The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )

The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )
Part 2


__ADS_3

"Aku gak mau buah supermarket" ujarnya kesel, andra dan mamahnya pun saling tatap.


"Aku mau buah yang dipinggir jalan"


"Tapi sayang, yang dipinggir jalan itu suka kedebu-debu sama kendaraan" Bujuknya mamah siska.


"Aku gak mau makan" Rajuknya meninggalkan andra dan mertuannya yang lagi molonggo itu.


"Istrimu dra" ujarnya sambil mengelus dada.


"Sana cari lagi" titahnya sambil berjalan kekamar andra untuk membujuk sarah.


"Huhffggg," Helaan nafas kini jadi kebiasaanya karna keinginan istrinya itu. Tapi andra juga tak menolak, dia pun pergi mencari pedagang lapak pinggir jalan untuk memenuhi keinginan istrinya itu.


Sampai dia melihat kakek-Kakek tua yang membawa buah-buahan diantara keranjang dipundaknya.Dia mengerti kenapa istrinya itu ingin membeli buah dipadang lapak dari pada disupermarket yang kebersihannya terjaga, istrinya itu ingin membantu dengan cara membeli dagangannya.


Andra pun memarkirkan mobilnya tepat disamping pedagang itu,sambil menurunkan kaca mobilnya.


"Pak, tunggu saya mau beli" ujarnya sambil membuka pintu.


"Silahkan tuan mau beli yang mana" ujar kakek-kakek itu, kulitnya yang sudah keriput membuat andra tak tega apalagi seharusnya kakek ini sudah istiraht dirumahnya menikmati hari tua, tapi ini masih saja mencari nafkah untuk makannya.


"Saya beli semuanya pak"


"Alhamdulilah" ujarnya sambil mengambil kantong dan memasukan berbagai jenis buah itu.


"Istri saya lagi hamil"


"Ini pak buahnya, semoga istri dan anak bapak sehat ya, lahirannya pun lancar" doanya sambil menyodorkan buah kepada andra.

__ADS_1


"Aamiin pak, Berapa pak?"


"Jadi 150rb tuan"


Andra pun mengeluarkan uang dari dompetnya 3lembar uang seratus ribuan.


"Ini kebanyakan tuan" ujar sikakek tua itu.


"Gak papa, buat bapak aja" ujarnya sambil memasuki mobilnya itu.


"Alhamdulilah, semoga allah melimpahkan rezekimu nak" Doa sikakek tua, saat melihat mobil andra audah menjauh dari pandangannya.


*


Dirumah, Mamah siska hanya tersenyum kecut saat melihat istri anaknya itu sedang merajuk, ibu hamil itu benar-Benar sensitif apalagi jika keinginannya tak terpenuhi.


"Sayang, andra udah cari lagi ko buahnya"


"Kan disuper market bagus sayang, bersih juga"


"Bukan masalah bersihnya mah, kan kalau kita beli disupermaket bikin yang kaya makin kaya,"


"Hah" Mamah siska langsung melongo mendengar menantunya itu.


"Kan kalau kita beli dilapaak gitu, meskipun tidak seperti disupermarket tapi kita bisa membantu perekonomian mereka dengan membeli barang jualnya mah"


Mamah andra langsung tersenyum mendengarnya, jadi ini alasan sarah tidak mau beli disupermarket.


Sungguh menantunya ini memang terbaik, dia jadi bisa belajar dari menantunya ini.

__ADS_1


"Sayang" ujar andra yang baru datang dengan membawa beberapa kantong ditangannya itu, dan membuat dua wanita itu menoleh kearahnya.


"Ini buahnya"ujarnya sambil menunjukan kantong itu pada sarah, dan sarah pun langsung menghampiri suaminya dengan senyuman merekahnya.


CUP


"makasih mas"


Andra langsung memerah, lantaran dicium istrinya didepan mamahnya. Meskipun mereka sudah lama menikah tetep aja dia malu.


"Dheeeemmmm" dehem mamahnya.


"Yasudah, ayo kita makan" ajak mamahnya yang beranjak dari tempat tidur, dan mereka pun makan siang bersama.


.


.


Mamah siska, dibuat molongo lagi oleh menantunya itu. Dia baru makan setengah porsi tapi menantunya sudah menghabiska 5 porsi, andra yang melihat mamahnya syok pun hanya tersenyum, dia pun mengerti kesyokan mamahnya itu.


"Iya mah, Sarah jadi gila makan setelah hamil. Jadi mamah jangan kaget, aku juga sama ko kaya mamah tapi ya aku terbiasa." ujarnya


"Kayanya anak kamu gak satu deh dra" ujarnya yang masih molongo menatap sarah.


*


*


*

__ADS_1


Aku udah nambahin lagi partnya, jangan lupa dukungannya dong, VOTE dan LIKE oke


__ADS_2