The Hottest Family

The Hottest Family
006 - Let's Bring It On


__ADS_3

"Yang Mulia, pesananmu sudah datang." Beru tiba-tiba saja muncul. Sesosok bayangan berbentuk semut raksasa ini sempat membuat Cale dan naga terkejut.


"Begitukah?" Mendengarnya membuat Jinwoo melepaskan cengkraman tangannya dari leher Cale. Suasana lingkungan juga kembali ke semula. Terlihat seperti mood Jinwoo membaik karena mengetahui kurir makanan yang dipesannya sudah sampai.


Dasar @#^@$&!* Cale bernapas terengah-engah. Dirinya bisa saja mati kalau Jinwoo tidak berhenti mencekiknya. Meski hanya dengan satu tangan, tapi sangat kuat.


"Aku akan mengambil makanan. Tunggulah di sini."


"Terserah kau saja," jawab Cale sekenanya. Dia enggan untuk melihat Jinwoo. Bukan hanya itu saja, tapi apa yang telah dilakukan Jinwoo membuat Cale berpikir untuk mencari aman.


Setelah Jinwoo pergi keluar dari ruangan, Cale pun berjalan ke arah jendela yang berada tepat di sebelah meja kerja Jinwoo.


"Bukankah ini..." Cale melihat ada setumpuk dokumen di atas meja dengan foto dirinya berada paling atas.


Tanpa banyak berpikir, Cale pun memeriksa setumpukan dokumen itu. Bukan hanya ada identitas dirinya, tapi juga ada beberapa identitas lain yang kalau ditotal berjumlah 7 orang.


Untuk apa Jinwoo mengumpulkan semua ini? Apakah Jinwoo akan menemui semua orang yang ada dalam daftar ini? Cale berusaha untuk berpikir.


KLIK


Suara pintu terbuka. Segera saja Cale menaruh kembali semua dokumen dan berpura-pura melihat ke luar jendela. Dia tidak ingin Jinwoo tahu kalau dirinya berusaha mengintip pekerjaan Jinwoo.


Cale melihat keluar jendela. Dia pun ingat Jinwoo sempat berkata kalau Choi Han sudah pergi meninggalkannya. Semula Cale tidak percaya, tapi kenyataan tidak selaras dengan apa yang Cale inginkan.


Tidak ada porsche biru kesayangannya di tempat parkiran. Cale ingat betul kalau Choi Han memarkirkannya tidak jauh dari kawasan pancuran. Hal ini tentu saja membuat Cale bertanya-tanya tentang Choi Han. Tidak biasanya dia meninggalkan Cale. Apa yang terjadi?


Cale berniat untuk menghubungi Choi Han, tapi sayangnya Cale baru sadar kalau ponselnya tertinggal di laci mobil. Cale kini hanya bisa membatin seorang diri.


"Makanan sudah siap. Kemarilah," ujar Jinwoo dengan nada suara yang lebih ramah.


"Orang ini..." Cale kesal. Dia benar-benar kesal dan geram, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa pun.


"Pinjami aku ponselmu," ujar Cale sembari berjalan ke arah sofa tempat Jinwoo berada.


"Untuk apa?" tanya Jinwoo heran. Dia baru saja selesai membereskan plastik bekas bungkus makanan ke satu tempat agar tidak tercecer.


"Aku ingin menelpon Choi Han. Aku tidak percaya kalau dia benar-benar pergi."


"Kan sudah kubilang apa."


"Mana ponselmu?"

__ADS_1


"Ayo kita makan dulu. Naga kecilmu saja sudah makan lebih dulu," ujar Jinwoo sambil menunjuk naga kecil dengan ujung matanya. Naga itu tengah memakan sosis bakar.


"...." Cale tidak bisa berkata-kata. Dia kesal karena naga keras kepala itu ternyata bisa dengan mudah diluluhkan oleh Jinwoo hanya dengan makanan.


"Ingin aku suapi?" tanya Jinwoo menawarkan diri.


Cale menghela napas lalu duduk di samping Jinwoo. "Oke, suapi aku."


"Hah?!" Kali ini Jinwoo terkejut dengan jawaban Cale.


"Ada apa? Kau tidak mau menyuapiku?" tanya Cale. Bibirnya tersungging ke kiri. Dia tidak menyangka kalau Jinwoo bisa terkejut juga. Setelah semua hal yang telah dilakukannya? Luar biasa sekali.


"Hmmm." Jinwoo berdehem tampak berpikir.


"Kau simpan di mana ponselmu? Di sini?" tanya Cale sambil menepuk tangannya di paha atas Jinwoo. Lebih tepatnya saku celana bagian depan.


