The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
12.


__ADS_3

"Halo Vid, sorry aku harus mengatakan berita buruk sama kamu kalau barusaja aku ngantar Dewi yang pingsan ke rumah sakit." kata Aldo dengan takut takut karena ia cemas kalau ia yang dipersalahkan.


"Apa?" teriak David di ponselnya membuat Aldo menjauhkan ponselnya seketika karena suara David membuat telinganya seketika ingin meledak rasanya.


"Gini biar aku jelaskan dulu kronologinya supaya kamu tidak salah paham dengan apa yang sedang terjadi saat ini, by the way Kamu sedang di mana? Apa kamu lagi ada di Jakarta?" tanya Aldo dengan nada tergugup.


"Aku saat ini sedang ada di bandara, jadi aku itu sedang dalam perjalanan ke Jogja karena memang aku besok ada meeting penting di perusahaan nenek aku, Untung saja aku sudah dalam perjalanan ke sana. Sebetulnya Apa sih yang sedang terjadi?" tanya David dengan suara tinggi.


Lalu Aldo dengan nada terbata menjelaskan situasi dan kronologi cerita mengenai pingsannya sahabatnya David itu. Membuat David sedikit banyak bisa menebak apa yang terjadi pada sahabat gempalnya itu/


" Aku lagi mau naik pesawat nih, jadi aku akan lanjut kalau aku sudah sanpai ke sana. Kabari aku semua perkembangannya, karena aku akan segera mematikan ponselku sekitar 1 jam- an baru bisa dihubungi." kata David dan setelah berpesan agar tetap menghubungi walaupun Dirinya belum aktif maka David dan juga Aldo mengakhiri percakapan telepon nya itu dan melanjutkan apa yang harus mereka kerjakan saat ini.


Sahabat Aldo tadi hanya mengantar mereka berdua ke rumah sakit saja dan balik lagi ke base campnya karena tidak mungkin meningalkan murid muridnya yang masih berada di tempat gym serta berjanji akan menemai Aldo nanti malam di rumah sakit karena ia yakin klau Dewi pasti harus menginapa di rumah sakit.


Saat Aldo kembali ke lorong dekat tempat Dewi diperiksa, kebetulan dokter dan suster yang merawat Dewi juga keluar dari sana, sehingga Aldo bisa langsung bertanya tentang kondisi Dewi saat ini.


"Gimana kondisi teman saya dok?" tanya Aldo dengan raut cemas yang masih menggelayut di wajahnya.


"Oh, pasien dalam kondisi yang baik, dia hanya dehidrasi, kehilangan banyak cairan dan kelelahan. Kurang asupan makanan yang bergizi juga karena diet ketat yang saat ini ia lakukan." terang dokter dengan nada ramah, ia seakan tahu karena Dewi gemuk jadi pasti pingsannya karena ia diet ketat.


"Jadi teman saya ga pa pa ya dok." tanya Aldo menegaskan, sedangkan sang dokter hanya menggelengkan kepalanya sambil menginstruksikan Aldo untuk menyelesaikan administrasi sehingga Dewi bisa langsung dipindahkan ke kamar rawat inap terlebih dahulu, setelah Aldo mendengar apa yang dikatakan oleh dokter, ia sedikit lega namun muncul masalah baru yang berarti ada masalah dengan cara dirinya men - training Dewi, maka ia rasanya perlu melakukan evaluasi ulang.


Setelah administrasi selesai, ia segera memindahkan Dewi ke ruang rawat inap VIP. Aldo segera menemui Dewi karena ia ingin melihat kondisi Dewi yang sudah siuman.


"Hai De, gimana kondisi kamu?" tanya Aldo yang lagi menatap jendela kamar ruang rawat inp VIP itu dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Eh, sorry banget ya kamu jadi susah dan repot karena kamu. Tenang saja berapa uang yang tai kamu keluarkan aku pasti akan ganti." kata Dewi yang gak enak dengan kondisi saat ini, ia cukup malu dengan apa yang baru saja terhjadi.


"Its okey, tenang saja, Oh ya aku sudah hubungi David dan dia dalam perjalanan kemari..."


"Apa?Aduh aku lupa bilang sama kamu kalau seharusnya kamu tidak usah memanggil dia kmarri... aku gak enak kalau kamu menyusahkan dia." kata Dewi dengan raut pias, sebenarnya bukan karena itu lebih tepatnya dia tidak ingin kalau David tahu dirinya pingsan gara-gara over latihan dan juga over dietnya.


