The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
15.


__ADS_3

"Ya , hallo kak!" sahut David saat ia mengangkat telepon.


" Halo Vid, ini kakak menelepon kamu karena Dewi tidak bisa dihubungi, sedangkan saat ini kakak dan juga kak Azka ada di Yogyakarta Untuk mengantarkan pesanan apa Sena buat Dewi serta mengantar jurnal magang yang harus ditandatangani oleh Dewi Karena untuk pembukuan di tempat Kak Aska."


Wk wk wk ya benar yang menelepon David adalah kak Dewa karena ia tidak bisa menghubungi ponsel Dewi. Ya iyalah tidak bisa dihubungi karena ponsel Dewi ada di dalam tas yang tertinggal di loker tempat kemaren Dewi melakukan latihan fisik, sedangkan tas tersebut saat ini memang sudah berada di rumah sakit tapi karena dia tidak membawa charger maka ponselnya itu dalam keadaan mati.


"Vid kamu dengar kakak kan?" tanya orang di seberang sana. Sedangkan Davi kebingungan bagaimana dia menjawab pertanyaan dari kakak dari sahabatnya itu karena dirinya tidak mungkin berbohong juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kalau Dewi saat ini masih terbaring di rumah sakit.


"Ehm iya kak, sinyalnya agak jelek dan sedikit putus-putus jadi kalau David tidak mendengar secara keseluruhan apa yang Kak Dewa katakan. Tapi untuk keseluruhannya sih Dewi memang saat ini berada di pelosok untuk ikut memasarkan produk yang dipasarkan oleh perusahaan nenek, mungkin karena tidak ada sinyal maka Dewi tidak bisa menerima panggilan telepon namun sebenarnya sebentar lagi David juga akan menyusul kesana karena akan ada meeting dadakan terkait dengan pemasaran produk di pelosok-pelosok desa. Jadi kalau memang Kakak ada pesan yang harus disampaikan sama Dewi nanti David akan sampaikan langsung sama Dewi, Apakah nanti David akan bilang sama Dewi supaya menelepon Kakak kalau waktunya dan sinyalnya sudah ada." sahut David sedikit terbata karena dia juga bingung mau ngomong apa sama Kakak dari sahabatnya itu karena Ini pertama kalinya David berbohong kepada orang yang lebih tua, dan semuanya gara-gara sahabatnya ini.


" Oh gitu ya? Yah padahal kakak kepingin banget ketemu sama diri karena sudah udah hampir 1 bulan-an ini kakak tidak pernah bertemu dengan Dewi, dan sebenarnya ini juga ada jurnal magang yang harus ditandatangani sama Dewi, gimana dong?" tanya Dewa dengan suara menyesal, mungkin Dewa juga sudah kangen sama Dewi karena mereka tidak terbiasa berpisah lama. Dan ini mungkin baru pertama kalinya.


"Tinggal aja juga ga apa apa, nanti setelah ditandatangani sama Dewi akan David bawa ke Jakarta karena bakal pulang ke Jakarta 2 hari lagi, jadi bisa saja nanti setelah ditandatangani oleh Dewi akan David bawa ke Jakarta." kata David dengan segera, dia harus cepat-cepat memutuskan sambungan telepon dengan kakak dari sahabatnya itu Karena dia sudah tidak tahan lagi untuk berbohong lebih lanjut.


"Okey kalau gitu, ehm Vid, kalau misalnya nanti Dewi bisa pulang ke Jogja jangan lupa mengabari Kakak ya Soalnya Kakak masih satu hari ini ada di sini baru besok pulang ke Jakarta lagi. Siapa tau meeting kamu cepat selesai dan kakak bisa bertemu dengan Dewi." kata Dewa dengan suara yang sudah seperti biasanya.


"Oke kak, siap nanti David sampaikan." kata David dengan cepat karena dia ingin mengakhiri panggilan teleponnya itu dengan segera Hatinya sudah Dak Dik Duk tidak karuan karena dia tidak terbiasa untuk berbohong apalagi sama Dewa.

