The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
9.


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka berdua sarapan bersama di ruang makan.


Tempat yang begitu mewah dan besar itu hanya ada dirinya dan juga David saja membuat Dewi menjadi merasa kesepian.


"Kenapa lagi wajah kamu kayak orang yang baru saja masuk ke dalam tahanan." kata David sambil menggerutu kesal dengan perubahan mood yang dilakukan oleh Dewi.


" Disini sepi banget ya,Vid!" kata Dewi dnegan nada malas.


"Ya karena hanya kamu dan aku aja yang tinggal disini, sedangkan para asisten rumah tangga tinggalnya juga di paviliun, sehingga kmau gak nampak akan aktivitas mereeka." kata David berusaha menjelaskan.


Tapi Dewi yang biasa menikamti keharmonisan dan kedekatan dengan keluarganya membuatnya merasa ada yang hilang.


"Kamu bakalan pulang hari ini juga ya?" tanya Dewi dengan nada kesal karena hari ini David akan balik ke Jakarta.


"LHa kamu juga tahu kalau hari ini itu ada acara di rumah keluarga Jayaprana, mungkin nikahan atau kawinan Azka." kata David sambil nybgir tak brdosa, sekana saat dia mengatakan tentang Azka itu tak menyakiti hati sahabatnya itu.


"Masa udah menikah?" tanya Dewi sambil membulatkan matanya, berarti dia bakal gagal untuk bisa membalas dendam dong?


"Aku tidak tahu, kan aku disini sama kamu." kata David sambil memakan makanannya dengan cuek.


"Hiks hiks..." Dewi kembali meneteskan air mata sambil memakan sarapannya, membuat David kesal karena sahabatnya kembali nangis seperti itu.


"Kamu pulang aja ke Jakarta kalau kamu kayak gini. Kemarin katanya mau kuat di hadapan Azka? Mana buktinya?"


"Aku kalau ingat masih suka sedih loh, Vid!Masa kamu itu gak ada kasihan kasihannya sama aku?" tanya Dewi dengan kesal sma David.


"Gini loh De, kamu mesti putuskan mau ke kanan atau lurus, karena jalan kamu cuman itu."


Dewi menarik nafasnya dengan kesal, kenapa ia lagi lagi down. Dia harus semangat.


"OKe!"


"Oke apa?"

__ADS_1


"Aku akan berjuang move on dan membalas dendam sama Azka dan juga Pamela." katanya dengan mantab membuat David mantab juga meninggalkan sahabatnya di rumah ini.


"Bagus!Aku juga sudah mendapatkan referensi personal trainer yang akan menolong kamu untuk bisa kurus dengan panduan panduan khusus darinya. Konon katanya kliennya adalah model dan juga peserta kontes ajang kecantikan gitu. Yang benar benar harus strict dan disiplin dalam meraih body goalnya. Hari ini aku gak bisa menemani kamu untuk bertemu dengannya jadi aku akan menemani kamu di akhir minggu ini saja. Untuk panduan kamu ke kantor dan daftar untuk maganya udah kuurus, sebentar lagi supir dna asisten aku yang disini akan mengajak kamu ke kantor dan mengajarkan kamu apa apa saja yang harus kamu lakukan selama disini." kata David dengan nada tegas.


"Aku mau masukin jurnal magang hari ini dan karena nanti malam sepi aku akan pergi kemall sore untuk membeli barang barang kebutuhan agar aku bisa ada cemilan dan susu." kata Dewi dengan nada semangat.


"Ya udah, kalau begitu, kurang kurangin makan cemilan, aku akan pulang sekarang karena sebetulnya aku gak harus kemari hari ini, hanya gara gara ngantar kamu saja nih jadinya aku berangkat kemari." kata David sambil menyelesaikan makan paginya itu sebelum berangkat ke bandara.


"Huh iya iya aku tahu kalau kamu itu emang sahabat ku yang paling josss sedunia." kata Dewi sambil mencibir.


" Nah itu kamu tahu!" katanya dengan nada sombong sampai dewi menjadi kesal karenanya.


Niat hati sebenarnya ingin menyindir namun orang yang disindir ternyata tidak peka dan sedikit tidak tahu malu jadinya bukannya tersindir malah merasa dipuji.


