
TELEPON
“Ga
dimana?”.
“Di
Basecamp, kenapa?”
“Jemput
Gue iya..iyaa Gue tunggu...jangan lama”.(Gue langsung menutup
teleponnya)
\~\~\~
“Mau keman Ga?”. Tanya Vino
“Jemput si Lala”.
“Tumben”.
“Tau tuh, Gue pergi dulu ya guys”.
“Hati-hati Ga”. Ucap anak-anak yang ada
diBasecame
\~\~\~
“Si
Angga lama deh”. Guman Gue yang sedang berdiri didepan gerbang sekolah
“Nah sampe juga Lo, lama banget udah
kering nih Gue nunggu Lo disini”. Cerocos Gue
“Udah untung Gue jemput Lo ihh malah
marah-marah Gue baik lagi nih”.
“Heheheh baper banget sih Lo”.
“Lagian ojek Lo pada kemana sih tumben
bangen nyuruh Gue jemput”.
“Pada sibuk mereka”.
“Ya naik kendaraan umum kek”.
“Kan Gue cari yang gratisan heheh”. Ucap
Gue
“Ga tumben pake Motor”.
“Kan Gue kalo sekolah emang pake Motor”.
“Ohhhh”.
“Udah yuk naik”. Gue langsung naik
kemotornya
“Ke rumah apa ke Basecame?”.
“Ke BIP(Bandung Indah Plaza) ah”. Jawab Gue
“Dih males Gue”. Tolak Dia
“Ishhh Lo harus temenin Gue, Gue traktir
nonton deh”.
“Nah kalo traktir-traktir Gue mau”.
Ucapnya tersenyum
“Gue dijemput Lo sama aja ngeluarin duit
yah”.
“Ya kan Lo yang ngajak”.
“Ya udah gak jadi deh pulang aja”.
“Gak bisa gitu, gak bisa di cancel”.
Ucap Angga
“Huhhh”. Dengus Gue
“Ga anak-anak TIGER masih suka nongkrong
di deket Saparua?”.
“Kaya nya sih iya”.
“Leader mereka masih yang dulu?”.
“Gue rasa sih iya, soalnya yang pas kita
berantem di taman music itu si Willy ada”.
“Untung waktu itu Gue gak keluar Mobil, kalo
keluar Gue ketauan deh”.
“Eh waktu anak-anak TIGER nyerang
Basecame kita, si Vino udah ada belum sih”.
“Udah Dia udah ada, geng TIGER kan
taunya Gue Leader Bradley”.
“Ehh bentar-bentar itu dilampu merah
bukannya geng TIGER”.
“Iyaa, duh ****** kalau mereka liat kita
La”.
“Ya udah kita ngumpet aja di belakang
mobil”. Angga mengangguk
“Biarin mereka cabut, baru kita lanjut
Ga”.
__ADS_1
“Iyaa”.
Namun lampu merah kali ini sangat lah
lama. Dan Diantara mereka ada yang celingukan lihat-lihat kebelakang dan
hasilnya Gue dan Angga ketauan ngumpet dibelakang Mobil.
“Boss, Violla tuh”. Ucap mereka yang
melihat keberadaan Gue
“Mana?”. Willy
“Itu sama diboncengin cowok”. Ucapnya
menunjuk kearah Gue
“Mampus”.
Gumam Gue
“Ga tutup helm Lo”. Bisik Gue
“Dari tadi juga nutup”. Ucapnya yang
juga berbisik
“Lampu ijo langsung cabut Ga”.
“Sip”.
Tak lama lampu pun berubah jadi hijau
dan Angga langsung Gas motornya dan melaju dengan kecepatan maksimum.
“WOY Violla”. Teriak seseorang dari
belakang
“Cepetan Ga mereka ngejar ”. Ucap Gue
Menepuk-nepuk bahu Angga
“Ini juga udah cepet”.
Salah satu anggota mereka berhasil
berada disamping motor yang dikendarai Angga dan sekarang kita ada di jalan
Ambon jalanan ini cukup sepi. Entah siapa dari mereka menendang motor Angga
yang membuat jadi tidak seimbang dan jatuh.
“SHIT, kenapa Lo tending motornya, ALala
jadi jatuh kan”. Ucap Willy memarahi orang yang menendang motor
Gue langsung menghampiri Angga.
“Ga Lo gak apa-apa?”. Tanya Gue
“Gak apa-apa, Lo gak apa-apa?”.
“Gue aman”.
“Hallo Violla, udah lama ya kita gak
ketemu, Lo mau kemana? Ini pacar Lo?”. Willy
Ucap Gue
“Wihh galak banget sih”.
“Sorry ya tadi temen Gue nendang Motor Lo,
Lo sih dipanggilin malah terus maju”.
