The Bradley

The Bradley
38. Bocor


__ADS_3

Kita sudah keluar dari rumah sakit


beberapa hari lalu, kecuali Angga Dia masih harus dirawat disini karena Dia


sangat parah. Gue dan anak-anak tiap hari jenguk Dia ke rumah sakit, ada juga


yang nginep buat jaga malam nya.


Hari ini hari minggu, 2 minggu lagi


adalah ujian semester.


“Lala nanti pas Kamu beres ujian


semester kita jalan-jalan yaa”. Ajak Ayah


“Kan ayah di London”.


“Nanti Ayah cuti”.


“Gak mau jalan-jalan yah Capek Aku


pingin naik kenadaraan gak mau jalan”.


“Iya maksud Ayah Liburan gitu”.


“Ohh okeyy deh sip, kemana?”.


“Maunya kemana?”.


“Bali”. Ucap Bang Raffa yang baru saja


keluar dari kamarnya


“Iya Bali aja Yah”. Gue


“Ya udah nanti kita ke Bali yah”. Ucap


Ayahh


“Yeyyyy Bang bentar lagi Gue ulang taun,


kado nya dipikirin dari sekarang ya”. Ucap Gue senyum-senyum


“Pede banget Lo mau Gue kasih kado”.


Ucapnya


“Awas aja kalo gak ngasih kado, Gue


pecat Lo jadi Abang”. Ancam Gue


“Bagus lah, jadi Gue gak punya Adek


ngeselin kaya Lo”.


“Dih jahat, Bunda Bang Raffa jahat”. Ucap


Gue berlari menghampiri Bunda yang ada di Dapur


“Jangan berantem terus Bunda pusing”.


Ucap Bunda memegangi kepalanya


“Hahahahha”. Gue Ayah dan Bang Raffa


tertawa melihat Bunda


“Malah pada ketawa, nih Bunda bikin


puding”.


“Wihh enak nih”. Ucap Bang Raffa


“Adek jangan dikasih Yah”. Ayah


mengangguk


“Bunda, Ayah sama Abang pelit”. Adu Gue


ke Bunda


“Nih Lala sama Bunda aja”. Ucap Bunda


mengeluarkan Puding dari dalam kulkas


“Yeyyy kita punya lebih banyak”. Ucap Gue


menjulurkan lidah ke Ayah dan Bang Raffa


“Mauu”. Ucap Bang Raffa mendekat


“Ayo Bunda kita makan di halaman


belakanga aja mereka jangan Diajak”. Bunda mengangguk,dan kita berjalan ketaman


belakang meninggalkan Ayah dan Bang Raffa di meja makan


“Ayah kok dihabisin, bagian Raffa


mana?”. Ucap Bang Raffa yang melihat pudding sudah habis dipiringnya


“Heheheh enak sih jadi aja ayah


kelewatan batas”. Ucap Ayah tersenyum


“Ih Ayahhh, Bunda Aku minta”. Ucap Bang


Raffa lari ke halaman belakang dengan tangan memegang sendok


Gue sama Bunda lagi duduk dipinggir


kolam renang sambil memakan puding kita, namun Bang Raffa teriak dan kita


melihat kearahnya yang sedang berlari kearah kita, dan tiba-tiba….


Brughh…


“Ya alloh Raffa”. Ucap Bunda yang


langsung menghampiri Raffa yang jatuh


“Hahahahahahah coba..coba Reply Bang”. Ucap Gue tertawa keras


melihat Bang Raffa jatuh, Bang Raffa meringis kesakitan


“Ayah,, Raffa berdarah”. Teriak Bunda


sontak Gue langsung berhenti tertawa dan langsung menghampiri Bang Raffa dan


Bunda


“Bang pala Lo bocor”. Ucap Gue kaget


melihat darah keluar dari kepalanya


“Bunda sakit”. Ucap Raffa menangis


dipelukan Bunda


“Dihh,,


kaya bocah”. Cibir Gue


Ayah langsung mengangkat Raffa ke mobil


di ikuti Gue dan Bunda. Dan kita langsung menuju ke Rumah Sakit. Sekarang Bang


Raffa sedang ditangani oleh Dokter Gue dan Ayah duduk di ruang tunggu sementara


Bunda Dia mondar-mandir cemas.


