The Hottest Family

The Hottest Family
028 - Bebek


__ADS_3

Cale mengkerutkan keningnya. Sudah beberapa jam, tapi hujan tidak kunjung reda. Masih saja deras.


"Ini hujan kapan berhentinya?" Cale menghela napas kesal.


"Doain aja mudah-mudahan lima menit lagi reda." Jinwoo tengah menata bunga mawar di vas.


"Kau kira makanan? Nunggu lima menit?"


"Engga gitu juga konsepnya." Jinwoo menatap Cale datar.


"Daftar hadir sudah diprint?"


"Harus kah?"


"Haruslah. Kau ini jadi ketua komplek masa nggak mikirin ke sana?"


"Kan tinggal suruh nulis aja nama mereka di kertas hvs. Engga perlu dipersulit."


Cale berdehem kurang setuju. Selama beberapa saat dirinya menatap Jinwoo dengan tatapan datar campur kesal.


"Siap-siap gih, kayaknya bentar lagi bakalan ada yang dateng."


"Memangnya kau pikir apa lagi yang harus aku siapkan?" tanya Cale sambil menimpuk bahu Jinwoo dengan kertas dokumen yang telah digulung-gulung.


"Aku kan udah siapin bakwan, kamu tinggal siapin hati aja," jawab Jinwoo sambil tersenyum. Namun tentu saja, jawaban ini tidak memuaskan Cale sama sekali.


"Hih." Cale memalingkan mukanya kesal.


"Eh, beneran ada yang dateng tuh," ujar Jinwoo sambil menunjuk ke luar jendela dengan dagunya.


"Mana?" Cale pun melihat ke luar jendela dan mendapati beberapa orang dengan jas hujan berwarna kuning baru masuk lewat gerbang.


"Yang benar saja." Cale tidak percaya dengan apa yang dia lihat. "Bebeknya jelek sekali."

__ADS_1


"Bebek?" Jinwoo yang penasaran pun mulai melihat ke arah apa yang dilihat Cale.


"Perasaan masih lucu bebeknya." Jinwoo menanggapi.


"Bhaha." Cale tidak bisa menahan tawanya. "Kalau begitu nanti akan kubelikan mainan bebek untukmu."


"Boleh, jangan omdo ya." Jinwoo tersenyum menatap Cale.


"Tenang saja, kan nanti dibayar pake uangmu," ujar Cale sembari memperlihatkan kartu debit prioritas milik Jinwoo.


"Eh."


"Ah, aku mau menyambut yang datang." Cale membalikkan badannya dengan sebuah senyuman penuh kemenangan di wajahnya.


"Astaga." Jinwoo menggelengkan kepalanya pelan. Dia kemudian berjalan menyusul Cale.


Entah apa yang nanti akan dilakukan Cale dengan kartu miliknya, Jinwoo sedikit menyesal telah memberikannya. Kini Jinwoo hanya bisa berharap agar Cale bisa menggunakannya dengan bijaksana.


**


"Hati-hati Yerim, nanti kamu bisa kepeleset." Yujin menyusul Yerim tanpa buru-buru. Yuhyun yang ada tidak jauh darinya menatap Yerim dengan dingin.


"Kau ini tidak tahu caranya menikmati hidup, ya?" protes Yerim.


"Menikmati hidup apanya? Kau saja yang kekanak-kanakan," balas Yuhyun.


"Aku memang masih anak-anak. Dasar om-om." Yerim menatap Yuhyun dengan tajam.


"Apa kau bilang?" Yuhyun yang tersinggung sangat ingin sekali menimpuk Yerim, tapi dia berusaha untuk menahan dirinya.


"Sudahlah kalian, jangan berantem terus. Malu nanti diliat ketua komplek," ujar Yujin sembari melepaskan jas hujannya.


"Ta-tapi..." Yerim sedikit merasa menyesal.

__ADS_1


"...." Yuhyun tidak berkata apa-apa.


"Mohon maaf, tapi dia sudah melihatnya," ujar Cale sambil menunjuk ke arah Jinwoo.


"Eh?!" Yujin dan Yerim terkejut.


"Jadi kau ketua komplek emas yang baru?" tanya Yuhyun memastikan.


"Ya, dia ketua komplek emas yang menyebalkan," ujar Cale memotong apa yang akan diucapkan oleh Jinwoo.


"Ohh." Yuhyun kini melihat Cale dari ujung kepala hingga ujung kaki layaknya scanner.


"Kau sepertinya tuan muda manja dari blok H, ya?" tanya Yuhyun yang terasa bagaikan hantaman di hati Cale.


"Memangnya kenapa? Begini-begini juga aku wakil ketua komplek." Cale menepuk dadanya dengan bangga.


"Eh?" Jinwoo terkejut. Begitu pula dengan Yuhyun dan Yujin.


"Kenapa kau juga ikut terkejut?" protes Cale sambil menimpuk siku Jinwoo.


"Aku engga kepikiran sampe sana, tapi kalau kau mau pun tidak apa," jelas Jinwoo.


"Bagaimana mungkin orang ma-" perkataan Yuhyun terpotong.


"Kau Cale kan? Gimana kabar Choi Han sekarang? Kalau engga salah dia menang giveaway, ya?" Yujin menatap Cale dengan mata berbinar.


"Ah, dia? Sepertinya baik-baik saja." Cale mencoba mengingat-ingat kondisi Choi Han, tapi dalam ingatannya tidak ada adegan di mana Choi Han memberitahunya tentang giveaway. Apa yang teringat oleh Cale malah masakan Alberu.


Ah, menyebalkan. Cale tidak ingin memikirkan hal itu.


"Kalian saling kenal?" Yuhyun menatap Yujin tidak percaya.


"Iya, dia orangnya baik kok," jawab Yujin sambil tersenyum.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2