
Hari ini Gue udah masuk sekolah seperti
biasa.
“Lala Lo udah sembuh?”. Sandra
“Makanya Gue sekolah berarti Gue udah
sembuh”. Ucap Gue fokus memainkan Handphone
“Emang Lo sakit apaan La?”. Tanya
siketua kelas
“Demam Gue”. Ucap Gue singkat
“Ohhh”. Ucapnya percaya
“Mau kemana Lo?” . Tanya Sandra yang
melihat Gue beranjak dari tempat duduk
“Rooftop”.
Ucap Gue sambil berjalan keluar
***
“Huh,
tadi dirumah semangat ke berangkat sekolah, kenapa sampe sekolah jadi gak mood
gini ya”. Gumam Gue
“Selamat pagi pacar”. Ucap seseorang
yang berjalan mendekat
“Ehh Lo”. Ucap Gue meliriknya sekilas
“Kenapa muka bete gitu?”.
“Males Gue”.
“Nih Gue bawa coffee”. Ucapnya
menyodorkan kaleng coffee instant
“Thanks”. Ucap Gue cuek Dia hanya
mengangguk
“Mending balik ke kelas deh, Lo udah
keseringan bolos”.
“Males ahhh, Lo aja sana yang ke kelas,
gak usah ganggu Gue”.
“Ngusir”. Ucapnya melirik Gue
“Iyaaa”.
“Ya udah deh Gue balik ke kelas aja”.
“Ya udah sono”.
“Cabut
ahhh”. Gumam Gue dalam hati yang langsung berjalan ke belakang sekolah untuk bolos
***
LINE
Varo
: Lo
dimana?
Lala
: Bolos
Varo
: Iya
Gue juga tau
Lala
: Ya
kalo tau ngapain nanya?
Varo
: Ya
maksudnya Bolos kemana?
Lala
: café
depan sekolah (read)
“Read
doang, dasar gak jelas nih cowok”. Gumam Gue yang melihat pesan Gue hanya di
read dan Gue pun melanjutkan meneguk segelas coffee panas yang tadi Gue pesan
di café ini, tak lama kemudian..
“Hehh, nih tas Lo”. Ucap seseorang dari
arah belakang
“Thanks”. Ucap Gue meraih tas itu
“Kalo bolos tuh ngajak-ngajak kek jadi
kan seru”. Ucapnya Gue menaikan satu alis Gue
“Lo itu Ketos masa bolos, gak cocok”.
“Lagian jabatan Gue udah mau selesai
juga”.
“Lo juga udah kelas 3 banyak-banyakin
belajar bukan malah minta Diajak bolos”. Ucap gue tersenyum
__ADS_1
“Perhatian nih”. Ucapnya dengan nada
meledek
“Engga, Cuma ngingetin aja”.
“Hufttt”. Dengus Dia
“Kayanya enak tuh coffee”. Lanjut Dia
“Mauu?”. Tanya Gue dan Dia mengangguk
“Pesen sendiri”. Ucap Gue cuek
“Ishhh kirain Lo mau iklasin buat Gue
tuh coffee nya”. Gue mengacuhkannya
“Habis ini Lo mau kemana?”. Tanya Dia
Gue mengangkat kedua bahu Gue
“Ikut Gue yuk”.
“Kemana?”.
“Ikut dulu aja”. Ucapnya yang langsung
menarik tangan Gue
“Sebentar Gue belum bayar”. Ucap Gue
menepiskan genggaman tangannya
“Mba uang nya dimeja”. Ucap Gue sedikit
berteriak ke waitters disana
\~\~\~
“Mau kemana sih, pelan-pelan kan bisa
gak usah ditarik-tarik gini”.
“Heheheh terlalu semangat Gue”. Ucapnya
sambil tersenyum
“Udah naik dulu aja”. Lanjut Dia dan Gue
langsung menaiki motor Dia
“Pegangan”. Ucapnya
“Hmmm”. Gumam Gue mencubit kecil jaket
nya untuk pegangan
“Maksud pegangan tuh gini”. Ucapnya
menarik tangan Gue agar melingkar dipinggangnya
“Kita mau kemana?”. Tanya Gue saat Motor
telah menyalip beberapa Motor dan Mobil didepan
“Nanya mulu bawel”. Ucap Dia
“Ishhh”. Dengus Gue memukul pelan
***
“Turun”. Ucapnya
“Danau?”. Ucap Gue menatapnya bingung
“Iyaa, tempat favorit Gue”. Ucapnya
“Ohhh”.
“Coba Lo tutup mata Lo terus Lo Tarik
nafas dalam-dalam”.
“Lo kira Gue mau ngelahirin pake tarik
nafas dalam-dalam”. Ucap Gue tertawa
“Hahahahah lucu Lo, udah cepet ikutin
Gue”. Dan Gue pun mengikuti ucapannya
“Udaranya seger banget”. Ucap Gue
tersenyum
“Varo jangan tiduran disitu kotor”.
