The Curse Of Esmelth

The Curse Of Esmelth
Episode 21


__ADS_3

Sudah beberapa minggu Lucy berada dalam dimensi Kharel, dan sudah berapa ratus buku Lucy membacanya. Banyak pengetahuan  yang baru saja ia dapatkan dalam perpustakaan di Mansion milik Kharel. Esmelth bersurai putih itu tampak senang dengan antusias Lucy dalam hal membaca. Gadis kecil itu selalu terlihat berbinar-binar jika ia mendapatkan pengetahuan baru.


Lucien setia menemani Lucy, gadis itu selalu berada di pangkuan Lucien ketika sedang serius membaca. Bahkan Lucien akan menyuapi Lucy yang selalu saja melupakan makanannya. Esmelth lainnya hanya bisa mengawasi Lucy, gadis itu terlihat bahagia seperti anak kecil lainnya. Mengingat Lucy yang tidak memiliki teman, membuat mereka semakin sedih akan kehidupan Lucy.


"Bagaimana dengan last lancer night?" tanya Lucien.


"Ada beberapa gaya bertarung dari last lancer night. Jika gaya bertarungnya adalah piramid maka, kau harus memakai apretia gun untuk melubangi titik buta dari last lancer night. Sedikit gerakan memutar ke belakang dan memberikan shooting blind untuk membuatnya tidak melihat lawan." Jawab lucy dengan percaya diri.


"Mengapa harus memutar ke belakang?" tanya Lucien yang penasaran dengan jawaban gadis kecil itu.


"Karena menembakkan shooting blind harus memiliki jarak yang cukup jauh dari target, jarak minimal adalah lima meter. Karena itu kita harus memutar mundur untuk memberi jarak, sekaligus mengecoh lawan," jawab Lucy dengan lancarnya.


"Lalu bagaimana dengan serangan lawan selanjutnya?" tanya Lucien lagi.


"Lawan akan merasa panik dan mengeluarkan sihir tertinggi untuk melindungi diri, kemungkinan melakukan itu adalah delapan puluh persen. Ketika kita percaya akan kegagalan dan hanya memiliki kemungkinan dua puluh persen, kita membutuhkan miss mana untuk menghentikan sihir yang berada di sekitarnya. Dengan kata lain, hanya bisa dilakukan oleh esmelth yang memiliki jenis sihir penetral mana," jawab Lucy, Lucien tersenyum lebar mendengar jawaban brilian dari Lucy.


"Kau memiliki otak yang jenius, Lucy. Kau bahkan dapat mengatasi strategi yang baru saja kau baca," sanjung Lucien dan Lucy hanya tersenyum lebar sambil kembali membaca buku di pangkuannya.


Archen mendengkus, kini ia mengerti mengapa teman-temannya langsung saja jatuh hati pada gadis kecil itu. Tetapi ia bangga saat melihat senyuman Lucien yang begitu lembut untuk sang Master. Ia mengingat ratusan tahun silam, tuannya itu tidak pernah tersenyum bahkan terlalu dingin kepada orang lain. Tetapi karena seorang manusia, Tuannya menjadi sedikit lebih baik.


Kesendrian dan rasa kesepian Lucien terlalu besar dan tuannya sering menyalahkan takdir akan dirinya yang tidak dapat memiliki seorang Master. Melihat temannya yang seorang manusia mati saat perang besar terjadi, membuat Lucien lepas kendali dan bahkan menghanguskan satu kerajaan.


"Memikirkan sesuatu?" tanya Alice pada Archen.


"Aku hanya bosan berada di sini," jawab Archen asal.


"Kau boleh keluar jika kau mau, musim dingin kali ini merupakan badai terbesar sepanjang sejarah." Jawab Kharel sambil menyeruput teh buatan Odette.


"Tidak, terima kasih. Aku alergi udara dingin!" jawab Archen sambil memainkan api di tangannya.


Mereka tertawa bersama dengan kekalahan Archen, Lucy yang mendengar candaan para esmelthnya hanya **** senyum. Sesekali ia harus mengenyahkan wajah Lucien yang terlalu dekat dengan wajahnya.


Musim semi telah tiba, udara mulai menghangat dan Lucy kini telah keluar dari dimensi milik Kharel. Mengejar kupu-kupu adalah hal yang pertama kali di lakukan Lucy, setelah beberapa bulan di dalam dimensi milik Kharel. Gadis kecil itu terlihat lebih ceria daripada sebelumnya, meski masih ada sisa-sisa salju di atas tanah maupun di pepohonan.


