The Bradley

The Bradley
37. Rumah Sakit


__ADS_3

“Lala Kamu gak apa-apa?”. Ucap Om Lucky


panic


“Gak apa-apa Om”. Ucap Gue senyum


“Jalan pincang, muka bedarah-darah gitu


bilang gak apa-apa?”.


“Luka kecil Om”. Ucap Gue tersenyum


Dan Om Lucky dan yang lainnya membaawa


geng TIGER ke rumah sakit sedangkan anggota Gue dibawa oleh Ambulance ke rumah


sakit yang berbeda pastinya. Gue bawa Mobil Gue mengikuti Ambulance ke Rumah Sakit.


“Violla ada apa?”. Tanya Suster Susan


yang pernah merawat Gue


“Biasa Sus”. Ucap Gue tersenyum


“Ya udah sini saya bantu”. Ucapnya


membantu Gue berjalan karena memang kaki Gue sedikit sakit sehingga Gue


berjalan pincang


“Suster boleh minta tolong”. Ucap Gue


ketika Gue sedang diperiksa oleh dokter


“Iya apa?”.


“Tolong teleponin Abang Lala ya”.


“Oh iya”.


“Nih Sus”. Ucap Gue menyerahkan Handphone


Gue


TELEPON


“Hallo


dek, gimana?”.


“Hallo


mas Raffa ya”.


“Iya


ini siapa?”.


“Saya


Suster Mas dari Rumah Sakit Immanuel”.


“Adek


saya kenapa Sus?”.Tanya Raffa panik


“Lala


masih ditangani dokter”.


“Oke


sekarang saya kesana”.


Raffa langsung memberi tahu Ayah dan


Bunda, dan Dia langsung meluncur ke Rumah Sakit dengan Mobilnya.


“Sus pasien atas nama Violla dimana?”.


Tanya Raffa yang baru saja samai dirumah sakit


“Masih di UGD mas, sama teman-teman yang


lainnya”.


“Heh dek, Lo gak apa-apa?”. Ucap Raffa


yang kini telah berada disamping Gue


“Gak apa-apa”. Ucap Gue


“Ishh Gue khawatir”. Ucapnya


“Bang Lo harus bangga punya Adek kaya Gue,


tadi geng TIGER habis sama Gue”. Ucap Gue tersenyum


“Iya iya Gue bangga sama Lo, tapi Lo gak

__ADS_1


kasian sama Gue?”.


“Ngapain Gue harus kasian?”. Tanya Gue


bingung


“Ya Lo kerjaannya bikin Gue khawatir


mulu”. Ucapnya


“Sayang Kamu gak apa-apa?”. Tanya Bunda


yang baru saja datang tergesa-gesa


“Gak apa-apa Bun”. Ucap Gue tersenyum


manis kearahnya


“Ayah bilang apa, Dia gak bakalan


kenapa-napa Bun”. Ucap Ayah


“Good job La”. Ucap Ayah mengajak high five


“Bang kita liat yang lain”. Ucap Gue


berusaha berdiri


“Lo diem dulu napa sih, masih aja


mikirin orang”.


“Gue diem aja, dimana tanggung jawab Gue”.


Ucap Gue menatapnya


“Mereka tuh udah ditangani Dokter jadi Lo


gak usah khawatir, khawatirin diri Lo sekali-kali”. Ucap Bang Raffa ceramah


“Ya elah lagian Gue gak kenapa-napa udah


sembuh juga”. Ucap Gue turun dari tempat tidur yang ada di UGD itu


“Ayo sama Ayah aja”. Ajak Ayah memegang


tangan Gue untuk membantu Gue jalan


“Jalan picang gitu, mau Ayah gendong


aja”.


tesenyum kearah Ayah


\~\~\~


“Vin Lo gak apa-apa?”. Tanya Gue melihat


Vino terbaring dikasur


“Aman Boss”. Ucapnya pelan


“Baguss”. Ucap Gue mengangkat jempol Gue


\~\~\~


“La”. Ucap Angga pelan


“Mana yang sakit Ga bilang Gue”. Ucap Gue


duduk disisi ranjang


“Gue gak apa-apa kok”. Ucapnya memegangi


perutnya


“Gue liat perut Lo”. Ucap Gue mengangkat


bajunya sedikit


“Ihhh memar Ga, Dokterr…Dokterr”. Teriak


Gue dan Dokter pun datang


“Dokter perut Angga memar Dok tolong


diperiksa”. Ucap Gue


“Ini ada luka dalam dan harus


dioperasi”. Ucap Dokter, Angga terlihat kaget dan Ibunya yang baru saja datang


langsung nangis.


