
Skip
Bang Raffa udah sembuh dari beberapa
hari yang lalu, dan sekarang adalah hari senin hari pertama ulangan semester
dilaksanakan. Dan minggu nanti Gue ulang tahun yang ke 16.
“Lala Lo jangan pelit nanti Gue
nyontek”. Ucap Sandra Gue menganguk
Ulangan sedang berlangsung banyak
suara-suara gaib disekitar Gue, dan Gue pura-pura tidak mendengar nya, Gue
fokus pada soal yang ada dihadapan Gue.
\~\~\~
“Lo tadi Gue panggil-panggil kagak
nyaut, kenapa Lo tiba-tiba budeg?”. Sandra
“Gue kira suara goib”. Ucap Gue cuek
sambil meneguk Es Kelapa di kantin
“Suara merdu gini, dibilang suara goib”.
Ucap Sandra mentoyor kepala Gue
“Emang Lo gak belajar semalem?”.
“Ya belajar tapi pas tadi liat soal
tiba-tiba yang dipelajari Gue semalem hilang”.
“Banyak-banyakin solat, dzikir Lo masa
masih kelas 1 SMA udah pikun”.
“Yeyy itu mah Gue juga jalanin kali”.
Ucapnya
***
SKIP
Ini adalah hari pembagian rapot semester
1. Seperti biasa pihak sekolah mengundang para orang tua untuk datang mengambil
hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan 6 bulan belakang ini. Raport Gue
Diambil sama Ayah sedangkan Bunda ngambil raport Bang Raffa.
“Yah, tadi wali kelas Aku ngomong apa
aja ke Ayah?”. Tanya Gue sambil berjalan disebelah Ayah menuju parkiran
“Bilang Nilai Kamu bagus Kamu juga dapat
peringkat ke 1 dikela, tapi katanya kurang-kurangin berurusan sama BK, kurangin
Boloss, kurangin kabur jam pelajaran”. Gue mengangguk
“Tapi yah, kalo gak gitu masa SMA Aku
gak seru”.
“Dasar anak aneh”. Ucap Ayah melirik Gue
“Heheheh kan Ayah juga dulu kaya gitu
kan?”. Ucap Gue
“Iya tapi jangan dicontoh, contoh tuh
yang baik-baiknya?”.
“Emang dulu waktu Ayah SMA ada
baik-baiknya?”. Tanya Gue
“Engga sih heheh”. Ucap ayah tertawa dan
juga Gue
“Bang Raffa sama Bunda lama”. Ucap Gue
yang tengah berada didalam Mobil
“Tuh mereka”. Ucap Ayah menunjuk dua
orang yang berjalan kearah kita
“Bun Lala dapet urutan ke 1 Loh Bun”.
Ucap Gue membanggakan diri
“Bagus”. Ucap Bunda mengusap pangkal
kepala Gue dan tersenyum
“Bang Lo dapet urutan berapa?”.
“Lima”. Ucap nya singkat
“Ohhhhh”.
Mobil kita pun langsung berjalan
meninggalkan sekolah. Gue duduk dikursi belakang dengan Bang Raffa sementara
Bunda duduk di depan di samping Ayah yang nyetir.
“Yah jadi ke Bali kan?”. Tanya Gue
__ADS_1
“Iyaa, kita berangkat malam ini ya”.
Ucap Ayah
“Yeayyyy”. Ucap Gue teriak-teriak dalam
Mobil Bunda yang melihatnya hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepala
“Berisik”. Uccap Bang Raffa mentoyor
kepala Gue
“Sakit”. Dengus Gue melihat kearahnya,
namun Gue langsung berpaling melihat kearah Handphone Gue yang baru saja
berbunyi pertanda sebuah notification.
LINE
Varo
: Selamat
pacar
Lala
: Selamat
untuk?
Varo
: Lo
dapet urutan pertama kan dikelas?
Lala
: Kok
tau sihh, eh btw makasih
Varo
: Tau
lah, apa sih yang Gue gak tau tentang Lo
Lala
: Lo
dapet urutan berapa?
Varo
: Satu
dong udah pasti
Lala
juga Lo
Varo
: Baru
tau Lo
Lala
: Hehehe
Varo
: Kita
kencan malam ini?
Lala
: Gue
mau berangkat ke Bali malem ini
Varo
: Yahhh
Lala
: Sore
ini aja
Varo
: Oke
Gue jemput jam 3 sore
Lala
: Siapp
***
“Yah Bun Aku mau pergi sama Varo”. Ucap Gue pamitan
“Iya udah pulang jangan malem-malem”.
Ucap Bunda
“Iya, assalamualaikum”.
“Walaikumsalam”.
__ADS_1
\~\~\~
“Eh udah nungguin Gue aja”. Ucap Varo
yang baru saja datang dengan motornya
“Kita kemana nih?”. Tanya Gue yang
sekarang sudah duduk di jok belakang motornya
Dia
tidak menjawab
“Varo”. Ucap Gue menaikan nada bicara
Gue supaya terdengar
“Apaa?”.
“Kita mau kemana?”.
Lagi
lagi tidak ada jawaban
\~\~\~
“Apaan ke Danau ih, disini gak seru
tempatnya sepi”. Cerocos Gue Varo langsung menutup mulut Gue dengan telapak
tangannya
“Diem”. Ucapnya dan menarik tangan Gue
Gue ditariknya ke tempat biasa Gue dan
Dia duduk-duduk. Namun kali ini tempat ini berbeda, tempat ini jadi lebih indah
dari biasanya, terlihat satu meja bundar dengan dua kursi yang berhadapan dan
beberapa makanan yang sudah tersaji diatas meja itu.
“Lo yang bikin?”. Tanya Gue
“Bukan”. Ucap Dia singkat
“Ishh Gue udah GR aja”.
“Yang buat orang yang Gue suruh, dan ini
semua buat Lo”. Ucapnya tersenyum kearah Gue
“So sweet”. Gue tersenyum kearahnya
“Duduk yuk”. Ajak Dia Gue mangngguk dan
duduk di salah satu kursi dan Varo juga menduduki kursi dihadapan Gue
“Dimakan”. Ucap Varo Gue langsung
memakannya
“Lo dalam rangka apa ke Bali?”.
“Liburan aja sih”.
“Berapa lama?”.
“Mungkin seminggu atau juga lebih”. Ucap
Gue sambil mengunyah makanan
“Bakalan kangen deh Gue”. Ucapnya
“Hahah lebay Lo”. Ucap Gue
“Makasih”. Ucap Gue melihat kearahnya
“Buat?”.
“Ini semua”. Dia hanya mengangguk
“Gue suka suasana nya”.
“Tadi aja bilangnya tempat ini gak
seru”.
“Hehehe habis disini sepi, terus cuma
liatin air Danau aja kan gak seru”.
“Berangkat jam berapa nanti?”.
“Jam 8”.
“Ohhh”.
“Lo liburan kemana?”.
“Belum tau”. Gue mengangguk
\~\~\~
“Thanks banget yah”. ucap Gue turun dari
motornya
“Iya sama-sama”. Ucapnya tersenyum
“Ya udah kalo gitu Gue langsung balik
ya”. Lanjut Dia
“Iyaa, hati-hati”. Dia mengangguk dan berlalu dengan
motornya
__ADS_1