"Sebelah kiri," ucap Jinwoo sambil mengelap tangannya dengan tisu.


"Oh." Cale pun mengulurkan tangannya ke saku celana kiri Jinwoo.


"Tunggu." Jinwoo menepis lengan Cale dengan sikunya. Hal ini tentu saja membuat Cale curiga.


Memangnya ada apa? Apakah ada hal yang Jinwoo sembunyikan? Cale menjadi penasaran dan tanpa segan langsung mengambil ponsel Jinwoo dari saku celananya. Ah, untung saja tidak salah pegang.


"Rupanya tidak dikunci," ujar Cale saat menyalakan layar. Saat layar kunci digeser ke atas, Cale pun tahu apa alasan kenapa Jinwoo terlihat kurang setuju saat Cale memintanya meminjam ponsel.


"Dasar mesum," maki Cale dengan tatapan jijik. Dia tidak menyangka kalau Jinwoo akan menyimpan foto seorang perempuan yang sedang berada di bak mandi.


"A-aku bisa jelaskan." Jinwoo berusaha meraih ponselnya, tapi Cale tidak ingin mengembalikannya. Cale bahkan bisa melihat kalau sekarang wajah Jinwoo sudah semerah tomat.


Akhirnya datang juga waktu untuk balas dendam. Cale tersenyum senang melihat Jinwoo yang gelagapan karena rahasianya terungkap.


"Salah kau sendiri tidak memakai kunci," cecar Cale.


"Iya-iya, aku salah. Sekang kembalikan ponselku," pinta Jinwoo.


"Aku belum selesai. Biarkan aku menelpon Choi Han dulu," ujar Cale yang kemudian mengetikkan nomor ponsel Choi Han dan menelponnya. Sayangnya suara yang didengar Cale adalah suara perempuan yang mengkabari kalau nomor yang sedang ditujunya tidak dapat dihubungi.


"Heh, Jinwoo!" bentak Cale.


"Kenapa lagi? Sudah selesai?"

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan pada Choi Han? Aku tidak dapat menghubunginya," protes Cale.


"Aku tidak melakukan apa pun. Mungkin dia sedang sibuk atau ponselnya mati."


Cale hanya berdehem dengan tatapan sinisnya yang masih di arahkan pada Jinwoo. Apa pun itu, Cale yakin kalau Jinwoo yang menjadi penyebabnya.


"Ponselku." Jinwoo menengadahkan tangan kanannya pada Cale.


"Baiklah tuan mesum," ujar Cale sambil mengembalikan ponsel. Mood Cale sekarang jauh lebih baik daripada sebelumnya.


Kening Jinwoo mengkerut. "Jangan panggil aku dengan sebutan itu."


"Coba kita lihat apa yang sudah kau pesan." Cale mulai melirik makanan di atas meja untuk mengalihkan pembicaraan. "Oh, ternyata kau benar-benar membelikanku seafood."


Cale lekas mengambil piring yang berisi seafood. Dia juga sebenarnya cukup kagum karena Jinwoo memindahkan semua makanan dari bungkus plastik dan sterofoam ke piring. Padahal menurut Cale itu merepotkan.


Waktu pun berlalu, mereka menghabiskan makanan dengan damai dan tentram. Sang naga kecil bahkan tertidur pulas di sudut sofa setelah makan.


"Siapa namanya?" tanya Jinwoo penasaran.


"Naga itu?"


"Ya." Angguk Jinwoo.


"Namanya Raon Miru. Kau bisa memanggilnya Raon," jawab Cale dengan nada suara santai.


"Oke."


"Setelah aku pikir-pikir, sepertinya aku akan menerima tawaranmu."


"Sungguh?" Jinwoo tersenyum penuh kemenangan.


"Tentu saja ada syaratnya. Kau harus memenuhi ketiga syarat dariku." Cale menatap Jinwoo dengan tatapan seriusnya.


"Memangnya kamu pikir kamu itu Aladin?" tanya Jinwoo sedikit tidak terima.


"Tidak masalah bila aku jadi Aladin. Bukankah kau itu Jin?" tanya balik Cale.


"...." Jinwoo hanya menatap Cale aneh tanpa berkata apa pun.


"Kau harus menuruti ketiga permintaanku kalau kau tidak mau rahasiamu tersebar," ujar Cale sembari tersenyum. Dia senang karena sekarang bisa melakukan balas dendam semaunya.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Aladin. Apa permintaanmu?"


BERSAMBUNG


__ADS_2