
“Ehhh sorry Gue lupa, jangan nangis,
maaf Gue minta maaf”. Ucapnya panik melihat Gue kesakitan dan melihat air mata
Gue jatuh kepipi, Gue mengangkat tangan Gue dari dada dan ternyata
“Lo berdarah, ini gimana? Gue harus
gimana? Duh pasti sakit ya? Gue minta maaf”. Ucapnya panik melihat darah dibaju
dan tangan Gue sedangkan Gue nangis. Yap! Gue nangis karena didepan Abang Gue
kalo didepan yang lain sih Gue bakalan tahan air mata Gue kan gengsi hehe.
“Gue panggil Bunda dulu Lo tunggu sini”.
Ucapnya berlari keluar kamar sedangkan Gue masih terisak-isak menahan sakitnya,
ntah kenapa padahal Abang gak terlalu keras nepuk bekas luka Gue tapi darah
segar keluar dari sana dan rasanya pun sakit.
\~\~\~
“Bunda Ayah Gue mana?”. Ucap Bang Raffa
panik berlarian kearah ruang tengah
“Tadi sih bilangnya ke kamar”. Ucap
Sandra yang bingung melihat tingkah Raffa yang panic
“Kenapa Raff?”. Tanya Alvaro
“Adek Gue berdarah”. Ucapnya berlari
kearah kamar Ayah dan Bunda nya, Varo yang mendengar kekasih nya itu berdarah Dia
langsung berlari kearah kamar Lala di ikutin yang lainnya
Pintu kamar Gue tidak ditutup kembali
oleh Raffa jadi Varo dan yang lain bisa langsung menerobos masuk, dan Gue masih
tertunduk di Kasur memegang luka Gue dan menahan sakit.
“Ya ampun kok darahnya keluar banyak”.
Ucap seseorang duduk di tepi ranjang Gue, Gue yang mendengar suaranya
mengangkat kepala Gue untuk melihat Dia
“Mana sayang sini Ayah lihat?”. Ucap Ayah
berjalan tergesa-gesa kearah Gue, Gue membuka tangan Gue yang menutupi luka itu
“Gak apa-apa kok jahitannya juga gak
lepas”. Ucap Ayah yang membuka balutan perban itu
“Kenapa bisa berdarah?”. Ucap Ayah
sambil mengganti perban yang sudah penuh darah itu, Gue menunjuk Abang Gue yang
berdiri Diantara mereka dengan memasang muka paniknya
“Kamu apain Raffa?”. Tanya Ayah
“Maaf Yah, tadi gak sengaja Aku dorong
dada nya”. Ucapnya tertunduk
“Kalo becanda lihat situasi”. Ketus
__ADS_1
Bunda
“Iya maaf Bun maaf Yah, Dek Gue minta
maaf”. Ucapnya masih tertunduk disamping Sandra, Gue mengangguk pelan
“Udah selesai diganti perbannya, Kamu
istirahat ya, inget kata dokter jangan dipegang-pegang lukanya nanti berdarah
lagi”. Ucap Ayah terlihat santai dan Gue mengangguk
“Ya udah semuanya keluar ya biarin Lala
istirahat dulu”. Semua mengangguk dan meninggalkan kamar Gue kecuali Raffa dan
Varo
“Dek sekali lagi maafin Gue ya”. Ucap
nya terlihat raut wajah menyesal
“iyaa, santai aja untung Gue gak mati
kehabisan darah hahaha”. Ucap Gue yang ingin merubah suasana tegang ini
“Ya udah Lo istirahat ya”. Ucapnya
mencium pangkal kepala Gue dan berjalan meninggalkan kamar Gue dan sekarang
tingal Gue dan Varo yang ada di ruangan ini
“Gue khawatir”. Ucap Varo, Gue tersenyum
kearahnya
“Lo tau kan Gue anaknya kuat”. Ucap Gue
tersenyum
khawatir”. Ucapnya duduk disebelah Gue
“Ya elah, lebay banget Lo”. Ucap Gue
“Ya udah Lo tidur aja gih”. Ucapnya
“Gak ngantuk Gue, bosen beberapa hari
dirumah sakit kerjaannya tidur mulu”. Ucap Gue
“Lo mau Gue keluar?”. Tanya Dia
“Lo disini aja”. Ucap Gue berjalan
membuka pintu Balkon kamar, Gue duduk dikursi yang ada di Balkon Gue Tarik
nafas panjang untuk menghirup udara Kota Bandung ini
“Oh iya Gue belum tau alesan Lo masuk
Bradley”. Tanya Gue kepada orang yang kini duduk disebelah
“Gue pingin bisa jaga diri Gue, dan Gue
emang udah lama pingin gabung sama Bradley, karena Bradley dipandang orang lain
beda, Bradley juga dihormati dan disegani dijalanan, Gue pingin jadi bagian
dari Bradley, dan Gue juga dapet izin dari Papah Gue, jadi ya udah Gue datang
ke Basecame kalian, tapi waktu itu Lo gak ada”.
“Ohhh iya Gue lagi quality time sama
__ADS_1
Abang Gue waktu itu”.
“Gue kaget pas lihat Leader Bradley
keluar dari rungannya, Gue gak nyangka Gue liat cewek yang pernah Gue hukum
waktu MOS”. Ucapnya mengingat- ingat
“Gue juga gak tau kalau Lo yang mau
gabung”. Ucap Gue menatap lurus kedepan
“Lo suka Gue pas Lo tau Gue Leader
Bradley?”.
“Gue suka Lo pas pertama kali Gue liat
Lo pas MOS, Gue lihat Lo beda Lo menarik”.
“Gue menarik?”. Tanya Gue meliriknya
sekilas Dia mengangguk
“Iyaa disekolah Gue selalu perhatiin Lo,
makanya setiap Lo ke Rooftop pasti
selalu ada Gue kan”. Gue mengangguk
“Tapi Gue udah pernah bilang sama Lo kan
Gue gak suka cowok perokok”.
“Semenjak Lo ngomong gitu Gue mencoba
buat hindarin Rokok dan hasilnya sekarang Gue gak ngerokok lagi”. Ucapnya
menatap Gue dengan senyum
“Bagus deh, Gue mau minta kalau di
Basecame kita biasa aja jangan ngeliatin kaya orang pacaran yang kemana-mana
harus berdua”.
“Iya Gue ngerti di Basecame Gue Cuma
anak buah Lo”. Ucapnya
“Gue gak punya anak buah, kalian semua
tuh buka anak buah tapi saudara-saudara Gue”.
“Bijak banget pacar Gue, makin sayang
deh”. Ucapnya mengacak-acak rambut Gue
“Udah malem Lo ke Basecame sana”.
“Gue absen dulu lah Gue masih pingin
disini”.
“Lo jalanin tugas atau Gue pecat Lo dari
Bradley”. Ucap Gue dengan nada mengancam
“Iyaa, iyaa Gue ke basecame dulu deh,
bye sayang”.
“Iyaa udah sana hati-hati dijalan ya”.
__ADS_1
“Siapp”.