
Sampai didepan gerbang kampus Elieon turun dan pamit berterimakasih kepada Eren yang telah memberikan tumpangan. Berkat Eren, dirinya datang ke kampus lebih cepat. Elieon buru buru masuk keruang kelas, karena suhu diluar sangat dingin.
Sepanjang kelas hanya diberitahukan bahwa liburan musim dingin akan dimulai besok. Semuanya diharapkan mengosongkan loker, dan tidak meninggalkan apapun. Kelas dibubarkan, Elieon hanya membawa beberapa barang saja. Karena memang tidak ada barang penting yang pernah ia bawa selain buku.
"Eli!' terdengar teriakan seseorang dari koridor kampus. Elieon menengok dari kearah sumber suara. Terlihat David berlari menghampiri dirinya.
"Kau sudah selesai?" tanya David.
"Sudah." jawab Elieon singkat.
"Kau akan langsung pulang kan? Aku juga akan pulang, kita pulang bersama saja." sambung David.
"Aku mau mampir ke suatu tempat sebentar." timpal Elieon. David mengangguk setuju, mereka berjalan bersama meninggalkan kampus. Suhu makin dingin, Elieon dan David mempercepat langkah mereka hingga tiba disuatu tempat.
"Kafe?" tanya David mengernyikan dahinya
"Ya, ayo masuk." ajak Elieon. Keduanya masuk kedalam kafe. David celingukan melihat sekitaran kafe yang mungil itu dan tersenyum. Mungil dan hangat, David mengikuti langkah Elieon dengan cepat.
"Hai Kay." sapa Elieon.
"Hallo sobat." lambai David yang sedikit terkejut tenyata Kay bekerja disana
__ADS_1
"Hei. Kalian sudah pulang? sudah beres semua?" tanya Kay
"Ya, kelas lebih cepat dan besok maulai libur musim dingin. Ada kue jahe kan?" tanya Elieon senang.
"Ada baru saja selesai dipanggang, kusiapkan dulu." jawab Kay
"Kay, apa kau menjual permen jahe juga? Aku butuh itu setiap kali musim dingin datang." tanya David
"Tapi hanya 2 toples mini karena habis diserbu pelanggan kemarin." jawab Kay
"Tak apa, aku mau keduanya." timpal David
"Baiklah tunggu sebentar."
Tak selang berapa lama, Kay membawa toples kaca berukuran sedang berisi setumpuk kue jahe dengan hiasan pita berwarna coklat ditoplesnya dan 2 toples mini permen jahe.
"Pesanan kalian." Kay memberikan kue jahe pada Elieon dan permen jahe milik David. Elieon mengeluarkan beberapa lembar uang.
"Terimkasih." ucap Elieon sambil memandangi toples kue ditanganya.
"Tanks sobat." David menyodorkan beberapa lembar uang. Keduanya pamit pulang karena sepertinya salju turun lebih lebat dari biasanya. Kay hanya terseyum. 'akhirnya dia punya teman' batin Kay
__ADS_1
Elieon dan David menyesuri trotoar namun siapa sangka tiba tiba mobil Eren menghentikan langkah mereka dan akhirnya mereka bertiga pulang bersama. Elieon merasa tidak enak hati karena tadi pagi Eren sudah mengantarnya. Tapi ia juga sungkan untuk menolak, apalagi melihat David masuk begitu saja ke dalam mobil, mau tak mau Elieon ikut masuk.
"Sering sering kau bawa mobil, aku jadi hemat ongkos." cerocos David kegirangan di kursi belakang.
"Dasar kau." Eren tertawa dan melajukan mobilnya menuju pulang.
Sampai dihalaman keduanya turun, Eren memakirkan mobilnya ke bagasi yang tersedia. Terlihat dari kejauhan Tuan Karl membawa barang belanjaan dari minimarket. Elieon dan David yang melihatnya langsung menawarkan bantuan.
Eren juga ikut menghampiri. Ketiganya membantu Tuan Karl membawa belanjaan ke dalam rumah. Didalam, Nyonya Laurent menyambut mereka bertiga dengan hangat.
"Kalian sudah selesai kelas?" tanya Nyonya Laurent mengambil belanjaan yang dibawa oleh mereka.
"Iya, kami selesai lebih cepat karena besok mulai libur." jawab David
"Kalian sudah makan? Nanti jam 6 datanglah bersama yang lain kemari untuk makan malam." ucap Tuan Karl melepas jaket tebalnya.
"Maaf, kami merepotkan kalian." ucap Eren
"Kau bicara apa? kalian itu penghuni kesayanganku. Jangan sungkan." ucap nyonya Laurent.
"Anggap kami berdua orang tua kalian selagi kalian disini. Jangan dipikirkan." sambung tuan Karl tersenyum teduh selayaknya seorang ayah. Yang lain mengangguk menurut dan pamit untuk kembali. Musim dingin yang hangat.
__ADS_1
"Kau yang merasa bukan apa apa. Tanpa kau sadari, ada seseorang yang menjadikanmu sebagai dunianya."
-AUTHOR-