The Bradley

The Bradley
36. Macan Menyerang


__ADS_3

TELEPON


“Hallo


kenapa Vin?”.


“Boss,


Lo harus kesini, ini gawat banget, cepet ke sini geng TIGER nyerang Basecame


kita”.


“Seriusan


Lo?”. Ucap Gue kaget


“Serius


ini Gue lagi liatin mereka diluar, tadi Gue habis beli makanan, di Basecame Cuma


ada 10 orangan Boss”.


“Oke


Gue langsung kesana, Lo tetep awasi mereka”.


“Siap”.


“Bang udahan mainnya Si Macan nyerang


Basecame Gue”. Ucap Gue panic


“Ya udah Gue ikut ke Basecame”.


“Gak usah Lo disini aja”. Ucap Gue


“Ya udah Gue berangkat yah”. Lanjut Gue


buru-buru


“Hati-hati dek”. Ucap Bang Raffa cemas Gue


mengangguk


***


Gue melihat Vino sedang sembunyi


disemak-semak mengawasi geng TIGER.


“Vin”. Panggil Gue dalam Mobil dan Vino


langsung masuk kedalam mobil Gue


“Boss menurut Gue sih mereka pasti


kewalahan kan Cuma 10 orang sedangkan geng TIGER banyak gitu”. Ucap Vino Gue


mengangguk


“STOP”.


Teriak Gue yang sekarang berdiri didepan Basecame


“Haii, ngapain kesini malem-malem, oh


mau ketemu Aku ya”. Ucap Willy berjalan mendekat


“Apaa-apaan Lo”. Ucap Gue tegas


“Udah kita gak usah ikut campur, ini


urusan geng Aku sama geng mereka Kamu gak usah ikut campur diem aja disini sama


Aku ya”. Ucap nya membelai rambut Gue


“Apapun urusan mereka itu jadi urusan Gue”.


Tegas Gue menepis tangannya


“Kamu gak usah belain geng pacar Kamu”.


Ucap Willy


“Angga bukan pacar Gue”. Ucap Gue


menatapnya


“Wahh bagus dong jadi Kamu gak punya


pacar ya udah balikan aja yuk”.


“Jangan banyak berharap Lo”.

__ADS_1


“Lo ganggu mereka, urusan nya sama Gue”.


Teriak Gue tepat didepan mukanya


“Aku udah bilang sayang Kamu gak usah


ikut campur ya”. Ucap Willy mengelus pelan pipi Gue


“Gue Leader mereka jadi semua urusan


mereka itu urusan Gue”. Tegas Gue


“Ahahahah becanda nya lucu”. Ucap Willy


tertawa begitu pun teman-temannya


“Gue gak bercanda Gue emang Leader Bradley”.


Tegas Gue


“Apa buktinya Lo Leader mereka?


Jelas-jelas Leader Bradley tuh si Angga”.


“Dia gak percaya Gue Leader kalian”.


Ucap Gue menunjuk dan menertawainya


“Gak usah bercanda lagi ya sayang, yuk


mending kita jalan-jalan aja biar anak buah Gue ngurus masalahnya disini”. Ucap


Willy memegang tangan Gue


“Gue udah bilang jangan panggil Gue


sayang”. Teriak Gue penuh emosi


“Dan Gue udah bilang berapa kali, urusan


mereka itu urusan Gue, mau Lo apa sih? Berantem sama kita? Ayo”. Ucap Gue


menantang menatap tajam kearah Willy


“Kenapa diem Lo semua? Lo kemarin abis


sama Gue, sekarang mau Gue abisin lagi?”. Teriak Gue, mereka menatap Gue dengan


“SERANG”. Teriak Gue semua langsung


menyerang geng TIGER


Kini kita sedang berkelahi melawan


mereka, jumlah mereka cukup banyak mungkin 30 orang, sedangkan anggota Gue gak


sampe 15 orang. Dan disitu membuat kita super sibuk melawan mereka karena


jumlah mereka yang banyak. Willy Dia mengincar Angga, Gue melawan 5 orang yang


menyerang Gue. Gak lama kemudian Gue bisa melumpuhkan 5 orang yang menyerang Gue,


