The Hottest Family

The Hottest Family
024 - Wanna Join Us? (Han Yuhyeon Blok B)


__ADS_3

"Tada!" Han Yujin meloncat keluar dari kamarnya. Dia mengenakan sebuah jas hujan berwarna kuning dengan gambar kepala bebek di tengahnya.


"Aku juga siap!" Yerim mengangkat kedua tangannya antusias. Dia mengenakan jas hujan dengan model yang sama seperti Han Yujin, hanya saja lebih kecil sesuai ukuran badannya.


"Kalian ngapain sih?" Han Yuhyun mengelus keningnya yang mengkerut. Apa yang dilakukan kakak kandungnya membuat dia tidak habis pikir.


"Kan tadi aku sudah bilang, kita mau pergi ke blok A," jawab Yujin dengan senyuman yang mekar di wajahnya.


"Kantor ketua komplek yang baruu." Yerim menambahkan.


Yuhyun menghela napasnya. "Apa sih yang dipikirkan ketua komplek yang baru? Kenapa dia engga ngundang aku aja buat dateng?"


"Itu karena kau menyebalkan," sindir Yerim yang seketika saja membuat Yuhyun kesal.


"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya menarik. Mau ikut?" tanya Yujin. "Masih ada satu jas hujan lagi."


Yuhyun berdehem, tapi kemudian menghela napasnya dan berkata, "baiklah kalau begitu. Aku juga akan pergi."


"Hah, orang sepertimu mau ikut juga? Kau pasti hanya akan membuat ketua komplek tidak nyaman," cecar Yerim.


"Enak saja. Itu kau. Bukan aku!" Han Yuhyun dibuat semakin kesal oleh Yerim.


"Sudahlah kalian, tidak perlu bertengkar," ucap Yujin setengah menghela napasnya.


"Dia yang mulai duluan." Serin menunjuk-nunjuk Yuhyun.

__ADS_1


"Enak saja. Dia duluan." Yuhyun balas menunjuk-nunjuk Yerim. Dia bertingkah seolah tidak sadar kalau dirinya adalah seorang kepala perusahaan ternama berskala nasional.


Yujin menghela napasnya. "Kalau kalian terus bertengkar, aku akan pergi sendiri."


"Ja-jangan." Yuhyun dan Yerim terbelalak bersamaan.


"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang." Yujin melambaikan tangannya memberi isyarat untuk segera pergi keluar.


"Tapi Kak, sekarang masih hujan. Gede pula hujannya." Yuhyun terdengar khawatir.


"Kan kita udah pake jas hujan. Apa gunanya kalau tidak dipakai hujan-hujanan?" tanya Yujin yang kemudian memakai sepatu boots karet berwarna merah.


"Ta-tapi..." Yuhyun masih kurang setuju.


"Kalian mau jalan kaki ke sana?" tanya Yuhyun memastikan.


"Memangnya kenapa? Lagipula jaraknya tidak terlalu jauh kan? Paling 2-3 kilometer," jelas Yujin.


"Tetap saja sekarang sedang hujan. Aku tidak ingin kakak sampai sakit. Aku akan antar pakai mobil." Yuhyun merogoh saku jasnya mencari kunci mobilnya.


"Hey Yerim, kita berlomba, yuk! Siapa yang bisa sampai duluan ke gerbang," ujar Yujin mengabaikan perkataan Yuhyun.


"Ayo, siapa takut?" Yerim mengangguk antusias.


"Kalau begitu, ayo!" Yujin berlari duluan keluar dari rumah.

__ADS_1


"Curaaang." Yerim mengejar sambil tertawa.


"Astaga." Yuhyun kesal, tapi dirinya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan Han Yuhyun? Dia tentunya tidak ingin meninggalkan kakaknya begitu saja.


"Argh... Dasar menyebalkan." Mau tidak mau, Yuhyun pun akhirnya memakai jas hujan yang ada sambil menggerutu sendiri. Tidak lupa, Yuhyun juga membawa payung hijau berukuran besar.


"Hey, tunggu aku!" seru Yuhyun sembari bergegas mengunci pintu.


Yujin dan Yerim sudah berlarian hingga melewati gerbang. Meski hujan mengguyur sangat deras, tapi mereka berdua malah saling tertawa dan berlarian ke sana kemari. Seolah tidak merasakan kedinginan sama sekali.


Mulanya Sunghan enggan membukakan pintu gerbang, tapi karena melihat Yuhyun yang sama-sama memakai jas hujan, dia pun membukakan pintu gerbang.


"Aku sampai duluan, yeaaay!" Yerim terlihat senang.


"Haha.. Sekarang jalannya pelan-pelan saja Yerim," ujar Yujin sambil tersenyum seperti biasanya.


"Baiklah." Yerim pun kini berjalan di samping Yujin.


"Haruskah kita menunggu dia?" Yerim menunjuk Yuhyun yang ada di belakang mereka.


"Abaikan saja, nanti juga dia bisa menyusul sendiri," ujar Yujin sembari mengibaskan tangannya. Yerim pun tertawa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2