The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
17.


__ADS_3

Mendengar kalau Dewi pulang untuk memenuhi prasyarat wisuda diri Dewi yaitu menyerahkan jurnal magang maka dengan sangat gembira Azka mencari cara untuk bisa bertemu dengan Dewi.


" Gimana caranya aku bisa menyelesaikan kesalahpahaman ini dengan Dewi ya? Aku hanya tidak enak kalau tidak bisa menyelesaikan kesalahpahaman ini dan membuat hubungan keluarga dari papa dan juga pihak papa Sena akan renggang kalau sampai mereka tahu tentang kejadian ini" monolog Azka dengan nada lirih.


Lalu Azka mengingat bahwa dirinya dan juga Keluarga Cemara akan melakukan acara yang biasa dilakukan setiap bulannya dan kali ini memakai tempat di di rumahnya jadi semestinya Dewi karena sudah ada di Jakarta maka dia sudah tidak punya lagi alasan untuk menghindar dari acara yang akan dilakukan oleh Keluarga Cemara.


" Aku akan memanfaatkan acara untuk untuk bertemu dengan Dewi dan memaksanya untuk mendengarkan apa yang tengah terjadi di waktu itu jadi kesalahpahaman yang terjadi waktu itu akan diselesaikan dengan cepat.


Namun azka tidak tahu kalau setelah menyelesaikan dan menyerahkan jurnal magang itu ke kampus Dewi langsung pergi ke Jogja lagi untuk menyelesaikan latihannya dengan Aldo yang yang akan mengambil waktu 6 bulan.


***


"Kamu emang sudah menyerahkan jurnal magang kamu? " tanya Aldo yang sore hari itu bertemu dengan Dewi, karena Dewi berjanji akan menyelesaikan latihannya dengan Aldo selama 6 bulan agar dirinya tidak melakukan yoyo diet, yang mengakibatkan dirinya bisa kembali ke berat semula.


"Sudah, dan sudah di acc oleh dosen, jadi aku bisa lebih santai sekarang!"


"Jangan terlalu santai juga karena malah bikin fat lossmu berkurang walau weight loss kamu masih seimbang." katanya mengingatkan.


"Tenang aku ingat kok, low karbo dan energynya diambil dari protein loading. Kalau pun membutuhkan karbo hanya boleh sedikit kan?" kata Dewi yang masih melakukan pemanasan, karena sehabis ini ia akan melakukan muay thai untuk membakar lemak tubuhnya, saat ini ia memang sudah tidak chubby, badannya pun lebih kencang dan ia sudah menguasai bela diri Muay thai sebagai perkembangannya dari latihan fisik yang selalu ia lakukan setiap hari.


" Oke, aku yakin bahkan sebelum bulan ke enam kamu akan meraih berat badan ideal kamu dan kamu akan bisa pulang dengan bangga. Kamu bahkan bisa melakukan balas dendam mulai dari sekarang." ktanya dengan bangga kepada anak buahnya itu.


"Hmm aku harus menjadi sempurna dan kemudian aku akan menggoda Azka dengan tubuhku dan kemudian aku akan mencampakkannya dengan kejam setelah menerimanya. Tenang ! Masih banyak masa itu, kamu cukup mengajarkan trik aku supaya bisa menjadi ideal dan tampak seksi." kata Dewi sambil mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Ha ha ha sombong!"


"Papaku sampai tidak mengenali aku, dikiranya aku tertukar raga dengan orang lain selama di Jogja, apa papa aku berpikir selama di Jogja aku ke tempat persemedian agar aku bertukar raga dengan tubuh wanita lain."


"Ah masa? Dasar papa kamu aja yang konyol, mana ada kejadian seperti itu disini?' tanya Aldo yang dijawab Dewi dengan menaikkan bahunya saja tanda ia juga tak mengerti dengan pemikiran papa Sena itu.


***


Setahun kemudian


"Pak anda akan ada meeting, dan klien anda minta kalau jadwal meetingnya di taruh di KOHIKO coffee shop, karena suka dengan tempat nya saat terakhir kita meeting di sana." kata Mark sekretaris barunya yang sekarang biasa menghandle rapat rapat dan juga berkas berkasnya karena sekretarisnya yang lama mengunurkan diri.


