
Saat Azka mendekat ke arah bilik yang dipakai Dewi untuk menerima telepon, karena ia disitu sangat sunyi, maka ia bisa mendengar suara yang menelepon Dewi saking kerasnya suara si penelepon.
Namun karena mungkin sudah banyak yang dikatakan oleh si menelepon maka yang didengarnya hanyalah perkataan..
"Gawattt De, kamu jangan diam Saja karena ini menyangkut kelangsungan pernikahan kamu" kata orang di seberang sana. Entah kenapa azka seperti pernah mendengar suara yang ada di dalam ponsel Dewi itu.
"Lalu aku harus bagaimana Vid? Aku tidak menyangka kalau kak Aldo akan seperti ini..." keluh Dewi dengan nada bingung.
Aha! iya betul juga, pasti itu tadi adalah suara David, sahabat orok dari istrinya, dan tadi mereka menyinggung masalah aldo yang tega sama Dewi? Apa coba maksudnya?Azka semakin curiga apa yang telah dilakukan sama Aldo kepada Dewi istrinya.
Sebagai suami, tentunya Azka tidak rela kalau sampai Istrinya kenapa kenapa Karena dizolimi oleh Aldo.
"Sayang..." panggil Azka yang memang ingin membuat istrinya berhenti menerima telepon dari laki-laki lain yang jujur saja walaupun itu adalah David sahabat orok dari istrinya namun dirinya tetap cemburu dengan laki-laki lain yang menelepon istrinya dengan nada akrab seperti itu.
Dewi langsung mematikan sambungan ponselnya dengan David sebelum berkata apa-apa karena dia kaget dengan panggilan suaminya itu yang terasa begitu dekat dengan dirinya.
Dewi tidak tahu bahwa tadi azka tempat mendengarkan pembicaraannya dengan David sehingga Azka tahu bahwa saat ini ada ancaman dari aldo untuk istrinya yang membuat istri nya sedikit resah.
" Siapa yang telepon tadi sayang?" tanya Azka dengan nada tegas karena dirinya tidak mau kalau istrinya membohongi dirinya dan berharap kalau istrinya akan berkata dengan jujur kepadanya, tentang siapa yang meneleponnya, dan walau sekalipun dirinya juga sudah tahu bahwa yang menelepon tadi adalah David. Sukur sukur kalau Dewi mau berkata dengan jujur tentang apa yang menjadi kegundahan dan keresahan nya tentang intimidasi dari Aldo tadi yang sempat didengarnya.
"Ehm tadi yang meneleponku si David kok Kak.." katanya dengan sedikit ragu, entah apa yang saat ini ada dalam pikirannya karena ia juga tak mau kalau hubungannya dengan suaminya dirinya tidak jujur, padahal dirinya sendiri juga mengharapkan kalau suaminya akan berkata jujur kepadanya dan menceritakan semua yang terjadi seharian ketika mereka tidak bersama.
Mungkin ini akan mereka bicarakan bersama setelah semuanya selesai di butik ini sehingga tidak mengganggu acara fitting baju dan tidak perlu sampai si Mama Angel sampai tahu tentang hal ini.
__ADS_1
"Ohh, emang ada apa?" tanya Azka kepada Dewi dan dengan menatapnya Intens agar Dewi mau berkata jujur kepadanya.
Dewi tidak mungkin bercerita tentang hal-hal Dota di ditempat seperti ini jadi dia akan mencoba mengambil waktu bersama dengan suaminya itu untuk membicarakan masalah ini lebih tenang dan di tempat yang lebih nyaman.
"Nanti sja ya kak, gak enak karena ada Mama di sini, nanti kita bicaranya juga tidak bebas Lagian Dewi ingin membahas masalah, hubungan kita selanjutnya Jadi mungkin lebih mencari tempat yang private sehingga kita bisa berbincang dengan lebih nyaman." kata Dewi sambil menyentuh lengan suaminya agar suaminya langsung berbalik ke arah mamanya yang masih berdiri di kursi dekat Tadi mereka berganti baju.
"Oke, kakak tunggu ya, soalnya kakak juga ingin berbicara hati kehati sama istri kakak ini." kata Azka sambil menggamit lengan istrinya dengan genit, padahal Dewi aja masih mengenakan baju pengantin sudah dimodusin gitu sama suaminya.
