The Dandelion

The Dandelion
One


__ADS_3

Udara dingin menyelimuti jalanan di kota tua ini, menusuk tulang. Semua orang bergemul dibalik pakaian tebal mereka, suhu udara di awal Desember berubah perlahan hingga 15°C. Elieon yang terduduk diam disudut taman memejamkan matanya,menikmati waktu kesendirian yang paling dicintainya. Begitu dingin, tenang, dan indah. Pikirannya berkecamuk dengan imajinasi tak karuan.


"Ah memang begini seharusnya" batinnya dengan mata yang terus terpejam. Sudah satu jam yang lalu dia terduduk dengan buku-buku pelajaran disampingnya.


Elieon seorang gadis berdarah campuran, matanya yang hitam lekat tak seperti penduduk benua biru itu dengan garis alis tegas memberikan kesan kuat dan misterius. Rambut coklat kehitaman yang bergelombang membuat wajahnya terlihat kecil, bibirnya yang sedang atau sedikit tebal tanpa balutan pelembab gambaran bahwa dia juga seorang gadis berwatak dingin dengan muka datar yang tidak memperdulikan apapun. Dia hanya tau bagaimana mencintai dirinya sendiri dan dunianya, seperti yang sedang dilakukannya di sudut taman saat ini.

__ADS_1


"hufft, sudah lama rasanya aku tidak mendapatkan ketenangan!" gumamnya. Matanya terbuka perlahan, tetap sama semua orang hanya berlalu lalang dengan perannya masing masing. Matanya memandang lurus kedepan hingga dia menemukan sesuatu diujung pandangan seseorang yang tengah tertunduk diam termenung entah sudah berapa lama. Terasa familiar pikirnya, tapi dia tidak mau tau lebih lanjut, "bukan urusanku." batinnya.


Tapi dia belum mau beranjak karena terlalu nyaman dengan posisinya. Elieon akhirnya mengamati 'orang itu' lagi, ah ternyata seorang pria.  Pria itu terus tertunduk, seketika datanglah seorang wanita yang kemudian duduk disampingnya. Sesaat pria itu menoleh tapi tertunduk lagi seperti enggan untuk bicara sedangkan sang wanita terlihat sedang murka menunjuk bahkan menyentuh kepalanya dengan kasar, Elieon mengerutkan alis melihatnya. "Apa dia bodoh?mau dipermainkan seperti itu oleh wanita?" elieon tetap memperhantikannya. Wanita itupun meninggalkan pria disampingnya dengan melemparkan sesuatu.


Elieon mulai merasa iba, tapi mencampuri urusan orang lain bukan sifatnya. Pada akhirnya dia harus mencampurinya. Elieon pun menghampiri pria tersebut,

__ADS_1


Pria itu menatap nanar ke arah Elieon "nona, apa aku buruk?" tanyanya tiba tiba sambil menerima sapu tangan. Elieon menatapnya dengan heran, ada apa ini sebenarnya .


"cobalah cintai dirimu sendiri daripada sibuk mencintai orang lain. Kau tak perlu mengembalikan sapu tangan itu, aku tidak pernah mengambil kembali apa yang sudah kuberikan." jawab Elieon kemudian berlalu meninggalkannya.


 Pria itu termenung dengan apa yang diucapkan Elieon, wanita asing tadi memberikan saran yang tidak biasa baginya. Dia kemudian tersenyum dan berfikir "benar, aku bisa menghancurkan diriku jika seperti ini. mencintai diri sendiri? patut kucoba. Dan kita akan bertemu lagi wanita dingin, aku 'Dan delos pasti akan menemukanmu." Dan delos tersenyum lebar menertawakan yang terjadi, bisa-bisanya dia tertarik pada sesuatu yang asing dan baru pertama kali bertemu.

__ADS_1


Sedangkan Elieon sama sekali tidak memikirkan apapun, dia hanya tau bagaimana dia merasa nyaman dan bisa bersantai di cuaca seperti ini. Elieon hanya butuh ketenangan.


Hari yang panjang untuk mereka berdua, yang satu sibuk dengan diri sendiri dan satunya sibuk dengan saputangan yang ada di genggamannya. Sangat menarik.


__ADS_2