The Dandelion

The Dandelion
Tak Terduga


__ADS_3

09:45


Elieon siap dengan setelan hoodie crop top dan celana longgarnya juga topi. Rambutnya dikepang dua sama panjang. Menunggu Kay datang. Elieon memilih sneakers yang menurut nya akan nyaman dipakai saat bermain nanti


Tok tok tok..


Pintu Elieon diketuk, ternyata Kay sudah ada dibalik pintu.


"Masuklah. Seperti yang kubilang tadi pagi, kita akan pergi bersama yang lain." Elieon membukakan pintu dan mempersilahkan Kay untuk duduk sembari mencari jaket musim dingin miliknya.


"Mereka benar-benar akan ikut?" tanya Kay.


"Ya, tentu. Ayo kita keluar sekarang Elina dan Carol sudah meunggu di depan." jawab Elieon segera meninggalkan kamar bersama Kay.


Mereka telah siap, hanya David dan Eren yang belum muncul.


"Dimana David dan Eren?" tanya Elieon

__ADS_1


"Sebentar lagi." Jawab Carol singkat


"Nah, itu mereka." sambung Elina melambaikan tangan. Terlihat Eren dan David sangat berbeda dan terlihat lebih rapih dari biasanya.


"Hai, ayo kita berangkat sekarang." ucap David


Suhu semakin rendah, hawa dingin menyelimuti benua biru itu. Dikabarkan salju turun hari ini tapi belum ada pertanda turun, untuk berjaga jaga mereka tetap mengenakan pakaian lebih tebal dari biasanya.


Mereka berangkat dengan senang, jarak dari rumah ke taman bermain tidak memerlukan waktu banyak. Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai kesana menggunakan transportasi umum.


Setibanya disana mereka langsung menuju loket pembelian tiket masuk, Eren dan Kay bertugas membelikan tiket sedangkan Elieon dan yang lain menunggu. Tak lama Eren dan Kay datang membawa gelang tanda masuk juga beberapa lembar tiket untuk masing masing orang.


Semuanya sumringah bisa menikmati akhir pekan bersama sama. Sesampainya didalam wahana permainan yang mereka coba pertama kali adalah kincir ria. Satu tempat berisi 2 orang. Carol bersama David, Eren dan Elina, Elieon dengan Kay.


Kincir ria perlahan lahan berputar dan berhenti diatas, pemandangan dari ketinggian itu ternyata sangat mengesankan.


"Bagaimana, indah kan? kau senang El?" tanya Kay menatap Elieon yang duduk disebrang kursinya.

__ADS_1


"hum, ternyata sangat indah." jawab Elieon tersenyum lebar memperlihatkan giginya.


"Sudah aku bilang, kau tidak akan menyesal keluar diakhir pekan." yakin Kay puas melihat Elieon senang.


Perlahan wahana tersebut bergerak kebawah menurunkan satu persatu orang yang menaikinya dibantu oleh petugas yang berjaga disana.


"Nah ayo kita naik komedi putar." ucap Carol bersemangat.


Semua berlari kesana, kecuali Elieon. Dia berjalan santai, senyumnya mengembang. Mereka menaiki beberapa wahana setelahnya.


Setelah semuanya dicoba tersisa rumah hantu, sebelum masuk rumah hantu mereka memutuskan untuk membeli makanan ringan untuk mengganjal perut. Mereka semua berjalan menuju counter makanan yang terjajar dengan rapih dan apik. Begitu banyak makanan yang tersedia hingga kembang gula pun terlihat dimana mana.


Bugh..


Bahu Elieon bertabrakan dengan seseorang, untungnya mereka berdua tidak terjatuh. Tempat yang cukup padat dan sesak itu memang sering terjadi bersenggolan dengan orang lain.


"Ah maaf, aku tidak sengaja terdorong." ucap Dan sambil berlalu pergi. Dan tidak sadar bahwa yang ditabraknya barusan adalah Elieon.

__ADS_1


Elieon membiarkannya, karena pikirnya itu hal biasa dan tidak disengaja. Lagipula keduanya sama sama tak menyadari. Elieon pun berlalu pergi, tidak jauh Dan terhenti dan menengok ke belakang merasa tidak asing namun Elieon sudah tak terlihat.


'Mungkin aku terlalu lelah jadi salah lihat.' batin Dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


__ADS_2