"Astaga kalau kalian iu lagi berduaan, serasa orang lain tidak ada di sini, mama sudah menunggu kalian disini sampai jamuran eh kalian malah lagi berbisik-bisik mesra seakan tak ada orang yang lagi nungguin kalian." kata mama dengan sarkas membuat Dewi tersenyum malu sedang Azka hanya berjalan begitu saja, menggandeng istrinya tanpa menghiraukan godaan mamanya itu.
" Mama itu sirik aja deh. Emang mama gak mau kalau kita bisa cepet kasih mama cucu?" tanya Azka dengan nada datar.
"Eh sapa suruh kalian melakukannya sekarang? Kan mama bilang kalian baru boleh setelah pesta yang itu berarti malam minggu baru kalian pecah telor!" kata mama Angel dengan vulgar.
"Tidak ada DP, harus bayar lunas!" kata mama dengan tegas, sedang mereka berdua berbincang ada orang orang lain termasuk Dewi yang menatab takjub perbincangan ibu dan anak yang begitu vulgar dan tak tahu malu. Dewi hanya bisa menutup mukanya dengan kedua belah tangannya, kalau bisa aja Dewi mau sembuyi di bawah karpet agar tidak ketahuan kalau saat ini yang berbicara itu adalah suami dan juga mama mertuanya. Gimana mereka bisa begitu santai dan berbicara seakan hal itu adalah hal yang umum terjadi.
"Jadi boleh langsung di sikat sampai abis, ma? Sekarang?" tanya Azka dengan nada antusias. batinnya menjerit bahagia mendengar perkataan mamanya yang harus melakuakn sama Dewi sampai LUNAS!! Wohoho, Azka begitu bahagai, sampai melayang diudara rasanya.
"Nanti, setelah pesta pernikahan di laksanakan, kalian bisa nge gas sampai polllllllll, biar mama dan mertua kamu bisa segera dapat cucu!" kata mama Angel dengan nada santai seolah yang dibicarakan itu adalah hal yang menyangkut menu makan siang dan bukjan hal yang tabu.
Azka yang sudah bahagia terbang ke awang awang dan memikirkan apa yang harus dilakukan habis ini hanya bisa terhempas di aspal impiannya dan mereka tak bisa melakukannya sekarang
Tiba tiba mengsad hidup Azka. Ia sudah menikah namun masih belum bisa menikmati indahnya malam pernikahan yang katanya bak surga di bumi itu loh. Gara gara orang tua mereka yang melarang. Huh! Jadi kesel dihempas kayak gini...( Tenang Azka, thor tau rasanya dihempas, soalnya thor juga baru dihempas sama NT level The sweet revenge dihempas sudah jadi ribuan balik recehan gara gara thor sakit copid kemarin, mengsadddd banget ðŸ˜ðŸ’”)
__ADS_1
Dewi hanya bisa menatap suami dan mertuanya dengan tatapan bingung, karena ia melihat kalau suaminya jadi sedih banget kayak gini, gak tega deh!
"Kak, kan pest pernikahan kita tinggal mengitung hari juga, ga pa pa lah, itung itung kakak diajar bersbar sama Tuhan." katanya menghibur.
"Tapi kakak nunggu kamu juga udah lama loh, 1 tahun, tapi demi kamu kakak akan menunggu selama pun itu..." rayu Azka dengan wajah yang menggoda istrinya itu sehingga mamanya sampe berdehem.
"Ehemmm.."
"Mama.." kata Dewi sambil menatap mama mertuanya itu dengan malu malu, lah suaminya itu kan gak tahu malu dan gak tahu tempat kalau mengatakan hal hal yang bikin Dewi berbunga bunga macam ini.
.
.
.
TBC
Ah, Azka kamu co cwittt bikin author berdebar debar, andainya kamu adalah berondong yang merayu thor... ehem!Maaf author lagi kebablas halunya karena stress dihempas, wk wk kw.
Tenang tetep tabikin end kok ceritanya. Bukan author spesialisasi menggantung... jadi jangan lupa untuk hadiah, vote dan like yang banyak ya... Komennya juga ditunggu. Spam aja deh, biar banyak komennya, kayak nopel nopel yang terkenal itu loh... he he he
Dahlah!Happy Reading!!Jangan silent reader ya, langsung like dan komen ... hadiah dan juga Vote!!!
__ADS_1