“Bunda lebay”. ucap Gue berbisik ke Ayah


dan Ayah mengangguk


“Bun duduk”. Ucap Ayah


“Yah gimana kalo Raffa geger otak,

__ADS_1


gimana kalo Dia amnesia”.


“Gak akan kali Bun”. Ucap Gue santai kemudian


Dokter keluar


“Gimana dok keadaan anak Saya?”. ucap


Bunda


“Gak apa-apa kok gak ada yang serius, Cuma


sobek aja”. Ucap dokter


“Tuh kan gak apa-apa Bun”. Ucap Ayah


“Kepala sobek gak apa-apa”. Ketus Bunda


Sekarang Raffa dipindahkan ke ruangan


VVIP dan Dia belum sadar karena pengaruh obat bius. Gue ingat ada Angga juga


dirumah sakit ini dan Gue langsung ke ruangan Angga.


“Eh Angga mau kemana?”. Tanya Gue


melihat Angga yang terduduk dikasur dan Ibu nya sedang membereskan


barang-barangnya


“Mau pulang lah”. Ucap Angga


“Eh Lo ngapain disini? Mana kucel gitu”.


Ucap Angga memang iya Gue sekarang memakai piyama dan sandal tidur


“Bang Raffa kepalanya bocor”. Ucap Gue


tenang


“Hah kok bisa?”. Tanya Angga tampak


kaget


“Biasa lah, Dia kan hiper aktif


anaknya”. Ucap Gue sambil tertawa


“Ih serius”. Ucap Angga


“Tadi jatuh deket kolam renang”. Ucap Gue


tertawa membayangkan kejaDian tadi


“Lo mah Abang sakit malah ketawa”. Ucap


Angga mentoyor kepala Gue


“Hahah Lo kalo liat pas Dia jatuh, pasti


ngakak kaya Gue”. Ucap Gue yang lagi-lagi tertawa


“Kenapa bisa jatuh?”.


“Rebutan pudding”. Ucap Gue singkat


“Dasar ih”. Ucap Angga tersenyum tipis


“Ya udah kita jenguk Raffa dulu”. Ajak


Ibu Angga


“Iya”. Ucap Angga


Dan kita berjalan kearah kamar Raffa.


Dan disana Raffa masih belum sadar sehingga Ibu dan Angga gak lama-lama karena


mereka juga harus pulang dan istirahat karena keadaan Angga yang baru pulih. Gue


Ayah dan Bunda duduk dikursi menatap Bang Raffa yang terbaring di Kasur rumah


Abang Gue jatuh. Gak lama Bang Raffa membuka kan matanya Dia langsung menatap


kearah kami dan Gue langsung tertawa keras.


“Berisik”. Ucap Ayah ketus dan seketika Gue


langsung Diam


Kita bertiga langsung menghampiri Raffa


yang terbaring lemas dengan ekspresi muka yang sangat-sangat kocak.


“Masih sakit sayang?”. Tanya Bunda Raffa


mengangguk pelan


Dretttt…..


“Ayah Bunda Bang Lala angkat telepon


dulu”. mereka mengangguk, Gue berjalan keluar


TELEPON


“Hallo”.


“Kamu


dimana? Ini Aku depan rumah, kok sepi sih”.


“Aku


dirumah sakit”.


“Kamu


kenapa? Sakit lagi”. Ucapnya cemas


“Bang


Raffa yang sakit”.


“Sakit


apa Dia?”.


“Kamu


kesini aja, nanti lihat sendiri”. Ucap Gue tertawa pelan


“Rumah


Sakit mana?”.


“Immanuel”.


“Okeee”.


Gue masuk lagi ke ruangan Bang Raffa.


“Lala jagain Abang, Ayah sama Bunda


pulang dulu ganti baju nih penuh darah gini, gak lama nanti balik lagi”. Bunda Gue


mengangguk


“Hati-hati”. Ucap Gue melambaikan tangan


ke mereka yang berjalan keluar


“Bang”.


