
" Bagaimana kamu bisa tahu tentang itu?" selidik Azka dengan nada kesal, karena itulah mungkin kenapa tadi David ketemuan sama istrinya dan membuatnya cemburu.
" Ehmmm, jangan ketus gitu dong kak..."
" Sebentar deh, kayaknya kita harus ganti panggilan deh."
" Hah? Maksudnya?"
" Aku ga mau dipanggil sama kayak Aldo yang juga sering kamu panggil kakak seperti kamu memanggil aku, mulai sekarang Pikirlah panggilan yang bisa membuat hatiku senang kalau tidak aku tidak akan melepaskan kamu."
" Lha salah aku apa sih kak...hmmph"
Bibir Azka langsung menyerang bibir istrinya dan membuat Dewi menjadi kewalahan karena Azka sangat brutal dalam menyesapnya dan bisa dipastikan bibir Dewi akan bengkak sesudah ini.
"Sekali lagi kamu manggil aku kakak kakak itulah yang menjadi hukuman kamu," kata Azka sambil memegang bibir istrinya yang tampak membengkak karena di sosor oleh bebek, eh azka.
"Astaga kita kan sebelum musyawarah mencapai mufakat tentang panggilan apa yang harus aku berikan kepada ka ... eh kamu?'
"Nah mulai..."
"Oke... tapi kan sudah langsung di ralat." protes Dewi sambil menutup bibirnya dengan kedua belah tangannya agar suaminya tidak bisa lagi bertindak anarkis dan main Sosor sembarangan.
"Terserah, bisa sayang, Ayang beb, honey, baby, Hubby.."
"Iyuhhh, yang mending hubby kayaknya sih.." kata Dewi sambil mengernyitkan keningnya karena jijik dengan panggilan-panggilan yang disebutkan oleh Azka tadi.
"Sekali lagi..." perintah Azka setelah mendengar kata-kata hubby disebutkan oleh istrinya itu, jujur panggilan itu membuat Azka menjadi sedikit bergidik karena ada sesuatu di tubuh bagian bawahnya yang tiba-tiba terbangun mendengar panggilan yang dilakukan oleh Dewi itu.
Astaga murahan banget kan punya Azka itu... wk wk wk.
__ADS_1
"Apanya?" katanya Dewi dengan ada tidak mengerti karena dirinya bingung tiba-tiba dia harus mengulangi kata-katanya dan bagian kata-kata mana yang ingin azka ulang.
"Panggilan kamu sama aku tadi loh, ck!" kata Azka berdecak kesal karena hal-hal yang berhubungan dengan hal yang remeh temeh seperti ini selalu saja Dewi abai sama dirinya padahal ia ingin dianggap spesial dan lebih berharga dibandingkan Aldo, ataupun David yang menjadi teman yang menemani perjalanan kehidupan Dewi dari bayi sampai sekarang.
Ia ingin menjadi sesuatu yang special bagi Dewi.
"Oh hubby?"
"Lagi..."
"Hubby?"
"Lagi..."
"By, kamu jangan ngeselin ya..." ewi udah mulai keluar tanduknya ketika Azka menyuruhnya untuk memanggil dirinya dengan sebutan hubby secara berulang ulang, ia tak tahu kalau saat ini Azka merasa tubuh bagian bawahnya berdisco ria mendengar perkataan lemah lembut mendayu itu .
"Ya udah aku mau pulang..."
"Tidak bisa Ferguso! Tempat ini kan sudah di sewa selama 1 malam jadi kita akan tidur di sini saja." katanya dengan nada tegas ta terbantahkan.
"Tapi bukannya kita tak bisa tinggal berdua ya?" tanya Dewi dengan nada heran.
