The Handsome Evil CEO

The Handsome Evil CEO
THECEO 11


__ADS_3

Tiffany selesai mandi, ia berjalan ke luar dari kamar dan turun melewati tangga. Tapi kedua pria itu tidak terlihat. Ah, ia tahu tadi Jason pergi dengan pakaian rapi, pria itu pasti pergi ke Hamin Corp.


Tiffany berjalan ke pintu, namun tiba-tiba saja pundaknya di tahan.


“Miss Clandezo, saya harap Anda tidak mengambil satu langkah lagi ke arah pintu,” ucap seorang pria.


Dari suaranya Tiffany merasa asing. Ia menengok dan menemukan pria dengan pakaian serba hitam, berambut rapi dan alat komunikasi; earphone kabel, menempel di telinga kirinya dan satunya dibiarkan terlepas.


“Maaf, tapi siapa kau?”


Itu pertanyaan bodoh. Tiffany tahu siapa pria ini, ia mengira pria ini adalah utusan Jason untuk menjaganya karena ia juga tidak melihat Rico ada di sini.


Pria itu melepas tangannya dari pundak Tiffany. Menunduk memberi hormat dan memperkenalkan diri. “Saya bawahan dari asisten pribadi Mr. Zuruno. Anda bisa memanggil saya Canda. Jika Miss Clandezo membutuhkan sesuatu, bisa minta saya untuk membantu Anda.”


Mr. Zuruno? ayahnya pria itu? apakah ayahnya tahu jika putranya menyekap seorang wanita di mansionnya? tapi, jika ayahnya tahu bukankah ayahnya juga akan mengetahui alasannya dibalik semua ini? apakah ayahnya juga diam saja saat tahu putranya membunuh seseorang? jika iya, berarti keluarganya semacam keluarga mafia?


“Terima kasih. Aku permisi,” balas Tiffany, berlalu melewati Canda dan berjalan ke belakang mansion.


Tidak perlu pengawal. Ia semakin sadar dirinya disekap. Tapi ia juga tidak bisa apa-apa.


Saat Tiffany berjalan menuju belakang mansion. Tiffany merasa diikuti. Tiffany berhenti dan menengok, Canda berdiri tidak jauh dari tempat Tiffany saat ini.


Tiffany berbalik, menghadap Canda. “Kau tidak perlu mengikutiku, aku tidak akan kabur. Jadi biarkan aku sendiri.”


Tiffany kembali berjalan ke arah belakang mansion. Tiba di ambang pintu belakang, Tiffany melihat kandang besar dan tinggi dari besi, berwarna hijau lumut. Tiffany berjalan mendekat dan menyentuh pagar kandang itu. “Apa ini? kenapa ada di sini?” tanyanya kepada dirinya.


Sebelumnya tidak ada yang seperti ini bukan? atau Tiffany baru tahu dan baru lihat? karena Tiffany sebelumnya tidak pernah membuka jendela kamarnya. Ia menengok ke arah atas, dimana jendela kamarnya terlihat.


Tapi tiba-tiba Tiffany terkejut ketika mendengar raungan dan ia kembali melihat kandang. Sekarang ia tahu isinya adalah seekor harimau yang sangat besar. Tiffany berjalan mundur saat harimau itu juga berjalan mendekat ke pagar besi.


Harimau itu sebelumnya bersembunyi di belakang pohon dan daun-daun hijau.


Saat harimau itu berhenti berjalan dan hanya melihat Tiffany, Tiffany juga berhenti melangkah. Harimau itu diam tanpa melakukan apa pun dan Tiffany jadi tahu, harimau itu meraung karena melihatnya ada di sini.

__ADS_1


Tiffany dengan langkah hati-hati mendekat. Tangannya kedepan seakan ingin menggapai. “Kau menyapaku?”


Harimau itu meraung lagi, seakan menjawab bahwa ia memang menyapanya. Tiffany berjalan pelan, semakin mendekat ke pagar dan berhenti dengan jarak dua langkah dari pagar. “Aku baru melihatmu di sini. Kau sudah lama tinggal di sini ya?”


Harimau itu tidak lagi meraung tapi harimau itu berjalan, mendekatkan kepalanya ke celah jeruji, hanya mulutnya yang cukup.


Tiffany mengarahkan tangannya ke kepala harimau itu, entah kenapa ia merasa harimau itu ingin ia menyentuhnya karena harimau itu diam di tempat dengan kepala sedikit menunduk.


