The Bradley

The Bradley
32. Dikeroyok Macan


__ADS_3

TELEPON


“Ga


dimana?”.


“Di


Basecamp, kenapa?”


“Jemput


Gue iya..iyaa Gue tunggu...jangan lama”.(Gue langsung menutup


teleponnya)


\~\~\~


“Mau keman Ga?”. Tanya Vino


“Jemput si Lala”.


“Tumben”.


“Tau tuh, Gue pergi dulu ya guys”.


“Hati-hati Ga”. Ucap anak-anak yang ada


diBasecame


\~\~\~


“Si


Angga lama deh”. Guman Gue yang sedang berdiri didepan gerbang sekolah


“Nah sampe juga Lo, lama banget udah


kering nih Gue nunggu Lo disini”. Cerocos Gue


“Udah untung Gue jemput Lo ihh malah


marah-marah Gue baik lagi nih”.


“Heheheh baper banget sih Lo”.


“Lagian ojek Lo pada kemana sih tumben


bangen nyuruh Gue jemput”.


“Pada sibuk mereka”.


“Ya naik kendaraan umum kek”.


“Kan Gue cari yang gratisan heheh”. Ucap


Gue


“Ga tumben pake Motor”.


“Kan Gue kalo sekolah emang pake Motor”.


“Ohhhh”.


“Udah yuk naik”. Gue langsung naik


kemotornya


“Ke rumah apa ke Basecame?”.


“Ke BIP(Bandung Indah Plaza) ah”. Jawab Gue


“Dih males Gue”. Tolak Dia


“Ishhh Lo harus temenin Gue, Gue traktir


nonton deh”.


“Nah kalo traktir-traktir Gue mau”.


Ucapnya tersenyum


“Gue dijemput Lo sama aja ngeluarin duit


yah”.


“Ya kan Lo yang ngajak”.


“Ya udah gak jadi deh pulang aja”.


“Gak bisa gitu, gak bisa di cancel”.


Ucap Angga


“Huhhh”. Dengus Gue


“Ga anak-anak TIGER masih suka nongkrong


di deket Saparua?”.


“Kaya nya sih iya”.


“Leader mereka masih yang dulu?”.


“Gue rasa sih iya, soalnya yang pas kita


berantem di taman music itu si Willy ada”.


“Untung waktu itu Gue gak keluar Mobil, kalo


keluar Gue ketauan deh”.


“Eh waktu anak-anak TIGER nyerang


Basecame kita, si Vino udah ada belum sih”.


“Udah Dia udah ada, geng TIGER kan


taunya Gue Leader Bradley”.


“Ehh bentar-bentar itu dilampu merah


bukannya geng TIGER”.


“Iyaa, duh ****** kalau mereka liat kita


La”.


“Ya udah kita ngumpet aja di belakang


mobil”. Angga mengangguk


“Biarin mereka cabut, baru kita lanjut


Ga”.

__ADS_1


“Iyaa”.


Namun lampu merah kali ini sangat lah


lama. Dan Diantara mereka ada yang celingukan lihat-lihat kebelakang dan


hasilnya Gue dan Angga ketauan ngumpet dibelakang Mobil.


“Boss, Violla tuh”. Ucap mereka yang


melihat keberadaan Gue


“Mana?”. Willy


“Itu sama diboncengin cowok”. Ucapnya


menunjuk kearah Gue


“Mampus”.


Gumam Gue


“Ga tutup helm Lo”. Bisik Gue


“Dari tadi juga nutup”. Ucapnya yang


juga berbisik


“Lampu ijo langsung cabut Ga”.


“Sip”.


Tak lama lampu pun berubah jadi hijau


dan Angga langsung Gas motornya dan melaju dengan kecepatan maksimum.


“WOY Violla”. Teriak seseorang dari


belakang


“Cepetan Ga mereka ngejar ”. Ucap Gue


Menepuk-nepuk bahu Angga


“Ini juga udah cepet”.


Salah satu anggota mereka berhasil


berada disamping motor yang dikendarai Angga dan sekarang kita ada di jalan


Ambon jalanan ini cukup sepi. Entah siapa dari mereka menendang motor Angga


yang membuat jadi tidak seimbang dan jatuh.


“SHIT, kenapa Lo tending motornya, ALala


jadi jatuh kan”. Ucap Willy memarahi orang yang menendang motor


Gue langsung menghampiri Angga.


“Ga Lo gak apa-apa?”. Tanya Gue


“Gak apa-apa, Lo gak apa-apa?”.


“Gue aman”.


“Hallo Violla, udah lama ya kita gak


ketemu, Lo mau kemana? Ini pacar Lo?”. Willy


Ucap Gue


“Wihh galak banget sih”.


“Sorry ya tadi temen Gue nendang Motor Lo,


Lo sih dipanggilin malah terus maju”.