"Tenang saja kalau itu biar aku yang atur. Kamu hanya cukup menurut saja sehingga segala sesuatunya bisa berjalan dengan lancar. Nanti biar aku yang akan minta izin sama mama papa mama dan juga Papa Mama kamu supaya tidak ada kesalahpahaman. Juga Mulai hari ini aku ingin menjaga kamu supaya apa yang sudah dikirimkan oleh Aldo tidak akan berpengaruh sama kamu dan yang pasti tidak akan mengganggu kamu." kata Azka dengan nada tegas karena dirinya ingin melindungi istrinya dari pengaruh Aldo dan juga Pamela, dia tidak mau nanti Dewi akan lari-larian lagi dan bersembunyi Dari Dirinya , gara-gara Aldo dan Pamela mengadu domba dirinya dan juga Dewi.
Dewi hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia menyetujui pengaturan yang sudah dilakukan oleh Azka demi keamanan dan keselamatan dirinya.
" Janji ya, gak akan melarikan diri lagi ya?" tekan Azka dengan nada tegas karena ia tak mau istrinya kembali kabur.
"Iya!" sahutnya dengan nada yakin.
__ADS_1
"Oe, aku pegang janji kamu, aku akan menghubungi orang orang yang kompeten masalah ini, aku rasa Pamela akan menggangu di pesta pernikahan jadi aku akan mengerahkan keamanan untuk menghalaunya dri sana. Dan untuk Aldo aku harap kamu tidk akan memberikan undangan sama si brengsek sialan itu supaya nanti ia tak akan mengganggu acara kita." kata Azka dengan nada yang mengintimidasi.
Namun kemudian Dewi harus menatap Azka dengan wajah tidak enak karena ternyata Dewi sudah memberikan undangan pesta pernikahannya itu kepada Aldo karena pada awalnya dirinya ingin waktu itu yakin bahwa dirinya sudah bersama dengan Azka.
"Ehm itu aku sudah memberikan ia undangan solaya..."
"Apa?"
"Gini, By aku mau jelasin... aku gak mau menaruh harapan sama padahal aku tidak memiliki perasaan apa-apa sama dirinya jadi aku memang sengaja memberikan kartu undangan itu supaya dia Itu bisa yakin dan mau melakukan dari diriku. Itu saja sih keinginan aku. Dan untuk masalah Pamela Kayaknya aku juga akan mengizinkan dirinya untuk datang melihat pesta pernikahan kita karena aku pikir dengan mereka melihat pesta pernikahan itu itu membuat mereka yakin bahwa kita berdua sudah tidak ada hubungan sama sekali dengan dirinya, kecuali memang kamu masih punya rasa yang terpendam untuk dirinya." sindir Dewi degan sarkas kepada suaminya itu.
"Kamu tidak tahu apa yang bisa dilakukan untuk hancurkan dan juga menggagalkan pesta itu apalagi kamu orangnya sangat baperan dan suka banget berlari-larian dari aku, ini bisa bikin dia punya celah dan cara untuk memisahkan kita berdua sedangkan aku tidak ingin berpisah dengan kamu. " jelas Azka ddengan nada sendu karena dirinya tidak mau lagi kehilangan hatinya saat mendengar bahwa istrinya itu melarikan diri dari dirinya seperti tadi.
"Iya maaf By, aku janji akan mendengar penjelasan kamu dulu sebellum lari... he he he" kata Dewi sambil cengengesan sehingga membuat Azka tak bisa mengelak bahwa ternyata ia benar benar sudah jatuh dalam pesona gadis yang dulu mengejar ngejarnya.
"Dasar kamu!" katanya sambil mencubit pipi Dewi dan mencium pipinya dengan cepat.
Sementara itu memang ada 2 orang yang sedang merancangkan hal yang bisa memiahkan Azka dan juga Dewi, namun ada juga 3 orang yang sedang resah karena Azka dan Dewi yang menghilang.
Siapakah mereka? Tunggu next episode ..
.
.
.
TBC
Jangan lupa untuk memberikan like, comment dan yang terpenting adalah hadiah dan juga voteee.. Happy reading!!
__ADS_1