"Kita harus pergi secepatnya," ujar Lucien sambil melangkah maju dan menggendong Lucy.


"Ayo Lucy, esmelth lain menunggumu." Lucy hanya mengangguk mendengar perkataan Lucien.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan, lagi-lagi Lucy tertidur dalam gendongan Lucien. Entah mengapa gadis itu akhir-akhir ini sering tertidur, dan akan kembali bangun tepat sepuluh menit.


"Ada apa?" tanya Evrard yang berada di sisi Lucien.


"Aku mencium aroma seorang esmelth dari tubuh Lucy," jawab Lucien.


"Kau mengenalnya?" tanya Evrard lagi.

__ADS_1


"Mungkin, aku sudah lupa aroma tubuh para esmelth," jawab Lucien seadanya.


Lucy terbangun dan mengerjapkan kedua matanya, ia melihat sekitarnya dan mendapati para esmelth miliknya yang lengkap. Kemudian Lucy melihat di mana kini ia berada, sekitar beberapa jam mungkin mereka akan sampai hutan Mu Shi yang terkenal dengan labirinnya. Hutan Mu Shi adalah hutan yang terletak dibawah kaki gunung Jian Mo. Hutan yang cukup luas dan sering memakan banyak korban.


Labirin yang diciptakan oleh seorang esmelth agar hutan itu terhindar dari para Magia dan manusia biasa yang ingin memanfaatkan daerah netral di benua Qwenzy. Ada beberapa daerah netral yang tidak boleh terjadi peperangan dan juga tidak di perbolehkan mendirikan kekuasaan di benua Qwenzy. Semua itu di lakukan agar tidak ada kerajaan yang melebarkan kekuasaan mereka dengan sembarangan dan menyebabkan perang besar terjadi.


"Sampai," ujar Lucien.


Mereka sekarang berada tepat di depan hutan, Lucy yang tahu akan hal itu langsung saja turun dan berlari riang memasuki hutan.


"Lucy!" teriak Lucien yang langsung pergi mengikuti Lucy.


Esmelth lain langsung memasuki tubuh Lucy agar tidak terpencar. Letak pepohonan mulai berubah, hutan itu seperti hidup saat Lucy melewatinya. Sedangkan  Lucy berlari seperti mencari seseorang dengan tawa riangnya. Beberapa kali ia melompat melewati jurang kecil yang tercipta dari pergerakan tanah.


"Lucy!" panggil Lucien seperti tidak terdengar.


Dengan terpaksa ia masuk ke dalam tubuh Lucy dan menjaganya dari dalam, saat ini Lucy seperti sedang terpanggil. Beberapa kali gadisitu terjatuh dan bangkit kembali, Lucy seperti sudah mengenali wilayah hutan itu.


Lucy kembali melompat, ia langsung saja berpegangan dengan akar pepohonan yang mencuat panjang. Lucy mencoba memanjat dan berhasil, ia kembali berlari sambil tertawa seperti sedang bermain dengan seseorang.


"Apa yang terjadi pada Master?" tanya Evrard melihat Lucy yang terlihat aneh.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi, Master seperti sedang bermain dengan seseorang. Apa mungkin Esmelth itu pelakunya?" jawab Zeo lalu menoleh ke arah Evrard.


"Ya, karena ia juga dapat melakukan sihir seperti ini. Mengubah letak-letak daratan sesuka hati," jawab Zeo.


"Apa yang ia rencanakan? Apa karena itu juga Master sering tertidur?" Kharel mulai mencemaskan Lucy.


"Mungkin saja, kita lihat apa yang Esmelth itu lakukan kepada Lucy," jawab Lucien sambil menahan kecemburuannya.


Evrard hanya bisa memutar bola matanya jengah, aura cemburu Lucien kembali keluar dan membuat sekitarnya terasa suram. Tidak heran melihat Lucien cemburu seperti itu, ia sudah sering merasakan sedikit amukan kecil dari Lucien saat sang Tuan tengah cemburu kepadanya.


Lucy terlihat kelelahan dan memilih untuk beristirahat di bawah pohon, ia menandai pohon itu dengan potongan kayu di dekatnya. Luka-luka di tubuhnya menghilang dengan cepat. Lucy menarik napas dalam-dalam, akan memakan waktu untuk mencari jalan yang benar menuju tengah hutan yang terhubung langsung dengan pegunungan Jian Mo.


'Lucy, apa yang kau cari?' tanya Lucien.


