The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )

The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )
Bab 27


__ADS_3

Brakkk


Suara Andra membuka pintu dengan sangat kencang , hingga semua penghuni ruangan itu pun menatapnya dan tak lupa juga ikram yang menatap tajam anaknya yang baru datang saat meeting sudah akan selesai dan dia juga yang menggantikan meting andra pagi ini karna anaknya itu tak kunjung datang.


"Meeting kita tutup. selamat pagi" ujarnya ikram dingin , karyawan pun membereskan barang-barangnya dan keluar ruangan itu , sedangkan Andra yang tau nada bicara itu Hanya terdiam sambil mengaruk tengkuknya itu karena dia tau papahnya itu sedang marah padanya.


"Kenapa baru datang"tanya tegas


"Kesiangan pah", ujarnya


"hah. kesiangan .kamu baru beberapa hari kerja dan sekarang sudah telat , bagaimana bisa kamu mencontohkan yang baik buat semua karyawanmu hah" bentaknya ,dia begitu kesal pada anaknya ini


"Maaf pah. aku gak akan ngulanginya lagi" ujarnya sambil menunduk


ikram pun menghembuskan nafas frustasinya


"Papah akan keluar kota untuk beberapa bulan karna ada pembangunan yang harus papah pantau , papah percayakan semuanya padamu "______"Dan jangan mengulanginya lagi " ujarnya sambil beranjak


"Dan oh iya , papah sudah mendapatkan sekretaris untuk kamu ", ujarnya lagi sebelum benar-benar pergi dari ruangan itu


Andra pun duduk sambil merinngsut diatasi meja , pagi-pagi sudah diomelin papahnya ditambah belum sarapan karna tak sempat membuat dia enggan bekerja . Dia pun pergi keruangan dengan muka yang ditekuk


"Kalau bukan buat bini ,ogah gue kerja "ujarnya frustasi karna perut yang terus berbunyi


"Anjirrr lapar banget lagi"


Tok


tok

__ADS_1


,"siapa sih ""Dengusnya ,"masuk" ucap ketus


" Ada apa pah," tanyanya


"Hey sini"ujarnya pada wanita yang sedang menunggu di luar ruangan Andra, orang itu pun masuk dan


"Metaa, ngpain lo kesini", tanyanya tak suka dengan kedatangan Meta kekantornya itu ,dia pun menatap papahnya


"Ini sekretaris Kamu,.cuman dia yang memenuhi syarat "__" bagus kalau kalian saling kenal , kalian bisa bekerja sama dengan baik"ujarnya


"oh iya Meta itu ruangan kamu" ujar ikram menunjuk ruangannya itu


"Terimakasih pak"


"Ok , selamat bekerja"ujarnya sambil pergi meninggalkan ruangan anaknya itu


"selamat bekerja sayang" ujarnya sambil berjalan keruangannya


"Menyebalkan sekali , hidupku bukannya tenang malah lebih menyebalkan " kesalnya , rasanya dia ingin sekali melempar perempuan sialan itu dari atas gedung


_____


Berbeda dengan Sarah , wanita itu begitu tergesa-gesa karna kliennya sudah menunggu


cekrekk


Sarah pun membuka ruangannya ,disana sudah ada Marni dan kliennya


"Maaf membuat Anda menunggu"ujarnya

__ADS_1


"Tidak apa-apa,"


Sarah pun duduk dihadapan klien wanita itu membahas kerja samanya dan pembangunan , meski dipepet waktu Sarah tetap sedetail mungkin menjelaskannya


"Sangat bagus , saya setuju" ujarnya


"Terimakasih " balasnya


"baiklah ,saya permisi dulu" ujarnya sambil beranjak , Sarah pun ikut mengantar kepergian kliennya itu sampai depan ruangannya itu


"Oh Marni" ujarnya dengan nafas lega


"Tumben Bu telat"tanyanya


"Hah, itu ___anu__$"jawabnya gugup , Marni yang paham pun hanya tersenyum


"Apa masih ada meting "tanyanya mengalihkan


"Tidak ada Bu untuk hari ini, untuk 2minggu ke depan sangat padat"ujarnya


*"oh baiklah"


Marni pun kembali keruangan dan Sarah kembali bekerja dengan komputer dan dokumennya , perusahaan abynya ini berkembang sangat pesat saat dipegang Sarah , meskipun Sarah wanita bercadar tapi tidak menghalangi karirnya itu bahkan butiknya pun jadi lebih besar dan tak lupa dia juga selalu berbagi dengan orang tak mampu setiap hari Jum'at meskipun bukan dia langsung yang memberikan sumbangan itu,karna dia sibuk bekerja .Dia menyuruh Marni untuk mengatur itu


Sedekah tidak akan membuatmu miskin ,itu benar adanya karir melejit butiknya sudah go internasional ,bahkan banyak pelanggan butik yang ingin bertemu langsung dengan desainer sekaligus pemilik butik itu ,tapi Sarah yang memang disibukkan dengan segala hal pun tak bisa memenuhi keinginan pelanggannya bahkan dia hanya mengirim karyanya pada sari lewat email . Sebenarnya dia mampu membeli rumah mewah untuk mereka tinggali,namun ia tak mau membuat suaminya terhina . Suaminya itu selalu berkata Harga diri lelaki itu bekerja dan membahagiakan istri,masa iyaa istri yang bekerja . harga diriku turun sudah kalau begitu , nanti kalau aku udah sukses kamu dirumah aja deh begitulah Andra .


Sarah kadang suka senyum-senyum sendiri jiga inget itu , dia menghargai usaha suaminya itu Meskipun tidak seberapa dibandingkan dirinya sendiri


_____👋👋👋👋Hay tinggalkan jejak vote,like,and rate yaa . season 26 lama banget revisinya anjirrr 😥

__ADS_1


__ADS_2