The Bradley

The Bradley
20. Berdarah


__ADS_3

“Ehhh sorry Gue lupa, jangan nangis,


maaf Gue minta maaf”. Ucapnya panik melihat Gue kesakitan dan melihat air mata


Gue jatuh kepipi, Gue mengangkat tangan Gue dari dada dan ternyata


“Lo berdarah, ini gimana? Gue harus


gimana? Duh pasti sakit ya? Gue minta maaf”. Ucapnya panik melihat darah dibaju


dan tangan Gue sedangkan Gue nangis. Yap! Gue nangis karena didepan Abang Gue


kalo didepan yang lain sih Gue bakalan tahan air mata Gue kan gengsi hehe.


“Gue panggil Bunda dulu Lo tunggu sini”.


Ucapnya berlari keluar kamar sedangkan Gue masih terisak-isak menahan sakitnya,


ntah kenapa padahal Abang gak terlalu keras nepuk bekas luka Gue tapi darah


segar keluar dari sana dan rasanya pun sakit.


\~\~\~


“Bunda Ayah Gue mana?”. Ucap Bang Raffa


panik berlarian kearah ruang tengah


“Tadi sih bilangnya ke kamar”. Ucap


Sandra yang bingung melihat tingkah Raffa yang panic


“Kenapa Raff?”. Tanya Alvaro


“Adek Gue berdarah”. Ucapnya berlari


kearah kamar Ayah dan Bunda nya, Varo yang mendengar kekasih nya itu berdarah Dia


langsung berlari kearah kamar Lala di ikutin yang lainnya


Pintu kamar Gue tidak ditutup kembali


oleh Raffa jadi Varo dan yang lain bisa langsung menerobos masuk, dan Gue masih


tertunduk di Kasur memegang luka Gue dan menahan sakit.


“Ya ampun kok darahnya keluar banyak”.


Ucap seseorang duduk di tepi ranjang Gue, Gue yang mendengar suaranya


mengangkat kepala Gue untuk melihat Dia


“Mana sayang sini Ayah lihat?”. Ucap Ayah


berjalan tergesa-gesa kearah Gue, Gue membuka tangan Gue yang menutupi luka itu


“Gak apa-apa kok jahitannya juga gak


lepas”. Ucap Ayah yang membuka balutan perban itu


“Kenapa bisa berdarah?”. Ucap Ayah


sambil mengganti perban yang sudah penuh darah itu, Gue menunjuk Abang Gue yang


berdiri Diantara mereka dengan memasang muka paniknya


“Kamu apain Raffa?”. Tanya Ayah


“Maaf Yah, tadi gak sengaja Aku dorong


dada nya”. Ucapnya tertunduk


“Kalo becanda lihat situasi”. Ketus

__ADS_1


Bunda


“Iya maaf Bun maaf Yah, Dek Gue minta


maaf”. Ucapnya masih tertunduk disamping Sandra, Gue mengangguk pelan


“Udah selesai diganti perbannya, Kamu


istirahat ya, inget kata dokter jangan dipegang-pegang lukanya nanti berdarah


lagi”. Ucap Ayah terlihat santai dan Gue mengangguk


“Ya udah semuanya keluar ya biarin Lala


istirahat dulu”. Semua mengangguk dan meninggalkan kamar Gue kecuali Raffa dan


Varo


“Dek sekali lagi maafin Gue ya”. Ucap


nya terlihat raut wajah menyesal


“iyaa, santai aja untung Gue gak mati


kehabisan darah hahaha”. Ucap Gue yang ingin merubah suasana tegang ini


“Ya udah Lo istirahat ya”. Ucapnya


mencium pangkal kepala Gue dan berjalan meninggalkan kamar Gue dan sekarang


tingal Gue dan Varo yang ada di ruangan ini


“Gue khawatir”. Ucap Varo, Gue tersenyum


kearahnya


“Lo tau kan Gue anaknya kuat”. Ucap Gue


tersenyum


khawatir”. Ucapnya duduk disebelah Gue


“Ya elah, lebay banget Lo”. Ucap Gue


“Ya udah Lo tidur aja gih”. Ucapnya


“Gak ngantuk Gue, bosen beberapa hari


dirumah sakit kerjaannya tidur mulu”. Ucap Gue


“Lo mau Gue keluar?”. Tanya Dia


“Lo disini aja”. Ucap Gue berjalan


membuka pintu Balkon kamar, Gue duduk dikursi yang ada di Balkon Gue Tarik


nafas panjang untuk menghirup udara Kota Bandung ini


“Oh iya Gue belum tau alesan Lo masuk


Bradley”. Tanya Gue kepada orang yang kini duduk disebelah


“Gue pingin bisa jaga diri Gue, dan Gue


emang udah lama pingin gabung sama Bradley, karena Bradley dipandang orang lain


beda, Bradley juga dihormati dan disegani dijalanan, Gue pingin jadi bagian


dari Bradley, dan Gue juga dapet izin dari Papah Gue, jadi ya udah Gue datang


ke Basecame kalian, tapi waktu itu Lo gak ada”.


“Ohhh iya Gue lagi quality time sama

__ADS_1


Abang Gue waktu itu”.


“Gue kaget pas lihat Leader Bradley


keluar dari rungannya, Gue gak nyangka Gue liat cewek yang pernah Gue hukum


waktu MOS”. Ucapnya mengingat- ingat


“Gue juga gak tau kalau Lo yang mau


gabung”. Ucap Gue menatap lurus kedepan


“Lo suka Gue pas Lo tau Gue Leader


Bradley?”.


“Gue suka Lo pas pertama kali Gue liat


Lo pas MOS, Gue lihat Lo beda Lo menarik”.


“Gue menarik?”. Tanya Gue meliriknya


sekilas Dia mengangguk


“Iyaa disekolah Gue selalu perhatiin Lo,


makanya setiap Lo ke Rooftop pasti


selalu ada Gue kan”. Gue mengangguk


“Tapi Gue udah pernah bilang sama Lo kan


Gue gak suka cowok perokok”.


“Semenjak Lo ngomong gitu Gue mencoba


buat hindarin Rokok dan hasilnya sekarang Gue gak ngerokok lagi”. Ucapnya


menatap Gue dengan senyum


“Bagus deh, Gue mau minta kalau di


Basecame kita biasa aja jangan ngeliatin kaya orang pacaran yang kemana-mana


harus berdua”.


“Iya Gue ngerti di Basecame Gue Cuma


anak buah Lo”. Ucapnya


“Gue gak punya anak buah, kalian semua


tuh buka anak buah tapi saudara-saudara Gue”.


“Bijak banget pacar Gue, makin sayang


deh”. Ucapnya mengacak-acak rambut Gue


“Udah malem Lo ke Basecame sana”.


“Gue absen dulu lah Gue masih pingin


disini”.


“Lo jalanin tugas atau Gue pecat Lo dari


Bradley”. Ucap Gue dengan nada mengancam


“Iyaa, iyaa Gue ke basecame dulu deh,


bye sayang”.


“Iyaa udah sana hati-hati dijalan ya”.

__ADS_1


“Siapp”.


__ADS_2