Lanjut Gue yang melihat Varo terlentang di atas rurumputan hijau dipinggir Danau
“Sini”. Ucap Varo merentangkan tangan
kanan nya, Gue menatapnya bingung
“Sini tiduran dilengan Gue”. Ucapnya dan
Gue mengangguk
“Lo liat ke atas deh langit nya bagus
banget”. Ucapnya menunjuk keatas
“Perasaan setiap Gue liat langit kaya
gitu terus deh”. Dia tidak menjawab, Dia
memejamkan matanya
“Varo Lo tidur?”. Tanya Gue melirik
kearahnya
Tidak
ada jawaban
“Varooo”. Ucap Gue menepuk-nepuk pipi
nya
Dia
meraih tangan Gue dari pipi nya dan Dia genggam tangan Gue dan diletakan di
dada nya.
“Kenapa
__ADS_1
deg-degan gini”. Batin Gue sambil melihat wajah Varo yang masih terpejam
“Gak usah liatin Gue terus, Gue gak akan
hilang kok”. Ucapnya yang masih menutup
matanya
“Lahhh,
Dia tau dari mana Gue liatin Dia?”. Batin Gue
“Gue tau Gue ganteng gak usah diliatin
terus”. Ucapnya menatap Gue yang ada disamping nya
“Lo kok jadi kaya Vino ya kalo ngomong
gitu hahaha”. Ucap Gue tertawa dan Dia hanya senyum
“Gue tau hati Lo belum sepenuhnya buat
Gue, tapi Gue akan buat hati Lo jadi sepenuhnya buat Gue”. Ucapnya yang masih memandang
wajah Gue dari samping, mendengar ucapannya Gue langsung melihat kearahnya.
Perlahan Dia mendekatkan wajahnya, dan
sekarang semakin dekat bahkan sudah tidah ada celah Diantara kita, jantung Gue
berdetak lebih cepat dari biasanya, Dia memiringkan wajahnya, dan entah kenapa
Gue menutup mata Gue. Dannn…
Cupp..
Dia mencium halus bibir Gue, Gue sadar
Gue sontak mendorong tubunya agar menjauh. Dia hanya tersenyum kearah Gue dan
Gue gelagapan entah apa yang harus Gue lakukan.
“Udah sore, mau pulang atau masih pingin
disini?”. Tanya Dia yang telah kembali diposisinya yaitu terlentang disamping
Gue
“Masih betah”. Ucap Gue menatap kedepan
“Foto yuk”. Ajak Dia mengeluarkan ponsel
nya dari sAku celana dan Due mengangguk, kita melakukan beberapa gaya dari yang
so cool sampai gaya yang bener-bener kaya orang gila.
“Pulang sekarang aja, udah mau malem”.
Dia mengangguk
\~\~\~
“Pegangan”. Ucapnya saat Gue udah naik
keatas Motornya, dan Gue langsung melingkarkan lengan Gue ke pinggangnya.
“Mau mampir makan dulu? Gue laper”.
Ucapnya
“Apaaa?”. Ucap Gue teriak karena tidak
mendengar apa yang Dia katakan
“Makan dulu Gue lapar”. Ucapnya juga
teriak
“Okeee”. Ucap Gue, dan beberapa saat
kemudia kita berhenti disalah satu Restaurant
“Turun”. Ucapnya, dan Gue mengikutinya,
Dia menggenggam tangan Gue dan berjalan massuk ke Restaurant
“Mau makan apa?”. Tanya Dia sambil
membuka-buka buku menu
“Samain aja”. Ucap Gue
“Mba Saya pesan Nasi goreng 2 minumnya
lemon tea 2”.
“Gue air putih aja”. Ucap Gue memotong
“Oh iya tunggu sebentar”. Ucap Mba nya,
kita mengangguk
“I LOVE YOU”. Ucap Varo tiba-tiba
menggenggam tangan Gue sambil tersenyum
“Kenapa
deg-degan lagi sih”. Gumam Gue melihat kearahnya tersenyum
Beberapa saat kemudian makanan kita pun
datang dan kita langsung menyantap makanan kita.
“Pulang sekarang yuk, udah jam 8 nih kita
kan harus ke Basecame”. Ajak Gue Dia mengangguk
***
“Thanks ya buat hari ini”. Ucap Gue yang
telah sampai didepan rumah
“Iya sama-sama sayang”. Ucapnya mengusap
rambut Gue dan Gue hanya tersenyum
“Oh iya, nanti Gue jemput ya”.
“Gak usah nanti Gue bawa Mobil sendiri
aja ke Basecame nya”.
“Okee dehhh Aku pulang dulu”.
“Iya hati-hati”. Ucap Gue
__ADS_1