The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
31.


__ADS_3

Di dalam ruangan kantor milik Azka memang terdapat pendingin ruangan yang sudah disetel dengan maksimal sehingga tentu saja ruangan itu sangatlah dingin tapi saat ini rasa-rasanya Dewi merasakan bahwa ruangan itu lebih dingin dari suhu di Antartika. Sebenarnya ini sangat lebay karena Apakah Dewi sudah pernah merasakan tinggal di Antartika sehingga dirinya merasa bahwa suhunya lebih dingin dari suhu di Antartika?


Namun Dewi juga sadar bahwa saat ini suaminya marah kepadanya karena tadi dirinya menemui Aldo tapi bagaimana suaminya bisa tahu tentang pertemuan dirinya dengan Aldo di tempat ini? dan kenapa sekarang suaminya malah menarik dirinya masuk ke dalam kantor cafe KOHIKO?


"Jelaskan!" kata Azka kepada istrinya yang tadi bertemu dengan seorang laki-laki yang tampak sekali memuja istrinya, saat ini Azka sedang menahan emosinya begitu rupa supaya tidak sampai melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak.


"Kak,.."


"Ay, kakak hanya ingin tahu Benarkah kata laki laki sialan itu?" tanya Azka dengan nada geram, ia dalam posisi menahan emosi yang begitu rupa karena cemburu melihat tatapan Aldo kepada istrinya dan juga kesal karena perkataan Aldo yang menginginkan istrinya menjadi janda sehingga dirinya bisa dengan leluasa untuk menikahi istrinya.


" Kak biar aku jelaskan dari awal kenapa aku bertemu disini bersama dengan Kak Aldo, jadi gini Dewi hanya ingin menjelaskan kepada Kak Aldo bahwa Kak Aldo ndak usah lagi menunggu jawaban dari Dewi karena saat ini Dewi sudah menikah dengan kasta yang dijodohkan oleh Mama dan Papa, Memang sebelumnya Dewi menolak untuk dijodohkan oleh kata karena Kejadian setahun yang lalu di mana kak Azka dan Pamela mencemooh Dewi..."


" Kakak sudah jelaskan bahwa itu tidak benar dan kakak tidak pernah mencemoohkan mu, kalau Pamela berkata seperti itu itu semua karena teman-teman yang mengatakan itu Tapi Kakak tidak pernah mengatakan itu kepada Pamela." potong Azka dengan cepat dan dengan nada geram karena dia tidak mau Dewi terus menerus mengungkit-ungkit masalah itu karena dirinya juga tahu bahwa Dewi lari dari rumah dan tidak mau menemui dirinya gara-gara perkara itu, namun dia berterima kasih dengan hal itu karena membuat dirinya jadi rindu kepada Dewi dan ingin mengejar Dewi serta ingin orang tuanya menjodohkan Dewi dengannya.


Dewi memutar bola matanya dengan jengah karena sebenarnya dia kesal Kalau ceritanya dipotong oleh Azka namun dia juga tahu bahwa akan melakukan hal itu karena Azka ingin membela diri. Dari perkara tersebut itulah Dewi melarikan diri dari rumah dan tidak ingin bertemu dengan Aska! Jadi Dewi juga sadar bahwa Azka tidak menginginkan kalau dirinya lari lagi karena teringat masalah itu.


" Tapi waktu itu, Itulah yang ada di dalam pikiran aku! dan terus terang saja Dewi melakukan semuanya ini, menjadi langsing dan juga menjadi influencer dan model karena Dewi ingin kalian melihat bahwa orang yang kalian sudah injak-injak dan dihina-hina tadi adalah orang yang bisa jauh melebihi apa yang kalian pikirkan. Bahkan ternyata terbukti kan kalau kakak akhirnya malah mengejar-ngejar Dewi setelah tahu bahwa Dewi jadi seperti ini..."


" Kamu salah paham! Kakak bukan mengejar kamu karena kakak melihat kamu menjadi seksi dan menggemaskan seperti ini ataupun karena kamu menjadi model tapi karena memang setelah kepergianmu setahun yang lalu itu membuat Kakak menjadi rindu dan terus-menerus mencari-cari keberadaan kamu yang tidak pernah dikasih tahu oleh sahabat-sahabat orok mu itu. Jadi please jangan lagi kamu menyangkut pautkan hal itu dengan kesalahpahaman mu setahun yang lalu." kata Azka yang melirih gara-gara dia juga ingat betapa mungkin Dewi sakit hati dengan perkataan kejam Pamela waktu itu.

