
Dengan cucuran air mata Dewi datang ke rumah sakit menjenguk mamanya yang jatuh pingsan gara-gara dirinya melarikan diri dari rumah. David yang mengantar Dewi ke rumah sakit beserta dengan meisya sama-sama merasakan rasa bersalah karena dialah yang sudah menyediakan tempat bagi Dewi untuk melarikan diri.
Sesampainya di rumah sakit, Dewi bertemu Dewa kakaknya yang berada di depan selasar ruang VIP tempat mamanya dirawat.
"Masih ingat kalau punya keluarga?" tanya Dewa dengan nada sarkas saat melihat adiknya datang diantar oleh David dan juga meisya.
Mereka bertiga sama sama menunduk dan juga sama-sama merasa bersalah gara-gara mereka memfasilitasi Dewi untuk melarikan diri di tempat David berada.
"Maaf kak!" kata Dewi dengan nada sendu, bahkan air matanya tidak habis-habisnya turun di pipinya yang mulus membuat Dewa akhirnya juga tidak tega melihat kondisi adiknya yang terkecoh dengan drama yang dibuatnya itu.
"Sudah sadar sekarang?" tanya Dewa dengan nada serta karena dirinya masih ingin memberikan pelajaran kepada adiknya supaya tidak melarikan diri saat ada masalah dan jangan terlalu Bersandar kepada teman-temannya yang memberikan pengaruh buruk kepadanya mestinya dia lari kepada keluarganya sendiri untuk meminta pertolongan.
"Kak, aku... aku tak sengaja... aku egois, akulah yang membuat mama seperti ini." sesal Dewi yang membuat dewa terenyuh, Karena bagaimanapun ternyata Dewi itu orang yang sangat memperhatikan keluarganya, dia rela untuk membuang harga dirinya dan menikah dengan Aska asalkan mamanya sembuh.
"Gitu tahu! Kamu itu malu maluin keluarga! untung saja kamu cepat sadar dan bertobat. Coba kalau gak? Bisa bisa mama knapa..."
"Kakak, jangan bilang begitu. Aku gak mau kalau Mama sampai kenapa-kenapa. " potong Dewi dengan nada lirih dan membuat Dewa juga akhirnya iba dengan wajah sendu adiknya itu.
"Emang kamu mau disuruh menikah sama Azka?" tanya Dewa dengan nada sinis.
Namun Dewi hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia menyetujui apapun yang akan diminta oleh mamanya nanti asalkan mamanya sehat. walaupun harus mengorbankan harga dirinya Karena menikah dengan orang yang sudah menghina dirinya.
"Iya kak, asal mama sehat, Dewi akan melakukannya." kata Dewi lagi sambil masih menundukkan kepalanya, begitupula dengan kedua temannya yang Bahkan tidak berani untuk menatap ke arah Dewa yang mengintimidasi banget posisinya.
"Kalian berdua ya diingat-ingat bahwa perbuatan kalian itu hampir mencelakakan orang lain. Jadi sebelum melakukan semua hal lebih baik dipikirkan terlebih dahulu dan kalau memberikan saran itu lebih baik yang benar jangan membuat orang lain menjadi susah karenanya." kata Dewa yang mengarah kepada David dan juga Meisya yang hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya karena sangat menyesal dengan apa yang sudah mereka lakukan. Untung Mama Dela tidak kenapa-kenapa Kalau tidak mereka juga akan kena sanksi dari orangtuanya entah dalam rupa apa.
__ADS_1
"Ya sudah masuk sana! Jangan lupa untuk minta maaf sama mama dan papa atas kelakuan kamu itu, ngerti gak? Dan jangan coba coba menolak apa yang diinginkan sama mama Della, tau gak?" serga Dewa dengan nada mengintimidasi.
Dewi hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mengerti apa yang dikatakan oleh kakaknya itu dan kemudian masuk tanpa diikuti oleh kedua sahabatnya karena memang yang boleh masuk adalah 1 orang saja dan karena Papanya sudah ada di dalam maka Dewi memutuskan masuk seorang diri.