Angga membuka helm nya, dan Gue langsung
menatap kearahnya
“Kenapa Lo buka?”. Ucap Gue melotot
kearahnya
“Lupa-lupa”. Ucapnya berusaha memakainya
kembali
“Oh ternyata sekarang Lo pacaran sama
Angga Leader Bradley”.
“Udah sana Lo jangan ganggu Gue, atau Gue
teriak”. Ucap Gue
“Teriak aja lagian disini lagi sepi gini
gak bakalan ada yang denger juga”. Gue melihat kesekeliling memang sepi
“Lo mau apa sih?”.
“Gue ada urusan sama Angga, Dia waktu
itu bantuin anak-anak yang lagi Gue kasih pelajaran”.
“Udah Ga ayo cabut sekarang”. Ucap Gue
menghiraukan perkataan Willy
“Jangan buru-buru lah ALala,
mampir-mampir dulu ke Basecame kita yuk”. Ajaknya
“Ga ayo”. Ucap Gue dan Angga berusaha
membangunkan Motornya yang terguling
“Tinggalin Violla disini”. Ucap Willy
tegas
“Gak bakalan”. Jawab Angga ketus
“Ayo La naik”. Ucap Angga
“Guys serang”. Ucap Willy, Gue dan Angga
langsung ambil posisi
“Gila
10 orang nih, masa iya Gue harus olah raga siang-siang gini”. Ucap Gue dengan
__ADS_1
suara kecil
“Violla Lo disini aja ya?”. Ucap Willy
yang menarik tangan Gue dan menggenggamnya erat
“Lepasin”. Ucap Gue merusaha menepis
tangannya
Sekarang Angga sedang dikeroyok oleh 10
orang anak buah Willy, Angga memang jago bela diri tapi Dia tetap kewalahan
menghadapi 10 orang ini mana mereka keroyokan bukan 1 lawan 1. Kini Angga
terlihat sudah lemas Gue tau Dia udah gak kuat lagi tapi Dia memaksakan
dirinya, Gue lihat Dia di tendang, ditonjok. Gue ingin membantunya tapi
genggaman Willy cukup keras. Gue menggigit tangan Willy yang menggenggam tangan
Gue. Gue langsung berlari menolong Angga, Gue hajar mereka semua sampai mereka
tidak bisa berkutik lagi. Dan atas pertolongan alloh akhirnya Gue bisa
mengalahkan mereka semua.
“Anjir nafas Gue mau habis”. Ucap Gue
ngos-ngosan
“Makin jago aja Lo”. Ucap Willy
mendekati
“Diem Lo capek Gue, jangan deket-deket
atau abis Lo sama Gue”. Ucap Gue yang masih berusaha mengatur kembali nafas Gue
“Cabut guys”. Ucap Willy
Mereka semua pergi dengan Motor-motornya.
Gue masih dalam keadaan jongkok dengan nafas yang masih belum teratur.
“Ga Lo gak apa-apa?”. Ucap Gue yang
masih tetap diposisi
“Gak apa-apa gimana Gue bonyok gini”.
Ucap Angga yang berusaha bangkit
“Aaaaaaa
Gue capek”. Teriak Gue yang merubah posisi jongkok menjadi duduk dengan kaki
diluruskan
“Ga sini”. Ucap Gue
“Gue berdiri aja susah gini”. Ucapnya
yang masih berusaha untuk berdiri
“Kita gak usah jadi ke BIP, kita ke
Basecame aja, yuk”. Ajak Gue
“Bantuin napa”. Ucapnya Gue menghampiri Dia
dan Gue membantunya untuk berdiri
“Ya elah lemah banget sih Lo jadi
cowok”. Ledek Gue
“Tadi Gue gak fokus, Gue khawatir sama Lo
makanya Gue gini”.
“Lo kaya baru kenal Gue kemarin aja”.
Ucap Gue membantunya berjalan kearah motor
“Ye kan Lo tetep aja cewek yang harus
dilindungi”.
“Udah naik, Gue yang bawa Motornya”.
Ucap Gue
***
“Vin bantuin”. Teriak Gue dari luar
“Waduh kenapa Boss?”. Tanya Vino dengan
ekspresi paniknya
“Di keroyok Macan”. Ucap Gue
“Bawa Dia ke ruangan Gue”. Lanjut Gue
“Boss habis dari kebun binatang?”. Tanya
Vino polos
“Ya elah, Gue dikeroyok si TIGER geng
motor itu”.
“Ohhh bilang dong”.
“Kan tadi Gue udah bilang”.
“Udah buruan bawa masuk kasian”. Ucap Gue
dan Angga dibawa masuk oleh beberapa orang yang nogkrong di Basecame
“Lo gak apa-apa Boss”. Tanya Vino
“Aman Gue”.
“Tapi bibir Lo bedarah”. Ucap Vino
menunjuk sudut bibir Gue
“Ahh ini mah luka kecil”. Jawab gue
mengusapnya
“EITTTT STOP KALIAN BERHENTI DISITU”.
__ADS_1