The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
14.


__ADS_3

David yang geram degan Dewi, sahabatnya sejak kecil itu, hanya menatap Dewi yang meringkuk sedikit cemas melihat sahabatnya yang tidak berbicara apa apa dan hanya menatapnya dengan penuh kemarahan tak terkatakan.


Sampai di bandara udara internasional Adisutjipto, ia langsung menuju ke rumah sakit dimana Dewi dibawa oleh Aldo dan disinilah ia sekarang hanya terdiam, menatap sahabatnya yang sedari tadi hanya menunduk saja, mungkin merasa bersalah karena telah menyusahkan dirinya.


"Vid, jangan menatapku seperti itulah..." kata Dewi mencoba membuka percakapan.


" De, sebetulnya Apa sih yang ada di dalam pikiranmu? Apa kamu pikir dengan kamu menambah dan membuat segala sesuatu dua kali lipat lebih baiknya akan membuatnya lebih cepat kurus?" tanya sahabatnya itu dengan nada datar dan dingin bukan seperti biasanya.


" Aku ... aku memang ingin cepat kurus dan kupikir kalau aku menaikkan ritme latihanku dua kali lipat lebih banyak dan juga mengurangi asupan energi ku dua kali lebih banyak maka kalori yang ada di dalam tubuhku ini akan cepat terbakar dan aku akan lebih cepat kurus. Bukankah sebenarnya lemak yang ada di dalam tubuhku ini kan banyak jadi aku kira kalau aku melakukannya dua kali lipat lebih maka aku akan mendapatkan hasil yang lebih cepat." jawab Dewi dengan sedikit terbata-bata karena dirinya tidak mau kalau temannya ini tambah lebih marah dengan apa yang dia ungkapkan, dia hanya Berusaha Jujur saja bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak ingin kalau proses dietnya lebih cepat, bahkan banyak orang menggunakan cara-cara yang tidak lazim agar bisa membuat kurus lebih cepat.


Dia hanya menambah porsi latihan beban dan juga pembuangan kalori, serta mengurangi makannya supaya lebih cepat kurus.


"Tapi cara kamu itu salah." kata David masih dengan nada datar dan dingin, jujur ia kesal sama Azka.


Lho kok malah sama Azka? Iyalah, karena Azkalah yang menjadikan semuanya jadi tambah riweh, dan membuat temannya itu harus diet superrrrrr ketat.


Sebenarnya David juga tahu kalau Dewi melakukan segala sesuatunya itu agar dia bisa segera membalas dendam dan memberi pelajaran kepada Aska supaya dia tidak bisa lagi mencemooh Dewi begitu pula dengan Pamela kekasih dari Azka yang waktu itu mencemooh Dewi dengan kata-kata penghinaan yang membuat Dewi terkejut.


"Maaf," cicitnya lirih, membuat David hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar lalu berkata-kata dengan sedikit lebih lembut kepada sahabatnya ini.

__ADS_1


"De, kamu tahu kan kenapa aku marah sama kamu? Aku setuju dengan apa yang kamu akan lakukan, aku setuju kalau kamu ingin melakukan diet dan melakukan pembalasan dendam terhadap Azka. Tapi tidak begini caranya, kamu bisa memakai cara-cara yang lebih lazim Yaitu mengikuti program diet yang tepat dan program latihan yang tepat.Itulah Mengapa aku menyewa Aldo adalah profesional di dalam bidang seperti ini, jadi kamu jangan membuat aturan sendiri dengan program diet yang lebih keras daripada ada program yang sudah di rancang kan oleh Aldo. Dia sudah memikirkan masak-masak, semua program yang di-share sama kamu. Jadi kamu ikuti sajalah, jangan ditambah dan jangan dikurangin. Semua butuh proses kalau kamu emang gak mau nunggu kamu bisa menambahkan sedot lemak dari dokter sebagai alternatif." jelas David dengan lebih lembut.


Dewi hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda Dia Mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu, dia cukup menyesal dengan apa yang dia lakukan yang menyebabkan dirinya harus menginap di rumah sakit seperti ini. Bukan hanya itu saja dia juga sudah menyusahkan sahabatnya itu untuk terbang dari Jakarta ke Jogjakarta hanya untuk menengok dirinya.


"Maaf..." sebuah kata singkat yang mewakili seluruh penyesalan dari Dewi atas kecerobohannya.


"Sudahlah, sekarang kamu fokus untuk cepat sembuh, karena ini penting untuk kamu. Gimana? Emangnya dengan kamu sakit ini, kamu udah hilang bobot berapa?" tanya David dengan jahil.


"8 kilo..." kata Dewi sambil mendesah lega, ia temtu saja lega karena sahabtnya sudah tidak marah lagi.


" Wah, ternyata gitu ya, cukup menarik juga... Dengan sakit bobotmu turun banyak." sahut David sedikit sarkas. Dewi tahu kalau David menyindirnya jadi dia hanya tersenyum kikuk.


" He he he 79 kg sekarang, lumayanlah...." sahut Dewi sambil menunjukan tubuhnya yang memang terlihat lebih kecil daripada sebelumnya.


"Aldo juga meminta saran dokter gizi disini dan menambahkannya di menu makanan yang tersedia disini." kata Dewi dengan sumringah. Tentu saja ia harus membayar lebih banyak dari biasanya namun bagi Dewi itu sama sekali bukan hal yang penting karena ayahnya dan kakaknya yang kaya raya.


" Ya sudah, yang penting kamu harus jaga kesehatan juga karena kamu itu jauh dari rumah, jangan lupa untuk tetap mengabari orang rumah!" kata David dengan segera.


"Vid, masalah aku masuk rumah sakit, kalau bisa kamu jangan katakan apa apa ya! Kamu kan tau sendiri betapa protektif nya Papa Sena sama aku, jadi lebih baik kamu jangan bilang apa-apa tentang masuknya aku ke dalam rumah sakit gara-gara diet ketat." pinta Dewi dengan nada memelas, karena ia tidak mau kalau sampai papa Sena menyuruhnya pulang ke Jakarta gara gara hal ini, ia masih ingin melanjutkan peperangannya melawan lemak dan membawa pulang kemenangan yang hakiki.

__ADS_1


"Iya, tapi kalau sampai ada apa apa di sini, Aldo tidak boleh kamu suruh menutupi apa yang terjadi karena aku bisa marah besar kalau sampai kamu melakukan hal itu." katanya dengan sedikit mengancam.


"Iya iya..."


"Iya tapi kamu hampir melakukan itu kan? Untung saja Aldo langsung mengabari aku dulu sebelum kamu siuman kalau tidak aku juga tak akan pernah tahu kejadian ini, benar?" selidik David yang langsung tahu kalau jawabannya adalah iya karena melihat Dewi yang hanya senyum senyum ga jelas.


Drrrttt drrttttt


David langsung panik begitu melihat siapa yang meneleponnya, ia langsung menyuruh Dewi untuk diam dan ketika ia ingin mengangkat teleponnya.


Dewi langsung bertanya sebelum David mengangkat teleponnya dan langsung disodorkan ponselnya sehingga terlihat siapa yang meneleponnya saat ini.


David langsung mengangkat teleponnya dan menyuruh Dewi untuk terdiam dan jangan membuat suara apa apa.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Wah wah wah, siapa yang menelepon ya..? Mau tahu? Tunggu next episode ya, bakalan seru nih. Kira kira Azka jadi datang apa gak? Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!


__ADS_2