
Kita sudah keluar dari rumah sakit
beberapa hari lalu, kecuali Angga Dia masih harus dirawat disini karena Dia
sangat parah. Gue dan anak-anak tiap hari jenguk Dia ke rumah sakit, ada juga
yang nginep buat jaga malam nya.
Hari ini hari minggu, 2 minggu lagi
adalah ujian semester.
“Lala nanti pas Kamu beres ujian
semester kita jalan-jalan yaa”. Ajak Ayah
“Kan ayah di London”.
“Nanti Ayah cuti”.
“Gak mau jalan-jalan yah Capek Aku
pingin naik kenadaraan gak mau jalan”.
“Iya maksud Ayah Liburan gitu”.
“Ohh okeyy deh sip, kemana?”.
“Maunya kemana?”.
“Bali”. Ucap Bang Raffa yang baru saja
keluar dari kamarnya
“Iya Bali aja Yah”. Gue
“Ya udah nanti kita ke Bali yah”. Ucap
Ayahh
“Yeyyyy Bang bentar lagi Gue ulang taun,
kado nya dipikirin dari sekarang ya”. Ucap Gue senyum-senyum
“Pede banget Lo mau Gue kasih kado”.
Ucapnya
“Awas aja kalo gak ngasih kado, Gue
pecat Lo jadi Abang”. Ancam Gue
“Bagus lah, jadi Gue gak punya Adek
ngeselin kaya Lo”.
“Dih jahat, Bunda Bang Raffa jahat”. Ucap
Gue berlari menghampiri Bunda yang ada di Dapur
“Jangan berantem terus Bunda pusing”.
Ucap Bunda memegangi kepalanya
“Hahahahha”. Gue Ayah dan Bang Raffa
tertawa melihat Bunda
“Malah pada ketawa, nih Bunda bikin
puding”.
“Wihh enak nih”. Ucap Bang Raffa
“Adek jangan dikasih Yah”. Ayah
mengangguk
“Bunda, Ayah sama Abang pelit”. Adu Gue
ke Bunda
“Nih Lala sama Bunda aja”. Ucap Bunda
mengeluarkan Puding dari dalam kulkas
“Yeyyy kita punya lebih banyak”. Ucap Gue
menjulurkan lidah ke Ayah dan Bang Raffa
“Mauu”. Ucap Bang Raffa mendekat
“Ayo Bunda kita makan di halaman
belakanga aja mereka jangan Diajak”. Bunda mengangguk,dan kita berjalan ketaman
belakang meninggalkan Ayah dan Bang Raffa di meja makan
“Ayah kok dihabisin, bagian Raffa
mana?”. Ucap Bang Raffa yang melihat pudding sudah habis dipiringnya
“Heheheh enak sih jadi aja ayah
kelewatan batas”. Ucap Ayah tersenyum
“Ih Ayahhh, Bunda Aku minta”. Ucap Bang
Raffa lari ke halaman belakang dengan tangan memegang sendok
Gue sama Bunda lagi duduk dipinggir
kolam renang sambil memakan puding kita, namun Bang Raffa teriak dan kita
melihat kearahnya yang sedang berlari kearah kita, dan tiba-tiba….
Brughh…
“Ya alloh Raffa”. Ucap Bunda yang
langsung menghampiri Raffa yang jatuh
“Hahahahahahah coba..coba Reply Bang”. Ucap Gue tertawa keras
melihat Bang Raffa jatuh, Bang Raffa meringis kesakitan
“Ayah,, Raffa berdarah”. Teriak Bunda
sontak Gue langsung berhenti tertawa dan langsung menghampiri Bang Raffa dan
Bunda
“Bang pala Lo bocor”. Ucap Gue kaget
melihat darah keluar dari kepalanya
“Bunda sakit”. Ucap Raffa menangis
dipelukan Bunda
“Dihh,,
kaya bocah”. Cibir Gue
Ayah langsung mengangkat Raffa ke mobil
di ikuti Gue dan Bunda. Dan kita langsung menuju ke Rumah Sakit. Sekarang Bang
Raffa sedang ditangani oleh Dokter Gue dan Ayah duduk di ruang tunggu sementara
Bunda Dia mondar-mandir cemas.
