The Dandelion

The Dandelion
Black Cookie


__ADS_3

"......I can be you hero baby.... I can kiss away the pain... I will stand by you forever.......You can take my breath away....."


Ohh ohh yeah...


Hero by Enrique Iglesias, lagu itu mengalun keras didalam kamar sewa milik Elieon, begitu lembut ditengah cuaca dingin. Terdengar pula suara besar dan keras Elieon yang sedang bernyanyi  menembus keluar hingga Nyonya Laurent cekikikan di ruangannya, kamar sewanya hanya ada 5 buah dalam satu bangunan kecil sedangkan rumahnya ada disamping bangunan kamar sewa. Penyewa kamar yang lain pun tersenyum mendengar lagu tersebut yang berasal dari kamar Elieon. Kamar yang selama ini tak pernah terdengar apapun kini sedikit berisik, dan mengganggu. Tapi mereka cukup senang karena mungkin Elieon gadis yang dingin itu menemukan kehangatannya.


Srashhh... srashh... air mengalir di tubuh elieon, gadis itu sedang mandi rupanya. Mandi air hangat di sore hari saat musim dingin ditemani lagu sambil bernyanyi itulah cara Elieon melepas stress, tapi baru kali ini semua terluapkan dan ini adalah kali pertamanya dia seperti itu. Sebelumnya dia hanya mendengarkan lagu lewat earphone dan memendam dalam hati, tapi saat ini dia melepas semuanya berteriak-teriak di bawah shower  seperti sedang kerasukan.


"Wahh, anak itu sedang senang. Suaranya begitu bersemangat." ucap Nyonya Laurent kepada suaminya tuan Karl diruang makan yang letaknya hampir berdekatan dengan kamar Elieon.


"Ya, bahkan menembus ruangan. Yang lain sampai keluar dari kamar kebingungan, apa yang terjadi dengannya sampai dia seperti itu. Meskipun begitu aku tau dia adalah gadis yang baik." timpal tuan Karl.

__ADS_1


"Sudah 6 bulan dia menyewa kamar paling ujung itu tapi terasa seperti tidak berpenghuni, aku sempat khawatir bagaimana bisa ada gadis seperti itu, benar benar menutup diri. " ucap nyonya Laurent sambil memegang jidatnya.


Memang benar Elieon hampir tak pernah bersuara keras, dia bahkan tidak akan menyapa apabila tidak disapa terlebih dulu. Dia hanya akan terlihat saat berangkat ke universitas dan saat pulang, selebihnya dia menghabiskan waktu diluar, tidur, atau mengerjakan tugas didalam kamarnya. Terjadi hal seperti ini adalah sebuah keajaiban disana. Penghuni kamar yang lain sebenarnya sangat baik dan peduli juga ingin dekat dengan Elieon, tapi dinding pembatas yang dia ciptakan membuatnya sulit mengakrabkan diri dengan yang lain. Hanya satu penghuni yaitu seorang gadis muda seumuran yang sering mengetuk kamar Elieon, sekedar memberi cookie buatannya atau mengajaknya berbelanja. Gadis itu biasa dipanggil Carolina atau Carol.


Awalnya Elieon merasa sedikit terganggu tapi kebiasaan itu akhirnya membuatnya terbiasa. Yang paling Elieon suka saat Carol mengganggunya adalah saat gadis itu memberi Elieon black cookie buatannya. Awalnya Black cookie adalah cookie coklat yang sedikit gosong, tapi justru membuat rasanya jadi lebih unik. Siapa yang bisa menolak makanan gratis meskipun gosong jika rasanya tetap terasa enak, semua orang pasti mau.


Bzztttt.. Bzzttt.. kringg... kringg... ponsel Elieon berdering keras, Elieon menghela nafas. Sekarang ada lagi pengganggu bahkan saat dia mandi.


Elieon segera menyelesaikan dan keluar dari kamar mandi dengan handuk terbelit ditubuhnya, juga rambut yang masih basah. Sedangkan ponselnya masih terus berdering berulang kali.


Klik.. " Ya, Halo?Siapa ini?" akhirnya Elieon mengangkatnya.

__ADS_1


"Hei, suaramu cukup bagus tapi aku tidak bisa terus menunggu didepan kamarmu. Cepat buka pintunya!" suara pria terdengar dibalik telpon, Elieon sangat tau suara ini. Itu Kay.


Pikk.. telpon dimatikan. Elieon langsung berlari membuka pintu kamarnya sambil menggenggam ponsel, dia tidak sadar dengan penampilannya sekarang. Klek.. pintu terbuka, muka Kay memerah dengan apa yang dilihatnya sekarang. Penampilan Elieon yang seperti itu adalah pertama kalinya bagi Kay.


"Bodoh! Kenapa harus menelpon, kau kan bisa mengetuk! membuat kesal saja! kenapa dengan wajahmu? ekspresi apa itu, lihat mukamu memerah!... blaaa..blaa..blaa.." Elieon mengoceh tanpa henti.


"Baiklah baiklah aku paham, sekarang bisakah kau diam dan pakai bajumu! Astaga ini berbahaya sekali!" ucap Kay yang mulai menutup matanya dengan kedua tangannya. Elieon tersadar bahwa dia hanya memakai handuk sekarang. Meski dia merasa dekat tapi hal seperti ini juga tidak baik, bagaimanapun Kay itu pria. Wajah Elieon memerah bahkan merah padam.


"Mesum!" ucap Elieon.


Brak.. suara pintu yang sangat keras membuat para penyewa keluar untuk melihat apa yang terjadi. Mereka cukup terkejut ada pria berdiri di depan pintu Elieon, ya bahkan Kay belum masuk Elieon justru menutup pintu. Yang melihat hanya tertawa, tapi juga kaget mereka baru tau kalau Elieon ternyata punya teman dan ini adalah seorang pria. Kay melepas tangannya dan menengok ke belakang dia juga kaget semua orang disitu keluar dari kamarnya dan memperhatikan dia sekarang. Dia hanya memberikan senyum datar.

__ADS_1


"Ini gila! Memang gadis dingin! Tapi yang tadi itu tetap berbahaya, aku ini masih pria normal." batin Kay. Peristiwa yang merepotkan, Kay sudah berdiri setengah jam menunggu Elieon mandi dan mendengarkan nyanyiannya di depan pintu. Sekarang bahkan dia dibuat menunggu lagi, hanya Elieon  yang berani seperti itu.


__ADS_2