The Dandelion

The Dandelion
Black Cookie#2


__ADS_3

 Brakk brakk brakk..


Sudah 10 menit berlalu entah apa yang dilakukan Elieon didalam, Kay masih berdiri didepan pintu menunggunya ganti baju. "Dia ganti baju atau berperang? kenapa berisik sekali?" batin Kay, dia hanya bisa menahan geli dalam hati. Tak lama pintu kamar terbuka, muka masam Elieon  masih terlihat jelas diwajahnya. Kay hanya tertawa kecil melihatnya.


"Apa kaun pikir itu lucu? menyebalkan sekali." ucap Elieon dengan nada ketus.


"Tidak, kupikir aku bebas tertawa dimanapun. Tak ada larangan untuk tertawa disini bukan." jawab Kay.


"Cih!" umpat Elieon


"Maaf okay? jangan seperti tadi apalagi sampai kau menunjukkannya kepada pria lain." bujuk Kay sambil memberikan coklat yang ada di saku hoodie miliknya.

__ADS_1


"Jika kau masih mau ceramah, pergi sana!" ucap Elieon, dia marah tapi tetap menerima coklatnya. Tak bisa dipungkiri gadis ini penggila coklat.


Kay hanya tersenyum, pertikaian kecil seperti ini kini hadir lagi di kehidupan Elieon. Pada akhirnya Kay masuk ke kamar Elieon. Elieon tidak menutup pintunya, karena tidak nyaman jika ada pria didalam rumah meskipun itu adalah sahabatnya sendiri. Setelah sekian lama tidak bertemu mereka kini saling bertukar cerita, apa yang dialami Kay selama 2 tahun terakhir diceritakan secara lengkap pada Elieon. Apapun yang sudah terjadi mereka sudah tidak peduli, yang terpenting sekarang mereka dapat saling bertukar pikiran seperti dulu dan Elieon tak akan merasa sendiri lagi.


Tok tok tok...


Suara pintu diketuk ditengah perbincangan mereka , Elieon menengok didepan pintunya kini berdiri seorang gadis dengan membawa nampan oven berisi black cookie kesukaannya, Elieon kenal betul siapa dia. Gadis itu btersenyum sangat manis  sambil mengangkat kedua alisnya.


"Hai Elieon, hihi maaf aku tidak tau kalau ada kekasihmu disini. Aku sedang membuat cookie baru dengan dark chocolate, aku ingin kau mencicipinya sedikit." Carol menggoda Elieon.


"Carol! jangan mengejek dan dia bukan kekasihku, hanya teman. Masuklah! Aku akan mengambil mangkuk untuk kuenya." Elieon beranjak dari tempatnya duduk, kamar Elieon sedikit lebih luas ada dapur kecil disamping kamar mandinya  dan ada meja mini dengan alas karpet lembut untuk menyambut tamu dikamarnya. Carol langsung masuk dan memberikan nampannya pada Elieon. Elieon menyiapkan minuman coklat hangat dan cookie pemberian Carol untuk disajikan, juga beberapa snack. Elieon tidak mengira akan ada banyak tamu dikamarnya, dia tidak memiliki makanan lebih untukn disajikan.

__ADS_1


Elieon memperkenalkan Carol dengan Kay, mereka bertiga kini saling bersenda gurau entah soal pertemanan atau soal cookie yang sedikit gosong pemberian Carol. Sepertinya Carol sangat suka menggosongkan cookienya, setiap Elieon menerima cookie selalu saja ada bagian yang lebih hitam dari bagian lainnya. Meskipun begitu Elieon tetap suka karena rasanya yang enak. Tak lama kemudian pintu Elieon diketuk lagi, kali ini yang datang adalah David membawa keripik kentang buah tangan yang dibawa dari kampung halamannya saat dia pergi menemui ibunya 2 hari lalu dan Elina yang membawa berbagai macam sushi buatannya sendiri dan snack ringan sekantung penuh, dan dibelakang mereka juga ada Eren pria keturunan Rusia ini membawa beberapa minuman ringan dan makanan pedas.  Elieon mengerutkan alis, terkejut dengan  apa yang dilihatnya.


"Ehem, bolehkah aku ikut bergabung? Aku ada oleh-oleh tapi aku bingung bagaimana menghabiskannya." kata David sambil menggaruk rambutnya yang gondrong.


"Eumm, aku membuat sushi terlalu banyak dan membeli snack berlebihan." ucap Elina gugup.


"Itu, aku.. aku bosan sendirian. Kupikir akan seru jika minum bersama teman." Eren menyaut sambil memalingkan muka.


"pfftt... hahahahhahahahahaha.. yang benar saja hahahahaha ini konyol, ternyata kamarku semenarik itu ya? hahhaa". Elieon tertawa terbahak-bahak. Semuanya tercengang karena ini adalah pertama kalinya melihat Elieon tertawa begitu kerasnya, bahkan Kay sendiri terkejut karena ini juga pertama kalinya dia melihat Elieon tertawa. sebelumnya hanya tawa kecil saja tapi ini seperti hadiah besar bagi Kay. Kay sedikit tenang yang artinya Elieon mulai melupakan kesedihannya.


"hahaha.. masuklah, duh mataku sampai berair." ucap Elieon sambil  mengusap matanya. Eren, David dan Elina tertawa kecil mereka masuk ke kamar Elieon. Carol kembali ke kamarnya untuk mengambil cookie lebih banyak, Kay hanya tersenyum. Kamar ujung yang gelap dan dingin itu mulai terlihat bercahaya dan terasa hangat, sedangkan Elieon jadi terlihat lebih hangat lagi dari saat bertemu Kay. Semuanya berharap semoga Elieon menjadi gadis yang ceria, tapi Elieon lebih tau kehangatan yang sangat hangat itu tak mungkin terus ada dalam dirinya. Karena luka lama dalam hati Elieon belum juga hilang, dan traumanya oleh luka lama yang membuat sifatnya berubah sejak 11 tahun yang lalu juga tidak mungkin mudah hilang. Untuk saat ini biarlah kehangatan itu berbuah manis meskipun hanya sehari, pahitnya masalalu akan terasa manis saat bersama seseorang yang mampu membuat kita tertawa.

__ADS_1


__ADS_2