The Dandelion

The Dandelion
Perasaan


__ADS_3

Dikamar, Elieon membaringkan tubuhnya dikasur sambil membaca komik yang ia pinjam dari public library  dipusat kota beberapa hari lalu. Ditengah keasikan membaca, pintu kamar Elieon diketuk. Elieon berjalan malas membuka pintunya.


Carol dan David tampak berdiri membawa camilan, keduanya dipersilahkan masuk dan duduk dengan nyaman.


"Kalian mau susu hangat, coklat, atau jahe hangat?" Elieon menyiapkan gelas.


"Susu." ucap Carol antusias.


"Aku Jahe." jawab David yang tak kalah antusias. Elieon membuatkan minuman sesuai keinginan mereka, sekitar 5 menit minuman mereka sudah jadi. David juga membawa beberapa permen jahe untuk menghangatkan badan.


Elieon melanjutkan membaca komik, Carol bermain game dengan David. Ketiganya sibuk bermain, membaca, dan mengobrol dengan asik. Elieon juga memberitahu kepada David dan Carol untuk datang ke rumah Tuan Karl.


"Kurasa lebih baik kita datang 1 jam lebih awal untuk membantu." usul Carol.


"Aku setuju, mereka sangat memperhatikan kita. Kita tidak mungkin hanya menerima makanannya saja tanpa membantu." sambung David. Elieon mengangguk-angguk, apa yang dikatakan David dan Carol memang benar.


Ketiganya setuju untuk datang lebih awal dan membantu, Carol dan David pamit kembali kekamar masing-masing. Elieon kembali merebahkan tubuhnya, rasa kantuknya tak tertahan. Kelas yang selesai dipagi hari dimusim dingin membuatnya mudah merasa kantuk dan dengan cepat membuatnya terlelap.

__ADS_1


**


05:10 pm


Elieon mengoleskan sedikit hand lotion ke tangannya, Elieon juga memakai baju kasual dan santai bersiap pergi kerumah Tuan Karl. David dan Carol juga sudah siap, mereka bertiga langsung ke bangunan samping kamar sewa yakni rumah Tn Karl.


tinng tongg...


"Tuan Karl, kami datang." teriak David sambil terus memencet bel.


"Oh kalian sudah datang? langsung saja ke halaman belakang. Lewat samping rumah." pintu dibuka oleh Nyonya Laurent.


"Bukannya kusuruh kalian datang pukul 6?" tanya Tuan Karl.


"Kami datang lebih awal untuk membantu." jawab Carol


"Kalian manis sekali. Carol dan Eli bantu aku didalam sebentar, kita akan menyiapkan beberapa makanan." ajak Nyonya Laurent menarik Carol dan Elieon masuk.

__ADS_1


Sedangkan David membantu memanggang dan memotong daging bersama Tuan Karl.


"Aku tidak melihat Eren. Dia akan datang kan?" tanya Tuan Karl.


"Aku sudah menghubungi Eren, ada pekerjaan yang harus diselesaikan jadi dia akan sedikit terlambat. Dia juga minta maaf tidak bisa ikut membantu." jawab David. Tuan Karl mengangguk mengerti.


Elieon dan Carol membawa beberapa piring, sendok dan gelas juga teko berisi jus dan perasan lemon keluar. Persiapan ditata rapi diatas meja. Meja makan tepat diteras belakang rumah memang dipasang khusus untuk malam ini.


Makan malam ini akan diadakan diluar rumah, karena rumah mungil itu terlalu sesak jika semua dilakukan didalam.


"Elina akan datang?" tanya Elieon.


"Tadi dia bilang akan datang dengan Eren, banyak tugas kuliah yang harus dia kerjakan juga." jawab Carol sambil menata peralatan yang masih tertinggal.


"Aku merasa Elina menghidariku. Pesanku tidak dibalas tapi dia menghubungimu." ucap Elieon menekuk tangannya didada. Carol hanya tersenyum, dia tau kenapa Elina sedikit menghindar namun Carol juga enggan memberitahu Elieon.


"Itu tidak mungkin El, mungkin saja Elina benar benar sibuk." timpal Carol. Elieon berfikir bisa jadi memang seperti itu, pikirannya pun sedikit lebih tenang. Elieon melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Nyonya Laurent sibuk membuat Applepie, saat pie itu dipanggang wanginya menyerebak keseluruh ruangan.

__ADS_1


David dan Tuan Karl masih sibuk memanggang daging. Elieon dan Elina juga sibuk membantu dan menata persiapan yang kurang.


__ADS_2