
Kali ini perjalanan menuju Hutan Moa yang berada di dekat Kerajaan Shu Ren, kerajaan yang memiliki budaya berbeda dari benua lainnya. Kerajaan Shu Ren, Kerajaan Zao Pi, Kerajaan Sun Wu, dan Kerajaan Mao Song memiliki kebudayaan dan pakaian yang sama. Empat kerajaan itu terletak di sebelah timur benua Qwenzy, jarak antar kerajaan begitu jauh karena wilayah benua Qwenzy yang sangat luas dari benua lainnya.
Membutuhkan waktu satu setengah tahun untuk mencapai tempat terakhir dibangunnya altar pemanggilan. Dan pembangunan altar pemanggilan berada di Hutan Yuan yang berada di kawasan Kerajaan Mao Song.
"Ini akan menjadi perjalanan yang panjang, jika kita memakai teleportasi yang hanya membutuhkan waktu satu detik untuk sampai. Lalu, Master ingin kita berjalan kaki menuju tempat itu? Kita akan butuh waktu satu tahun lebih untuk sampai, bukan?" tanya pria bersurai hijau.
Bulu rubah putih menghiasi kerah pakaiannya, surai panjangnya sedikit terikat dan wajahnya yang memiliki ciri khas dari empat kerajaan di benua Qwenzy. Kerajaan Shu Ren, Kerajaan Zao Pi, Kerajaan Sun Wu, dan Kerajaan Mao Song memiliki ciri khas dengan orang-orangnya berkulit cerah, dan kuning langsat tanpa bintik merah seperti orang-orang di benua Husberg. Memiliki mata sipit dan juga kepintaran mereka di bidang perdagangan.
Ciri khas lainnya adalah memiliki bentuk wajah yang cenderung bulat, orang Kerajaan Shu Ren memiliki mata yang lebih besar dibandingkan orang-orang Kerajaan Mao Song. Bentuk mata orang Shu Ren ini sipit atau kecil dan memanjang yang terlihat jelas untuk kaum perempuannya. Namun, mereka tidak memiliki kelopak mata. Penduduk Kerajaan Shu Ren seperti Kerajaan Ayuya yang berada di benua Ecentra, hanya saja mereka lebih maju dari Kerajaan Shu Ren.
Penduduk Kerajaan Sun Wu memiliki mata yang lebih kecil lagi dengan satu kelopak mata. Sedangkan penduduk asli Kerajaan Mao Song dan juga Zao Pi memiliki mata bulat besar tanpa kelopak mata. Walaupun mereka masih kalah saing dengan teknologi kerajaan Asiena, Golwery, Javkel, Hirone, dan Etrama.
"Tidak perlu terburu-buru, Master harus mengetahui tentang dunia luar. Lagi pula ia masih terlalu kecil untuk menghadapi perang besar melawan Kerajaan Xeravine," jawab Evrard, Veryl hanya mendesah kasar.
Pria bersurai putih pendek dengan iris berwarna beige, pakaiannya yang terkesan seperti bangsawan sudah memperjelas status ia saat ini. Esmelth itu seakan-akan terhipnotis dengan adanya Lucy setelah gadis itu menjadi Masternya. Kharel, Esmelth berwajah tampan itu terlihat selalu tersenyum akhir-akhir ini, sedangkan Lucien merasa cemburu dengan kedekatan Jendral miliknya dengan Lucy.
"Bisakah kau menjauh dari istriku?" ujar Lucien yang lagi-lagi tidak menutupi kecemburuannya sama sekali.
Lucy hanya menatap malas Esmelth pertamanya itu, untuk apa esmelth itu cemburu pada anak buahnya sendiri. Terkadang Lucy tidak habis pikir dengan tingkah laku Lucien yang di luar akal sehat. Kali ini mereka berhenti di tepi sungai yang tidak terlalu dalam, terlihat jelas sungai itu bersih dari sampah yang akan mencemari air. Lucy berlari dan langsung saja masuk ke dalam air, sudah lama ia tidak berendam di air yang cukup dingin di siang hari.
"Huaa, ini segar sekali," Lucy tertawa kecil sambil memainkan air di pakaiannya.
"Master, lepas pakaianmu. Aku akan mengeringkannya," ujar Odette yang mendekat ke pinggir sungai.
Lucy melepas pakaiannya dan memberikan ke Odette, ia kembali berbalik dan memperlihatkan bekas luka di tubuh mungilnya. Seperti Evrard dan Alice pertama kali melihat punggung Lucy, para Jendral yang baru bergabung menatap ngeri punggung Lucy yang penuh dengan bekas luka.