“Bunda lebay”. ucap Gue berbisik ke Ayah
dan Ayah mengangguk
“Bun duduk”. Ucap Ayah
“Yah gimana kalo Raffa geger otak,
__ADS_1
gimana kalo Dia amnesia”.
“Gak akan kali Bun”. Ucap Gue santai kemudian
Dokter keluar
“Gimana dok keadaan anak Saya?”. ucap
Bunda
“Gak apa-apa kok gak ada yang serius, Cuma
sobek aja”. Ucap dokter
“Tuh kan gak apa-apa Bun”. Ucap Ayah
“Kepala sobek gak apa-apa”. Ketus Bunda
Sekarang Raffa dipindahkan ke ruangan
VVIP dan Dia belum sadar karena pengaruh obat bius. Gue ingat ada Angga juga
dirumah sakit ini dan Gue langsung ke ruangan Angga.
“Eh Angga mau kemana?”. Tanya Gue
melihat Angga yang terduduk dikasur dan Ibu nya sedang membereskan
barang-barangnya
“Mau pulang lah”. Ucap Angga
“Eh Lo ngapain disini? Mana kucel gitu”.
Ucap Angga memang iya Gue sekarang memakai piyama dan sandal tidur
“Bang Raffa kepalanya bocor”. Ucap Gue
tenang
“Hah kok bisa?”. Tanya Angga tampak
kaget
“Biasa lah, Dia kan hiper aktif
anaknya”. Ucap Gue sambil tertawa
“Ih serius”. Ucap Angga
“Tadi jatuh deket kolam renang”. Ucap Gue
tertawa membayangkan kejaDian tadi
“Lo mah Abang sakit malah ketawa”. Ucap
Angga mentoyor kepala Gue
“Hahah Lo kalo liat pas Dia jatuh, pasti
ngakak kaya Gue”. Ucap Gue yang lagi-lagi tertawa
“Kenapa bisa jatuh?”.
“Rebutan pudding”. Ucap Gue singkat
“Dasar ih”. Ucap Angga tersenyum tipis
“Ya udah kita jenguk Raffa dulu”. Ajak
Ibu Angga
“Iya”. Ucap Angga
Dan kita berjalan kearah kamar Raffa.
Dan disana Raffa masih belum sadar sehingga Ibu dan Angga gak lama-lama karena
mereka juga harus pulang dan istirahat karena keadaan Angga yang baru pulih. Gue
Ayah dan Bunda duduk dikursi menatap Bang Raffa yang terbaring di Kasur rumah
Abang Gue jatuh. Gak lama Bang Raffa membuka kan matanya Dia langsung menatap
kearah kami dan Gue langsung tertawa keras.
“Berisik”. Ucap Ayah ketus dan seketika Gue
langsung Diam
Kita bertiga langsung menghampiri Raffa
yang terbaring lemas dengan ekspresi muka yang sangat-sangat kocak.
“Masih sakit sayang?”. Tanya Bunda Raffa
mengangguk pelan
Dretttt…..
“Ayah Bunda Bang Lala angkat telepon
dulu”. mereka mengangguk, Gue berjalan keluar
TELEPON
“Hallo”.
“Kamu
dimana? Ini Aku depan rumah, kok sepi sih”.
“Aku
dirumah sakit”.
“Kamu
kenapa? Sakit lagi”. Ucapnya cemas
“Bang
Raffa yang sakit”.
“Sakit
apa Dia?”.
“Kamu
kesini aja, nanti lihat sendiri”. Ucap Gue tertawa pelan
“Rumah
Sakit mana?”.
“Immanuel”.
“Okeee”.
Gue masuk lagi ke ruangan Bang Raffa.
“Lala jagain Abang, Ayah sama Bunda
pulang dulu ganti baju nih penuh darah gini, gak lama nanti balik lagi”. Bunda Gue
mengangguk
“Hati-hati”. Ucap Gue melambaikan tangan
ke mereka yang berjalan keluar
“Bang”.