'Seseorang, ia mengatakan akan memberikan permainan yang menantang untukku,' jawab Lucy sambil tertawa kecil.


'Kau tahu ini sangat berbahaya,'


'Bukankah ini menarik? Aku menikmatinya, aku harus cepat menemukannya sebelum matahari tenggelam,'


'Siapa yang kau cari?'


'Snowream.'

__ADS_1


Lucy kembali berdiri setelah cukup mengisi tenaganya, ia juga tidak mendengar Lucien kembali berbicara padanya. Gadis kecil itu kembali berlari, kaki mungilnya dapat melompat tinggi karena sudah sering berlatih dengan para esmelth miliknya. Tanah kembali bergetar dan bergerak untuk menyesatkan Lucy.


Sayangnya Lucy dapat merasakan mana berbeda dari tengah hutan, karena itu ia dengan mudah berlari menuju tengah hutan meski terkadang ia harus berjalan sedikit memutar. Beberapa jam telah berlalu dan akhirnya ia sampai di mana sebuah padang rumput bersalju terlihat begitu luas.


Senyuman Lucy mengembang, ia berlari mengabaikan rasa dingin yang menyentuh kulit kakinya yang tanpa alas. Di tengah padang rumput itu terdapat sebuah kursi kristal es dengan sandaran yang begitu tinggi. Langkah kakinya terhenti saat jaraknya dengan kursi itu sudah dekat. Seorang pria berdiri lalu merentangkan kedua tangannya ke arah Lucy, gadis itu tersenyum dan berhamburan di pelukan pria itu.


"Aku menemukanmu!" pekik Lucy dengan tawa riang.


"Kau benar-benar bisa lolos dari labirin yang aku buat? Kau benar-benar menakjubkan, Lucy. Dan mana milikmu mengapa begitu banyak?" jawab pria itu sambil mengerutkan dahi.


Lucy hanya tersenyum dan melepaskan pelukan Lucy, gadis kecil itu merentangkan tangannya kedepan dan mulai membuat kontrak dengan pria itu.


"Dengan ini ka menjadi esmelth milikku, dan namamu adalah ... Rev!"


Cahaya terang bersinar dari tubuh pria yang ternyata adalah seorang esmelth, para esmelth milik Lucy keluar dari tubuh Lucy begiu cahaya terang itu mulai meredup.


"Lucy," panggil Lucien yang agak jauh di belakang Lucy.


Gadis itu tersenyum lalu berlari memeluk Lucien, mantan Raja Esmelth itu langsung menggendong tubuh Lucy dan mencium pipi gadis itu sekilas.


"Kerja bagus, Lucy. Kau dapat membuat Esmelth keras kepala itu menjadi milikmu," ujar Lucien yang tidak menyangka jika Lucy membuat kontrak dengan jendral miliknya.


"Dia keras kepala?" tanya Lucy dan Lucien mengangguk.


Esmelth bersurai goldenrod itu berlutut di kepada Lucy, senyumannya mengembang saat melihat teman-temannya hadir di belakang Lucy. Rev sudah mengetahui siapa yang menjadi esmelth pertama gadis kecil itu. Melihat dari ingatan Lucy, ia mengetahui jelas rupa esmelth yang merupakan tuannya.


"Kau, jangan sekali-kali membuat Master dalam bahaya!" kata Archen menahan geramannya.


"Tenang saja, aku hanya menguji ketangkasan Master," jawab esmelth itu enteng.


Baru saja Archen ingin membakar esmleth itu, Evrard sudah menahan tangan Archen dan menggelengkan kepalanya. Lucien tidak suka jika ada anggotanya yang bertengkar di hadapan Lucy. Archen yang paham hanya bisa menunduk menahan kekesalannya.


 


Rev memang merupakan esmelth yang paling keras kepala di antara teman-temannya. Karena kemampuannya yang unik pun ia sering menjahili teman-temannya di dalam mimpi. Jika dimensi Kharel adalah dunia lain, maka dimensi Rev adalah dunia mimpi. Ia dapat meneror seseorang hanya lewat sebuah mimpi, bahkan ia dapat mmbuat orang tertidur tiba-tiba untuk mengirimnya ke dimensi milik Rev.


Selain itu, Rev juga dapat melihat masa lalu sang pemilik mimpi. Dimana ia tanpa perlu izin untuk melihat kenangan hidup orang tersebut. Tidak jarang juga, Rev memasuki mimpi Lucy akhir-akhir ini..


"Jadi, kemana tujuan kita selanjutnya, Master?"


***


 


 

__ADS_1


__ADS_2