereskan Basecame Gue. Anggota geng TIGER
tidak ada yang diberi hukuman, kata Om sih salah satu dari mereka Ayahnya
__ADS_1
anggota Polri jadi dibebaskan dan itu membuat Gue cemas.