The Dandelion

The Dandelion
Hati kecil


__ADS_3

***


Seseorang yang selama ini Dan cari tanpa sengaja bertemu ditempat yang sama, namun Dan tetep terdiam. Bukan karena terlalu senang, Dan hanya takut mengganggu senyum hangat putri es yang jarang sekali ditemui. Dan tak bisa membayangkan jika tiba tiba muncul dihadapannya apa yang akan terjadi. Jadi Dan cuma diam memperhatikan.


"Elieon, ini cookies coklat makanlah." Kay menghampiri Elieon dan duduk dihadapannya.


"Aku tidak akan membayarnya." Elieon terkekeh.


" Ya itu gratis." Kay memasang wajah sinis.


Elieon hanya tertawa. Dan yang memandang dari kejauhan, bertanya dalam hatinya siapa sebenarnya pelayan kafe itu dan apa hubungan nya dengan Elieon. Mereka bisa begitu dekat, Dan menjadi pesimis untuk mengembalikan sapu tangan. Tangannya menggenggam erat Americano, hingga Mattew tersadar bahwa temannya ini sedang memperhatikan sesuatu.


Saat Mattew memperhatikan kemana Dan memandang, Mattew tau ada yang tak beres. Mattew memberi isyarat ke Tino yang sedari tadi sibuk menikmati minumannya. Tino mengangkat kedua alisnya, lalu mengikuti isyarat Mattew.


"Dan.." Mattew menepuk tangan Dan. Namun Dan tetap pada pandangannya.


"Dan, hei,," Tino menepuk kedua tangannya di depan muka Dan.

__ADS_1


"Ah, maaf aku tidak fokus. Ada apa?" Dan terkejut namun mukanya tertunduk memandangi Americano yang ada ditangannya.


"Apa yang sedang kau lihat?" tanya Tino.


"Kau baik baik saja sobat?" Mattew juga ikut bertanya.


Dan hanya tersenyum berkata bukan apa apa. Dia tak berani memperhatikan Elieon lagi, kenapa hatinya terganggu melihat itu. Bisa saja kan pelayan kafe itu kekasihnya lagi pula itu kehidupan Elieon. Tapi tetap saja hatinya merasa kesal, Mattew dan Tino semakin bingung melihat raut wajah Dan.


"Ayo pulang, aku ingin cepat tidur." tiba tiba Dan berdiri setelah menaruh uang didalam bil pesanan.


Namun tepat saat itu Kay kembali kemeja pemesanan karena kedatangan pelanggan dan Elieon melihat ke arah pintu dimana Dan sedang memperhatikan nya sambil berjalan keluar. Mata mereka bertemu.


blushh...


Wajah Dan memerah, langsung memalingkan mukanya dan buru buru beranjak keluar.


Pria aneh, batin Elieon.

__ADS_1


Elieon merasa tak asing dengan wajah itu, namun ia tak ingat dimana atau kapan melihatnya. Jelas Elieon tak ingat itu siapa karena pertemuan mereka memang dalam kondisi yang tak bagus dan tak bisa diingat.


Ketika diluar kafe Dan berjongkok lemas, Mattew dan Tino hanya diam terheran heran melihat perilaku sobat karib mereka. "Bodoh kau" batin Dan memaki dirinya dalam hati, lalu tiba tiba Dan berdiri dan berjalan mendahului Mattew juga Tino.


"Kurasa dia mulai tak waras" bisik Mattew,


"Dari dulu dia memang sudah gila" Tino terkekeh,


Dan menoleh ke belakang melihat Mattew dan Tino menatap tajam sambil berkata "Aku bisa dengar kalian Br*ngsek!" mengacungkan jari tengah nya lalu lari.


"BOCAH GILA! BERANINYA PADAKU!" Mattew mengejar Dan dengan geram. Tino hanya tertawa melihat mereka seperti itu, ya mereka bertiga mengenal satu sama lain sudah cukup lama bahkan terasa seperti keluarga.


Elieon yang melihat mereka secara tak sengaja dari balik jendela merasa lucu, ternyata ada pria dewasa yang masih seperti anak kecil berlarian ditengah musim dingin. Bahkan ia tak bisa lakukan itu, bukan tak bisa tapi hatinya tak ingin. Elieon merasa apakah pantas dia untuk bahagia, namun saat melihat mereka Elieon jadi tau kebahagiaan adalah hak setiap orang tanpa terkecuali untuk dirinya. Elieon tersenyum kecil "aku harus hidup dengan baik." batinnya.


"Saat kau tak bisa lagi berfikir, rasakan lah dengan hatimu! Maka kau akan menemukan ketenangan, merasakan kebahagiaan bahwa kau masih bisa hidup meski hanya sejenak. Dan yakinlah ada seseorang yang masih merasa bahagia saat bersamamu walau hanya saling menatap tanpa berkata."


-AUTHOR-

__ADS_1


__ADS_2