Ceklek!
"Ma..." sapa dewi dengan suara lirih dan tercekat karena melihat mamanya yang terbaring di atas brankar rumah sakit.
"Kamu..." kata papa Sena yng kemudian dilarang oleh mama Della yang memegang tangan papa Dena dnegan erat.
"Maafkan Dewi, ma, pa! Dewi yang salah dan Dewi yang akan menanggung segala akibatnya. Papa dan mama jangan sakit!" kata Dewi sambil mencucurkan air mata di pipinya yang halus mulus itu, membuat mama dan papanya juga sedikit merasa bersalah karena sudah membohongi Dewi seperti ini.
"Jadi kamu akan mengikuti apa saja yang mama katakan?" tanya mama dengan nada lirih, ya kan dirinya sedang bermain peran sebagai seorang ibu yang tersakiti dan jatuh sakit gara-gara kelakuan anaknya.
"Iya ma, biar Dewi akan menikah dengan kak Azka kalau itu memang apa yang mama mau. " katanya dengan suara tak rela, namun ia tidak lagi mau membuat mamanya sakit.
"Hah? Loh katanya Kak Azka dan aku menikahnya pas akhir bulan kok sekarang dimajukan?" tanya Dewi dengan nada kaget.
"Iya mama kamu sakit dan ingin melihat kalian menikah terlebih dahulu..."
"Tapi mama gak kenapa kenapa kan? Dewi bersedia menikah asal mama sehat." katanya memotong ucapan papanya yang masih sewot sama dirinya itu.
"Kamu kan yang bikin..."
"Maaf, maafkan Dewi pa, ma! Dewi gak akan ulangi lagi." katanya dengan nada tersengal karena ia merasa sedih dan kembali menangis gara-gara diingatkan oleh papanya bahwa Semua yang saat ini terjadi adalah akibat dirinya melarikan diri dari rumah sehingga membuat mama papanya kesal marah dan jatuh sakit.
__ADS_1
tok tok tok
Semua yang ada di dalam ruangan rumah sakit itu menengok kearah pintu dan ternyata yang masuk adalah Langit Azka Jayaprana yaitu orang yang ditunggu-tunggu karena akan melakukan tanda tangan surat nikah bersama dengan Dewi Ayuningtyas hari ini juga.
"Kak Azka.." gunam Dewi lirih.
Kali ini ia tidak dapat menolak pengaturan yang sudah diatur oleh papa mama dan kak Dewa karena semuanya demi kesehatan mamanya.
Mama Angel dan juga papa Bumi ada disana menjadi saksi pernikahan antara Azka dan Dewi.
"Ayo Dewi make up dulu ya, dan ganti bajunya. Meski ini baru pada tanda tangan surat nikah saja namun ini sah dimata negara jadi tidak bisa main-main." kata mama angel yang mengatur segalanya dan menasehati mereka berdua yang akan masuk ke jenjang pernikahan.
Dewi hanya menuruti apa yang menjadi keinginan dari mama papanya dan segera mengganti baju yang sudah disiapkan oleh Mama Angel di kamar mandi serta dirias oleh make up artis yang dipanggil oleh Mama Angel ke tempat itu.
Aska yang sudah mengenakan jas dan kemeja putih serta rambut yang disisir klimis membuat wajahnya tampak lebih tampan 10 kali lipat daripada biasanya. sehingga Dewi gagal fokus ketika melihat calon suaminya yang begitu mempesona, padahal awalnya dirinya menolak untuk menikah dengan Aska karena penghinaan yang pernah dialami oleh dirinya.
"De, fokus! Jangan luluh akan dirinya. Dia paling ingin menikah dengan aku dengan alasan yang sama juga yaitu supaya mama Della tidak anval." gunam Dewi memantrai dirinya begitu rupa agar tidak jatuh pada pesona seorang Langit Azka Jayaprana.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Hai Readers, makasih buat cintanya dengan cerita ini..
Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!