“Ibu, Angga pasti baik-baik aja kok”.


Ucap Gue memeluk Ibunya Angga


“Tapi Dia harus operasi Lala”. Ucap

__ADS_1


Ibunya yang massih menangis


“Iya kan biar sembuh Bu”. Ucap Gue


tersenyum kearahnya


“Angga anak yang kuat kok Bu, jadi Dia


pasti langsung sembuh kalo udah di operasi”. Ucap Gue menatap Ibu nya. Dan


Angga langsung dibawa keruang operasi.


\~\~\~


“Tante Om, Saya minta maaf”. Ucap Gue ke


orang tua Varo


“Eh Lala ya, pacarnya Varo kan”. Ucap


mamahnya


“Iya Tante saya minta maaf atas kejadian


ini”. Ucap Gue


“Gak apa-apa La udah resiko jadi anggota


Bradley kan”. Ucap Varo lemah


“Lo gak usah ngomong lagi sakit juga”.


Sinis Gue


“Galak”. Ucapnya pelan


“Tante Om Saya bener-bener minta maaf”.


Ucap Gue menunduk


“Iya gak apa-apa Lala, Kamu gak usah


merasa bersalah gitu lagian Varo gak parah kok”. Ucap Papahnya


“Kamu ada yang sakit?”. Tanya Varo


“Udah Gue bilang gak usah ngomong, Gue


gak apa-apa, kondisi Lo lebih penting”. Ucap Gue tegas, Papah dan mamahnya Varo


hanya tersenyum melihat Gue dan Varo.


“Gak apa-apa gimana, jalan aja pincang


gitu, tuh muka luka-luka”. Ucapnya


“Dibilang Gue gak apa-apa, udah ya mau


liat yang lain dulu”. Ucap Gue meninggalkan Varo


Gue berjalan ke tempat teman-teman Gue


disana orang tua mereka pada datang dan Gue minta maaf ke satu persatu orang


tua mereka, dan mereka memaafkan dengan lapang dada tidak ada yang emosi karena


mereka sudah mengerti apa kegiatan anak-anak mereka di Bradley dan mereka pun


sudah biasa jika anak-anak mereka luka-luka ringan. Disni hanya Angga dan Varo


yang menurut Gue lukanya cukup parah apalagi Angga, diperutnya banyak sekali


lebam mungkin bekas tentangan tadi. Dan Gue di gendong Abang Gue untuk balik ke


tempat tidur Gue.


“Bang temenin Ibunya Angga kasian”.


“Ada Bunda sama Ayah”. Gue mengangguk,


sekarang Gue dan teman-teman sudah berada di ruangan bukan di UGD lagi, Gue


minta sama Ayah supaya kita semua satu ruangan.


Gue sulit jalan tapi untungnya tidak ada yang patah


sama sekali, Cuma mungkin akibat tendangan jadi sakit dan juga pergelangan kaki


Gue terkilir entah gimana ceritanya bisa terkilir gitu. Kita 3 hari dirumah


sakit ini walau ada yang sudah sembuh tapi kita tetap disini hahaha. Dan untuk


anak-anak yang lain Gue bebasin mereka gak usah ke Basecame dan gak usah


keliling malah, kata Om Lucky Basecame Gue berantakan tapi Dia dan teman-teman


anggota Polrinya membantu untuk membereskan Basecame Gue. Anggota geng TIGER


tidak ada yang diberi hukuman, kata Om sih salah satu dari mereka Ayahnya

__ADS_1


anggota Polri jadi dibebaskan dan itu membuat Gue cemas.


__ADS_2