“Hmmm”. Ucap Bang Raffa menutup matanya


“Hahahahahahha”. Gue tertawa keras


“Berisik bego”. Bang Raffa mentoyor

__ADS_1


kepala Gue


“Kalo aja tadi Gue rekam kejadiannya, gue


masukin Youtube pasti banyak yang nonton”. Ucap Gue tertawa


“Adek durhaka, adek terkutuk, adek bau,


adek nyebelin, adek jelek”. Ucapnya melempar bantal dan selimutnya sedangkan Gue


tertawa dan berlari menjauh


“Sabar sabar”. Ucap Gue memungut


barang-barang yang Dia lembar


“Lagian Lo ngapain sih lari-lari?”.


“Puding Gue dihabisin Ayah makanya Gue


lari mau minta punya Lo sama Bunda”.


“Hahahahhahaha, durhaka sih Lo tadi Lo


gak mau bagi-bagi sama Gue”. Ucap Gue tertawa


“Bang Lo tau gak kepala Lo tadi di


jahit”.


“Seriusan Lo”. Ucapnya mukanya menjadi


lebih pucat


“Iyee 12 jahitan Bang”. Ucap Gue dengan


nada serius


“Hah sampe 12 jahitan?”. Mukanya pucat


karena Dia tuh sangat tAkut jarum suntik dan Gue tertawa puas


“Untung Lo gak amnesia kaya di


sinetron-sinetron Bang”. Dia Diam mungkin berfikir tentang kepalanya yang


dijahit 12 jahitan


“Muka Lo tolong dikontrol”. Ucap Gue


yang lagi-lagi tertawa keras


“Ishh Dek seriusan kepala Gue di jahit


12 jahitan?”. Ucapnya menatap Gue


“Lo jadi orang gampang banget di tipu


Bang”. Ucap Gue tertawa terbahak-bahak


“Ishh Lo Gue pecat jadi adek”. Ucapnya


teriak sedangkan Gue masih tertawa


“Aduh sakit”. Ucapnya memegangi


kepalanya, Gue langsung merhenti dan menatapnya


“Apaan liat-liat?”. Ketus Bang Raffa


“Sakit?”. Tanya Gue


“Ya Lo pikir”. Ucapnya cuek Gue langsung


Diam


“Ngapain diem gitu?”.


“Gue lagi mikir”. Ucap Gue


“Mikirin apaan?”.


“Mikirin kepala Lo sakit gak”.


“Ishhhh, Lo ***** banget sih jadi adek,


yang namanya habis di jahit ya pasti sakit lah”. Ucapnya sedikit teriak


Cklekk…


Seseorang membuka pintu Gue dan Bang


Raffa menatap kearahnya.


“Ishhh Lo ketuk dulu kek”. Ucap Bang


Raffa


“Hehehe”. Tawa orang yang baru saja


masuk


“Lo so sweet bangt sih bawa bunga dan


buah-buahan”. Ucap Raffa


“Dih apaan ya, Gue masih normal kali,


nih buah buat Lo Gin dan ini Bunga buat pacar Gue tercinta”. Ucap Varo


memberikan Bucket bunga ke Gue


“Ihhh makasih sayang”. Ucap Gue


tersenyum Dia mengangguk


“Lo kenapa?”. Tanya Varo


“Kepalanya bocor”. Ucap Gue


“Gue yang ditanya”. Ucap Bang Raffa


“Kok bisa?”.


“Tadi Dia lari-larian terus jatuh deh


deket kolam renang”. Jawab Gue


“Lari-larian kurang kerjaan banget sih Lo”.


Ucap Varo


“Ishh Gue tuh rebutan puding sama Dia”.


Ucap Bang Raffa menunjuk Gue sontak Varo yang mendengarnya langsung tertawa


keras dan Gue yang melihatnya ikut juga tertawa


“Jadi kesimpulannya Lo ada di sini


gara-gara rebutan puding?”. Raffa mengangguk dan Gue dan Varo kembali tertawa


keras


“Puas Lo berdua ngetawain Gue”. Ucap Raffa


“Lagian Lo mah ngakak sih”. Ucap Varo


yang mengusap matanya karena mengeluarkan air akibat tertawa terlalu puas


“Gara-gara Dia”. Ucap Raffa menunjuk Gue


“Ishh apaan kok jadi salah Gue, orang Lo


yang salah ngapain lari-lari coba hahahaha”. Gue


Gue dan Varo masih tertawa sedangkan Raffa


memasang wajah bete nya melihat Gue dan Varo.

__ADS_1


Cklek…


__ADS_2