The Bradley

The Bradley
21. Sakit Jantung


__ADS_3

Hari ini Gue udah masuk sekolah seperti


biasa.


“Lala Lo udah sembuh?”. Sandra


“Makanya Gue sekolah berarti Gue udah


sembuh”. Ucap Gue fokus memainkan Handphone


“Emang Lo sakit apaan La?”. Tanya


siketua kelas


“Demam Gue”. Ucap Gue singkat


“Ohhh”. Ucapnya percaya


“Mau kemana Lo?” . Tanya Sandra yang


melihat Gue beranjak dari tempat duduk


“Rooftop”.


Ucap Gue sambil berjalan keluar


***


“Huh,


tadi dirumah semangat ke berangkat sekolah, kenapa sampe sekolah jadi gak mood


gini ya”. Gumam Gue


“Selamat pagi pacar”. Ucap seseorang


yang berjalan mendekat


“Ehh Lo”. Ucap Gue meliriknya sekilas


“Kenapa muka bete gitu?”.


“Males Gue”.


“Nih Gue bawa coffee”. Ucapnya


menyodorkan kaleng coffee instant


“Thanks”. Ucap Gue cuek Dia hanya


mengangguk


“Mending balik ke kelas deh, Lo udah


keseringan bolos”.


“Males ahhh, Lo aja sana yang ke kelas,


gak usah ganggu Gue”.


“Ngusir”. Ucapnya melirik Gue


“Iyaaa”.


“Ya udah deh Gue balik ke kelas aja”.


“Ya udah sono”.


“Cabut


ahhh”. Gumam Gue dalam hati yang langsung berjalan ke belakang sekolah untuk bolos


***


LINE


Varo


: Lo


dimana?


Lala


: Bolos


Varo


: Iya


Gue juga tau


Lala


: Ya


kalo tau ngapain nanya?


Varo


: Ya


maksudnya Bolos kemana?


Lala


: café


depan sekolah (read)


“Read


doang, dasar gak jelas nih cowok”. Gumam Gue yang melihat pesan Gue hanya di


read dan Gue pun melanjutkan meneguk segelas coffee panas yang tadi Gue pesan


di café ini, tak lama kemudian..


“Hehh, nih tas Lo”. Ucap seseorang dari


arah belakang


“Thanks”. Ucap Gue meraih tas itu


“Kalo bolos tuh ngajak-ngajak kek jadi


kan seru”. Ucapnya Gue menaikan satu alis Gue


“Lo itu Ketos masa bolos, gak cocok”.


“Lagian jabatan Gue udah mau selesai


juga”.


“Lo juga udah kelas 3 banyak-banyakin


belajar bukan malah minta Diajak bolos”. Ucap gue tersenyum

__ADS_1


“Perhatian nih”. Ucapnya dengan nada


meledek


“Engga, Cuma ngingetin aja”.


“Hufttt”. Dengus Dia


“Kayanya enak tuh coffee”. Lanjut Dia


“Mauu?”. Tanya Gue dan Dia mengangguk


“Pesen sendiri”. Ucap Gue cuek


“Ishhh kirain Lo mau iklasin buat Gue


tuh coffee nya”. Gue mengacuhkannya


“Habis ini Lo mau kemana?”. Tanya Dia


Gue mengangkat kedua bahu Gue


“Ikut Gue yuk”.


“Kemana?”.


“Ikut dulu aja”. Ucapnya yang langsung


menarik tangan Gue


“Sebentar Gue belum bayar”. Ucap Gue


menepiskan genggaman tangannya


“Mba uang nya dimeja”. Ucap Gue sedikit


berteriak ke waitters disana


\~\~\~


“Mau kemana sih, pelan-pelan kan bisa


gak usah ditarik-tarik gini”.


“Heheheh terlalu semangat Gue”. Ucapnya


sambil tersenyum


“Udah naik dulu aja”. Lanjut Dia dan Gue


langsung menaiki motor Dia


“Pegangan”. Ucapnya


“Hmmm”. Gumam Gue mencubit kecil jaket


nya untuk pegangan


“Maksud pegangan tuh gini”. Ucapnya


menarik tangan Gue agar melingkar dipinggangnya


“Kita mau kemana?”. Tanya Gue saat Motor


telah menyalip beberapa Motor dan Mobil didepan


“Nanya mulu bawel”. Ucap Dia


“Ishhh”. Dengus Gue memukul pelan


***


“Turun”. Ucapnya


“Danau?”. Ucap Gue menatapnya bingung


“Iyaa, tempat favorit Gue”. Ucapnya


“Ohhh”.


“Coba Lo tutup mata Lo terus Lo Tarik


nafas dalam-dalam”.


“Lo kira Gue mau ngelahirin pake tarik


nafas dalam-dalam”. Ucap Gue tertawa


“Hahahahah lucu Lo, udah cepet ikutin


Gue”. Dan Gue pun mengikuti ucapannya


“Udaranya seger banget”. Ucap Gue


tersenyum


“Varo jangan tiduran disitu kotor”.


