The Dandelion

The Dandelion
Simpul benang


__ADS_3

***


"Selamat pagi semuanya" sapa Mr. Samuel saat memulai pelajaran.


" Pagi pak." sambut mahasiswa dikelas tersebut.


Elieon duduk di kursi paling ujung sendirian, karena memang Elieon sangat malas untuk berinteraksi dan dia memang suka sendirian. Elieon terlihat sibuk dengan pena dan bukunya, kelas konseling yang diadakan seminggu sekali benar benar membosankan. Mr. Samuel sangat tegas dan ketat itulah kenapa Elieon tak pernah meninggalkan kelas konseling, kelas konseling adalah kelas wajib disana, tak ada satu mahasiswa pun yang bisa menolak. Tujuannya adalah meditasi atau relaksasi dengan pengungkapan perasaan atau apapun itu saat didalam kelas atau bisa dibilang mengespresikan keluh kesah selama seminggu dan bagaimana penyelesaiannya.


Tapi itu tak berlaku bagi Elieon, dia tak masalah dengan nilai atau prestasi non akademik. Masalahnya adalah pada pribadinya yang tak mau bersosialisasi dengan banyak orang, Kay dan penghuni kost adalah bagus untuknya tak perlu menambah teman. Tapi justru hal ini lah yang membuat Mr. Samuel khawatir dengan Elieon, tak seperti gadis pintar dan cantik pada umumnya yang pandai bergaul dan punya banyak teman. Elieon adalah gadis cantik yang pintar dan populer tapi bukan karena pandai bergaul tapi karena sikap dinginnya lah yang membuat dia terkenal. Begitu diam dan tak banyak bicara, seluruh jurusan tau siapa itu Elieon dia adalah gunung everestnya universitas.


"ehem.. ehem..." tanda Mr. Samuel menegur Elieon yang sedang sibuk sendiri. Satu kelas menoleh kebelakang, tapi Elieon tetap tidak sadar bahwa anak anak seluruh kelas melihatnya.


"ehemmmmmm... Elieon!" ulang Mr. Samuel dengan sedikit nada nyaring. Elieon tersentak kaget, mata hitamnya terbelalak lebar dan secara reflek tubuhnya berdiri dan berkata, "Sosialisasi adalah hal penting membentuk hubungan, dari hubungan tersebut dapat membentuk kepribadian dan sikap yang mana akan membawa dalam kepercayaan diri dan kesadaran untuk peduli sekitar."

__ADS_1


Elieon masih belum sadar dengan apa yg dilakukannya, namun anak anak dikelas ikut tercengang apa yg diucapkan Elieon tentang teori yang bahkan mereka sulit mengingatnya.


prokkprokkrokk tepuk tangan Mr. Samuel akhirnya membuat Elieon tersadar lalu dia langsung terduduk kembali dan menunduk.


" Sangat bagus Elieon, meskipun kau jarang memperhatikanku saat mengajar tapi setidaknya kau membaca buku pelajaran yang aku ajarkan. Tapi pahamkah kau? sudahkah kau memparaktikkannya?" tanya Mr. Samuel. Elieon menggelengkan kepalanya, karena memang sulit baginya untuk menerapkan hal itu dalam hidupnya.


"Haish, kenapa kau begitu diam. Padahal apa yang kuajarkan selama ini adalah merujuk untuk dirimu. Bahkan kau tidak bicara dengan gurumu sendiri." ucap Mr. Samuel sambil menghela nafas, "baiklah maju kedepan Elieon, berdiri didepan sekarang." lanjutnya


"Elieon tegakkan kepalamu!" perintah Mr. Samuel, Elieon menegakkan kepalanya dia sebenernya tak peduli dengan tatapan mereka dia hanya tak suka berhadapan langsung didepan publik seperti sekarang.


"Sekarang jelaskan padaku, bagaimana caramu bersosialisasi?" pinta Mr. Samuel.


"Tak ada pak. Yang aku tau bagaimana caranya mendapatkan ketenangan tanpa gangguan. Bagaimana mendapat kebahagiaan dengan caraku sendiri. Aku tak pernah peduli kalo hal itu kupikir tak penting untukku. Aku tak butuh banyak orang disisiku, aku juga tak meminta atau memaksa mereka untuk mendekatiku, karena aku tau aku memang membuat penghalang sosial untuk berinteraksi." jawab Elieon tegas.

__ADS_1


"Apa itu artinya berlaku untuk keluarga?" tanya Mr. Samuel semakin menyudut.


"Keluarga? hah, aku tak tau apa itu keluarga. Keluarga ya? keluarga yang aku lihat diluar sana adalah tempat kembali tapi bagiku jika itu tempat kembali aku tak mau kembali ke tempat semak berduri. Aku selalu sendirian sejak masuk sekolah dasar, orang tuaku sibuk dengan dunia mereka dan yang akhirnya membuatku terbiasa dan menciptakan dunia untuk diriku sendiri. Apalagi saat orang tuaku bercerai, semua yang ada disini juga pasti tau tentang latar belakangku. Ini juga bukan rahasia." jawab Elieon datar.


Semua yang ada disana terkejut, mereka tak percaya bahwa Elieon secara terbuka menceritakan hidupnya secara singkat didepan publik. Mr. Samuel pun terdiam menelan ludah, ini kali pertamanya menemukan murid didiknya begitu hidup dalam bayangan dunia.


tengg...tengg..


"Apa aku boleh keluar pak? kelas sudah usai. Aku minta maaf jika kalian ada yang tak suka dengan jawabanku tadi. Oleh karena itu jangan berteman denganku, karena aku lebih suka berteman dengan kesendirian. Permisi Pak Samuel." Elieon kembali ketempat duduk mengambil tas miliknya dan langsung meninggalkan ruang kelas. Seketika kelas konseling minggu ini adalah kelas terunik yang pernah ada.


"Manusia terlalu berharap akan sesuatu, hingga ia sendiri lupa bahwa sesuatu itu bisa saja membuat luka yang paling dalam dihidupnya."


-Author-

__ADS_1


__ADS_2