__ADS_1


Cepat cepat David menutup panggilan teleponnya karena Dewa sudah tidak lagi yang ingin disampaikan sehingga David pun ingin segera mengakhiri kebohongannya.


"Huh gara gara kamu nih, aku jadi berbohong sama kakak kamu. Nanti kamu harus menghubungi kak Dewa dan mengungkapkan hal yang sama mengerti gak?" tanya David sambil ngos ngosan kayak disuruh lari marathon keliling stadion GBK.


"Iya, eh tapi berarti Azka ikut dong ama kak Dewa." tanya Dewi dengan wajah sumringah.


"Heh Azka itu adalah sahabat dari dewa Kakak kamu itu maka Kalau Azka sampai ikut Dewa pergi ke Jogja untuk menemaninya kupikir itu bukan hal yang besar. Jadi Aku harap kamu tidak ke gr-an Dan menganggap segala sesuatunya menjadi hal yang besar karena akan datang ke Jogjakarta dan berpikir bahwa akan datang itu untuk menemui kamu, jelas tidaklah! " cibir David dengan nada kesal.


Berulang kali Dewi selalu GR dan berpikir klau Azka juga menyukainya arena perhatian kecil Azka kepadanya tapi menurut David Apa yang dilakukan oleh Azka itu adalah hanya sebagai perhatiannya kepada adik sahabatnya saja, gak lebih dari itu.


***


Tentu saja Azka merasa kecewa ketika tidak mendapati Dewi ada disana.


"Sorry Ka, ternyata Dewi tidak ada di sini, dan dia sedang ikut meeting di pelosok bersama dengan David dan staf perusahaan nenek David itu. Gimana jurnalnya Apa ditinggal di rumah David ini aja dan kita akan sementara ke hotel untuk beristirahat dan berharap saja kalau nanti malam dewi bisa pulang yang dan bertemu kita di hotel." kata Dewa dengan nada menyesal.


"Ehm gak usahlah, Jurnalnya biar aku bawa saja, siapa tahu kalau kita bisa bertemu di hotel kan jurnalnya bisa langsung ditandatangani sama Dewi." kata Aska dengan nada berkilah karena sebetulnya jurnal magang ini hanya alasan dirinya untuk bisa bertemu dengan Dewi.

__ADS_1


"Oh okey.. yuk kita ke hotel saja, sialan juga nih adeikku ... udah jauh jauh disamperin malah orangnya pergi, mana di pelosok lagi, hilanglah kesempatan aku untuk bisa jalan jalan dan minta dianterin Dewi ke tempat makan yang terkenal di Jogja itu, the house of Raminten..."


"Ha ha ha kamu ingin ketemu sejenismu? " ejek Azka dengan nada sinis, hingga Dewa memukul lengan Azka yang berotot sambil mencibir.


"Gak usah aneh aneh!Ayo kita ke hotel saja, tubuhku udah pingin merasakan kasur. aku kesini juga niatnya refreshing aja, maklum udh lama gak liburan." katanya sambil mengajak Azka untuk pergi dari rumah nenek David.


Walau sebenarnya agar tidak kecewa karena tidak bisa melihat kondisi Dewi yang terakhir, sedikit banyak dirinya merasa bersalah karena sudah menempatkan diri pada posisi yang menurutnya terlibat salah paham akibat perkataan dari Pamela.


Namun bagaimana lagi dirinya juga tidak bisa menjelaskan secara langsung kepada Dewi Karena pada saat itu Dewi pun rasanya tidak ingin mendengarkan apa-apa Dari Dirinya.


Mudah mudahan nanti malam dewi bisa menelepon Dewa dan juga datang ke hotel tempat Dewa menginap agar kesalahpahaman itu akan cepat selesai, Azka berjanji nanti kalau Dewi datang ia akan memaksa Dewi untuk mendengarkan pembelaannya agar Dewi tidak terus-menerus menghindar dan juga salah paham dengan dirinya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!


__ADS_2