Lanjut Gue yang melihat Varo terlentang di atas rurumputan hijau dipinggir Danau


“Sini”. Ucap Varo merentangkan tangan


kanan nya, Gue menatapnya bingung


“Sini tiduran dilengan Gue”. Ucapnya dan


Gue mengangguk


“Lo liat ke atas deh langit nya bagus


banget”. Ucapnya menunjuk keatas


“Perasaan setiap Gue liat langit kaya


gitu terus deh”.  Dia tidak menjawab, Dia


memejamkan matanya


“Varo Lo tidur?”. Tanya Gue melirik


kearahnya


Tidak


ada jawaban


“Varooo”. Ucap Gue menepuk-nepuk pipi


nya


Dia


meraih tangan Gue dari pipi nya dan Dia genggam tangan Gue dan diletakan di


dada nya.


“Kenapa

__ADS_1


deg-degan gini”. Batin Gue sambil melihat wajah Varo yang masih terpejam


“Gak usah liatin Gue terus, Gue gak akan


hilang kok”. Ucapnya  yang masih menutup


matanya


“Lahhh,


Dia tau dari mana Gue liatin Dia?”. Batin Gue


“Gue tau Gue ganteng gak usah diliatin


terus”. Ucapnya menatap Gue yang ada disamping nya


“Lo kok jadi kaya Vino ya kalo ngomong


gitu hahaha”. Ucap Gue tertawa dan Dia hanya senyum


“Gue tau hati Lo belum sepenuhnya buat


Gue, tapi Gue akan buat hati Lo jadi sepenuhnya buat Gue”. Ucapnya yang masih memandang


wajah Gue dari samping, mendengar ucapannya Gue langsung melihat kearahnya.


Perlahan Dia mendekatkan wajahnya, dan


sekarang semakin dekat bahkan sudah tidah ada celah Diantara kita, jantung Gue


berdetak lebih cepat dari biasanya, Dia memiringkan wajahnya, dan entah kenapa


Gue menutup mata Gue. Dannn…


Cupp..


Dia mencium halus bibir Gue, Gue sadar


Gue sontak mendorong tubunya agar menjauh. Dia hanya tersenyum kearah Gue dan


Gue gelagapan entah apa yang harus Gue lakukan.


“Udah sore, mau pulang atau masih pingin


disini?”. Tanya Dia yang telah kembali diposisinya yaitu terlentang disamping


Gue


“Masih betah”. Ucap Gue menatap kedepan


“Foto yuk”. Ajak Dia mengeluarkan ponsel


nya dari sAku celana dan Due mengangguk, kita melakukan beberapa gaya dari yang


so cool sampai gaya yang bener-bener kaya orang gila.


“Pulang sekarang aja, udah mau malem”.


Dia mengangguk


\~\~\~


“Pegangan”. Ucapnya saat Gue udah naik


keatas Motornya, dan Gue langsung melingkarkan lengan Gue ke pinggangnya.


“Mau mampir makan dulu? Gue laper”.


Ucapnya


“Apaaa?”. Ucap Gue teriak karena tidak


mendengar apa yang Dia katakan


“Makan dulu Gue lapar”. Ucapnya juga


teriak


“Okeee”. Ucap Gue, dan beberapa saat


kemudia kita berhenti disalah satu Restaurant


“Turun”. Ucapnya, dan Gue mengikutinya,


Dia menggenggam tangan Gue dan berjalan massuk ke Restaurant


“Mau makan apa?”. Tanya Dia sambil


membuka-buka buku menu


“Samain aja”. Ucap Gue


“Mba Saya pesan Nasi goreng 2 minumnya


lemon tea 2”.


“Gue air putih aja”. Ucap Gue memotong


“Oh iya tunggu sebentar”. Ucap Mba nya,


kita mengangguk


“I LOVE YOU”. Ucap Varo tiba-tiba


menggenggam tangan Gue sambil tersenyum


“Kenapa


deg-degan lagi sih”. Gumam Gue melihat kearahnya tersenyum


Beberapa saat kemudian makanan kita pun


datang dan kita langsung menyantap makanan kita.


“Pulang sekarang yuk, udah jam 8 nih kita


kan harus ke Basecame”. Ajak Gue Dia mengangguk


***


“Thanks ya buat hari ini”. Ucap Gue yang


telah sampai didepan rumah


“Iya sama-sama sayang”. Ucapnya mengusap


rambut Gue dan Gue hanya tersenyum


“Oh iya, nanti Gue jemput ya”.


“Gak usah nanti Gue bawa Mobil sendiri


aja ke Basecame nya”.


“Okee dehhh Aku pulang dulu”.


“Iya hati-hati”. Ucap Gue

__ADS_1


__ADS_2