The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )

The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )
Part 5 ( Tamat )


__ADS_3

Waktu silih berganti, namun kebahagian keluarga Andra tak sedikit pun pudar malah semakin bertambah.


Malam ini Andra yang sedang mengelus perut besar Sarah dengan lantunan salawat mengiringi elusan demi elusan pada perutnya.


Perut yang semakin besar membuat Sarah semakin sulit tidur, Bahkan untuk berjalan pun dia harus dibantu.


Baju tipis dengan satu tali ini menjadi baju favoritnya sekarang, karna selain tipis baju ini juga sedikit terbuka hingga tidak membuatnya kegerahan.


"Ko belum tidur juga yang" Tanya Andra, Karna dia sudah hampir 1jam mengelus perut buncit ini.


"Kamu laper?"Tanyanya lagi. Sarah hanya mengeleng-Gelengkan kepalanya.


"Terus mau apa" Tanyanya lembut, Aduh seneng bangetkan punya suami kaya Andra nyenengin istri banget, lembut, kaya, dan tampan. Udah deh ini mah TOP banget.


"Aku lagi pengen mas" Ujarnya pelan malu-malu. Hormon hamilnya ini benar-benar bikin gairahnya selalu naik.


Andra hanya tersenyum mendengarnya, karna sekarang bukan dirinya lagi yang sering minta jatah, Tapi istrinya itu.


"Oh jadi anak-anak ayah pengen dijenguk nih?" Tanyanya mengoda,


"eeehmmmm" Jawabnya malu-malu dengan kepala menganguk-nganguk.


Andra pun membacakan doa sebelum bercintanya, Setelah itu dia mengecup kening istrinya dan memulainya dengan bertautan bibir, Semakin panas dan semakin panas rasanya AC dikamarnya itu tak terasa jika sedang bergulat seperti ini.


Bercinta dengan wanita hamil itu sungguh nikmat yang tiada tara, selain semakin sexy, Sarah juga semakin buas. Mungkin hormon hamilnya ini!!...


Sarah yang kelelahan itu terlelap, Andra yang melihat itu pun menutupi tubuh sarah. Dia pun ikut berbaring dengan memeluknya.


*


*


Jam 4, umi Pipik yang sudah bangun sedari tadi itu sedang membantu pembantunya beres-beres rumah.


"Bu tidak usah, biar saya saja"

__ADS_1


"Gapapa bi, sambil nunggu subuh" Ujarnya.


Pembantunya pun membiarkan majikannya itu membantu meskipun tak enak hati.


Saat sedang Menyapu suara Andra yang panik membuat Umi pipik meninggalkan pekerjaanya itu.


"Ada apa dra?"


"Sarah umi, dia mau lahiran" Ujarnya panik sambil memanggil supir untuk menyiapkan mobil.


Umi Pipik pun langsung menghampirin kekamar anaknya itu, dia melihat sarah meringis kesakitan.


Umi pipik segera mengambil baju dan kerudung Sarah.


"Ganti dulu sayang bajunya, kita kerumah sakit ya"


Sarah pun berganti pakaianya sebelum dibawa kerumah sakit.


"Sakit umi" ringisnya dengan meremas sepray itu kuat.


"Ayo sayang, mobilnya sudah siap" Ujar andra yang baru datang. Andra pun langsung membopong istrinya itu dengan mertuanya yang mengikuti dibelakang dengan membawa pakaian.


"Tahan ya sayang" Ujar Andra dengan mengelap keringat yang keluar dari kening istrinya itu, Mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sarah pun tak segan mengigit suaminya itu kala sakit yang menyerangnya.


"Dok tolong istri saya mau melahirkan" Ujarnya panik saat mereka sampai dirumah sakit, Suster pun langsung mengambil kursi roda.


Sarah pun didorong mengunakan kursi roda keruang bersalin.


"Dokter suami saya harus ikut" Ucap Sarah saat mereka mau membawanya keruang bersalin.


"Baik bu"


Dokter pun menyuruh perawat itu untuk menyuruh suami pasien ikut.


Sarah pun memegang tangan Andra kuat menahan sakit, Andra pun ikutan meringis karna menahan cengkraman istrinya itu.

__ADS_1


"Tarik nafas ya bu, lalu buang." Ujar dokter.


"Mengejennnn buu"


Sarah pun mengejen kuat saat dokter itu mengintruksikan, Sampai ke kejenan kelima anak mereka lahir, Namun tak sampai disitu Sarah kembali mules dan dokter pun menyerahkan bayi itu untuk dibersihkan sebelum kembali menangani Sarah.


"Alhamdulilah bayinya sehat, sempurna" Ujar dokter dengan masih mengendong bayi kemerahan yang masih tertempel darah itu.


"Ini pak anaknya silahkan di adzani" Ujar suster memberikan anak pertama mereka.


Dengan senang hati Andra menerimanya sebelum mengadzaninya.


Anak pertama lelaki dengan anak kedua perempuan ini menambah kebahagian keluarga mereka.


"Terima kasih sayang, sudah memberikan dua anak untukku" Ujarnya dengan mengecup kening sarah, Air mata lelakinya menetes setiap ringisan-ringisan sarah saat mengeluarkan anak-Anak mereka. Begitu kuat perjuangan seorang ibu untuk mengeluarkan anaknya melihat dunia bahkan tak ada uang yang bisa menilainya.


"Iyaa mas" balasnya masih lemas.



"Anak kita lucu-lucu" Ujarnya dengan menatap 2 box bayi dipinggirnya.


"Mau kamu kasih nama siapa sayang?"


"Gimana kalau Naugi sama naura mas?"


"Bagus, aku suka namanya, Naugi bagasditya dan Naura humaira"


.


.


.


**Tamat...

__ADS_1


__ADS_2