
**
"Kau ingin kembang gula?" tanya Kay.
"Ya." jawab Elieon singkat.
"Disini terlalu ramai, lebih baik kalian para wanita tunggu saja di kursi sebelah sana. Biar kami yang membeli." tiba tiba David menyela.
"Ide bagus, kalian duduklah disana kami tidak akan lama." timpal Eren
Kay dan yang lain setuju. Elina, Carol dan Elieon menyebutkan pesanan mereka dan berjalan ke satu titik yang terdapat kursi taman panjang. Para lelaki berpencar untuk membeli masing masing pesanan untuk menghemat waktu.
Tak lama, selang beberapa menit terlihat Eren membawa banyak kembang gula dengan ukuran besar begitu juga dengan Kay dan David membawa beberapa makanan dan minuman lainnya.
Kay memberikan kembang gula berukuran besar yang terbungkus rapih kepada Elieon. Membuat Elieon sangat senang.
"Bagaimana kalau setelah ini kita kerumah hantu?" tanya Carol ditengah perbincangan.
"Itu memang rencana kita kan tadi?" timpal David.
"Aku tidak ikut." jawab Elieon tiba tiba mengagetkan yang lainnya.
"Ha.. kenapa?" tanya Elina menatap Elieon dengan tajam.
"Aku lelah ingin istirahat sebentar."jawab Elieon.
Mereka mengangguk, pertanda mengerti keadaan Elieon yang lebih sering menutup diri dikamar mungkin terasa tidak terbiasa dengan tempat ramai walaupun Elieon terlihat snagat menikmatinya.
__ADS_1
Saat semua bersiap masuk kedalam, kay masih terduduk disamping Elieon.
"Hei Kay ayo!" ajak David.
"Mau kutemani?" Kay menatap Elieon
"Tidak. Pergilah, aku menunggu disini. Kakiku lelah." Elieon tersenyum.
"Kau yakin tidak mau kutemani?" tanya Kay dengan muka khawatir.
"Aku bukan anak anak Kay. Berhenti menatapku begitu dan pergilah." jawab Elieon menepuk pundak Kay meyakinkan.
Kay mengangguk dan menyusul yang lain. Mereka juga mengajak Elieon dan jawabannya tetap sama, katanya gadis itu lelah ingin duduk saja. Elieon melihat sekitar yang ramai, masih belum terbiasa tapi dia menyukainya.
Dari kejauhan Dan tak sengaja melihat Elieon, Dan memicingkan matanya untuk memastikan gadis tersebu. Ternyata benar Dan tidak salah lihat ketika bertabrakan tadi, gadis itu adalah pemilik saputangan.
"Hei." sapa Dan tiba tiba ada tepat didepan Elieon
Elieon yang sibuk memandangi sekitar nya terkejut disapa oleh seseorang. Rambut coklatnya itu membuat Elieon teringat sesuatu, tapi apa itu dia tidak ingat jelas. Elieon hanya menatap Dan lekat lekat dan terdiam, Dan salah tingkah sambil merogoh saku jaketnya mengambil sesuatu. Elieon mengernyitkan alisnya merasa heran karena Dan menyodorkan sebuah saputangan.
"Ini milikmu. Aku sudah mencucinya." ucap Dan memberikan saputangan tersebut.
"Ah, milikku?" Elieon berfikir mengamati saputangan ditangannya, ada bordiran tipis bertuliskan namanya.
"Oh, Kau pria bodoh waktu itu? tidak usah dikembalikan." sambung Elieon sambil memberikan kembali saputangannya kepada Dan. Wajah Dan memerah karena malu juga gugup, karena kesan pertamanya begtu buruk.
"Tidak. Lagipula namamu tertera jelas disana. Tidak mungkin aku menggunakan itu." tungkas Dan wajahnya berpaling kesmaping tak berani menatap Elieon. Elieon mengerti dan memasukkannya ke saku jaket.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap Elieon. Dan tersenyum.
"Apa kau sendirian? Oh iya namaku Dan Delos salam kenal." Dan menjulurkan tangannya mengajak bersalaman.
"Oh aku Elieon, salam kenal. Tidak, aku bersama teman. Mereka sedang ke wahana rumah hantu." Elieon menunjuk ke arah rumah hantu dan tidak menjabat tangan Dan. Bukan tidak mau. Eieon hanya merasa tidak terbiasa.
"Ah baiklah." Dan menarik tangannya mengusap kepalanya yang tidak gatal. Keduanya berpaling tak saling menatap, tak tau harus membicarakan apa. Ditengah keheningan Elieon merasa ada yang jatuh diatas keningnya. Salju pertama tahun ini turun lebih cepat dari perkiraan.
Keduanya saling mendongakkan kepala melihat salju turun.
"Wahh, salju pertama turun." ucap Dan menurunkan pandangan. Mata mereka saling bertemu dan canggung. Elieon terdiam. Elieon tidak menyangka salju pertamanya yang ia lihat tahun ini bukan dengan Kay tapi dengan pria bodoh yang ia temui waktu lalu.
"Baiklah aku pergi dulu. Kita satu kampus, saat bertemu jangan sungkan saling sapa. Senang berjumpa denganmu disini. See u." ucap Dan berpamitan, Elieon tersenyum. Dan sanagat senang karena ini adalah salju pertama yang dia nikmati dengan penuh senyuman tahun ini.
Keduanya tenggelam dalam pikiran masing masing, Elieon manatap langit dan bersyukur atap apapun yang terjadi hari ini. Tangannya dimasukkan kedalam saku dan meraba saputangan miliknya sendiri sambil tertawa geli.
***
Siapa sangka matanya mampu membuatku bisu, tatapannya membuatku berhenti
bernafas, melihatnya membuatku terpaku tak bergerak, senyumnya
membuatku merasa malu. Bagaimana ada bulan seindah itu, didalam bumi.
Bahkan langit tak bisa membantah perasaan seseorang yang sedang jatuh
cinta."
__ADS_1
-AUTHOR-