The Bradley

The Bradley
40. Pembagian Rapot


__ADS_3

Skip


Bang Raffa udah sembuh dari beberapa


hari yang lalu, dan sekarang adalah hari senin hari pertama ulangan semester


dilaksanakan. Dan minggu nanti Gue ulang tahun yang ke 16.


“Lala Lo jangan pelit nanti Gue


nyontek”. Ucap Sandra Gue menganguk


Ulangan sedang berlangsung banyak


suara-suara gaib disekitar Gue, dan Gue pura-pura tidak mendengar nya, Gue


fokus pada soal yang ada dihadapan Gue.


\~\~\~


“Lo tadi Gue panggil-panggil kagak


nyaut, kenapa Lo tiba-tiba budeg?”. Sandra


“Gue kira suara goib”. Ucap Gue cuek


sambil meneguk Es Kelapa di kantin


“Suara merdu gini, dibilang suara goib”.


Ucap Sandra mentoyor kepala Gue


“Emang Lo gak belajar semalem?”.


“Ya belajar tapi pas tadi liat soal


tiba-tiba yang dipelajari Gue semalem hilang”.


“Banyak-banyakin solat, dzikir Lo masa


masih kelas 1 SMA udah pikun”.


“Yeyy itu mah Gue juga jalanin kali”.


Ucapnya


***


SKIP


Ini adalah hari pembagian rapot semester


1. Seperti biasa pihak sekolah mengundang para orang tua untuk datang mengambil


hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan 6 bulan belakang ini. Raport Gue


Diambil sama Ayah sedangkan Bunda ngambil raport Bang Raffa.


“Yah, tadi wali kelas Aku ngomong apa


aja ke Ayah?”. Tanya Gue sambil berjalan disebelah Ayah menuju parkiran


“Bilang Nilai Kamu bagus Kamu juga dapat


peringkat ke 1 dikela, tapi katanya kurang-kurangin berurusan sama BK, kurangin


Boloss, kurangin kabur jam pelajaran”. Gue mengangguk


“Tapi yah, kalo gak gitu masa SMA Aku


gak seru”.


“Dasar anak aneh”. Ucap Ayah melirik Gue


“Heheheh kan Ayah juga dulu kaya gitu


kan?”. Ucap Gue


“Iya tapi jangan dicontoh, contoh tuh


yang baik-baiknya?”.


“Emang dulu waktu Ayah SMA ada


baik-baiknya?”. Tanya Gue


“Engga sih heheh”. Ucap ayah tertawa dan


juga Gue


“Bang Raffa sama Bunda lama”. Ucap Gue


yang tengah berada didalam Mobil


“Tuh mereka”. Ucap Ayah menunjuk dua


orang yang berjalan kearah kita


“Bun Lala dapet urutan ke 1 Loh Bun”.


Ucap Gue membanggakan diri


“Bagus”. Ucap Bunda mengusap pangkal


kepala Gue dan tersenyum


“Bang Lo dapet urutan berapa?”.


“Lima”. Ucap nya singkat


“Ohhhhh”.


Mobil kita pun langsung berjalan


meninggalkan sekolah. Gue duduk dikursi belakang dengan Bang Raffa sementara


Bunda duduk di depan di samping Ayah yang nyetir.


“Yah jadi ke Bali kan?”. Tanya Gue

__ADS_1


“Iyaa, kita berangkat malam ini ya”.


Ucap Ayah


“Yeayyyy”. Ucap Gue teriak-teriak dalam


Mobil Bunda yang melihatnya hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepala


“Berisik”. Uccap Bang Raffa mentoyor


kepala Gue


“Sakit”. Dengus Gue melihat kearahnya,


namun Gue langsung berpaling melihat kearah Handphone Gue yang baru saja


berbunyi pertanda sebuah notification.


LINE


Varo


: Selamat


pacar


Lala


: Selamat


untuk?


Varo


: Lo


dapet urutan pertama kan dikelas?


Lala


: Kok


tau sihh, eh btw makasih


Varo


: Tau


lah, apa sih yang Gue gak tau tentang Lo


Lala


: Lo


dapet urutan berapa?


Varo


: Satu


dong udah pasti


Lala


juga Lo


Varo


: Baru


tau Lo


Lala


: Hehehe


Varo


: Kita


kencan malam ini?


Lala


: Gue


mau berangkat ke Bali malem ini


Varo


: Yahhh


Lala


: Sore


ini aja


Varo


: Oke


Gue jemput jam 3 sore


Lala


: Siapp


***


“Yah Bun Aku mau  pergi sama Varo”. Ucap Gue pamitan


“Iya udah pulang jangan malem-malem”.


Ucap Bunda


“Iya, assalamualaikum”.


“Walaikumsalam”.

__ADS_1


\~\~\~


“Eh udah nungguin Gue aja”. Ucap Varo


yang baru saja datang dengan motornya


“Kita kemana nih?”. Tanya Gue yang


sekarang sudah duduk di jok belakang motornya


Dia


tidak menjawab


“Varo”. Ucap Gue menaikan nada bicara


Gue supaya terdengar


“Apaa?”.


“Kita mau kemana?”.


Lagi


lagi tidak ada jawaban


\~\~\~


“Apaan ke Danau ih, disini gak seru


tempatnya sepi”. Cerocos Gue Varo langsung menutup mulut Gue dengan telapak


tangannya


“Diem”. Ucapnya dan menarik tangan Gue


Gue ditariknya ke tempat biasa Gue dan


Dia duduk-duduk. Namun kali ini tempat ini berbeda, tempat ini jadi lebih indah


dari biasanya, terlihat satu meja bundar dengan dua kursi yang berhadapan dan


beberapa makanan yang sudah tersaji diatas meja itu.


“Lo yang bikin?”. Tanya Gue


“Bukan”. Ucap Dia singkat


“Ishh Gue udah GR aja”.


“Yang buat orang yang Gue suruh, dan ini


semua buat Lo”. Ucapnya tersenyum kearah Gue


“So sweet”. Gue tersenyum kearahnya


“Duduk yuk”. Ajak Dia Gue mangngguk dan


duduk di salah satu kursi dan Varo juga menduduki kursi dihadapan Gue


“Dimakan”. Ucap Varo Gue langsung


memakannya


“Lo dalam rangka apa ke Bali?”.


“Liburan aja sih”.


“Berapa lama?”.


“Mungkin seminggu atau juga lebih”. Ucap


Gue sambil mengunyah makanan


“Bakalan kangen deh Gue”. Ucapnya


“Hahah lebay Lo”. Ucap Gue


“Makasih”. Ucap Gue melihat kearahnya


“Buat?”.


“Ini semua”. Dia hanya mengangguk


“Gue suka suasana nya”.


“Tadi aja bilangnya tempat ini gak


seru”.


“Hehehe habis disini sepi, terus cuma


liatin air Danau aja kan gak seru”.


“Berangkat jam berapa nanti?”.


“Jam 8”.


“Ohhh”.


“Lo liburan kemana?”.


“Belum tau”. Gue mengangguk


\~\~\~


“Thanks banget yah”. ucap Gue turun dari


motornya


“Iya sama-sama”. Ucapnya tersenyum


“Ya udah kalo gitu Gue langsung balik


ya”. Lanjut Dia


“Iyaa, hati-hati”. Dia mengangguk dan berlalu dengan


motornya

__ADS_1


__ADS_2