The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
19.


__ADS_3

Azka hanya Tak habis pikir dengan transformasi wajah dan tubuh diri yang sangat menakjubkan, bayangkan dari gemuk dan wajah penuh minyak yang sering di kata-katain sebagai buntelan lemak sekarang telah berubah menjadi model terkenal lekuk tubuh yang seksi dan dengan otot yang proporsional sehingga Dewi tampak seksi dengan caranya bahkan wajahnya menjadi cantik luar biasa hidung yang mancung dan bibir yang menggoda iman.


Sejujurnya Azka tidak sabar untuk langsung bertemu dengan Dewi dan memperbaiki semua kesalahan pahaman yang sudah terjadi antara dirinya dan juga Dewi, lalu Dewi pergi dan menghindar darinya karena ia yakin bahwa Dewi mendengar perkataan dari Pamela, mantan pacarnya itu yang menjelek jelekan Dewi, walau azka sebenarnya juga tidak begitu paham Kenapa Dewi menjadi salah paham dan marah kepadanya padahal yang mengatakan itu kan Pamela bukan dirinya.


Sebenarnya Azka juga sudah sadar bahwa Dewi menghindari dirinya karena masalah pada malam hari itu.


Sebab bukan hanya Dewi saja yang menghindari dirinya namun juga sahabat-sahabatnya Dewi termasuk Adiknya sendiri. Pasti mereka mengira bahwa dirinya yang ngata-ngatain Dewi pada malam hari itu, sehingga Dewi sampai pingsan.


Azka memutuskan untuk menemui Dewi namun berkedok orang yang akan menyewa nya sebagai model di Resort yang akan menjadikannya brand Ambassador sehingga Azka akan memiliki kesempatan untuk berbicara kepada Dewi.


Untuk itu dia membutuhkan Mark untuk menghubungi Dewi dan membuat perjanjian untuk bertemu membicarakan masalah brand Ambassador resort yang dimiliki oleh Azka.


"Mark, kamu tahukan wanita yang kemarin aku suruh kamu untuk menyelidiki? katanya dia kan seorang model yang sudah di sewa oleh mamaku, jadi aku memutuskan untuk menyewa model itu sebagai model sekaligus brand Ambassador dari Resort yang aku miliki..."


"Bos, kenapa resort butuh brand ambassador seperti itu?" tanya Mark keheranan.


Azka hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal mendengarkan sanggahan dari Mark yang notabene hanyalah seorang asisten pribadinya saja karena seorang asisten pribadi tidak berbicara masalah hati dan saat ini Aska ingin berdekatan dengan Dewi melalui kesepakatan bisnis seperti ini.


"Sudahlah kamu atur saja pertemuan bisnis aku dengan wanita itu, untuk alasannya jangan kamu banyak tanya." katanya memotong ke kepoan dari asistennya membuat asistennya itu hanya bisa terdiam dan tidak lagi memberikan saran apa apa kepada bosnya itu. Dan berjanji saja kalau ia akan melakukan apa yang diminta oleh bosnya itu.

__ADS_1


Persetujuan Mark untuk mempertemukan dirinya dan Dewi membuatnya bahagia, dan akhirnya Azka menunggu pertemuan dirinya dan Dewi terjadi.


***


Pertanyaanya apakah Dewi masih menyukai Azka? Maka jawaban jujurnya adalah iYA, tapi Dewi tidka bisa melupakan saat saat dimana ia harus sakit hati karena Azka dan juga Pamela. Ia belum bisa melupakan itu dan ia harus melakukan balas dendam itu sampai ia melihat Azka yang merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan kala itu.


Sampai ia bersedia menyakiti fisik dan juga mentalnya hanya agar ia bisa menggoda Azka dengan tubuhnya dan kemudian membuangnya sehingga Azka tahu rasanya terbuang.


Dia juga tidak mau menemui Azka sampai ia sampai ia lupa akan dendamnya karena hatinya mudah rapuh oleh Azka.


"Hai De, kamu masih ngelamun saja, besok kamu kan pulang ke jakarta?" tanya Aldo yang saat ini menemani Dewi untuk berjalan jalan di Jogya sebagai perjalanan terakhir,


"Kamu yakin gak bakal kangen sama aku?" tanyanya dengan nada menggoda.


"Aku gak akan tergoda sama kamu, karena niatku untuk balas dendam belum berakhir." kata Dewi dengan dingin.


"De, perlu kamu tahu kalau aku mulai sayang sama kamu dan aku ingin kita menjalin hubungan yang lebih serius. Lupakalah Azka dan mari kita jalin hubungan yang lebih baru, aku juga akan pulang ke Jakarta karena aku disuruh orang tuaku untuk menggantikan posisi papa di Jakarta." katanya sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Apa, jadi kamu sebenarnya orang kaya?" tanya Dewi yang merasa kalau Aldo selama ini sudah pandai menyimpan semua rahasia dengan rapat.

__ADS_1


"He he he ehm sebenarnya papa aku yang kaya kalau aku ya biasa biasa aja kayak gini. Cuman aku harus menggantikan papa aku karena ia mulai sakit sakitan." katnya dengan nada tidak enak, sedngkan Dewi hanya bisa berdecak kesal karena ia tidak mengira kalau Aldo bakal menyukai dirinya.


"Ck ck ck aku tak pernah mengira karena kamu itu humble banget dan gak kelihatan kayanya. Hmm aku juga heran apa yang kamu lihat dari aku, seorang barbar yang gak cantik amat kayak gini. Teman kamu dan klien kamu yang lain jauh lebih tajir dan juga lebih cantik dari pada aku, DO!" kata Dewi dengan sarkas, karena ia tahu bagaimana dan siapa klien dari Aldo yang kebanyakan model dan juga putri indonesia.


"LHa tapi hanya kamulah yang mencuri hatiku, ya hanya kamulah yang bisa kembaliin hatiku dong!" katanya kemudian dengan senyum yang membuat Dewi menjadi tidak enak karena ia tidak bisa membalas apa yang diminta oleh Aldo.


"Sorry, Do! Kamu jangan marah ya. Saat ini aku masih belum bisa membalas apa yang kamu inginkan karena aku msih banyak cita cita..."


"Aku akan menunggu kamu di sana." katanya dengan nada yakin. Astaga kalau Aldo sudah berkata begini, apa yang harus ia katakan?


.


.


.TBC


Hay readers, maaf karena telat up soalnya akunya masih sakit, tapi jangan cemas aku akan berusaha untuk bisa up ya...


Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2