Angga membuka helm nya, dan Gue langsung


menatap kearahnya


“Kenapa Lo buka?”. Ucap Gue melotot


kearahnya


“Lupa-lupa”. Ucapnya berusaha memakainya


kembali


“Oh ternyata sekarang Lo pacaran sama


Angga Leader Bradley”.


“Udah sana Lo jangan ganggu Gue, atau Gue


teriak”. Ucap Gue


“Teriak aja lagian disini lagi sepi gini


gak bakalan ada yang denger juga”. Gue melihat kesekeliling memang sepi


“Lo mau apa sih?”.


“Gue ada urusan sama Angga, Dia waktu


itu bantuin anak-anak yang lagi Gue kasih pelajaran”.


“Udah Ga ayo cabut sekarang”. Ucap Gue


menghiraukan perkataan Willy


“Jangan buru-buru lah ALala,


mampir-mampir dulu ke Basecame kita yuk”. Ajaknya


“Ga ayo”. Ucap Gue dan Angga berusaha


membangunkan Motornya yang terguling


“Tinggalin Violla disini”. Ucap Willy


tegas


“Gak bakalan”. Jawab Angga ketus


“Ayo La naik”. Ucap Angga


“Guys serang”. Ucap Willy, Gue dan Angga


langsung ambil posisi


“Gila


10 orang nih, masa iya Gue harus olah raga siang-siang gini”. Ucap Gue dengan

__ADS_1


suara kecil


“Violla Lo disini aja ya?”. Ucap Willy


yang menarik tangan Gue dan menggenggamnya erat


“Lepasin”. Ucap Gue merusaha menepis


tangannya


Sekarang Angga sedang dikeroyok oleh 10


orang anak buah Willy, Angga memang jago bela diri tapi Dia tetap kewalahan


menghadapi 10 orang ini mana mereka keroyokan bukan 1 lawan 1. Kini Angga


terlihat sudah lemas Gue tau Dia udah gak kuat lagi tapi Dia memaksakan


dirinya, Gue lihat Dia di tendang, ditonjok. Gue ingin membantunya tapi


genggaman Willy cukup keras. Gue menggigit tangan Willy yang menggenggam tangan


Gue. Gue langsung berlari menolong Angga, Gue hajar mereka semua sampai mereka


tidak bisa berkutik lagi. Dan atas pertolongan alloh akhirnya Gue bisa


mengalahkan mereka semua.


“Anjir nafas Gue mau habis”. Ucap Gue


ngos-ngosan


“Makin jago aja Lo”. Ucap Willy


mendekati


“Diem Lo capek Gue, jangan deket-deket


atau abis Lo sama Gue”. Ucap Gue yang masih berusaha mengatur kembali nafas Gue


“Cabut guys”. Ucap Willy


Mereka semua pergi dengan Motor-motornya.


Gue masih dalam keadaan jongkok dengan nafas yang masih belum teratur.


“Ga Lo gak apa-apa?”. Ucap Gue yang


masih tetap diposisi


“Gak apa-apa gimana Gue bonyok gini”.


Ucap Angga yang berusaha bangkit


“Aaaaaaa


Gue capek”. Teriak Gue yang merubah posisi jongkok menjadi duduk dengan kaki


diluruskan


“Ga sini”. Ucap Gue


“Gue berdiri aja susah gini”. Ucapnya


yang masih berusaha untuk berdiri


“Kita gak usah jadi ke BIP, kita ke


Basecame aja, yuk”. Ajak Gue


“Bantuin napa”. Ucapnya Gue menghampiri Dia


dan Gue membantunya untuk berdiri


“Ya elah lemah banget sih Lo jadi


cowok”. Ledek Gue


“Tadi Gue gak fokus, Gue khawatir sama Lo


makanya Gue gini”.


“Lo kaya baru kenal Gue kemarin aja”.


Ucap Gue membantunya berjalan kearah motor


“Ye kan Lo tetep aja cewek yang harus


dilindungi”.


“Udah naik, Gue yang bawa Motornya”.


Ucap Gue


***


“Vin bantuin”. Teriak Gue dari luar


“Waduh kenapa Boss?”. Tanya Vino dengan


ekspresi paniknya


“Di keroyok Macan”. Ucap Gue


“Bawa Dia ke ruangan Gue”. Lanjut Gue


“Boss habis dari kebun binatang?”. Tanya


Vino polos


“Ya elah, Gue dikeroyok si TIGER geng


motor itu”.


“Ohhh bilang dong”.


“Kan tadi Gue udah bilang”.


“Udah buruan bawa masuk kasian”. Ucap Gue


dan Angga dibawa masuk oleh beberapa orang yang nogkrong di Basecame


“Lo gak apa-apa Boss”. Tanya Vino


“Aman Gue”.


“Tapi bibir Lo bedarah”. Ucap Vino


menunjuk sudut bibir Gue


“Ahh ini mah luka kecil”. Jawab gue


mengusapnya


“EITTTT STOP KALIAN BERHENTI DISITU”.

__ADS_1


__ADS_2