
Andra keruangan kerjanya , Dia Akan berbicara lagi dengan Sarah .
tok
tok
"Masuk"
"Ini den tehnya ,"
"Terimakasih Bi"
"Iya den,"
bibinya berbalik ingin meninggalkan ruangan itu ,tapi Andra menghentikannya
"Eh Bi , sini dulu"
"Ada apa den,"
"Bibi tau siapa yang ngirim paket kesarah "
"Ngak de ,soalnya yang nganternya kulir den,"
"Oh iya Bi makasih,"
Acara makan malam dengan istrinya hancur seketika , Apa wanita ular itu yang mengirimnya .
Aku harus menemuinya ,Andra pun menyambar kunci mobilnya itu dan pergi menemui Meta . Sarah pun berjalan kearah jendela saat mendengar suara mobil suaminya yang akan pergi.
Andra pun mendatangi apartemen Meta ,namun sayangnya tempat itu kosong entah kemana wanita itu pergi .
"Sial ,kemana wanita itu" ujarnya kesal bahkan dia sampai menendang-nendang keras pintu apartemen itu.
Tanpa Andra ketahui ,Meta sudah dibawa Vito pergi .
***
Flasback.
__ADS_1
Dikantor AA grup , seseorang mengeraskan rahangnya saat seseorang memberikan map coklat yang ternyata foto istrinya dan Andra .
"Maaf tuan , nyonya Meta menjebak tuan Andra dan mengakui bahwa itu anaknya nyonya Meta dan tuan Andra.
.
Vito begitu memerah menahan amarahnya yang sudah mau meledak itu , Dia tak menyangka bahwa istrinya itu akan senekat itu melakukan misinya hanya karna lelaki lain ,dan yang lebih parah lagi dia menyuruh suami orang mengakui anak yang dikandung Meta.
"Sepertinya kau memang harus diberi pelajaran Meta , kau benar-benar membuat ku marah" ujarnya sambil meremas map itu kuat , bahkan assistennya pun mengidik ngeri .
Tanpa sepengetahuan Meta ,Vito selalu memantau Meta dari jauh . Apalagi Meta selalu tak mau diajak kesurabaya hingga dia curiga ,Apa yang membuat dia tak mau ikut kesurabaya dan kenyataan yang membuatnya benar-benar marah saat dia tau istrinya itu masih menganggu mantan pacarnya itu.
"Siapkan keberangkatanku siang ini " ujarnya pada assistennya itu
"Baik tuan"
Vito berangkat ke Jakarta siang itu ,tanpa memberitahu Meta seperti yang selalu dia lakukan,Dia langsung ke apartemen meta menunggu wanita itu pulang dari pekerjaannya.
Wajah dingin dan merah kita menguasai Vito yang menahan amarahnya .
Suara pintu terbuka , ruangan yang masih gelap tanpa pencahayaan membuat Meta tak melihat Vito yang menatapnya tajam saat wanita itu masuk.
crek ,Suara saklar lampu menyala membuat Meta kaget karna lampunya tiba-tiba menyala. .
"Kau bisa memiliki siapa Meta" ujarnya dingin , hingga membuat Meta langsung memucat. .
'Bagaimana bisa dia ada disini,'batinnya
"Jawab"Bentaknya karna sudah tak bisa lagi menahan amarahnya itu pada wanita didepan itu .
Meta yang mendengar Vito marah begitu takut ,karna ini pertama kalinya dia melihat Vito semarah ini.
"Rupanya kau masih senang bermain-main ya"
"Bereskan barang-barang mu sekarang juga"lanjutnya dengan suara masih membentak
"Apa kau mengusirku ,Aku ini sedang hamil anakmu !! apa kau tak kasian aku Luntang Lantung dijalanan dengan membawa anakmu ini "
Vito menatap sinis Meta , dia tak habis pikir dengan pikiran wanita didepannya ini ,dia tak ingin kehilangan dirinya tapi terus mengejar mantannya itu yang jelas-jelas sudah mempunyai istri.
__ADS_1
"Kau yakin itu anakku?" Tanyanya sinis dengan alis terangkat sebelah dan terus berjalan mendekati Meta , Meta yang ditatap seperti itu pun begitu ketakutan bahkan membuat perutnya sedikit kram karna suasana tegang ini.
"Tentu saja ini anakmu !! bagaimana bisa kau berpikir ini bukan anakmu , Jelas-jelas kau orang pertama yang mengambil kehormatanku!!"
"Jika itu anakku ,bereskan barang-barang mu sekarang juga"
"tapi untuk apa ,aku harus membereskan barang-barang ku?"
"Kau pikir aku tak tau ,apa yang kau lakukan disini" ujarnya sambil mengapit pipi Meta , Meta yang sedang hamil pun menangis karna hormon kehamilannya itu. .
"Bereskan barang-barangmu sekarang juga ,kita pulang kesurabaya" ujarnya dengan menatap sembarangan arah
"Aku tidak mau!!
Vito yang mendengar itu pun tersurut emosi lagi ,saat mendengar penolakan Meta .
"Mau tidak mau ,kau harus ikut"Bentaknya
"Awwwwwww" Meta meringis sakit saat perutnya mengencang karna terus berdebat dengan Vito ,Vito yang mendengar itu pun langsung menatap kearah Meta yang sedang menahan sakit memegang ujung sopa.
"Kau kenapa?"
"Perutku sakit,"
Vito panik saat Meta terus saja meringis kesakitan ,Tanpa ba-bi-bu dia langsung mengendong Meta dan membawanya kerumah sakit. .
"Dok tolong ,dok "Teriaknya saat sampai rumah sakit , dengan sigap dokter langsung mengambil kursi roda dan membawanya. ..
"Mohon tunggu diluar ya pak"Cegatnya pada Vito
"Tapi saya suaminya dok"
"Iya saya paham ,mohon menunggu ya pak" ujarnya sambil menutup pintu
Baca juga yaa karyaku yang lain
*Mencintaimu dalam diam*
__ADS_1
kasih vote dong 😥