Tiffany sedikit takut tapi kemudian tangannya merasakan bulu-bulu harimau itu, lalu ia menempelkan telapak tangannya ke atas kepala harimau.


Seakan tahu, harimau itu masih diam. Tiffany bergerak, mengusap tangannya di atas kepala harimau. “Halo, aku Tiffany.”


Tiffany langsung melepas tangannya saat harimau itu meraung.


•••


Jason berjalan di basement dan membuka pintu mobilnya. Setelah menyalakan mesin, Jason langsung mengemudikan mobilnya ke luar gedung.


Jalannya macet sekali, hingga Jason menghabiskan waktunya di perjalanan selama 40 menit, biasanya hanya 20 menitan saja. Jason membuka pintu mobil saat mobilnya sudah terparkir cantik di perkarangan mansion.


Jason menaiki tangga dan sampai di depan pintu. Setelah mengetuk, Jason masuk ke kamar Tiffany. Tidak ada orangnya. Apa dia di dapur?


Jason turun dan mengecek dapur, tidak ada.


Jason berjalan ke depan Canda dan menatap tajam pria itu. “Dia dimana?”


Canda seakan sudah di aktifkan, dia menatap Jason dan menengok ke belakang. “Miss Clandezo berada di belakang mansion.”


Lalu Jason pergi ke belakang mansion dan melihat wanita itu sedang berjongkok dengan Perdo yang berbaring. “Dia tidak takut?” tanyanya, entah kenapa itu membuat Jason tersenyum melihatnya.


Jason berjalan mendekat tapi Perdo lebih dulu menyadari ia ada di sini, harimau itu meraung dan berdiri, menyambutnya pulang.


Jason melihat Tiffany sedikit tersentak karena Perdo berperilaku berlebihan. Jason berjalan ke arah belakang tubuh wanita itu, sepertinya wanita itu tidak menyadari dirinya. Karena Tiffany terus melangkah mundur dan takut melihat Perdo. Jason menahan punggung Tiffany saat wanita itu akan menabraknya. Ia bisa merasakan punggung wanita itu yang kaku. “Kau tidak apa-apa?”

__ADS_1


Jason tidak melepas tangannya karena Tiffany belum berdiri dengan benar, ia merasa tangannya sedikit tertekan karena berat tubuh Tiffany dan Jason masih menahan tubuhnya.


Jason membuat tubuh Tiffany berdiri tegak. Ia sudah lepas tangan tapi masih berjaga-jaga jika wanita ini terjatuh. “Dia Perdo. Harimau jinak. Tenang saja, dia tidak akan menyerang orang sembarangan.”


Jason melewati Tiffany yang sudah menatapnya. Jason berjalan ke dekat pintu kandang itu dan membuka kuncinya, tapi kemudian terhenti saat wanita itu mencicit.


“Kau akan masuk ke dalam?”


Jason sedikit tersenyum, ia menengok dengan tangan yang masih memegang kunci. Lalu berbalik melihat kunci yang sudah ia buka. “Aku akan mengeluarkannya.”


“Apa?!”


Jason membuka pintu dan Perdo langsung ke luar menyambutnya. Jason setengah jongkok dan mengusap rahang Perdo. “Jangan menakutinya.”


Jason melihat ke arah Tiffany yang berdiri diam. “Mendekatlah. Dia ingin berkenalan denganmu.”


Jason bisa melihat mata wanita itu semakin melebar. Tapi kakinya melangkah pelan, mendekati Perdo.


Jason berdiri tegak saat Tiffany berdiri dengan memberi jarak. Jason berjalan menghampirinya dan Tiffany semakin mundur, wanita itu melihat Perdo ikut melangkah mendekat karena dirinya. Jason berbalik dan memberi isyarat kepada Perdo untuk diam di tempat, harimau itu pun menurutinya.


“Lihatkan. Dia tidak buas. Kau bisa mendekat dan memegangnya. Tenang saja, ada aku.”


Jason menarik lembut lengan Tiffany, membawa wanita itu ke Perdo.


Sampai di depan Perdo, wanita itu masih diam namun menatap Perdo sedikit minat.


Saat ingin mengeluarkan suaranya, wanita itu lebih dulu berjongkok dan mencoba menyentuh Perdo.


·


·


·

__ADS_1


The Handsome Evil CEO © YAKIYA


__ADS_2