
Ditempat lain, Dan Delos tak bisa fokus dengan kelasnya. Dan Delos pria yang tak terpaut jauh umurnya dengan Elieon adalah seorang mahasiswa tingkat 5 di Universitas yang sama namun berbeda jurusan dan mereka saling tak menyadari satu sama lain. Sapu tangan digenggamannya membuat ia merasa tenang, namun juga memikirkan gadis ditaman waktu lalu. "Hah kau bodoh Dan, setidaknya kau harus tanya namanya atau kau harus tau inisialnya." Dan berbicara dengan dirinya sendiri.
Dan Delos masih terpaku dalam lamunannya,
bukkk... spidol whiteboard menyerang kepalanya dengan keras.
"aww, ughh apa ini?" rintih Dan kesakitan sambil mengusap keningnya.
"apa ini? haha apa ini apanya Dan? kau mulai merasa kelasku tak penting? kemarikan sapu tangan yang kau pandangi tadi!" ucap Mr. Edward
"So sorry prof, aku tak akan melakukannya lagi. Aku janji. Jangan minta sapu tanganku, kumohon." mohon Dan sambik berdiri dan menyembunyikan sapu tangan dibalik tubuhnya.
"Ini terakhir kali, simpan dan perbaiki nilaimu. Mulai besok, pergi ke perpustakaan baca beberapa buku design dan tulis pendapatmu lalu laporkan hasilnya padaku." ucap Mr. Edward sambil berlalu meninggalkan kelas.
"Baik prof." jawa Dan,
__ADS_1
Hah sial!" Dan terduduk lemas. Ia tak menyangka kali ini ia mendapat hukuman hanya karena sebuah sapu tangan.
"Hei, bocah selamat berjuang haha." Mattew mahasiswa tingkat 6, kakak senior Dan juga teman akrab Dan satu jurusan yang sedang ikut kelas design datang dan menepuk pundak Dan secara keras.
"Kuharap kau tidak gila hahaaha" Tino teman baik Dan juga ikut datang menghampiri.
"uhuk,, kak mattew, Tino, kalian jangan menggodaku." ucap Dan sambil menghela nafas. Mattew dan Tino duduk disamping Dan sambil tertawa mengejek merasa lucu dengan kawan mereka yang satu ini.
"Ada apa? coba ceritakan." ucap Tino
" Biasanya kau pandai memikat wanita, sekarang kau justru terpikat? Dewa cinta jurusan design yang terkenal playboy ini sudah jinak rupanya." goda mattew.
"Kau benar kak, lagi pula Dan untuk apa kau bingung? kita tinggal cari gadis itu." ucap Tino
"Aku bukan binatang buas! Mudah kalian bicara, aku sendiri tidak tau namanya! bagaimana kita mencari dia?." keluh Dan
__ADS_1
"Dasar bodoh, otaknya masih saja sama" Mattew menepuk keningnya.
"Tunggu, ada bordiran tipis di balik sapu tangannya!" tunjuk Tino yang tak sengaja melihat bordir dibalik sapu tangan yang sedang Dan pegang. Dan langsung membalik sapu tangannya, disana tertulis bukan hanya Inisial tapi sebuah nama Elieon A. Dan terkejut bukan main, sudah beberapa hari sapu tangan itu ditangannya bahkan ia tak melihat apapun.
"Eh itu sapu tangan Elieon? kau dapat dari mana Dan? kau kenal Elieon?" tiba tiba Leon datang membuat Dan, Tino dan Mattew terkejut oleh ucapannya.
"Elieon? Leon kau tau gadis ini?" tanya Dan mengernyitkan dahinya.
"Haa? bukannya itu miliknya? namanya jelas sekali. Kau tidak tau? Di kampus ini tak ada yang tidak tau soal dia, gadis cantik tapi sedingin es dari jurusan management yang mencintai seni dan sastra." jawab Leon penuh semangat, "Kusarankan kau jauh jauh saja, dia sulit didapatkan bahkan sikapnya itu benar benar tertutup. Byee." lanjut Leon sambil meninggalkan kelas.
"Bagus akhirnya aku tau siapa kau gadis dingin. Ayo kak ,Tino kita ke kafe biasa kutraktir." Dan tersenyum kegirangan. Tino dan Mattew hanya tertawa heran melihat Dan yang beberapa hari lalu sedih tiba tiba tidak sedih dan kemudian melamun akhirnya sekarang bahagia seperti orang gila. Dan merasa puas rasa penasarannya tidak sia sia. "Akan kucari kau Elieon." batinnya penuh semangat yang bergelora.
"Dia dan tangannya yang menggenggam cahaya membuatnya terlihat begitu gelap. Namun semua orang tau cahaya tak bisa disembunyikan hanya dengan sebuah genggaman."
-Author-
__ADS_1