The Bradley

The Bradley
19. Suprise Gagal


__ADS_3

“Pasti ada anak-anak ya”. Ucap Gue


melihat depan rumah Gue banyak bangget mobil yang parkir


“Iya mereka ****, katanya mau bikin


kejutan buat Lo tapi merekaparkir disini ya jelas ketahuan lah”. Ucap Bang


Raffa tertawa


“Gue mau masuk lewat dapur ah biar langsung


ke kamar, Gue mau jahilin mereka”. Ucap Gue yang berjalan mengendap-ngendap


menuju pintu belakang


“Haha bagus tuh ide Lo, sekarang mereka


pasti udah siap-siap di ruang tengah”. Bang Raffa


Gue telah sampai di kamar Gue, Gue tertawa


sendiri dengan tingkah Gue.


“Pasti


mereka bingung”. Batin Gue


Bang Raffa membuka pintu depan dan


“SURPRISE”. Teriak semua yang ada


disitu, Bang Raffa memasang muka datar


“Lah mana si Boss nya Bang?”. Tanya Vino


“Di kamar nya”. Ucap Raffa singkat


“Loh kok udah dikamarnya perasaan tadi


Gue gak liat Dia lewat”. Ucap Vino menunjukan tampang bingung begitu pun


teman-teman yang lain


“Ya kalian ****, mau ngasih surprise Mobil


malah parkir depan rumah, ya ketahuan, jadi si Lala lewat pintu belakang”.


Jelas Raffa


“Oh iya ya lupa Gue”. Ucap Vino


menggaruk belakang kepalanya


“Ahhh gimana sih Lo Vino ini kan ide Lo”.


Ucap salah satu dari mereka


“Lagian salah kalian juga kenapa


nurut-nurut aja”. Ucap Vino


Gue mendengarkan percakapan mereka dari


kamar dan Gue tertawa geli. Gue pun berjalan menuju ruang tengah.


“Waw Gue terkejut”. Ucap Gue pura-pura


kaget namun direspon dengan muka-muka Bad semua karena acara surprise yang


mereka rencanakan gagal


“Ahhhh basi”. Ucap Angga berjalan kearah


Gue dan memeluk Gue, Gue pun membalas pelukannya


“Gara-gara ide si Vino nih jadi gagal”.


Ucap Sandra Gue hanya tertawa


“Thanks semuanya udah pada kesini”.


“Sama-sama Boss”. Ucap mereka serentak,


Gue gak ngerti kenapa mereka selalu menjawab kompak


“Kalian jahat, nungguin Gue koma, tapi


gak bawa apa-apa”. Ucap Gue membuang muka


“Heheh maaf Boss gak kepikiran, yang


kita pikirin cuma kodisi Lo”. Ucap Vino


“Tapi makasih banyak ya kalian nungguin


Gue di Rumah Sakit”. Ucap Gue mengajak semuanya berpelukan dan hasilnya kita


berpelukan seperti teletubis


“Makanan datang”. Ucap Bunda datang


membawa beberapa nampan berisi makanan di ikuti Ayah dan Bang Raffa yang juga


membawa makanan


“Silahkan dimakan”. Ucap Gue


“Terimakasih Boss Om Tante”. Ucap mereka


serentak


“Anak Ayah hebat bisa dihormati gini


sama mereka”. Bisik Ayah ditelinga Gue dan Gue hanya tersenyum


“Boss kita ada hadiah nih”. Ucap Vino


“Hadiah apaan? Kalo cuma Lollipop mah

__ADS_1


kagak usah”. Ucap Gue mengambil segelas air di meja


“Nihhh bukan Lollipop”. Ucapnya


menyodorkan sebuah kotak


“Apaan nih gede banget?”. Ucap Gue


“Buka aja”. Vino


“Awas aja kotaknya segede ini kalo


isinya ternyata kecil”. Ucap Gue


“Gapapa Gue buka sekarang?”. Tanya Gue


yang dijawab anggukan oleh semuanya dan Gue membuka kotak itu dannn


“Lo ngasih Boneka? Yang bener aja”. Ucap


Gue menaikan satu alis Gue, dan menangkat isi dari kotak itu yang ternyata


boneka Teddy Bear bewarna cokelat yang ukurannya sebesar anak 8 tahun lah


kira-kira


“Coba Lo tekan Love nya”. Ucap Vino


“I


Love You Bigboss”. Boneka itu meneluarkan suara itu


“Kok lucu sihhh”. Ucap Gue tersenyum


“Hahah akhirnya ide si Vino berhasil,


Gue kira Boss gak suka boneka”. Ucap salah satu dari mereka


“Jadi ini ide nya si Vino”. Semua


mengangguk


“Thanks banget ya semuanya, Gue sukaa”.


