
Elieon masih menikmati tiramisu juga jahe hangatnya disudut cafe. Memandangi jalanan yang sedikit lembab dan gelap, Kay berada di meja nya membuat beberapa latte hangat untuk pelanggan. Seiring waktu berlalu kafe mulai ramai pengunjung, namun Elieon masih terduduk hingga menghabiskan jahe hangat gelas keduanya.
Diluar kafe, Dan Delos juga teman temannya terlihat menyusuri jalanan lembab itu.
"Tunggu dulu, kita mau ke kafe mana?" ucap Mattew.
"Mau disini? disini juga ada kafe, aku baru tau disini ada kafe sesederhana ini." Tino
"Masuk saja, kita coba dulu." jawab Dan
kling.. pintu terbuka lagi. Dan Delos, Mattew dan Tino mengambil posisi kursi disudut ruangan lainnya yang bersebrangan dengan Elieon. Keduanya sama sama tidak menyadari satu sama lain. Kay menghampiri mereka membawa list dan pena untuk pemesanan.
"Selamat datang, mau pesan apa?" sapa Kay dengan ramah. Kafe yang mereka datangi adalah kafe tempat Kay bekerja.
"Latte " jawab Tino.
"cappucino " jawab Mattew.
__ADS_1
"Baik. Latte dan Cappucino, satu lagi?" tanya Kay.
"Ice Americano" jawab Dan.
"Musim dingin seperti ini, apa ingin dibuat hangat untuk Americano?" tanya Kay ulang pada Dan.
"Tidak perlu, aku memang sedang tidak ingin minum hangat". jawab Dan
"Baiklah, mohon tunggu sebentar" ucap Kay sambil kembali menuju mejanya untuk membuat pesanan.
Mattew, Tino juga Dan merasa tenang dan hangat, mereka tak menyangka ada kafe sehangat ini juga pemandangan persimpangan jalan yang terlihat damai juga indah. Tino dan Mattew berbincang dengan asik, namun Dan masih melamun memikirkan kapan dia bisa bertemu dengan pemilik sapu tangan itu. Gadis dingin yang cantik. Dan berfikir dalam dunianya sendiri, betapa tegasnya Elieon saat itu apalagi di musim dingin seperti ini akankah wajahnya serasi dengan keadaan, atau apa Elieon jadi terlihat lebih tegas atau lembut?. Dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf, kami tidak memesan lemon." ucap Dan
"Oh itu hanya bonus dariku gratis untuk menghangatkan tubuhmu. Kebetulan ada tambahan untuk 10 pelanggan pertama." jawab Kay.
"Terimakasih banyak." timpal Tino
__ADS_1
**
Dan memperhatikan sekeliling ruangan kafe, disudut lain dimeja paling mungil tampak seorang gadis menatap jalan duduk menyendiri. Dihadapannya terdapat 2 gelas minuman hangat yg hampir habis, juga sepotong tiramisu.
Dan terus memperhatikan, dia merasa tidak asing melihat perawakan tubuh gadis tersebut. Mattew dan Tino yang sedang berbincang jadi melihat perhatian Dan yang teralih pada objek di sudut ruang itu. Siapa gadis yang sedang di tatap Dan, bahkan Dan sendiri belum bisa memastikan karena wajahnya yg berpaling menghadap jendela.
Dan terus menatapnya, berharap dia berbalik wajah. Namun nampaknya gadis itu masih fokus dengan lamunannya. Dan mulai kesal dan tidak menatapnya lagi. Akhirnya mereka berbincang kembali, namun Dan dikejutkan oleh panggilan pelayan kafe tak lain adalah Kay memanggil seseorang yang dicarinya.
"Elieon! Apa kau mau cookies?" tanya Kay dari mejanya sedikit keras.
"Baiklah, trims Kay." jawab Elieon
Sontak Dan langsung mencari dimana gadis itu, ternyata gadis itu adalah gadis disudut ruangan yang diperhatikannya dalam waktu lama. Betapa terkejutnya Dan saat dia melihat Elieon membalikkan wajahnya sambil tersenyum, senyum hangat dari seorang gadis yg dikenal sebagai Putri Es yang bahkan diawal pertemuan mereka Elieon sama sekali tidak berekspresi.
Jantung Dan merasa seperti akan berhenti, sesak, tapi sesak kali ini berbeda. Wajah Dan merona merasa malu padahal bukan dia yang diperhatikan orang lain.
***
__ADS_1
"Siapa sangka matanya mampu membuatku bisu, tatapannya membuatku berhenti bernafas, melihatnya membuatku terpaku tak bergerak, senyumnya membuatku merasa malu. Bagaimana ada bulan seindah itu, didalam bumi. Bahkan langit tak bisa membantah perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta."
-AUTHOR-