The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )

The DESTINY (Jodoh Dari Tuhan )
Bab 9


__ADS_3

"Dra lo masih ada kelas gak hari "ucap Ikbal


"Ngak ,Napa emang,"


"Nongkrong dulu yu , cafe biasa "


"hayuuu, lu yang nyetir ya ,gue males "


Mereka pun meninggalkan kantin kampus ke cafe tempat mereka nongkrong ,


.


.


Seusai meeting pagi ini dengan klien , Sarah tidak langsung ke kantornya dia ingin melihat butiknya itu yang sudah beberapa Minggu ini tidak dia kunjungi ,


"Marni ,hari ini apa saja jadwal saya" tanyanya pada sekretarisnya itu


"Tidak ada Bu , hanya jam 4 ibu ada pertemuan dengan Bu Ratna dari jaya group" ujarnya


"yasudah , sayang gak kekantor dulu ya , sama mau kebutik dulu, soal kerjaan kamu kirim ke email saya ya " ujarnya "ya sudah saya anter kamu dulu kekantor", ucapnya lagi


Sarah pun mengantarkan Marni terlebih dahulu , seusai mengantarkan Marni dia membelokan mobilnya untuk kebutik nya itu


"Assalamualaikum" salamnya pada penghuni butik


"waalaikumsalam mba" jawab sari


"Wah rame banget sar," ucapnya saat melihat orang sedang belanja di butiknya


"Iya mba , semenjak fashion show itu,pelangan kita makin banyak"


"Alhamdulillah,, Yasudah saya keruangan saya dulu ya" ujarnya


Sarah mengerjakan kerjaan kantornya di butiknya itu sambil memantau perkembangan butik dan pemasukan butiknya itu , sampai waktu Dzuhur tiba dia memutuskan sholat Dzuhur dan membeli makanan seperti biasa

__ADS_1


Ting


suara pintu cafe terbuka , Ikbal yang memang duduknya menghadap kearah pintu pun bersuara


"Eh itu kaya cewe waktu itu ya "


Andra pun menengok kebelakang


deg


Mata itu Ucapnya dalam hati saat tidak sengaja mata mereka bertabrakan,mata andra terus saja mengikuti arah wanita tadi pergi ,


"Woy. biasa aja kli liatnya ", seru Ikbal


Andra pun menatap ikbal dan kembali bermain games, Dia memang sengaja nongkrong di cafe itu cuman numpang wifi ,Bukan berarti dia gak mampu beli kuota ",sayang saja menyia-nyiakan pasilitas ya ada" pikirnya


Saat akan pulang Andra mendengar suara azan ashar , dia pun membawa mobilnya menyebrang jalan untuk singgah kemusola dulu ,.


seusai sholat dia memakai sepatu , dan tak sadar seseorang disebelah juga sedang memakai sepatu mereka menyimpan hp mereka ditengah-tengah , Ikbal yang dari tadi terus minta buru-buru pulang pun membuat Andra salah mengambil hp dan langsung memasuki dalam sakunya tanpa melihatnya dulu , begitu pun dengan seseorang itu , karena dia akan menemui kliennya itu


.


.


karena mereka akan maen futsal malam ini


"iya, gue cabut ya"ucapnya setelah mengantar teman-temannya itu pulang


Diapun melaju mobilnya kerumahnya namun ditengah jalan hpnya itu terus saja berdering , dia pun memarkirkan mobilnya untuk mengangkat telpnnya itu


"Saya sudah sampai di cafe yang dijanjikan "ujarnya diseberang sana dan langsung mematikan telpnnya sepihak


Andra menganga tidak mengerti maksud dari orang yang menelponnya itu ,cafe yang dijanjikan , emang gue janjian sama siapa pikirnya ,dia pun tak memperdulikan itu dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda itu tanpa melihat hpnya itu ,.


titttt titttt suara klaksonnya saat didepan gerbang rumahnya itu , penjaga pun langsung membuka gerbang lebar . Andra pun turun dari mobilnya dan melangkah memasuki rumahnya itu. Dia melihat mamahnya sedang santai

__ADS_1


"Sudah pulang sayang",tanya nyonya Siska


"Udah mah"jawabnya yang sudah duduk disebelah mamahnya itu


"mah beliin motor lagi dong , macet pake mobil mah " , "gak bisa cepat "ujarnya lagi.


"minta sama papah mu langsung aja sana "


"papahnya udah pulang mah",tanyanya antusias


"Udah, lagi diruang kerjanya",


Tanpa menunggu lama Andra pun langsung keruang kerja papahnya itu


tok


tok


"Masuk" ucap suara berat didalam


"Ada apa" tanyanya saat melihat yang mengetuk pintunya itu anaknya


"Pah, papah capek kan. mau aku buatkan kopi gak, atau mau aku pijitin_"ucapnya basa basi


Ikram yang sudah tau maksud anaknya itu pun menyeringai senyum


"Boleh juga, buatkan kopi tapi suruh mamah mu. kopi buatan kamu gak enak, terus pijitin papah , cepatan" titahnya mengerjai anaknya itu dan dengan sigap Andra mengerjakan perintah papahnya itu


"Mah "teriaknya


"Apaan sih berisik" sahutnya


"kata papah buatkan kopi"


"iya" Siska pun membuatkan kopi untuk suaminya itu, namun saat akan mengantarkan keruang kerja suaminya itu Andra menghentikan langkahnya

__ADS_1


"biar Andra aja mah" ujarnya sambil mengambil alih gelas ditangan mamahnya itu


Siksa menyerit heran, ada apa dengan anak itu


__ADS_2