Ucap Gue memeluk boneka itu


“Ini dari Gue”. Ucap Angga menyodorkan


kotak juga namun lebih kecil ya ukuran 30x15 cm lah kira-kira


“Gue buka ya Ga”. Dia mengangguk


“Thanks banget”. Ucap Gue melihat isinya


ternyata sebuah jaket kulit bewarna hitam, yess Gue suka warna hitam


“Sekarang dari Gue”. Ucap Sandra


“Gue buka”. Ucap Gue membukanya


“Sneakers, Lo tau banget selera Gue


“Ini dari Gue”. Ucap laki-laki yang baru


saja datang


“Sorry telat”. Ucapnya menyodorkan


bucket bunga


“Thanks Varo”. Ucap Gue tersenyum


menerima bunga nya


“Dan ini satu lagi”. Lanjut Dia


memberikan kotak kecil berukuran 5x5 cm


“Apaan?”. Ucap Gue menggoyang-goyangkan


kotak kecil itu


“Dibuka aja”. Gue membukanya dan Gue


menaikan satu alis Gue dan menatapnya setelah melihat isi dari kotak itu, Gue


beri tatapan bertanya tentang apa maksud dari isi kotak itu


“Lo mau jadi pacar Gue?”. Ucap Dia


menggenggam kedua tangan Gue


“Terima aja Boss”. Ucap mereka kompak


berteriak, sedangkan Gue masih bingung dengan apa yang ada di hadapan Gue


karena jujur Gue menganggap semua anggota Bradley sama, Gue juga memperlakukan


mereka sama, dan Gue menganggap mereka hanya sebatas teman.


“Terima aja biar gak jomblo lagi”. Ucap


Abang yang berdiri disisi Gue


“Lo juga jomblo”. Ucap Gue


“Ehhh ehhh ehhh ada yang belum tau yaa,


Gue udah jadian sama Sandra ya kan San?”. Ucap Bang Raffa


“Hah kalian pacaran? Sejak kapan?”.


Tanya Gue kaget


“Sejak kemarin heheh”. Ucap Sandra Blushing


“Si Varo nungguin jawaban Lo tuh”. Ucap


Bang Raffa dan Gue langsung mengalihkan pandangan Gue ke Varo

__ADS_1


“Udah lah terima aja Boss”. Vino


“Hmmm Gue bingung jawab apaan ih”. Ucap


Gue mentoyor kepala Vino


“Jawab iya aja susah”. Vino sedangkan


Varo masih ada didepan Gue menatap Gue dengan tatapan penuh harapan


“Gue gak yakin, Gue baik buat Lo Var”.


“Kita coba aja dulu, kita jalanin


sama-sama”. Gue melirik kearah Ayah dan Bunda mereka mengangguk pelan, dan Gue


menarik nafas panjang


“Okeee”. Ucap Gue, ya mungkin apa yang


orang lain bilang ada benarnya juga kalo cinta bisa tumbuh seriring berjalannya


waktu, dan semoga itu terjadi sama Gue.


“Thanks”. Ucapnya memeluk Gue, Gue


membalas pelukannya


“Sini Gue pake in ke leher Lo”. Ucapnya


mengambil kalung yang ada didalam kotak kecil yang Dia berikan


“Cantik”. Ucapnya Gue tersenyum


“Uhuyyy,,,Ayeyyy,,,,Piwitttt”. Suara


siulan tidak jelas dari anak-anak yang melihatnya


“Udah lanjutin lagi makannya”. Ucap Gue


mereka semua mengangguk


“Gue mau ke kamar dulu ya”. Ucap Gue


“Iyaa, Lo banyak-banyak istirahat”. Ucap


Angga Gue mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan mereka


Gue merebahkan badan Gue ke kasur yang Gue


rindukan ini. Gue memegang luka bekas tembakan yang terkadang terasa sedikit


sakit.


Tukk..tukk..tukk


“Dek Abang masuk ya?”. Ucap seseorang


diluar sana


“Iyaa”. Jawab Gue


“Kenapa? Sakit?”. Gue mengangguk pelan


“Bang?”.


“Hmmm”.


“Udah pada pulang?”.


“Belum”. Ucapnya yang memainkan Handphonenya


“Bang”.


“Kenapa?”.


“Gue salah gak nerima Alvaro?”.


“Menurut Gue Varo cowok baik”.


“Tapi sejujurnya Gue ga ada rasa sama


Dia”.


“Terus kenapa Lo terima? Jangan mainin


perasaan Dia, kasian”. Gue menarik nafas panjang


“Gue juga gak tau kenapa Gue bilang


iya”.


“Mungkin ada rasa yang Lo sendiri gak


sadarin”.


“Mungkin, tapi perasaan Gue ke Dia sama


kaya Gue ke anak-anak lain”.


“Udah lah jalanin dulu aja, siapa tau


kedepannya baik”. Gue mengangguk dan tersenyum


“Nah gitu dong senyum masa Badgirl Galau


hahah gak cocok”. Ucapnya menepuk dada sebelah kiri Gue yang terdapat luka


tembak itu


“Bang sakit ih Lo mah gak pake


perasaan”. Ucap Gue meringis sambil memegang dada Gue dengan gak sadar air mata


Gue jatuh dari pelipis karena memang sakit


“Ehhh sorry Gue lupa, jangan nangis, maaf Gue minta


maaf”. Ucapnya panik melihat Gue kesakitan dan melihat air mata Gue jatuh

__ADS_1


kepipi, Gue mengangkat tangan Gue dari dada dan ternyata


__ADS_2