"Tapi aku terlanjur bilang..."


"Kamu bisa bilang kalau aku.. akuu sudah sembuh gitu." kata Dewi dengan nada terbata-bata karena sebenarnya dia tidak ingin David tahu bahwa dirinya Terpuruk di dalam masalah latihannya lagi, dia ingin kalau saat ini David mengetahuinya dirinya baik-baik saja.


"Tapi menurutku lebih baik kalau keluarga kamu..."


"Hell no !! No no no!! Jangan sampai keluarga aku tahu masalah aku masuk rumah sakit, karena diriku bisa dicabut jurnal magangku di jogja dan dikembalikan ke Jakarta lagi dan aku gak mau itu sampai terjadi." katanya dengan nada kesal, wah bisa berabe parah kalau sampai orang tuanya sampai tahu dirinya masuk rumah sakit gara-gara latihan keras dan juga diet, bisa-bisa dirinya akan ditarik pulang ke Jakarta tanpa ada excuse sama sekali.


Aldo hanya menatap ke arah Dewi yang tampak cemas karena Aldo sudah memberitahukan kepada David mengenai dirinya masuk rumah sakit. sebenarnya Dewi tidak ingin kalau orang lain tahu tentang dirinya masuk kedalam rumah sakit gara-gara itu namun sudah terlanjur seperti ini dia harus bisa membuat David Tutup mulut agar tidak memberitahukan kepada papa Sena tentang kejadian yang ada di Jogja ini.


"Sudah diam aku harus memberitahukan kepada David supaya tidak kasih tahu papa dan mama, kalau aku masuk rumah sakit." katanya kepasa Aldo yang membuat Aldo sedikit merasa bersalah dengan perbuatannya memberitahukan kondisi Dewi kepada David.


"De, kamu ikutin semua petunjuk di training sheet yang sudah aku kasih ke kamu kan?" tanya Aldo dengan tatapan menyelidik.


"Sorry, aku .. ehm .. itu... kepingin cepet kurus.. jadi"


"Astaga ! Kamu buat latihannya lebih berat dan dietmu lebih ketat 2kali lipat?" tanya Aldo sambil menyugar rambutnya dengan kasar membuat Dewi merasa bersalah.


"Ehm aku soalnya.."

__ADS_1


"Kamu tahu ga kalau itu membahaya kan nyawa kamu, karena kamu bisa dehidrasi dan kekurangan gizi sehingga black out seperti ini. Bukan itu saja itu bisa bikin otot kamu sobek dan cedera, kamu jangan main main dengan hal ini." kata Aldo dengan nada cukup tinggi, padahal ia berusaha untuk tidak membentak Dewi melihat Dewi yang meringkuk ketakutan.


"Maaf.."


"Ingat ya, jangan lakukan itu tanpa adanya pantauan dari ahli, berbahaya. Dan mumpung kamu ada disini, aku juga akan mengenalkan kamu pada dokter gizi yang biasa aku konsul. di rumah sakit ini juga jad kamu bisa memantau berapa kapasitas kamu. Yang penting adalah konsisten dan bertahap. !! Ngerti gak?" jelas Aldo yang membuat Dewi hanya bisa manggut manggut saja.


Aldo berjanji bahwa nanti ia akan memantau Dewi lebih ketat lagi


***


Disisi lain, Azka yang ditinggalkan oleh Dewi begitu saja tanpa pesan merasakan kehilangan gangguan gangguan yang sering di lakukan oleh Dewi kepadanya.


"Teryata gak ada Dewi itu rasanya juga aneh," gunamnya lirih di kursi kantornya termenung. Biasanya Dewi pagi gini sudah mengiriminya makanan dan sarapan, bahkan kalau ia sudha makan ia akan menyuruh makanan itu dijadikan makan siangnya.


Azka menatap jam tangan yang ada di tangannya dengan tatapan sendu. Entah dia menyesali atau memang hanya merasa kehilangan adik seperti saaat ia bersama Nolla, adik kandungnya.


.


.


.


TBC


Hai readers sorry telat yaaa....

__ADS_1


Jangan lupa kasih gift, like dan juga komen ... besok adalh hari vote...kasih vote juga dong. Habis ini akan ada kelanjutannya. Biarin Azka kesel dulu yaaaa...wkwkwkwk Happy reading!!


__ADS_2