
Malam semakin larut ,Andra mengendarai mobilnya kerumahnya . Terlihat disana rumah sudah gelap karna penghuni sudah tidur , dengan langkah gontai dia mendekati pintu .
Untung Andra selalu membawa kunci , dia pun membuka pintunya dan berjalan kearah kamarnya itu . Dia mendapati istrinya itu sudah tidur dengan mata sembab karna terlihat dari matanya yang bengkak karna habis menangis ,Andra pun melangkah kekamar mandi untuk membersihkan dirinya itu .
Setelah membersihkan diri ,Andra pun ikut berbaring disamping Sarah .Dia mengusap pipi Sarah lembut dan mengecup kening istrinya itu dan dia pun memejamkan matanya tertidur.
Mentari menyoroti seseorang yang masih tertidur,Andra pun mengeliat karna cahaya matahari yang sudah terang dan saat melihat kearah samping,istrinya itu sudah tidak ada .
"Huuuffffhhh"
"Apa yang harus aku lakukan ,Apa aku tes dna saja ya " ujarnya frustasi
"Iya aku harus tes DNA untuk membuktikan ke Sarah ."Ujarnya sambil beranjak
Andra pun berangkat kekantornya dengan semangat karna iya harus menemui Meta dan melakukan tes DNA .
"Tapi bagaimana jika hasilnya itu memang anakku ."
"Tidak,aku tidak pernah merasa menyentuhnya "
Namun helaan frustasi lagi yang Andra dapat saat melihat meja Meta kosong , padahal ini sudah siang .
"Kemana wanita itu "
***
Di perusahannya Sarah yang sudah berangkat pagi-pagi buta hanya menatap kendaraan berlalu lalang diruangan itu .Tak ada yang dia kerjakan hari ini selain berdiam diri , hatinya masih sangat ngilu bahkan dia meminta cuti seminggu ini .
"Ya Tuhan , kenapa sesakit ini rasanya "ujarnya sambil meremas dadanya yang sesak itu .
__ADS_1
"Aku harus menemui wanita itu "
Sarah pun menyambar tas dan kunci mobilnya itu ,Dia melajukan kendaraannya keapartemen Meta .
Sesampai disana ,Sarah langsung bertanya ke resepsionis apartemen itu.
", Maaf mbak, apartemen atas nama Ameta dilantai berapa ya?"
"Dengan ibu siapa?
"Saya temannya , Sarah"
"Apartemen atas nama Ameta dilantai 9 ,nomor 45."
"oh , terimakasih ya"
Sarah pun langsung memasuki lift dan naik ke lantai 9 seperti yang diberitahukan resepsionis itu .
Suara lift terbuka. Sarah pun langsung mencari nomor apartemen meta ,namun langkahnya terhenti saat dia melihat seseorang berdiri didepan apartemen yang dituju itu dan begitu syoknya Sarah saat dia melihat orang itu masuk .
"Mas Andra juga kesini , apa dia sering kesini !!Apa dia bohong tak pernah tidur dengan Meta!!"Ujarnya lirih sambil menutup mulutnya dan diiringi air mata yang sudah membasahi kain penutup wajahnya itu .
Sarah pun langsung berbalik tak lagi melanjutkan langkahnya ,dia tak mau mengetahui apa yang dilakukan suaminya itu .
Dia tak mau tambah sakit hati lagi apalagi harus melihat suaminya membelai wanita lain .
****
Waktu sudah semakin larut ,Andra yang sudah pulang dari kantornya itu sedari tadi menunggu istrinya itu .
__ADS_1
cekrekk
Sarah pun memasukan rumahnya itu ,Dia melihat Andra yang bersandar ke kursi
"Sarah "Ujarnya sambil beranjak mendekati Sarah .
"Aku nungguin kamu dari tadi ! apa kamu sibuk?",Tanyanya sambil mengikuti Sarah menaiki tangga .
"Aku juga udah Masakin , kita makan malam ya"
"Aku sudah makan", Ujarnya bohong padahal sedari tadi tak ada makanan yang masuk .
Brakkk
Sarah pun menutup pintunya keras saat andra akan ikut kekamarnya, Andra bahkan terkaget saat pintu itu terbanting keras .
"Huffffffffghhhh"
istrinya ini masih marah , bagaimana dia menjelaskan kebenaran kalau istrinya ini bahkan tak mau bicara padanya .
"Bagaimana aku bicara yang sebenarnya padamu , kau bahkan tak membolehkan aku masuk !!Aku tak menyentuh wanita lain selain dirimu ,Meta juga mengandung anak suaminya bukan anakku !!Apa kau mendengarku sayang"
ujarnya pelan pada pintu yang tertutup itu ,tapi sayangnya Sarah sedang mandi. Hingga dia tak mengetahui apa yang Andra bicarakan itu
Jangan lupa Like ,vote dan rate ya kaka
Baca juga novelku yang lainnya
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya dan setia membaca karyaku ini , jangan lupa juga jadikan paporit ya