__ADS_1


" Ya waktu itu kan aku tidak tahu Kak, jadi aku mengatakan kepada Aldo kalau aku ingin membalas dendam dengan kelakuan kalian itu dengan cara membuat kamu jatuh cinta kepadaku dan kemudian akan membuang Kakak begitu saja setelah kakak jatuh cinta sama aku." jelas Dewi dengan nada tegas sehingga membuat Azka terbengong mendengarnya.


" Lalu bagaimana setelah kamu tahu kenyataannya bahwa kakak tidak melakukan hal itu?" tanya Aska dengan nada mendesak karena dia ingin tahu apa yang saat ini ada di dalam pemikiran Dewi istrinya itu.


" Ya enggak kenapa-kenapa, karena saat ini kan aku menikahi kakak bukan karena ingin membalas dendam. Saat ini pemikiranku hanya supaya mama tidak masuk rumah sakit dan tidak sakit lagi, asalkan orang tuaku sehat, apapun akan aku lakukan." kata Dewi dengan nada santai sambil melirik kearah ekspresi Aska yang terkejut melihat kesampaian dari istrinya itu.


"Jadi kamu tidak mencintaiku?" tanya Aska dengan nada polos, membuat Dewi menjadi blingsatan karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan Azka itu.


Kalau mau jujur di dalam dasar hatinya yang terdalam dirinya masih belum bisa move on dari Azka laki-laki pertama yang membuatnya jatuh cinta namun dirinya juga masih gengsi dan sedang menimbang apakah Aska benar-benar mencintainya atau hanya karena melihat bodinya yang saat ini menjadi lebih aduhai daripada yang dulu.


Melihat Dewi yang hanya terdiam membisu seperti itu dan terlihat salah tingkah dan tanpa bisa menjawab maka atas sudah dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya diri masih Menyimpan rasa cinta itu kepadanya. Boleh sedikit over pede bahwa dirinya masih memiliki kesempatan untuk bisa memiliki Dewi seutuhnya namun emang untuk menghilangkan trauma masa lalu dimana Pamela mengatakan hal-hal yang jelek atas Dewi agak sulit.


" Aku akan menunggu sampai trauma yang ada di hati kamu itu sirna dan kamu kembali percaya pada kakak, seperti yang dulu." kata Azka sambil menarik tubuh Dewi dan memeluknya dengan erat karena ia takut kalau sampai dirinya kehilangan Dewi.


Dan Dewi sendiri tidak bisa mengkondisikan hatinya yang berdebar-debar begitu luar biasa ketika mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya itu. Dia bahkan sampai menahan nafas gara-gara pelukan hangat dari laki-laki yang yang pernah mengisi hatinya dan menjadi Cinta Pertamanya. Sebegitu erat pelukan dari suaminya itu sampai membuatnya tidak bisa bernafas dengan lega karena detak jantungnya yang maraton, nafasnya pun tercekat di tenggorokan gara-gara pelukan erat dari suaminya itu.


"Kak... gagh bhisa nphas.."


"Maaf, maaf...Kakak tidak sengaja.." katanya sambil melepaskan pelukannya namun memindahkan tangannya ke pinggang ramping Dewi dan tak mau pergi dari sana.

__ADS_1


"Kak... ini.."


"Biarkan dulu ya, kakak rindu!" kata azka sambil menaruh kepalanya di bahu istrinya serta menghidu aroma manis yang ada di ceruk leher istrinya yang baru saja ia nikahi namun belum bisa ia apa apain.


.


.


.


TBC


Hay readerssss, cenut cenut gak??


Ditunggu like komen dan juga hadiah serta Votenya ya...


Belum aja pesta pernikahan kok udah pegang pegang, nanti ketagihan loh Azka... uh mak pingin cetol pipi kamu ya, main peluk peluk Dewi kalau greeng gimana?


Wkwkwk, happy reading!

__ADS_1


__ADS_2