Zoe menahan geramannya, ia memang tidak berbelas kasih kepada manusia. Tetapi, ia tidak pernah menyerang anak kecil atau melukainya sedikit pun. Melihat tubuh Lucy yang memiliki bekas luka parah di punggung, membuat jiwa hewan liar miliknya bergejolak meminta untuk di keluarkan dan membunuh siapa pun yang melukai Lucy.
"Zoe!" Lucien memperingati akan hawa membunuhnya yang dapat menakuti Lucy.
"Maafkan aku, Lord Lucien," jawab Zoe dan memilih untuk duduk di samping Alice.
"Odette, kau bisa menyembuhkannya?" tanya Veryl yang mengetahui jika Odette mampu menyembuhkan luka di tubuh Magia.
Wanita esmelth itu hanya diam sambil memperhatikan punggung Lucy, iris berwarna sienna miliknya meneliti punggung Lucy dengan teliti. Ada beberapa segel di punggung Lucy, ia tidak tahu segel apa yang telah di tanam dalam tubuh gadis kecil itu.
"Itu bukan luka biasa, ada beberapa segel yang tertanam dalam tubuhnya. Master bisa dalam keadaan bahaya jika kita langsung saja menghancurkan segel di tubuhnya," jawab Odette setelah memberikan pakaian kering Lucy kepada Alice.
"Segel?" Lucien membeo.
__ADS_1
"Ada enam segel berada di punggungnya," jawab Odette.
"Segel pertama adalah Terra, segel bumi yang membuat tubuh Master tidak dapat merasakan rasa sakit. Segel yang tertanam lebih kuat daripada segel biasanya, biasanya segel itu di berikan untuk para prajurit perang, atau seseorang yang memumpunyai kelainan dalam seks." Kata Odette, kalimat terakhir wanita itu membuat semua esmelth menoleh ke arahnya.
"Kelainan seks yang aku maksud adalah, saat membuat pasangannya tersiksa dan tidak akan merasakan rasa sakit meski ia memukulnya sampai berlumuran darah," terang Odette dan semua mengangguk mengerti.
"Segel kedua adalah Himmel, segel langit untuk menghentikan mana yang masuk ke dalam tubuh Magia. Segel ketiga adalah Chove, segel hujan yang membuat luka di tubuh master tidak bisa menghilang. Aku baru dapat melihat ketiga segel itu, tiga segel lainnya dapat aku lihat jika langsung bersentuhan dengan Master," lanjut Odette.
"Master, bisakah aku menyentuh punggungmu?" panggil Odette, Lucy menoleh sambil mengangguk, gadis itu mendekat lalu duduk di bebatuan dekat dengan Odette.
Odette langsung memeriksa ketiga segel lainnya, raut wajahnya seketika memucat setelah menyadari apa yang terdapat dalam tubuh Lucy.
"Ini tidak bagus," desis Odette sambil mencoba menghancurkan satu segel.
"Uhuk," Lucy langsung saja memuntahkan darah dari bibirnya.
Blaaassshhh
Lucien langsung mendekat sambil mendorong tubuh Odette untuk menjauh, terlihat tangan Odette yang terbakar karena api yang muncul dari retakan segel yang ingin dihancurkannya.
"Apa yang terjadi?" tanya Lucien dengan wajah yang begitu panik sambil memeluk tubuh Lucy.
"Segel keempat ... Stevec, segel itu akan menghancurkan lawan bagi yang ingin menghancurkan segel lainnya yang telah di lindungi oleh segel Stevec. Biasanya segel Stevec di berikan untuk bertahan dan melindungi, dan kali ini segel kuat tersebut tengah melindungi segel lainnya. Segel kelima adalah Le Mort, segel kematian yang di tanamkan dengan sihir tertinggi. Usia yang di tetapkan belum diketahui, dan ini akan menjadi sulit untuk tidak mengetahui segel terakhir, tetapi aku telah mengetahuinya. Segel terakhir adalah Luxuria, segel untuk para pendeta atau mereka yang bekerja dan melindungi ajaran Tuhan. Segel penghilang nafsu, segel yang sangat ampuh untuk mereka yang ingin menghindari surga duniawi."
"Jadi, bagaimana untuk menghancurkan keenam segel itu?" tanya Lucien, Odette berpikir sejenak sambil menyembuhkan luka bakar di tangannya.
"Dari yang aku teliti ... apakah aku harus mengatakannya di sini?" tanya Odette dan semua mengangguk sedangkan Lucy tidak sadarkan diri di pelukan Lucien.