dan Gue kaget mmelihat teman-teman Gue yang beberapa sudah terkapat termasuk


Vino dan Varo namun tidak dengan Angga Dia banyak belajar sama Gue jadi Dia


cukup kuat. Gue melawan beberapa orang lagi yang nyerang Gue. Di tengah Gue


sedang melawan Gue lihat kesekeliling sekarang tinggal Gue dan Angga yang


melawan kira-kira 20 orang tersisa anak TIGER.


“Mundur La”. Teriak Angga sontak Gue


refleks langsung mundur dan kini yang Gue kira 20 orang itu menyerang Angga, Gue


ingin membantu Dia, tapi tadi Angga suruh Gue mundur berarti Dia bisa


mengatasinya. Namun Gue bisa lihat wajah Angga sangat kelelahan dan sekarang Gue


rasa Dia sudah tidak kuat lagi.


“Jangan keroyokan woy”. Teriak Gue yang


sekarang maju, sebagian orang yang mengeroyok Angga langsung datang menyerang Gue.


Kira-kira 6 orang menyerang Gue dan Gue bisa melumpuhkan mereka semua. Gue


lihat kearah Angga, Dia sudah terkapar Dia ditendang, ditonjok, dan lain


sebagai nya.


“STOP”. Teriak Gue semua langsung berhenti

__ADS_1


Gue jongkok mengatur nafas Gue


“Mampus


Gue capek”. Gumam Gue yang masih berusaha mengatur nafas


“Udah deh Aku bilang juga apa, mending


kita jalan-jalan aja”. Ucap Willy mendekat Gue meliriknya dengan tatapan ingin


membunuh, Dia terus berjalan kearah Gue Dia membantu Gue berdiri dan saat Gue


udah berdiri Gue langsung hajar Dia, sontak anak buahnya langsung menolong dan


menyerang Gue.


“Capekk”.


Teriak Gue


“Ya udah ngalah aja lah sayang”. Ucap Willy


menahan sakitnya


Anak buah Willy masih menyerang Gue dan Gue


melawannya dengan seluruh jiwa dan raga Gue, hingga akhirnya mereka semua bisa Gue


kalahin. Hebat banget kan Gue sebagai


cewek hahaha, iya dong Gue udah latihan taekwondo dari SD dan Gue juga beberapa


kali ikut kejuaraan dan Gue menang. Sekarang Gue terduduk lemas di antara


mereka yang berbaring di depan Basecame Gue, Gue mengatur nafas Gue. Tak lupa Gue


juga tadi ngehajar Willy sampe Dia tidak bisa berkutik lagi karena itu lah


target Gue.


“Alhamdulillah”.


Gumam Gue melihat sekeliling


“Duhh


capek parah”.


TELEPON


“Om”.


“Kenapa


Lala?”.


“Di


Basecame ada anak geng motor nyerang kita Om”.


“Oke


Om segera kesana”.


\~\~\~


“Segitu doang?”. Ucap Gue tepat didepan


wajah Willy yang sedang berbaring menahan sakit


“Lo sebagai Leader tuh kasih contoh yang


baik, bukan bikin onar terus”.


Gue melihat teman-teman Gue bergeletakan


di tanah ada yang gak sadar juga, ada yang menahan sakit. Gue langsung


mengahampiri Varo yang menahan sakit diperutnya dan dimuka dan tanganya banyak


luka. Gue membantunya berdiri dan Gue dudukan di kursi depan Basecame.


“Lo tunggu disini, Gue mau liat Angga


sama yang lainnya”. Dia mengangguk


Ambulance sudah datang mereka mengangkat


anak-anak masuk ke Mobil dan menuju ke Rumah Sakit. Dan polisi pun sudah datang


dengan beberapa anggota Polisi lainnya.


“Lala Kamu gak apa-apa?”. Ucap Om Lucky panic

__ADS_1


__ADS_2