"Oh ya, ha ha ha padahal waktu itu aku hanya mengajaknya karena ingin memperkenalkan konsep coffee shop yang baru dan ngetrend di kalangan anak muda saja, bahkan itu hanya memakai basement apartement saja buat konsepnya."


"OKe kita bisa melakukannya di KOHIKO, jangan lupa untuk membawa seluruh berkas untuk kerjasama, jadi begitu pembicaraan final kita bisa langsung menanda tanganinya dengan segea, jadi kita tidak akan membuang bunag waktu percuma. Okey!" kata AZka dengan nada datar dan dingin lagi. Benar kan nadanya udah balik semula. MUngkin tadi karena Azka meraa senang kalau ada orang yang menyukai design dari coffee shop yang ia miliki dan sdah ada 2 cabang besarnya di Jabodetabek.


"Baik pak!" katanya sambil menyusun berkas dan juga file yang perlu ia segera persiapkan untuk urusan bos besarnya itu.


Ia sadar, kalau Azka itu mobile banget karena pekerjaan dan juga perusahaan serta bisnisnya yang menjamur, bukan hanya mengurus perusahaaan papanya saja tapi ia juga membuat coffee shop dan juga ia membangun sebuah arena tempat bermain dan wisata air yang terbesar bertemakan indoor dan juga dilengkapi dengan penginapannya yang mencapai harga fantastis, namun dengan fasilitas yang benar benar bukan hanya sekedar bintang 7 namun mirip dengan disney di jepang.


Jadi sebagai sekertarisnya ia harus gerak cepat dalam menyiapkan semua kebutuhannya. Bukan hanya dirinya yang akan menangani Azka namun masih ada 2 sekretaris yang ada di bawahnya untuk mengurus resort dan juga Coffee shopnya. Tapi dirinya adalah sekretaris utama merangkap asisten pribadinya.


" Pak ada baiknya kita berangkat ke KOHIKO sekarang karena perjalanan ke Serpong akan memakan waktu dari Jakarta Barat, kalau kita ingin ontime.' Kata Mark mengingatkan.

__ADS_1


"OH okey, semua berkasnya sudah kamu siapkan?" tanya Azka yang langsung bersiap mengingat emang benar yang dikatakan oleh sekretarisnya kalau perjalanaan jakarta barat Serpong akan memakan waktu karena seringkali macet.


"Sudah pak, tinggal kita langsung ke KOHIKO nya langsung." kata sekertarisnya sambil mempersilahkan tuannya itu untuk melangkah keluar dulu.


Selama di perjalanan, tidak ada macet berrati yang mereka hadapi sehingga ia bisa nyampai ke KOHIKO dengan segera tanpa adanya hambatan yang berarti.


Azka bahkan sempat menilik ke arah orang kepercayaannya yang ditaruhnya di KOHIKO untuk memantau penjualan dan pembelian di coffee shop tersebut.


Dan ketika ia keluar dari tempat kerjanya di KOHIKO tempat ia dan anak buah kepercayaannya, tanpa sengaja ia menabrak seorang wanita cantik dengan tubuh yang sangat seksi yang membuat ia merasakan de ja vu kalau dia pernah bertemu dengan wanita cantik itu. Karena wajah wanita itu mengingatkannya kepada orang yang masih membuatnya penasaran, yaitu Dewi.


"Oh sorry ..." kata Azka karena tubuh wanita itu sempat mundur beberapa jengkal karena bertabrakan dengannya, walau wanita itu tidak terjatuh. Wanita itu hanya menepis tubuh Azka yang hendak membantunya. Dan tanpa mengatakan apa apa, wanita itu segera membetulkan letak kacamata hitamnya dan segera berlalu pergi, keluar dari kafe milik Azka itu.


Azka menatap punggung wanita itu sambil mengingat ingat, tapi tak mungkin kalau wanita itu adalah Dewi kan?


.


.


.


TBC


jangan lupa untuk tetap like, vote dan gift ya, kemarin thor benar benar tepar karrena positif covid, wkwkw jadi ya panas dan juga tepar karena habis minum obat pasti selalu ngantuk, makanya semangati,n thor untuk update selalu dengan gift dan vote ya readers. thank you and happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2