Alice memberikan pakaian Lucy yang lainnya dan mengenakannya secara hati-hati. Ia dapat melihat sebuah segel yang terlihat semakin lama semakin menghilang. Setelah selesai Lucien memeluk Lucy erat-erat seperti tidak ingin kehilangan.
"Master harus melepas keperawannya sebelum berusia delapan belas tahun."
__ADS_1
Hening, wajah mereka satu persatu memerah lalu berpaling ke arah lain. Lucien menarik sudut bibrinya yang sudah mulai berkedut, itu mudah dan sulit untuknya. Saat ini usia Lucy masih berusia hampir sembilan tahun, beberapa bulan lagi ia akan berusia sembilan tahun. Dengan kata lain, usia Lucy tidak akan lama lagi. Sembilan tahun, waktu Lucy yang tersisa. Lucien pun tidak tahu apa reaksi Lucy jika ia mengambil paksa mahkota milik gadis kecil itu.
"Dengan adanya segel Luxuria, aku mengatahui jika Master tidak akan memiliki keinginan untuk melakukan hal yang membuat dirinya merasa kotor. Dengan begitu jalan kematian untuk Master dapat dengan mulus terlaksana," terang Odette.
"Tidakkah ada cara lain?" tanya Kharel yang sedari tadi hanya terdiam.
"Kelemahan segel Stevec adalah dengan berhubungan intim, kau tahu akan hal itu." Jawab Zoe yang merasa kesal karena ia tidak dapat membantu.
Mata kucing Zoe dengan warna grey itu bergulir cepat ke arah tenggara, ia merasakan ada sekelompok manusia yang mendekat dengan kecepatan lari kuda dan para esmelth. Jaraknya masih ratusan mill dan Zoe dapat mendengar dan merasakan getaran di tanah yang ia pijaki.
"Dua ratus orang dengan Esmelth mereka datang, aku tidak tahu apa yang mereka cari. Dengan kondisi seperti ini, apa kita akan memusnahkan mereka?" lapor Zoe, Lucien bangkit berdiri sambil menatap ke arah Kharel.
Kharel dengan segera membuka sebuah portal dimensi lain di dekatnya, "Masuklah, kita akan pergi ke kediamanku dan tinggal di sana dalam beberapa hari," ujar Kharel.
Mereka semua memasuki portal itu dan Kharel langsung menutupnya, di dalam dimensi itu begitu gelap dan juga seperti berada di luar angkasa. Kharel langsung memandu mereka semua untuk mengikutinya hingga menemukan sebuah mansion besar yang melayang di udara. Pintu langsung saja terbuka saat Kharel mendekati mansion besar itu.
"Aku pikir kau membangun istana di dimensimu, ternyata kau hanya membuat mansion kecil," ujar Lucien yang sekarang menapak di lantai mansion.
Kekuatan Kharel selain api dan ledakan adalah membuka dimensi lain yang hanya beberapa Esmelth saja yang dapat membukanya. Namun, jika ada Esmelth membuka dimensi lain, mereka tidak akan saling bertemu karena dimensi ciptaan mereka tidak tersambung satu sama lain.
"Tidak akan ada yang memasuki dimensiku selain kalian, aku tidak perlu membuat istana hanya untuk aku tinggali," jawab Kharel yang langsung memberitahukan kamar untuk Lucy tinggali.
"Di lantai dua kamar ketiga, itu kamar untuk Master. Ruangan itu lebih luas dari yang lain, aku baru saja merombaknya lebih besar agar kau juga leluasa 'bermian' dengan Master," terang Kharel sambil memberikan senyuman tenang yang mengejek.
Lucien hanya menyeringai membalas senyuman Kharel, sebuah kata yang mampu membangunkan sisi lain Lucien jika terpancing. Kembali, Lucien bergumam untuk melindungi Lucy dan tidak membuat gadis itu membencinya karena mengambil mahkotanya yang berharga.
"Jangan memancingnya, Kharel. Lord Lucien lebih berbahaya jika hanya sedang berdua dengan Master," ujar Evrard sambil duduk di sofa bludru berwarna ultramarine.
Kharel hanya tertawa kecil, ia membuat bola sihir yang begitu besar dan menampilkan Ether Land. Tempat yang baru saja mereka tinggalkan, beberapa orang dengan membawa bendera Kerajaan Xeravine terlihat sedang beristirahat di tepi sungai.
"Kita akan membalaskan rasa sakit Master pada mereka suatu hari nanti."
***
__ADS_1