"Sudah sana kamu katanya mau balik ke Jakarta secepatnya, kalau kamu berlama-lama begini yang ada nantinya kamu malah ketinggalan pesawat. Kayak judul film zaman dahulu pacar ketinggalan kereta." Dewi itu penggemar film-film jadul yang sering ditontonnya bersama mama tercinta. Jadi koleksi film zaman dahulu nya itu sangat banyak karena Dewi dan Mamanya adalah penggemar film-film lawas yang udah burik burik gitu gambarnya.


"Yaudah ini aku juga mau berangkat, heran deh Siapa sih yang punya rumah di sini Kenapa kok kesannya aku malah diusir dari tempat sini ya?' tanya David dengan nada kesal karena dia lagi menikmati sarapannya dengan tenang namun tiba-tiba sahabatnya ini malah mengusirnya untuk segera pulang.


"Iya..."


"Nanti kalau ada kabar tentang Az..."


"Diem bae lah, daripada nanti bibir kamu aku lem."


"Ih jahatttt."


"Kalau masih gamon lebih baik nggak usah main pergi-pergi kayak gini jadinya malah bikin repot orang tahu nggak?"


(gamon\=gagal move on)


"Iya, aku sekalian berangkat ke kantor trus ke mall ya." kata Dewi sambil menyambar kunci dan juga dompetnya. Saat ini Iya ada bersiap memanaskan mobil yang akan dipakainya selama dirinya di Jogjakarta. Mobil Itu adalah mobil milik David yang sengaja dipakainya untuk operasional di tempat ini.


Rencananya setelah mengantar David Dia akan menuju ke kantor milik nenek David untuk memasukkan jurnal magangnya sekaligus mengambil jadwal kerjanya untuk besok, selebihnya hari ini dirinya akan melakukan me time yang sudah jarang dilakukan ketika dirinya berada di Jakarta.

__ADS_1


***


Sesudah ia mengantar jurnal magangnya ia langsung mengarahkan mobilnya menuju mall terdekat dan pilihannya jatuh pada Plaza Ambarrukmo, di sana Dewi rencananya akan memulai petualangannya dengan nyalon dulu.


CG adalah salon yang ia pilih dan setelah merefresh rambutnya dengan model terbaru serta mengecat rambutnya, ia tampil lebih manis dengan wajah yang lebih kiyowo walau yah tubuhnya masih tambun dengan lipatan lipatan lemak yang tertimbun di tubuhnya.


"Ah aku gak usah makan ah, kan aku mau diet ketat, supaya tubuh aku kelihatan lebih kecil gak kayak sekarang yang kayak gapura kecamatan begini." keluh Dewi yang melihat tubuhnya bak gapura kecamatan. Sebenarnya betul juga sih kalau orang melihat dia kayak buntalan kentut dan buntalan lemak, tapi ketika memikirkn kalau Azka juga memikirkan hal yang sama membuatnya sakit hati.


Brakk!


Karena tidak konsen maka dirinya menabrak seorang pemuda yang penampilannya sangar dan begitu pula dengan wajahnya sehingga tanpa sadar Dewi meraba ke arah dompet dan hapenya, karena modus pencurian itu kan biasanya kayak begitu, pura pura nabrak padahal mau nyopet.


"Astaga mbak saya gak mau nyopet kok!" kata pemuda itu dengan kesal kepada Dewi.


"He he he maaf mas, saya reflek saja tadi." begitu pemuda itu berkata seperti itu, Dewi langsung tidak enak hati padahal dia emang mikir begitu.


"Hmm lain kali kalau jalan hati hati." kata Pemuda itu sambil mengibaskan bajunya yang sebenarnya tidak kotor, lalu ngapain ngibas ngibas coba? Setelah itu pemuda itu berlalu dengan gayanya yang eksentrik tanpa menoleh ke arah Dewi sekalipun.


Yang ngeselin bagi Dewi adalah ia tidak pamit sekalipun, sebelll!! Coba kalau ia itu adalah gadis yang seksi, pasti orang itu akan modus pura pura berkenalan. Ini adalah motivasi kedua kurusnya Dewi yaitu menjadi pusat perhatian orang banyak yang belum pernah ia rasakan.


Tapi kapan ia kurus karena ditangannya ia masih saja membeli beberapa makanan camilan yang ia yakini bukan menambah keseksiannya tapi menambah berat badannya, hufft!


.


.


.


TBC


Hai readers, maaf ya slowup karena anak ada yang sakit apalagi sakit yang lagi diresahkan oleh banyak orang... wk wk wk kasih semangat thor dengan like, gift dan juga vote ya.


Ingat yang punya Vote bagi ke thor ya...muach!Happy reading!

__ADS_1


__ADS_2