“Hmmm”. Ucap Bang Raffa menutup matanya
“Hahahahahahha”. Gue tertawa keras
“Berisik bego”. Bang Raffa mentoyor
__ADS_1
kepala Gue
“Kalo aja tadi Gue rekam kejadiannya, gue
masukin Youtube pasti banyak yang nonton”. Ucap Gue tertawa
“Adek durhaka, adek terkutuk, adek bau,
adek nyebelin, adek jelek”. Ucapnya melempar bantal dan selimutnya sedangkan Gue
tertawa dan berlari menjauh
“Sabar sabar”. Ucap Gue memungut
barang-barang yang Dia lembar
“Lagian Lo ngapain sih lari-lari?”.
“Puding Gue dihabisin Ayah makanya Gue
lari mau minta punya Lo sama Bunda”.
“Hahahahhahaha, durhaka sih Lo tadi Lo
gak mau bagi-bagi sama Gue”. Ucap Gue tertawa
“Bang Lo tau gak kepala Lo tadi di
jahit”.
“Seriusan Lo”. Ucapnya mukanya menjadi
lebih pucat
“Iyee 12 jahitan Bang”. Ucap Gue dengan
nada serius
“Hah sampe 12 jahitan?”. Mukanya pucat
karena Dia tuh sangat tAkut jarum suntik dan Gue tertawa puas
“Untung Lo gak amnesia kaya di
sinetron-sinetron Bang”. Dia Diam mungkin berfikir tentang kepalanya yang
dijahit 12 jahitan
“Muka Lo tolong dikontrol”. Ucap Gue
yang lagi-lagi tertawa keras
“Ishh Dek seriusan kepala Gue di jahit
12 jahitan?”. Ucapnya menatap Gue
“Lo jadi orang gampang banget di tipu
Bang”. Ucap Gue tertawa terbahak-bahak
“Ishh Lo Gue pecat jadi adek”. Ucapnya
teriak sedangkan Gue masih tertawa
“Aduh sakit”. Ucapnya memegangi
kepalanya, Gue langsung merhenti dan menatapnya
“Apaan liat-liat?”. Ketus Bang Raffa
“Sakit?”. Tanya Gue
“Ya Lo pikir”. Ucapnya cuek Gue langsung
Diam
“Ngapain diem gitu?”.
“Gue lagi mikir”. Ucap Gue
“Mikirin apaan?”.
“Mikirin kepala Lo sakit gak”.
“Ishhhh, Lo ***** banget sih jadi adek,
yang namanya habis di jahit ya pasti sakit lah”. Ucapnya sedikit teriak
Cklekk…
Seseorang membuka pintu Gue dan Bang
Raffa menatap kearahnya.
“Ishhh Lo ketuk dulu kek”. Ucap Bang
Raffa
“Hehehe”. Tawa orang yang baru saja
masuk
“Lo so sweet bangt sih bawa bunga dan
buah-buahan”. Ucap Raffa
“Dih apaan ya, Gue masih normal kali,
nih buah buat Lo Gin dan ini Bunga buat pacar Gue tercinta”. Ucap Varo
memberikan Bucket bunga ke Gue
“Ihhh makasih sayang”. Ucap Gue
tersenyum Dia mengangguk
“Lo kenapa?”. Tanya Varo
“Kepalanya bocor”. Ucap Gue
“Gue yang ditanya”. Ucap Bang Raffa
“Kok bisa?”.
“Tadi Dia lari-larian terus jatuh deh
deket kolam renang”. Jawab Gue
“Lari-larian kurang kerjaan banget sih Lo”.
Ucap Varo
“Ishh Gue tuh rebutan puding sama Dia”.
Ucap Bang Raffa menunjuk Gue sontak Varo yang mendengarnya langsung tertawa
keras dan Gue yang melihatnya ikut juga tertawa
“Jadi kesimpulannya Lo ada di sini
gara-gara rebutan puding?”. Raffa mengangguk dan Gue dan Varo kembali tertawa
keras
“Puas Lo berdua ngetawain Gue”. Ucap Raffa
“Lagian Lo mah ngakak sih”. Ucap Varo
yang mengusap matanya karena mengeluarkan air akibat tertawa terlalu puas
“Gara-gara Dia”. Ucap Raffa menunjuk Gue
“Ishh apaan kok jadi salah Gue, orang Lo
yang salah ngapain lari-lari coba hahahaha”. Gue
Gue dan Varo masih tertawa sedangkan Raffa
memasang wajah bete nya melihat Gue dan Varo.
__ADS_1
Cklek…